Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA TUMBUHAN
ACARA I
PENGAMATAN PERILAKU KROMOSOM

Semester :
Ganjil 2014

Oleh :
Destomi Nurlian
A1L013153 / F

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN DAN BIOTEKNOLOGI
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kromosom memiliki peranan penting dalam keberlangsungan makhluk
hidup, karena kromosom merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan
gen-gen tetua kepada keturunannya dan kepada generasi satu ke generasi
berikutnya. Pengamatan terhadap perilaku kromosom sama pentingnya dengan
mempelajari struktur kromosom. Perilaku kromosom dapat dilihat dalam siklus
sel, termasuk di dalamnya adalah pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis.
Mitosis merupakan dasar dalam pembiakan vegetatif tanaman, sedangkan meiosis
merupakan dasar munculnya suatu keragaman.
Mitosis adalah proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Mitosis
mempertahankan kromosos yang sama melalui pembelahan inti sel somatis secara
berturut-turut. Tahap dari mitosis adalah interfase, profase, metafase, anafase, dan
telofase. Kromosom pada metafase tahap mitosis mengalami kondensasi dan
penebalan yang maksimal sehingga kromosom pada tahap ini mudah untuk
diamatai. Namun, pengamatan terhadap kromosom tidak semudah itu. Dalam
pengamatan kromosom sering timbul kesulitan karena kromosom terkadang
tumpang tindih antara yang satu dengan yang lainnya dan kadang masih terlihat
samar karena kondensasi yang belum sempurna.
Praktikum kali ini menggunakan akar bawang merah. Akar bawang merah
sangan menolong sekali dalam praktikum kali ini karena akar bawang merah
memiliki kromosom yang besar, jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak, dan
mudah didapatkan.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui perilaku kromosom pada
pembelahan mitosis.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Kromosom adalah suatu strukturmakromolekul yang berisis DNA dimana


informasi genetik tersimpan didalamnya. Kromosom terdiri dari dua bagian yaitu
sentromer dan lengan kromosom. Sentromer merupakan inti dari kromosom,
sedangkan lengan kromosom merupakan bagian yang mengandung kromonema
dan terdapat sepasang gen didalamnya. Selain itu, kromosom merupakan suatu
alat transportasi materi genetika yang sebagian bersegregasi menurut hukum
Mendel (Sastrosumarjo, 2006).
Kromosom dibedakan atas autosom dan kromosom pada sel kelamin.
Pembelahan sel yang terjadi pada kromosom autosom / sel somatis disebut dengan
pembelahan mitosis. Mitosis ini terjadi secara bersama-sama dengan pembelahan
sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel. Proses ini memiliki peranan penting
dalam pertumbuhan dan perkembangan setiap organisme. Mitosis terdiri dari fase
interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase (Suryo, 2008).
Interfase biasa disebut sebagai fase istirahat. Interfase ini merupakan tahap
yang paling penting dari mitosis karena terjadinya sintesis ADN, menuju pada
replikasi kromosom dan sintesis protein. Maka sebenarnya kurang tepat juga bila
interfase ini disebut sebagai fase istirahat karena sebenarnya pada fase ini sel
bekerja cukup berat. Interfase dibedakan menjadi tiga fase, diantaranya :
1. Fase gap 1 (G1)
Pada fase ini terjadi kegiatan sel, diantaranya :
a. Transkip RNA
b. Sintesis protein untuk memacu pembelahan inti
c. Produksi enzim yang diperlukan untuk replikasi ADN
d. Tubulin dan protein yang akan membentuk benang spindel
2. Fase sintesis (S)

Pada fase ini terjadi replikasi ADN dan replikasi kromosom,


sehingga pada akhir fase ini terbentuk sister chromatid yang memiliki
sentromer bersama. Pada fase ini belum terjadi pembelahan.
3. Fase gap dua (G2)
Pada fase ini sintesis protein tetap berlangsung dan mengikuti
sertakan protein kromosom dan komponen-komponennya yang
digunakan oleh sel itu selama pembelahan. Pada fase ini sel
mengandung ADN empat kali lebih banyak dari ADN yang terdapat
dalam gamet. Pada akhir fase ini sel mengalami mitosis dan sitokenesis
(Soetarso, 1997).
Proses profase, terjadi kondensasi dan penebalan kromosoma. Kondensasi
dan penebalan kromososm ini terjadi karena akibat dari berpilinnya kromosom.
Dua sister chromatid terlihat dan kromosom mulai nampak berpasangan. Pada
akhir profase, nukleous dan membran nukleus menghilang dan terbentuk benang
spindel (Crowder, 1986).
Kromosom berkumpul pada equator merupakan ciri utama dari metafase.
Benang-benang gelondong menjadi jelas pada permulaan metafase. Pada
metafase, terjadi kondensasi dan penebalan yang maksimal sehingga kromosom
terlihat lebih pendek dan tebal dibandingkan pada fase lainnya. Ciri berakhirnya
dari proses metafase adalah sentromer telah membelah dan masing-masing
kromatid menjadi kromosom tunggal (Lilik, 1997).
Anafase merupakan fase terpendek dari pembelahan mitosis. Fase ini
dimulai ketika setiap pasang kromatid dari setiap-setiap pasang kromosom
berpisah, masing-masing kromatid bergerak menuju arah yang berlawanan.

