Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


MENGENAL HALUSINASI
(SESI 1)

DI SUSUN OLEH :
AYU KRISTIANA
151.0721.033

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2016

RENCANA TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


A. TOPIK
Terapi Aktivitas Kelompok Halunisasi, SESI 1 : Mengenal Halusinasi
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Klien dapat mengenal halusinasinya
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat mengenal isi halusinasi
b. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi
c. Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi
d. Klien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi
C. LANDASAN TEORI
Klien yang dirawat di rumah sakit jiwa atau ruang jiwa umumnya dengan
keluhan tidak dapat diatur di rumah, misalnya amuk, diam saja, tidak mandi,
keluyuran, mengganggu orang lain dan sebagainya. Setelah berada dan dirawat di
rumah sakit, hal yang sama sering terjadi banyak klien diam, menyendiri tanpa ada
kegiatan.
Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan perawat
kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama.
Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target
asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling
membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien berlatih perilaku baru yang
adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptif. (Budiana Keliat, 2004)
Setiap peserta membutuhkan terapi aktivitas kelompok, dimana aktivitas ini
memungkinkan peserta agar berorientasi dengan orang lain dan mengenal lingkungan
disekitar mereka. Dimana pengertian kelompok itu sendiri adalah kumpulan individu
yang lain, saling tergantung dan memiliki norma yang sama. (Stuart dan Laraia, 2011)
Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi aktivitasnya berupa stimulus dan
persepsi. Stimulus dari pengalaman masa lalu yang menghasilkan proses persepsi
klien yang maladaptive atau deskrutif, misalnya kemarahan, kebencian, putus
hubungan, pandangan negative terhadap orang lain dan halusinasi.
Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ dr. Soeharto Herdjan
Khususnya Ruang Kenanga pada tanggal 21 April 2016 sebanyak 9 orang, sebagian
besar pasien yang menderita Halusinasi 81%, pasien yang menderita Isolasi Sosial

9%. Berdasarkan data yang ada di Ruang Kenanga, halusinasi urutan satu oleh karena
itu perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi, jika tidak dilakukan
TAK akan terjadi resiko perilaku kekerasan.
Oleh karena itu, maka kami menganggap dengan Terapi Aktifitas kelompok
(TAK) klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal mengenal
dan mengontrol halusinasi yang mereka alami. Klien yang mengikuti terapi ini adalah
klien yang sudah kooperatif sehingga pada saat TAK klien dapat bekerjasama dan
tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.
D. KLIEN
1. Karakteristik / kriteria
Klien yang mempunyai indikasi TAK adalah klien dengan Gangguan Persepsi
Sensori : Halusinasi berikut :
a) Klien dengan diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori : halusinasi
b) Klien yang sehat fisik.
c) Klien yang sudah mulai kooperatif.

2. Proses Seleksi
Berikut ini adalah nama-nama klien yang sudah di seleksi dan akan dilakukan
TAK, yaitu sebagai berikut :
1)
2)
3)
4)
5)

6)
7)
8)
9)
10)

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
Jenis Tak
Mengenal
halusinasi

Sesi

Hari

Tanggal

Senin

25 April 2016

2. Tim terapis
a. Leader ( Ayu Kristiana )
Tugas :

Waktu
Jam 10.00 s/d
selesai

Tempat
Ruang Kenanga

Membuat proposal TAK


Menyusun rencana aktivitas kelompok
Membuka acara dan menjelaskan tujuan TAK
Memimpin jalannya TAK
Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.

Memotivasi anggota untuk aktif selama kegiatan terapi aktivitas


kelompok.

b. Co Leader ( Ellys )
Tugas :

Membantu leader mengorganisasikan kelompok.

Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader atau sebaliknya.

Mengingatkan leader jika leader menyimpang dari tahapan TAK


Mengingatkan waktu jika tidak sesuai dengan kontrak
c. Fasilitator ( M.Robby Rohim & Widya Putri Andini )
Tugas :

Memfasilitasi media dalam kegiatan terapi aktivitas kelompok.

Mengatur jalannya aktivitas kelompok.

Membantu kelompok berperan aktif.

Berperan sebagai role model bagi klien selama proses aktivitas


kelompok.

Mengantisipasi masalah yang akan terjadi.

Mengarahkan pasien yang kurang berkonsentrasi

d. Observer ( Firdha Anggieska & Auliya Risha)


Tugas :

Mengobservasi respon klien dan keseluruhan anggota TAK.

