Anda di halaman 1dari 17

KEPERAWATAN MATERNITAS 1

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN TORCH

NAMA KELOMPOK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

AGUSTINUS OLA RAIN


AYUK SRI WAHYUNINGSIH
DIANA MAHARANI
FAKIH ARIO DAVID
LERINA DINDA CANTIKA
INAYATUN TOYIBAH
AHMAD ERVAN
FITRI ANDRIANI

PROGRAM STUDY ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2016

BAB I
LANDASAN TEORI

A. DEFINISI
TORCH adalah istilah yang mengacu kepada infeksi yang disebabkan oleh
(Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex
virus II (HSV-II) dalam wanita hamil.TORCH merupakan singkatan dari
Toxoplasma gondii (toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes
Simplex Virus (HSV) and other diseases.Infeksi TORCH ini sering
menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita
maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan.
1. TOXOPLASMOSIS
a. Definisi
Toxoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebsbkan

oleh

toxoplasma gondii. Ibu dengan toxoplasma gondii biasanya tidak


menampakan gejala walaupun 10%-20% ibu yang terinfeksi .
b. Etiologi
Penyebab dari penyakit ini adalah parasit protozoa yaiti toxoplasma
gondii
c. Manifestasi Klinis
1) Sakit Kepala
2) Lemah
3) Sulit berpikir jernih
4) Demam
5) Mati rasa
6) Koma
7) Serangan jantung
8) perubahan pada penglihatan (seperti penglihatan ganda, lebih
sensitif terhadap cahaya terang, atau kehilangan penglihatan)
9) kejang otot, dan sakit kepala parah
d. Patofisiologi
1) Kucing
Organisme

tempat

toxoplasma

gondii

hidup

adalah

kucing.kucing tersebut terinfeksi karena memakan hewan pengerat


dan burung pemakan daging yang terinfeksi. Satu minggu setelah
terinfeksi, kucing mengeluarkan oocyst yang terdapat pada
fesesnya.Pengeluaran oocyst terus menerus sampai sekitar 2 minggu

sebelum kucing itu sembuh atau pulih kembali.Feses kucing sudah


sangat infeksius. Oocyst dalam feses menyebar melalui udara dan
ketika dihirup akan dapat menyebabkan infeksi. Sporulasi organisme
ini terjadi setelah 1-5 hari dalam kotoran. Jika oocyst terkandung
dalam tanah sisa-sisa partikel berada di atasnya dan akan terbawa
arus air hujan. Sisa oocyst dapat bertahan hidup sampai lebih dari 1
tahun tetapi tidak aktif.
e. Pengaruh terhadap kehamilan
Janin yang terinfeksi penyakit ini dapat menyebabkan keguguran atau
bayi lahir mati.Bisa pula menyebabkan kelainan pada bayi saat dewasa.
f. Penatalaksanaan
Obat-obat yang dipakai sampai saat ini hanya membunuh bentuk takizoid
T. gondii dan tidak membasmi bentuk kistanya ;
1)
2)
3)
4)

Pirimetamin dan sulfonamide


Spiramisin adalah antibiotic makrolid
Klindamisin
Azitromisin.

2. Rubella
a. Definisi
Definisi suatu infeksi yang utama menyerang anak-anak dan
dewasa

yang

khas

dengan

adanya

rasti

demam

dan

lymphadenopaly.Etiologi Rubella virus merupakan suatu toga virus


yang dalam penyababnya tidak membutuhkan vector.
b. Manifestasi klinis
1)
2)
3)
4)

Demam ringan
Merasa mengantuk
Sakit tenggorok
Kemerahan sampai merah terang /pucat, menyebar secara cepat

dari wajah keseluruh tubuh, kemudian menghilang secara cepat.


