Anda di halaman 1dari 19

Tinea Cruris, Kelainan Kulit

karena
Jamur Dermatofita
Lisda Yolanda 102014061

Skenario 1
Laki-laki berusia 30 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan bercak coklat pada
kedua lipatan paha yang terasa gatal sejak 4
minggu yang lalu

Hipotesis

Laki-laki tersebut menderita Tinea Cruris

Rumusan & Analisis Masalah

Anamnesis
Identitas : laki-laki, 30thn
Keluhan utama & waktunya : bercak coklat di kedua lipatan
pahan, gatal (cuaca panas, berkeringat), 4 minggu.
RPS dan keluhan penyerta
RPD (kecelakaan/trauma)
Riwayat pemakaian obat : kortikosteroid (tidak ada perbaikan)
RPK
Riwayat sosial, ekonomi
Riwayat lingkungan tempat tinggal dan bekerja
Kebiasaan hidup sehari-hari : mandi, pakaian dalam

Pemeriksaan
Pemeriksaan Fisik
Umum
TTV (suhu,TD, denyut & napas)

Lokal
warna kulit, suhu kulit,
kelembapan kulit, dan tekstur
kulit.

Lesi kulit
efloresensinya (warna, ukuran,
susunan kelainan / bentuk,
batas, lokasi, penyebaran)

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Mikologi
Kerokan kulit
dibersihkan dengan
spiritus 70% diperiksa
dengan Woods lamp
Sediaan langsung
menggunakan
miskroskop
ditambahkan KOH 20%
Biakan di medium agar
Sabouraud untuk
menentukan spesies
jamur

Makrospora Epidermophyton floccosum (kiri) dan


Biakan Agar Sabouraud Tricophyton rubrum (kanan)

Working Diagnosis; Tinea Cruris


Tinea cruris / eczema marginatum / dhobie itch /
jockey itch / ringworm of the groin
Dermatofita (dermatofitosis)
Genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong
dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah
Efloresensi
Primer
Sekunder (polimorfi)
Akut & Menahun (bercak hitam disertai sedikit sisik)

Epidemiologi

Etiologi

Banyak di daerah tropis

Jamur dermatofita

Laki-laki perempuan
Lingkungan lembab
Penggunaan fasilitas
bersama (asrama dan
tahanan)
Pemakaian baju ketat
dan berkeringat
Faktor lain : obesitas
dan DM

Epidermophyton floccosum,
Tricophyton rubrum, dan Tricophyton
mentagrophytes
PENULAR
AN

Kontak langsung
dengan individu
yang terinfeksi

Tidak langsung
melalui benda yang
mengandung jamur
(handuk, lantai
kamar mandi)

Patofisiologi
Jamur golongan dermatofita mencerna kreatin
memanfaatkan kreatin pada stratum korneum kulit
berkembang biak dengan baik dibagian-bagian tubuh
yang lembab (habitat pendukung pertumbuhan jamur)
Aktivitas jamur membuat penderita mengalami pruritus
Pruritus : sensasi kulit yang iritatif dan menimbulkan
rangsangan menggaruk (rasa gatal)
Garukan yang dilakukan terus menerus akan
menimbulkan efloresensi sekunder lesi semakin
buruk.

Gejala Klinis Tinea Cruris


1. Gatal
2. Bentuk bulat/melingkar, polisiklik,

polimorfik
3. Lesi berbatas tegas (sirkumskirp)
4. Pinggir aktif (tepi lebih nyata

daripada bagian tengah)


5. Lesi sedikit hiperpigmentasi dan

skuamasi

Different Diagnosis

Gambaran Klinis Candidiasis, Eritrasma,


Psoriasis

Medika Mentosa [ Golongan Azol ]


Obat topikal
Mikonazole (icatin, Monistat-derm)
Tersedia dalam bentuk cream 2%, solution, lotio, bedak
Diberikan 2 kali sehari selama 4 minggu

Clotrimazole (Lotrimin, Mycelec)


Obat ini tersedia dalam bentuk cream 1%, solution, lotion
Diberikan 2 kali sehari selama 4 minggu
Evaluasi setelah 4 minggu

Ketokonazole (Nizoral)
Pengobatan dengan ketokonazole dapat dilakukan selama 2-4 minggu

Medika Mentosa [ Golongan


Alamin ]
Naftifine (Naftin)
Bentuk 1% cream dan lotion
Penggunaan pada anak sama dengan dewasa (dioleskan
4 kali sehari selama 2-4minggu).
Evaluasi setelah 4 minggu
Terbinafin (Lamisil)
Terbinafine dapat ditoleransi penggunaanya pada anakanak
Digunakan selama 1-4minggu

Pengobatan Sistemik
Griseofulvin microsized 500-1000 mg/hari 2-6
minggu
Ketokonazol 200 mg/hari 4 minggu
Itrakonazol 100 mg/hari 2 minggu atau 200
mg/hari 1 minggu.
Terbinafin 250 mg/hari 1-2 minggu

Non-Medika Mentosa
Krim, lotion, salep, minyak untuk melembabkan kulit
Menghindari faktor pemicu : iritan/alergen, stress, makanan
Jaga hygiene dengan meningkatkan frekuensi mandi dan
mengeringkan area kemaluan setelah buang air kecil
Ganti pakaian dalam 2-3 kali sehari
Gunakan pakaian berbahan katun
Hindari penggunaan pakaian secara bergantian dan rutin cuci
pakaian serta seprai
Menjemur pakaian pada tempat yang panas agar tidak lembab

Komplikasi
Infeksi sekunder oleh
Candida atau bakteri
lain
Pada infeksi jamur
kronis dapat terjadi
hiperpigmentasi kulit

Pencegahan
Mandi 2x sehari
Menggunakan bedak yang
mengandung mikonazol atau
tolnafat pada daerah rentan
jamur

Kesalahan penggunaan
steroid topikal pd Tinea
cruris, infeksi menyebar

Cuci pangkal paha dengan


bersih, pastikan benar-benar
kering

Prognosis

Ganti pakaian dalam secara


rutin

Baik
Kulit dijaga kebersihan
dan kelembabannya
Terapi yang tepat

Cucilah handuk dengan sering

Kesimpulan
Laki-laki tersebut menderita tinea cruris. Dapat
diberikan obat topikal maupun oral berupa
antijamur sebagai penatalaksanaannya. Hindari
juga faktor-faktor pencetus seperti udara panas
ataupun tidak menjaga kebersihan dan kelembapan
kulit.
Kortikosteroid Infeksi jamur ?

Thankyou