Mencatat perilaku klien selama dinamika kelompok.

Mencatat semua proses yang terjadi dan mendokumentasikannya.

Mengamati dan mencatat respon klien (dicatat pada format yang

tersedia).
Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota
kelompok dengan evaluasi kelompok

3. Metode dan Media


Metode :
Diskusi dan tanya jawab
Bermain peran atau simulasi
Media :

Tape recorder dan musik yang lain atau bisa digantikan dengan suara

handphone
Bola kecil
Spidol
Papan tulis/whiteboard/kertas karton

4. Setting Tempat
L

Co

MEJA

K
K

Keterangan :
1. L : Leader
2. Co : Co Leder
3. F : Fasilitator
4. O : Observer
5. K : Klien
F. PROSES PELAKSANAAN
1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan gangguan persepsi
sensori : halusinasi
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
1) Salam dari terapis kepada klien.
2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama).
3) Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)
b. Evaluasi/ validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
mengenal suara-suara yang didengar.
2) Terapis menjelaskan aturan main berikut :

Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin
kepada terapis.

Lama kegiatan 45 menit.

Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

3. Kerja
a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal suarasuara yang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi
terjadinya, dan perasaan klien pada saat terjadi halusinasi.

b. Kaset pada tape recorder atau musik atau handphone akan di hidupkan,
terapis akan memberikan bola kepada salah satu ibu untuk digilirkan ke
teman-teman yang lain sambil mendengarkan musik.
c. Saat musik berhenti pada siapa bola berhenti, maka terapis akan meminta
klien untuk menceritakan isi halusinasi,kapan terjadinya, situasi yang
membuat terjadinya, dan perasaan klien saat terjadi halusinasi, terapis
memberikan waktu 3 menit untuk bercerita. Hasilnya tulis di whiteboard/
kertas karton.
d. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi
acungan jempol.
e. Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi terjadi, dan perasaan klien dari suara
yang biasa didengar.
2. Terminasi
a. Evaluasi
Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Rencana tindak lanjut.
Terapis meminta klien untuk melaporkan isi, waktu, situasi, dan
perasaannya jika terjadi halusinasi.
c. Kontrak yang akan datang.
Menyepakati TAK sesi 2 berikutnya yaitu cara mengontrol halusinasi.
Menyepakati waktu dan tempat.

G. Rencana evaluasi
1. Evaluasi Struktur :
a. Proposal telah disetujui atau mendapat izin dari berbagai pihak yang terkait.
b. Persiapan alat dilakukan sehari sebelumnya.
c. Persiapan klien, dilakukan kontrak terlebih dahulu baik topik, waktu, maupun
tempat pelaksanaan TAK.

2. Evaluasi Proses

a. Klien aktif dalam mengikuti kegiatan sampai selesai.


b. Kegiatan dilakukan pukul 16.00 WIB dengan fase orientasi, fase kerja, fase
terminasi.
c. Leader dapat mengarahkan klien untuk berperan aktif.
d. Co. leader dapat membantu tugas-tugas leader.
e. Fasilitator juga mampu menyiapkan alat-alat dengan baik serta mampu
memotivasi klien.
f. Observer dapat menilai jalannya TAK dengan baik.

3. Evaluasi Hasil
Klien dapat mengenal halusinasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk
TAK stimulasi persepsi sensori : halusinasi sesi 1, kemampuan yang diharapkan
adalah klien dapat mengenal halusinasi, isi halusinasi, waktu terjadinya halusinasi,
situasi terjadinya halusinasi, dan perasaan saat terjadinya halusinasi,

Sesi 1 : TAK
Stimulasi Persepsi Sensori : Halusinasi
Kemampuan mengenal halusinasi
Evaluasi hasil klien selama melaksanakan TAK :
N

Nama Klien

Menyebut isi
halusinasi

Menyebut waktu Menyebut situasi

Menyebut

terjadinya

terjadinya

perasaan saat

halusinasi

halusinasi

halusinasi

Keterangan :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mengenal halusinasi : isi,
waktu, situasi, dan perasaan.
3. Beri tanda ( ) jika klien mampu dan tanda ( X ) jika klien tidak mampu
DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Budi Ana. 2004. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Edisi I. Jakarta : EGC
Marifatul A, Lilik. 2011. Keperawatan Jiwa Aplikasi Praktik Klinik. Yogyakarta: Graha Ilmu