5) Kelenjar leher membengkak
6) durasi 3 5 hari
c. Patofisiologi

Virus

sesudah

masuk

melalui

saluran

pernafasan

akan

menyebabkan peradangan pada mukosa saluran pernafasan untuk


kemudian menyebar keseluruh tubuh. dari saluran pernafasan inilah
virus akan menyebrang ke sekelilingnya. Pada infeksi rubella yang
diperoleh post natal virus rubella akan dieksresikan dari faring selama.
pada rubella yang kongenal saluran pernafasan dan urin akan tetap
mengeksresikan virus sampai usia 2 tahun. hal ini perlu diperhatikan
dalam perawatan bayi dirumah sakit dan dirumah untuk mencegah
terjadinya penularan. Sesudah sembuh tubuh akan membentuk
kekebalan baik berupa antibody maupun kekebalan seluler yang akan
mencegah terjadinya infeksi ulangan.
d. Pengaruh Rubella Terhadap Kehamilan
Infeksi rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda,
karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi
pada bulan pertama kehamilan, maka resiko terjadinya kelaianan adalah
50%, sedanggkan jika infeksi terjadi trimester pertama maka resikonya
menjadi 25% Rubella dapat menimbulkan abortfus, anomaly congenital
dan infeksi pada neonates (Konjungtivitis, engefalibis, vesikulutis,
kutis, ikterus dan konvuisi)
e. Pengaruh rubella pada janin
Rubella dapat meningkatkan angka kematian perinatal dan sering
menyebabkan cacat bawaan pada janin.
f. Penatalaksanaan
Penanggulangan infeksi rubella adalah dengan pencegahan infeksi
salah satunya dengan cara pemberian vaksinasi.Vaksin rubella dapat
diberikan bagi orang dewasa terutama wanita yang tidak hamil. Vaksin
rubella tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau akan hamil dalam
3 bulan setelah pemberian vaksin. hal ini karena vaksin berupa virus
rubella hidup yang dilemahkan dapat beresiko menyebabkan kecacatan
meskipun sangat jarang .

3. CMV (CITOMEGALO VIRUS)


a. Definisi
1) CMV adalah virus yang diklasifikasikan dalam keluarga virus
herpes.
2) CMV adalah infeksi oportunistik yang menyerang saat system
kekebalan tubuh lemah.
b.Klasifikasi
CMV dapat mengenai hamper semua organ dan menyebabkan
hamper semua jenis infeksi. Organ yang terkena adalah:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

CMV nefritis( ginjal).


CMV hepatitis( hati).
CMV myocarditis( jantung).
CMV pneumonitis( paru-paru).
CMV retinitis( mata).
CMV gastritis( lambung).
CMV colitis( usus).
CMV encephalitis( otak )

c. Etiologi
Penyebab dari penyakit ini adalah citomegalo virus
d. Manifestasi Klinis
1) Petekia dan ekimosis.
2) Hepatosplenomegali.
3) Ikterus neonatorum,hiperbilirubinemia langsung.
4) Retardasi pertumbuhan intrauterine.
5) Prematuritas.
6) Ukuran kecil menurut usia kehamilan.
7) Gejala lain dapat terjadi pada bayi baru lahir atau pada anak yang
lebih besar
8) Purpura.
9) Hilang pendengaran
10) Korioretinitis; buta.
a. Demam.
b. Kerusakan otak.
e. Patofisiologi
Sitomegalovirus (CMV) adalah penyebab utama infeksi virus
congenital di amerika utara.CMV agaknya ditularkan dari orang ke orang
melalui kontak langsung dengan cairan atau jaringan tubuh, termasuk
urin, darah, liur, secret servikal, semen dan ASI. Masa inkubasi tidak

diketahui; berikut ini adalah perkiraan masa inkubasi: setelah lahir-3


sampai 12 minggu; setelah tranfusi-3 sampai 12 minggu; dan setelah
transplantasi-4 minggu sampai 4 bulan. Urin sering mengandung CMV
dari beberapa bulan sampai beberapa tahun setelah infeksi.Virus tersebut
dapat tetap tidak aktif dalam tubuh seseorang tetapi masih dapat
diaktifkan kembali.Hingga kini belum ada imunisasi untuk mencegah
penyakit ini.
f. Penatalaksanaan
Sampai saat ini hanya terdapat penatalaksanaan mengatasi
gejala(misalnya: penatalaksanaan demam, tranfusi untuk anemia,
dukungan pernapasan).

4. HERPES
a. Definisi
Herpes adalah suatu penyakit menular seksual didaerah kelamin,
kulit disekeliling rectum /daerah disekitarnya disebabkan oleh virus
Herpes Simplek.
b. Etiologi
Penyebab herpes genetalis adalah herpes simplek (HSV) dan
sebagian hasil HSV (dimukosa mulut).
c. Klasifikasi
Terdapat 2 tipe serologis yang berbeda pada HSV, yaitu :
1) HSV 1
2) HSV 2
d. Manisfetasi klinik
1)

Timbul erupsi bintik kemerahan disertai rasa panas dan gatal pada

2)

kulit region genitalis.


