Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan laboratorium / penunjang yang diperlukan dari kasus ini adalah :

Darah
Pemeriksaan

kurang

mendapat

perhatian,karena

hasilnya

kadang-kadang

meragukan, hasilnya tidak sensitif dan juga tidak spesifik. Pada saat tuberculosis baru
mulai (aktif) akan didapatkan jumlah leukosit yang sedikit meninggi dengan hitungan
jenis pergeseran ke kiri. Jumlah limfosit masih di bawah normal. Laju endap darah mulai
meningkat. Bila penyakit mulai sembuh, jumlah leukosit kembali normal dan jumlah
limfosit masih tinggi. Laju endap darah mulai kembali normal lagi.

Sputum
Pemeriksaan sputum adalah penting karena dengan ditemukannya kuman BTA,
diagnosis tuberkulosis sudah dapat di pastikan. Di samping itu pemeriksaan sputum juga
dapat memberikan evaluasi terhadap pengobatan yang sudah diberikan. Pemeriksaan
mudah dan murah sehingga dapat dikerjakan di lapangan (puskesmas). Tetapi kadangkadang tidak mudah untuk mendapatkan sputum,terutama pasien yang tidak batuk atau
batuk yang tidak produktif.
Cara pemeriksaan sediaan sputum yang dapat dilakukan adalah :
Pemeriksaan sediaan langsung dengan mikroskop biasa.
Pemeriksaan sediaan langsung dengan mikroskop fluoresens (pewarnaan khusus).
Pemeriksaan dangan biakan (kultur).
Pemeriksaan terhadap resistensi obat.

Tes Tuberkulin
Pemeriksaan ini masih banyak dipakai untuk membantu menegakkan diagnosis
tuberculosis terutama pada anak-anak (balita). Biasanya di pakai tes mantoux yakni
dengan munyuntikan 0,1 cc tuberculin P.P.D. (purified protein derivative) intrakutan
berkekuatan 5 T.U. dapat diberikan dulu 1 atau 2 T.U. (first strength). Kadang-kadang
bila dengan 5 T.U. masih memberikan hasil negatif dapat di ulangi dengan 250 T.U.
(second strength). Bila dengan 250 T.U. masih memberikan hasil negatif, bearti
tuberculosis dapat di singkirkan. Umumnya dengan tes mantouks dengan 5 T.U. saja
sudah cukup bearti. Biasanya hampir seluruh pasien tuberculosis memberikan reaksi
mantoux yang posotif (99,8%).