Pemisahan ini dimulai dari membelahnya sentromer. Sentromer yang membelah


kemudian ditarik oleh benang gelondong ke arah kutub berlawanan bersama
dengan kromatidnya. Ciri khusus dari fase ini adalah kromosom terlihat seperti
huruf V atau J dengan ujung yang bersentromer menuju ke arah kutub. Pada
akhir anafase, sekat sel mulai terbentuk di dekat bidang equator (Crowder, 1986).
Pada fase telofase, nukleus terbentuk kembali, kromosom mulai mengendur
dan nukleus terlihat. Sel membelah menjadi dua dan diikuti terbentunknya
dinding sel baru. Pembelahan ini juga membagi sitoplasma menjadi dua atau
sitokenesis. Pada akhir fase ini, terbentuk dua sel anakan yang identik dan
memiliki jumlah kromosom yang sama dengan tetuanya (Lilik, 1997).
Bawang merah merupakan anggota dari famili Liliaceae. Tanaman ini
merupakan tanaman musiman yang memiliki umbi berlapis. Tanaman ini memiliki
akar serabut dengan daun berbentuk silinder berongga. Bawang merah merupakan
komoditas sayuran unggulan yang sejak lama sudah diusahakan petani secara
intensif. Bawang merah juga merupakan salah satu komoditas sayuran yang
mempunyai prospek cukup baik dalam segi agribisnis. Hal ini dapat dilihat pada
status usaha taninya oleh petani khususnya di Kabupaten Brebes bahwa usaha tani
bawang merah merupakan usaha tani yang bersifat komersil (Deptan, 2005).
Jumlah kromosom dari setiap tanaman berbeda. Bawang merah memiliki
jumlah kromosom 2n = 16. Hal ini sangat membantu dalam mempelajari analisis
mitosis pada tanaman karena jumlahnya yang tidak terlalu banyak, memiliki
ukuran kromosom yang besar serta sangat mudah untuk dibuat preparat (Stack,
1979).

III. METODE PRAKTIKUM

A. Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah akar bawang merah,
larutan 0,002 M hidroxichinolin, larutan 45% CH3COOH, larutan HCL dan
larutan aceto orcein / carmin. Sedangkan alat yang di gunakan adalah kaca

preparat, cover glass, beker glass, penangas air, pembakar bunsen, mikroskop dan
jarum.
B. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada raktikum ini adalah :
1. Umbi bawang merah dipilih yang bagus dan sehat kemudian dikecambahkan di
air sampai muncul akar.
2. Akar bawang merah dicuci dengan air sampai bersih
3. Ujung akar bawang merah dipotong sepanjang 1 cm dan dimasukan ke dalam
larutan 0,002 M Hydroxychinolin, kemudian disimpan di ruang gelap dengan
suhu 20 oC selama 1 jam.
4. Fiksasi ujung akar bawang merah dilakukan dengan menggunakan larutan 45%
CH3COOH selama 10 menit.
5. Bahan diserasi dengan campuran larutan HCl dan CH3COOH dengan
perbandingan 3 : 1 pada suhu 60 oC selama 3 menit.
6. Ujung akar bawang merah diambil 1 mm dan diletakan di atas gelas preparat.
7. Pewarnaan dilakukan dengan aceto orcein atau aceto cermin (larutan staining).
8. Gelas preparat ditutup dengan gelas penutup (cover glass) dan kemudian ujung
akar dihancurkan dengan cara ditekan.
9. Preparat dilewatkan di atas nyala api bunsen.
10. Preparat diamati di bawah mikroskop ( fase-fase pada mitosis, fase yang
jumlahnya paling banyak, gambar fase, perbesaran yang digunakan).

A. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
Tabel 1. Pengamatan kromosom pada pembelahan mitosis
No
.
1

Fase

Gambar

Keterangan

Profase

Kromatid memendek dan


menebal.
Sentriol membelah dan
bergerak kekutub dan
terbentuk benang-benang
spindel yang terhubung dari
kutub ke kutub.
Membran inti dan inti
menghilang.
Perbesaran : 40 kali
Preparat : Akar bawang merah
Jumlah kromosom = 16

Metafase

Anafase

Telofase

Tidak ditemukan

Kromosom terletak pada


bidang ekuator.
Kromosom terikat pada
benang spindel melalui
sentromer.
Preparat : Akar bawang merah
Perbesaran : 40 kali
Jumlah kromosom = 16
Kromatid bergerak menuju
arah berlawanan (masingmasing kutub).
Kromatid dapat bergerak ke
kutub karena kontraksi
benang spindel yang
memendek dan menarik
kromatid.
Preparat : Akar bawang merah
Perbesaran : 40 kali
Jumlah kromosom = 16
Terjadi pembelahan
sitoplasma.
Kromatid-kromatid
mengumpul pada kutub-kutub.
Selaput inti terbentuk kembali
dan nukleolus terlihat lagi.
Preparat : Akar bawang merah
Perbesaran : 40 kali
Jumlah kromosom = 16

B. Pembahasan
Menurut Sharma 1993, kromosom adalah pembawa gen yang terdapat
di dalam inti sel. Inti sel merupakan pusat dari segala aktifitas sel. Di dalam inti
sel ini terdapat sustansi genetik yang terdapat dalam kromosom. Kromosom
merupakan benda-benda yang halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkok
yang berada di dalam nukleus. Sifat dari kromosom ini dapat dengan mudah untuk

10

menyerap warna sehingga dapat di amati di bawah mikroskop. Zat penyusun


kromosom disebut kromatin dan merupakan jalinan benang-benang halus dalam
plasma inti. Kromsom tersusun atas ADN yang berkondensasi bersama protein
histon di dalam inti sel yang membentuk nukleosom. ADN merupakan substansi
pembawa dari sifat tetua yang diwariskan ke keturunannya.
Sudah kita ketahui bahwa kromosom terletak di inti sel. Sifat dari suatu sel
hidup adalah akan selalu aktif membelah. Pembelahan sel merupakan proses yang
membagi satu sel induk menjadi dua atau lebih seel anakan. Apabila sel membelah
terjadi proses pemindahan atau pewarisan kromosom menuju sel-sel baru.
Pembelahan sel dapat dibedakan menjadi pembelahan sel mitosis ( gonad ) dan
pembelahan meiosis ( autosom).
Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel somatis
(sel penyusun tubuh). Pada mitosis, sel induk yang diploid (2n) akan
menghasilkan anakan yang tetap diploid (2n) dan jumlah kromosom dari induk
akan sama juga dengan anakan. Di dalam mitosis sel tidak langsung membelah
menjadi dua, tetapi harus melewati tahapan yaitu profase, metafase, anafase,
telofase. Menurut Crowder 1986, proses mitosis tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut :
1. Profase
Pada profase, sel induk akan membelah memperlihatkan gejala
terbentuknya dua sentriol dan sentrosom. Masing-masing sentriol memancarkan
serabut-serabut berupa filamen. Lalu butiran kromatin memanjang menjadi
benang kromatin yang kemudian memendek dan menebal menjadi kromosom.

11

Diakhir profase, selubung inti sel pecah dan setiap kromatid melekat di beberapa
benang spindel kinetrkokor.
2. Metafase
Di dalam metafase membran inti sudah tidak nampak lagi. Posisi
kromosom sudah berada tepat dibidang ekuator. Kromosom nampak jelas pada
fase ini. Letak kromosom di ekuator seolah kromosom itu berpegangan pada
benang gelondong pembelahan.
3. Anafase
Selama proses anafase berlangsung, kromatid bergerak menuju ke arah
kutub-kutub yang berlawanan. Kinetrokor yang masih melekat pada benang
spindel berfungsi membawa kromatid menuju kutub atau dapat dikatakan sebagai
jalan kromatid. Pergerakan kromatid menuju kutub diikutu pula dengan
pergerangan dari lengan kromosom yang memiliki tujuan sama yaitu menuju
kutub.
4. Telofase
Pada proses telofase, kromatid-kromatid telah mengumpul di kutub.
Benang gelondong menghilang dan kromatid menjadi kusut. Butir kromatid dan
selaput inti akan terbentuk kembali dan nukleus baru akan tampak. Di bagian
ekuator terjadi lekukan yang makin lama makin ke dalam hingga sel induk
terbelah menjadi dua.
Tumbuhan melakukan makhluk hidup multiseluler. Sel-sel dari semua
makhluk hidup akan selalu aktif untuk membelah. Pembelahan sel ini berfungsi
untuk melangsungkan kehidupannya. Makhluk hidup dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik akibat adanyan pembelahan sel, dengan kata lain proses
perkembangan sel ini sangan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup. Setelah makhluk hidup tumbuh dewasa, maka akan mengalami
proses perkembangan yang selanjutnya berreproduksi. Reproduksi ini akan