Kadang-kadang disertai demam seperti influenza dan setelah2 3
hari bintik kemerahan tersebut berubah menjadi vesikel disertai rasa
nyeri.
e.Patofisiologi

Pada saat virus masuk kedalam tubuh belum memiliki antibody


maka infeksinya bisa bersifat luas dengan gejala-gejala konstitusionil
berat.Ini disebut infeksi primer. Virus kemudian akan menjalar melalui
serabut saraf sensoris ke ganglian saraf regional (ganglian sakralis) dan
berdiam disana secara laten. kalau pada saat virus masuk pertama kali
tidak terjadi gejala-gejala primer, maka tubuh akan membuat antibody
sehingga pada serangan berikutnya gejala tidaklah seberat infeksi primer.
Bila sewaktu-waktu ada faktor pencetus, virus akan mengalami aktifasi
dan multiplikasi kembali sehingga terjadi infeksi reklien. karena pada
saat ini tubuh sudah mempunyai antibody maka gejalanya tidak seberat
infeksi primer. Faktor-faktor pencetus, virus akan mengalami aktivasi dan
multiplikasi kembali sehiangga terajadi infeksi neklien. karena pada saat
ini tubuh sudah mempunyai antibody maka gejalanya tidak seberat
infeksi primer.
Dampak pada kehamilan dan persalinan
a. Penularan pada janin dapat terjadi hematogen melalui plasenta
b. Penularan pada janin dapat terjadi akibat perjalanan dari vagina ke
janin apabila ketuban pecah.
c. Penularan pada bayi dapat terjadi melalui kontak langsung pada waktu
bayi lahir.
f. Penatalaksanaan
1) Wanita hamil
Kalau wanita hamil menderita herpes genetalis primer dalam 6
minggu terakhir dari kehamilannya dianjurkan Sc sebelum atau dalam
4 jam sesudah pecah ketuban. sedang untuk herpes genitalis sekunder
SC tidak dikerjakan secara rutin, hanya yang masih menularkan saat
persalinan dianjurkan untuk SC.
Bayi baru lahir Dilakukan untuk pemeriksaan adanya herpes
konginetal dan kalau perlu kultus virus.kalau ibu aktif menderita
herpes genitalis maka bayinya diberi acyclovir 3 dd 10 mg/kg B
selama 5 7 hari

B. CARA PENULARAN TORCH


Penularan TORCH padamanusia dapat melalui 2 (dua)cara. Pertama,
secara aktif(didapat) dan yang kedua, secara pasif (bawaan). Penularan
secaraaktif disebabkan antara lainsebagai berikut :
a. Makan daging setengah matang yang berasal darihewan yang
terinfeksi(mengandung

sista),

misalnyadaging

sapi,

kambing,

domba,kerbau, babi, ayam, kelincidan lainnya. Kemungkinanterbesar


penularan TORCH kemanusia adalah melalui jalurini, yaitu melalui
masakan

satiyang

setengah

matang

ataumasakan

lain

yang

dagingnyadimasak tidak semnpurna,termasuk otak, hati dan lainnya.

b. Makan makanan yangtercemar oosista dari feses(kotoran) kucing


yangmenderita TORCH. Feseskucing yang mengandungoosista akan
mencemari tanah(lingkungan) dan dapatmenjadi sumber penularanbaik
pada manusia maupunhewan. Tingginya resiko infeksi TORCH melalui
tanahyang tercemar, disebabkankarena oosista bisa bertahandi tanah
sampai beberapabulan ( Howard, 1987).
c. Transfusi darah (trofozoid),transplantasi organ ataucangkok jaringan
(trozoid,sista), kecelakaan dilaboratorium yangmenyebabkan TORCH
masukke dalam tubuh atau tanpasengaja masuk melalui luka(Remington
dan McLeod 1981,dan Levine 1987).
d. Hubungan seksual antarapria dan wanita juga biasmenyebabkan
menularnyaTORCH.

