Anda di halaman 1dari 43

Presentasi kasus

TB Paru dengan Destroyed


lung

Widyanisa Dwianasti
Kepaniteraan Interna RSUD Pasar Rebo
Pembimbing : dr. Syafrizal, Sp.P

Identitas

Nama : Ny.SR

Usia

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga. 2009-2015 TKI

Pendidikan Terakhir

Agama: Islam

Alamat
Ulujami

No RM : 2015-675688

Tanggal Masuk

: 12 Januari 2016

Tanggal Keluar

: Masih dalam perawatan

Tanggal Pemeriksaan : 3 Februari 2016

: 41 tahun
: SMA

: Kp. Sawah Baru, RT 07 RW 01 Kelurahan

Anamnesis
Keluhan utama
Sesak sejak 5 hari SMRS dan
semakin berat hingga 1 hari SMRS

Keluhan
tambahan
Mual dan muntah sejak 5 hari
SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


5 hari SMRS
Sesak,
Sesak, tidak
tidak disertai
disertai bunyi
bunyi mengi,
mengi, tidak
tidak mereda
mereda dengan
dengan perubahan
perubahan
posisi.
Dan
semakin
berat
hingga
1
hari
SMRS
posisi. Dan semakin berat hingga 1 hari SMRS
Mual
Mual dan
dan muntah,
muntah, 5
5 x/hari.
x/hari. Muntah
Muntah berisi
berisi makanan,
makanan, darah
darah (-),
(-),
kehijauan
(-).
BAB
normal
dan
lancar
kehijauan (-). BAB normal dan lancar

1 bulan SMRS

Lemah
Lemah letih
letih dan
dan lesu
lesu disertai
disertai dengan
dengan penurunan
penurunan nafsu
nafsu makan
makan
Batuk
berdahak
berwarna
hijau
kental.
Batuk
darah
(-)
Batuk berdahak berwarna hijau kental. Batuk darah (-)
Keringat
Keringat malam
malam (+)
(+) dan
dan demam
demam tidak
tidak terlalu
terlalu tinggi
tinggi

Maret 2015 (10 bulan SMRS)

Keluhan
Keluhan yang
yang sama
sama seperti
seperti sekarang
sekarang
Menjalani
pengobatan
OAT
selama
Menjalani pengobatan OAT selama 1
1 minggu
minggu
Maret
Maret 2015
2015 hingga
hingga saat
saat ini
ini terdapat
terdapat penurunan
penurunan BB
BB sebanyak
sebanyak 15
15
kilogram.
kilogram.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat TB

: (+) tahun 1999

Riwayat Asma

: disangkal

Riwayat Hipertensi

: disangkal

Riwayat Penyakit Jantung : disangkal

Riwayat DM

Riwayat Alergi Obat

: disangkal

: disangkal

Riwayat Penyakit
Keluarga

Tidak ada keluarga pasien yang mengalami


keluhan yang sama.

Riwayat Hipertensi

: disangkal

Riwayat Penyakit Jantung

: disangkal

Riwayat DM

: disangkal

Riwayat
Kebiasaan
Merokok, Konsumsi
alkohol

Riwayat sosial ekonomi


dan lingkungan

Selama menjadi TKI di Malaysia, pasien bekerja


membersihkan kandang sarang burung wallet.
Pekerjaan dilakukan selama 5 tahun dan
pasien rutin mengenakan masker.

Di daerah tempat tinggal pasien terdapat


tetangga yang menderita TB

Pemeriksaan fisik
(3 Februari 2016)
1. Kesan Umum : Tampak Sakit Sedang
2. Kesadaran

: Compos mentis

3. Tanda Utama :
Frekuensi nadi : 98 x/menit, reguler, isi cukup.
Frekuensi napas
Suhu axilla

: 32 x/ menit

: 370 Celsius

Tekanan darah : 100/70mmHg

Kepala
Bentuk

: Normochepal

Posisi

: Simetris

Mata
Exophthalmus

: Tidak ada

Enopthalmus

: Tidak ada

Edema kelopak

: Tidak ada

Konjungtiva anemis : +/+


Sklera ikterik

: -/-

Hidung
Bentuk normal, nafas cuping hidung (-), sekret (-),
septum deviasi (-)

Mulut
Bibir kering pecah-pecah : (-)
Sianosis

: (-)