12

mewariskan sel-selnya ke keturunannya. Telah kita ketahui bersama bahwa di


dalam sel terdapat materi genetik ADN yang sangan berperan penting dalam
pewarisan sifat makhluk hidup (tumbuhan).
Praktikum pengamatan perilaku kromosom ini menggunakan akar bawang
merah karena bawang merah memiliki jumlah kromosom yang sedikit yaitu 16.
Selain itu komposisi dinding selnya relatif mudah ditembus oleh larutan fiksatif
dan bahan pewarna seperti HCl, asam asetat dan aceto cermin. Dalam praktikum
ini digunakan 0,002 M Hydroxychinolin sebagai larutan fiksasi, sedangkan
penggunaan HCl berfungsi untuk menghentikan kegiatan sel akar bawang merah.
Sebelum preparat dibuat, kegiatan pembelahan pada akar bawang merah harus
dihentikan agar fase mitosis mudah unuk diamati. Penggunaan 45% asam asetat
(CH3COOH) adalah untuk melarutkan organel-organel dalam sel akar bawang
merah. Setelah itu lakukan proses masermasi dengan campuran HCl dan asam
asetat agar bagian-bagian sel menjadi lunak sehingga pengamatan dapat
maksimal. Suhu yang digunakan dalam maserasi adalah 60 O karena suhu ini
merupakan suhu opimal untuk asam asetat bekerja.
Praktikum pengamatan perilaku kromosom kebanyakan menggunakan akar
bawang merah. Hal ini dikarenakan akar bawang merah memiliki kromosom
sedikit dan mudah di amati. Tetapi, tidak semua praktikum dapat berhasil.
Pembelahan sel dipengaruhi oleh waktu. Menurut Margono 1973, bahwa waktu
optimal untuk membelahnya sel pada bawang merah adalah rentangan 5 menit
pada pukul 24.00. Waktu ini dipercaya bahwa maristem akar bawang merah
sedang melakukan aktivitas yang maksimal.
Hasil dari praktikum yang dilakukan menunjukan bahwa fase-fase pada
mitosis nampak di bawah pengamatan mikroskop. Namun, proses dari masing-

13

masing fase tidak nampak terlalu jelas. Salah satu faktor yang menyebabkan fase
tidak nampak terlalu jelas adalah waktu praktikum yang dilakukan merupakan
waktu yang bukan optimal untuk aktifitas sel. Selain itu, faktor lain yang dapat
menyebabkan kromosom tidak nampak jelas bahkan menyebabkan kegagalan
adalah suhu masermasi yang harus diperhatikan. Apabila suhu kurang atau lebih
dari 60o maka proses dari pembelahan sel tidak berjalan dengan maksimal
sehingga kromosom tidak nampak jelas dan bahkan dapat menimbulkan
kegagalan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel pada makhluk hidup yang terjadi
pada sel somatis makhluk hidup. Tahap dari pembelahan mitosis adalah profase,
metafase, anafase dan telofase. Pada praktikum yang dilakukan tidak nampak
tahap metafase. Hal ini mungkin terjadi karena waktu praktikum yang kurang
tepat.

14

B. Saran
Sebaiknya praktikan dalam praktikum harus benar-benar memperhatikan
cara-cara perlakuan yang benar untuk meminimalisir kegagalan dalam praktikum.
Selain itu dalam melakukan pengamatan praktikan harus benar-benar jeli karena
membutuhkan pengamatan khusus dalam mengamati proses-proses yang terjadi
pada pembelahan mitosis.

DAFTAR PUSTAKA

BPP DEPTAN. 2005. Prospek dan Pengembangan Agrobisnis Bawang Merah,


Jakarta: Hal. 25
Crowder. 1986. Genetika Tumbuhan Edisi Indonesia. UGM Press, Yogyakarta.
Lilik, G. 1997. Biologi Sel. Yudhistira, Jakarta.
Sastrosumarjo, S. 2006. Panduan Laboratorium Hal 38-63. IPB, Bogor.
Soetaryo, 1997. Sitogenetika Tanaman. Erlangga, Jakarta.
Stack, S. M. 1979. The Chromosome and DNA Allium Cepa. Chromosoma 70:
161-181.

15

Suryo. 2008. Sitogenetika. UGM Press, Yogyakarta.

DAFTAR LAMPIRAN

16