Misalnya

seorang

priaterkena

salah

satu

penyakitTORCH kemudian melakukanhubungan seksual denganseorang


wanita (padahal sangwanita sebelumnya belum terjangkit) maka
adakemungkinan wanita tersebutnantinya akan terkena penyakit TORCH
sebagaimanayang pernah diderita olehlawan jenisnya.

e. Ibu hamil yang kebetulanterkena salah satu penyakitTORCH ketika


mengandungmaka ada kemungkinan jugaanak yang dikandungnyaterkena
penyakit TORCHmelalui plasenta.
f. Air Susu Ibu (ASI) juga biassebagai penyebab menularnyapenyakit
TORCH. Hal ini biasa terjadi seandainya sang ibuyang menyusui
kebetulanterjangkit

salah

satu

menyusuipenyakit

tersebut

bisa

penyakitTORCH
menularkepada

maka

sang

bayi

ketika
yang

sedangdisusuinya.
g. Keringat yang menempelpada baju atau pun yangmasih menempel di
kulit jugabisa menjadi penyebabmenularnya penyakit TORCH.Hal ini bisa
terjadi apabilaseorang yang kebetulankulitnya menmpel atau punlewat
baju yang baru sajadipakai si penderita penyakitTORCH.
h. Faktor lain yang dapatmengakibatkan terjadinyapenularan pada
manusia,antara lain adalah kebiasaanmakan sayuran mentah danbuah buahan segar yangdicuci kurang bersih, makantanpa mencuci tangan
terlebihdahulu, mengkonsumsimakanan dan minuman yangdisajikan tanpa
ditutup,sehingga kemungkinanterkontaminasi oosista lebihbesar.
i. Air liurjuga bisa sebagaipenyebab menularnya penyakitTORCH. Cara
penularannyajuga

hampir

sama

denganpenularan

pada

hubunganseksual.Berdasarkan kenyataan diatas, penyakit TORCH


inisifatnya menular. Oleh karenaitu dalam satu keluargabiasanya kalau
salah satuanggota keluarga terkenapenyakit tersebut maka yanglainnya
pun juga bisa terkena.Malah ada beberapa kasus dalam satu keluarga
seluruhanggota keluarganya mulaidari kakek - nenek, kakak -adik,
bapak - ibu, anak anaksemuanya terkena penyakitTORCH.

C. CARA MENGHINDARI TORCH

Untuk

menghindari

sedinimungkin

penyakit

TORCH

yangsangat

membahayakan ini, adabeberapa hal sebagai solusi awalyang bisa


dilakukan antara lainsebagai berikut :
a. Bila mengkonsumsidaging seperti dagingayam, sapi, kambing,kelinci,
babi dan lainnyaterlebih dahulu dimasakdengan matang hinggasuhu
mencapai 66 derajatCelcius, agar oosista -oosista yang mungkinterbawa di
dalam dagingtersebut bisa mati.
b.

Kucing

peliharaan

dirumah

hendaknya

diberidaging

matang

untukmencegah infeksi yangmasuk ke dalam tubuhkucing. Tempat


makan,minum dan alas tidurharus selalu dicuci /dibersihkan.
c. Hindari kontak denganhewan - hewan mamalialiar, seperti rodensia
liar(tikus, bajing, musang dan lain - lain) serta reptiliankecil seperti cecak,
kadal,dan

bengkarung

yangkemungkinan

dapatsebagai

hewan

perantaraTORCH.
d. Penanganan kotorankucing sebaiknyadilakukan melalui sarungtangan
yang disposable(dibuang setelah dipakai).
e.

Bagi

wanita

yang

sedang

hamil,

terutamayang

dinyatakan

secaraserologis sudah negatif,jangan memelihara ataumenangani kucing


kecualidengan sarung tangan.
D. CARA MENCEGAH TORCH
Mengingat bahaya dariTORCH untuk ibu hamil, bagiAnda yang sedang
merencanakan

kehamilan

atau

yang

saat

inisedang

hamil,

dapatmempertimbangkan saran-saranberikut agar bayi Anda dapatterlahir


dengan baik dansempurna.
a. Makan makanan bergizi
Saat hamil, sebaiknya Andamengkonsumsi banyakmakanan bergizi.
Selain

baikuntuk

perkembangan
10

janin,gizi

yang

cukup

juga

akanmembuat tubuh tetap sehatdan kuat. Bila tubuh sehat,maka tubuh


dapat melawanberbagai penyakit termasukTORCH sehingga tidak
akanmenginfeksi tubuh.
b. Lakukan pemeriksaan
Ada

baiknya

kehamilan.Anda

Andamemeriksakan
dapat

memeriksa

tubuh

sebelummerencanakan

apakahdalam

tubuh terdapat

virusatau bakteri yang dapatmenyebabkan infeksi TORCH.Jika Anda


sudah

terinfeksi,ikuti

saran

dokter

untukmengobatinya

dan

tundakehamilan hingga benar-benarsembuh.