Tenggorokaan
Faring

: Dalam batas normal

Lidah
putih, tidak deviasi

: Lidah tidak kotor berwarna

Uvula

: Letak ditengah, tidak deviasi

Tonsil

: T1-T1, tenang

Telinga
Pendengaran

: Baik

Darah & cairan

:Tidak ditemukan

Leher
Trakea
Kelenjar tiroid

: Deviasi ke kiri
: Tidak ada pembesaran

Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran

Paru-Paru
Inspeksi

Pergerakan dinding dada kiri tertinggal


dibandingkan dada kanan

Perkusi

Sonor pada hemithoraks kanan


Redup pada hemithoraks kiri

Palpasi

Tidak teraba massa pada seluruh lapang


paru
Fremitus taktil dan vocal melemah pada
hemithoraks kiri

Auskultasi

Suara nafas dasar : vesikuler kiri lebih


lemah disbanding vesikuler kanan
Rh (+/++)
Wh (-/-)

Jantung
Inspeksi

: Iktus cordis tidak terlihat

Palpasi : Iktus cordis teraba


Perkusi: Batas jantung kanan di ICS 4 linea sternalis dextra
Batas jantung kiri sulit dinilai
Batas pinggang jantung sulit dinilai
Auskultasi : Bunyi jantung I-II normal, regular, gallop (-)
murmur (-)

Abdomen
Inspeksi : Supel, gerakan peristaltik usus tidak terlihat,
tidak tampak adanya sikatriks maupun venektasi
Auskultasi : Bising usus (+) Normal
Perkusi: Timpani pada seluruh kuadran abdomen
Palpasi
: Nyeri tekan epigastrium (+), hepar dan lien tidak
teraba membesar

Ekstremitas
Akral hangat pada ekstremitas atas dan bawah kanan kiri
Tidak terdapat edema pada ekstremitas atas dan bawah
kanan dan kiri

Tungkai

Lengan

Kanan

Kiri

Kanan

Kiri

Gerakan

Normal

Normal

Normal

normal

Kekuatan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan

12-01-16

Nilai rujukan

Hb

8.7

11.7-15.5

Ht

27

32-47

Leukosit

10.720

3.600-11.000

Eritrosit

3.5 juta

3.8-5.2 (juta)

Trombosit

690.000

150 440

Basofil

0-1

Eosinofil

1-3

Netrofil batang

3-5

Netrofil segmen

80

50-70

Limfosit

12

25-40

Monosit

2-8

LUC

<4

SGOT

18

SGPT

23

Ureum darah

16

20-40

Kreatinin darah

0.41

0,17-1,50

eGFR

225.5

Glukosa Darah Sewaktu

117

<200

Na

130

135 147

3.4

3,5 5,0

Cl

92

98 108

Pemeriksaan BTA Sputum 3x : BTA 3+ pada sputum 1,


sputum 2, dan sputum 3

Rontgen Thoraks

Follow up

25 Januari 2016

USG Thorax

Thoraks kiri : tidak tampak bayangan bebas gema


dibawah diafragma kiri

Tampak fibrosis di bawah diafragma kiri

Anti HIV non reaktif

4 Februari 2016

BTA (GenXpert)

TB detected high

Rif resistance not detected

Diagnosa kerja
TB paru BTA positif dengan destroyed lung

Diagnosis banding
TB paru BTA positif dengan massa pada
paru kiri
TB paru BTA positif dengan efusi pleura kiri

Tatalaksana

Non medikamentosa

Bed rest

O2 nasal kanul 3 liter/menit

Medikamentosa

IVFD Aminofluid/12 jam

Inj Cefoperazone 2x1 gr

Inj ranitidine 2 x 1amp

Inj ondansetron 2x1 amp

Inhalasi combivent/8 jam

OAT R300 E500 Z500 H300

Prognosis

Ad vitam

dubia ad malam

Ad
functionam

dubia ad malam

Ad
sanationam

dubia ad malam

Tinjauan pustaka
PENGOBATAN ADEKUAT DALAM TATALAKSANA TB
PARU

TB PARU
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis (MTB).
Kasus TB
Per tahun