c. Melakukan vaksinasi
Vaksinasi

bertujuan untukmencegah

TORCH.Sepertivaksin

rubela

masuknya

parasitepenyebab

dapat

dilakukansebelum

kehamilan.Hanyasaja, Anda tidak boleh hamildahulu sampai 2


bulankemudian.
d. Makan makanan yangmatang
Hindari memakan makanantidak matang atau setengahmatang. Virus
atau parasitepenyebab TORCH bisa terdapatpada makanan dan tidak
akanmati

apabila

Untukmencegah

makanan

tidakdimasak

kemungkinantersebut,

sampai

selalu

matang.

konsumsimakanan

matang dalamkeseharian Anda.


e. Periksa kandungan secaraterartur
Selama masa kehamilan,pastikan juga agar Andamemeriksakan
kandungansecara

rutin

dapatdilakukan

tindakan

Andaternyata

terinfeksi

dan

teratur.Maksudnya

secepatnyaapabila

di

TORCH.Penanganan

dapatmembantu agar kondisi bayitidak menjadi buruk.


f. Jaga kebersihan tubuh
11

adalah

agar

dalam

tubuh

yang

cepat

Jaga higiene tubuh Anda.Prosedur higiene dasar, sepertimencuci tangan,


sangatlahpenting.

BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1) Identitas klien
2) Keluhan utama: demam
3) Riwayat kesehatan: Suhu tubuh meningkat, malaise, sakit tenggorokan,
mual dan muntah, nyeri otot.
4) Riwayat kesehatan dahulu:
a. Klien sering berkontak langsung dengan binatang
b. Klien sering mengkonsumsi daging setengah atang
c. Klien pernah mendapatkan transfusi darah
5) Data psikologis
6)Data psikospiritual
7)Data social dan ekonomi
8)Pemeriksaan fisik
a. Mata: nyeri, acites
b. Sistem pencernaan: diare, mual dan muntah
c. Integument: suka berkeringat malam, suhu tubuh meningkat, timbulnya
rash pada kulit.
B. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1) Anti-Toxoplasma IgM dan Anti-Toxoplasma IgG (untuk mendeteksi
infeksi Toxoplasma)
2) Anti-Rubella IgM dan Anti-Rubella IgG (Untuk mendeteksi infeksi
Rubella)
3) Anti-CMV IgM dan Anti-CMV IgG (untuk mendeteksi infeksi
Cytomegalovirus)

12

4) Anti-HSV2 IgM dan Anti-HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus


Herpes)

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1)
Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan proses infeksi
2)
Hipertermi berhubungan dengan peningkatan tingkat metabolisme
penyakit
3)
Resiko perdarahan berhubungan dengan trombositopenia
D. INTERVENSI
DIAGNOS

TUJUAN /

KRITERIA

Hipertermi
berhubunga
n dengan

INTERVENSI

RASIONAL

HASIL
Tujuan: setelah 1. BHSP
1. Menjalin
2. Monitor tanda-tanda
diberikan asuhan
kepercayaan
vital khususnya suhu
keperawatan
perawat dan klient
3. Lakukan
kompres
selamax24
sehingga
hangat pada ketiak,
jam diharapkan
memudahkan
leher
masalah
4. Anjurkan
minum
perawat
dalam
hipertermi dapat
teratasi
KH: suhu tubuh
dalam

rentang

normal
Nadi dan
dalam

yang banyak
5. Kolaborasi
dengan
tim

pemberian
intravena

RR

keperawatan
dalam 2. Tanda-tanda
cairan

vital

menunjukkan
keadaan

umum

klient
3. Kompres

rentang

normal
Tidak

medis

memberika asuhan

hangat

menerapkan
ada

prinsip

perubahan

evaporasi.