Insidensi

1990
Per

Per

100.000

hari

1.717

443

282.090

154

168.956

92

626.867

semua

penduduk
343

Per tahun

2009
Per
100.000

Per hari

528.063

penduduk
228

1.447

2.218

565.614

244

1.550

773

236.029

102

647

91.369

39

250

Tipe
TB
Prevalensi
Semua

809.592

Tipe
TB
Insidensi
Kasus
Baru
TB Paru
BTA Pos
Kematian

463

Sumber : Global Report TB, WHO, 2009

KLASIFIKASI

TB Paru
BTA (+)
TB Paru
TB Paru
BTA (-)

TB
TB
Ekstra
Paru

Kasus Baru

Kasus
Kambuh
Tipe
Penderita TB
Paru

Kasus drop
out
Kasus gagal
pengobatan

Kasus kronik

PATOGENESIS

Tuberkulosis
Primer

Kuman TB
masuk sal.
nafas

Nasib kompleks primer


- Sembuh
- Sembuh dengan cacat
- Menyebar :
- Perkontinuitatum
- Bronkogen
- Hematogen dan
linfogen

Membentuk
sarang
pneumoni
(afek primer)

KOMPLEKS
PRIMER
(Afek primer +
limfangitis
regional)

Radang sal.
Getah bening
menuju hilus

Pembesaran
KGB di hilus
(limfadenitis
regional)

Tuberkulosis
Post Primer

Muncul bertahun-tahun
kemudian setelah TB
Primer

ALUR DIAGNOSIS

Prinsip pengobatan

JENIS DAN DOSIS OAT

Rifampisin
(R)

Isoniazid
(H)

Pirazinami
d (Z)

Etambutol Streptomisi
(E)
n (S)

Tahap
intensif

Tahap
lanjutan

2 bulan
Bila diberikan secara tepat penderita menular
menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2
minggu
Sebagian besar TB BTA (+) menjadi BTA (-) pada
akhir tahap intensif

Untuk membunuh kuman persisten (dormant)


sehingga mencegah terjadinya kekambuhan

Panduan OAT-FDC dan Peruntukannya

KATEGORI 1

Panduan OAT ini diberikan untuk pasien baru:

Pasien baru TB paru BTA positif

Pasien TB paru BTA negatif foto toraks positif

Pasien TB ekstra paru

Berat
Badan

Tahap Intensif
tiap hari
selama 56 hari
RHZE
(150/75/400/275)

Tahap Lanjutan
3 x seminggu
selama 16 minggu
RH (150/150)

30 37 kg

2 tablet 4KDT

2 tablet 2KDT

38 54 kg

3 tablet 4KDT

3 tablet 2KDT

55 70 kg

4 tablet 4KDT

4 tablet 2KDT

> 71 kg

5 tablet 4KDT

5 tablet 2KDT

KATEGORI 2

Panduan OAT ini diberikan untuk pasien BTA


positif yang telah diobati sebelumnya:

Pasien kambuh

Pasien gagal

Pasien dengan pengobatan setelah putus berobat


(default)

Dosis paduan OAT FDC kategori 2 ; 2(RHZE)S/(RHZE)/5(HR)3E3

Terapi Pembedahan

lndikasi operasi

Indikasi mutlak

Semua pasien yang telah mendapat OAT adekuat tetetapi


dahak tetap positif

Pasien batuk darah yang masif tidak dapat diatasi dengan


cara konservatif

Pasien dengan fistula bronkopleura dan empiema yang


tidak dapat diatasi secara konservatif

lndikasi relatif

Pasien dengan dahak negatif dengan batuk darah berulang

Kerusakan satu paru atau lobus dengan keluhan

Sisa kaviti yang menetap.

Evaluasi Pengobatan

Evaluasi klinis

Bakteriologi

Radiologi

Efek samping obat

Eevaluasi keteraturan berobat

Luluh Paru

PENYEBAB
Tuberkulosis
Karsinoma
Tumor

paru (83,3%)

bronkogenik (12,1%)

mediastinum (3%)

Luluh paru tuberkulosis dihasilkan dari TB


progresif selama bertahun-tahun dan
pengobatan yang tidak adekuat

Penyebab kematian pada TB dengan luluh paru


adalah hemoptisis masif dan gagal napas pada
TB yang tereaktivasi dan/atau superinfeksi
bakteri.

Gambaran radiologik luluh paru terdiri dari


atelektasis, ektasis/ multikaviti dan fibrosis
parenkim paru

Chest XRay

Bronkogram

Pengobatan TB yang adekuat

Mencegah terjadinya luluh paru

THANKYOU