Air hangat dapat

warna kulit dan


tidak ada pusing

membuat

PD

vasodilatasi

dan

pori-pori

13

tebuka,

sehingga

panas

dapat keluar
4. Untuk mengganti
cairan yang hilang
lewat panas
5. Memenuhi
Gangguan
rasa
nyaman:
nyeri (akut)
berhubunga

Tujuan
Setelah

6. Bantu
penggunaan

kebutuhan cairan
dengan 6. Mendorong
teknik

dilakukan

pernafsan
perawatn selama 7. Anjurkan klien untuk
2x24jam

nyeri

relaksasi

dan

memberikan klien
cara mengatasi dan

menggunakan teknik

mengontrol tingkat
berkurang.
relaksasi.
n
dengan
nyeri,
KH:
8. Berikan
tindakan
7. Relaksasi
dapat
trauma
kenyamanan(pijatan,g
membantu
1. Klien akan
jaringan
osokan
menurunkan
mengungkap
punggung,sandaran
tegangan dan rasa
kan
bantal,pemberian
takut,yang
penatalaksan
kompres sejuk)
memperberat nyeri.
aan
atau 9. Kolaborasi pemberian
8. Meningktkan
prediksi
sedative sesuai dosis.
relaksasi
dan
nyeri.
meningkatkan
2. Uterus tidak
koping dan control
tegang
klien.
9. Meningkatkan

seperti papan
3. Nyeri tekan
(-)
4. Klien

kenyamanan
tidak

dengan membloks

terlihat

impuls nyeri.

kesakitan.

Resiko
perdarahan

Tujuan :
Setelah di

1. Monitor ketat
tanda-tanda
14

1. Untuk
mencegah

berhubunga
n dengan
trombosito
enia

berikan asuhan
keperawatan
selama 2x24 jam
tidak terdapat
tanda-tanda
perdarahan.
KH :
1. Tidak ada
pendarahan
pervagina.
2. Hemaglobin
dan
hematrokit
dalam batas
normal.
3. Tekanan
darah dalam
batas
normal.
4. Tidak ada
hematuri
dan
hematemesis
( NANDA
2015-2017
hal: 408)

pendarahan.
2. Catat nilai HB
dan HT sebelum
dan sesudah
terjadi
pendarahan.
3. Monitor TTV
4. Lindungi pasien
dari trauma yang
dapat
menyebabkan
pendarahan.
5. Catat nilai
trombosit pasien
( NANDA 20152017 hal: 408)

2.

3.

4.

5.

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

15

pendarahan
yang lebih
parah dan
melakukan
penanganan
secepat
mungkin jika
terjadi
pendarahan.
Deteksi dini
tanda-tanda
anemia
Tekanan darah
yang menurun
nadi
meningkat
merupakan
tanda-tanda
syok.
Untuk
mencegah
terjadinya
trauma.
Nilai
trombosit
yang turun
rentan terjadi
pendarahan.
( NANDA
2015-2017
hal:408)

TORCH adalah singkatandari Toxoplasma gondii(Toxo), Rubella, Cyto


Megalo Virus(CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) yangterdiri dari HSV1
dan HSV2 sertakemungkinan oleh virus lain yangdampak klinisnya lebih
terbatas(Misalnya Measles, Varicella, Echovirus,Mumps, virus Vaccinia,
virus Polio, danvirus Coxsackie-B).
Penyakit ini sangat berbahayabagi ibu hamil karena dapatmengakibatkan
keguguran, cacat padabayi, juga pada wanita belum hamilbisa akan sulit
mendapatkankehamilan.
B. SARAN
Untuk selalu waspada terhadappenyakit TORCH dengan caramengetahui
media
dan
cara
penyebaranpenyakit
ini
kita
dapat
menghindarikemungkinan tertular. Hidup bersihdan makan makanan yang
dimasakdengan matang.

DAFTAR PUSTAKA
http://dannysatriyo.blogspot.com/2013/01/torch.html. Diakses pada tanggal 10
mei 2013. Pukul 22.15 wib.

16

Ida Bagus Gd manuaba.2007.pengantar kuliah obstetric.EGC. Jakarta


http://dannysatriyo.blogspot.com/2013/01/torch.html. Diakses pada tanggal 10
mei 2013. Pukul 22.15 wib
Doengos Merlyn E. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3.EGC. Jakarta

17