Anda di halaman 1dari 26

TRANSMISI DAYA LISTRIK

DENGAN SALURAN UDARA TEGANGAN


TINGGI DAN TEKNOLOGINYA

Oleh :

ENDRO WAHJONO, SST, MT


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA-ITS

Pengertian Umum Saluran Udara


Saluran transmisi yang menyalurkan tenaga listrik pada media udara melalui kawatkawat penghantar yang digantung pada tiang atau menara transmisi dengan perantara
isolator-isolator.
Keuntungan :
Lebih murah dalam pekerjaan dan mudah dalam pemeliharaannya.
Kerugian :

mengganggu tata artistik kota, mudah terkena kotoran berupa debu


yang bisa berakibat hubungan pendek bila terkena hujan, gangguan
gejala corona dan gangguan sistem telekomunikasi yang ada
disekitarnya.

Jenis Sistem Transmisi


1. Saluran Transmisi AC

Saluran transmisi dimana dalam penyaluran dayanya menggunakan arus bolakbalik. Sistem ini memiliki keuntungan dimana tegangan dengan mudah dinaikkan dan
diturunkan dengan menggunakan transformator dan daya bisa disalurkan dengan
sistem tiga fasa (3) dengan daya penyaluran yang besar. Namun memiliki kerugian
antara lain : timbul rugi-rugi yaitu hilangnya daya terlalu besar dalam penyalurannya.

2. Saluran Transmisi DC

Saluran transmisi dimana dalam penyalurannya dayanya menggunakan arus searah.


Penyaluran DC memiliki keuntungan karena isolasinya lebih sederhana, daya guna
(efisiensi) yang lebih tinggi karena faktor dayanya satu serta tidak adanya masalah
stabilitas, sehingga memungkinkan penyaluran jarak jauh. Kelemahannya dalam
penyalurannya tidak akan efisien jika jarak penyalurannya tidak jauh, karena
mahalnya inverter.

Komponen Utama Saluran Transmisi


1.
2.
3.
4.

Tiang transmisi atau tower


Konduktor
Isolator
Kawat tanah
dimana tiap-tiap level saluran transmisi memiliki berbeda-beda jenis komponennya
tergantung dari besarnya tegangan yang digunakan dan kondisi daerah.

Konduktor (conductor)

Penghantar untuk saluran transmisi udara adalah kawat-kawat


tanpa isolasi (bare, telanjang), yang padat (solid), berlilit (stranded)
atau berongga (hollow) dan terbuat dari logam biasa, logam
campuran (alloy) atau logam paduan (composite).
Kandungan logam untuk kawat yang sering digunakan adalah
tembaga dengan konduktivitas 100% (CU 100%), tembaga dengan
konduktivitas 97,5 % atau aluminum dengan konduktivitas 61 % (Al
61 %).
Untuk setiap fasa penghantarnya dapat berbentuk tunggal maupun
sebagai kawat berkas (bundled conductors). Menurut jumlahnya
ada berkas yang terdiri dari 2, 3, atau 4 kawat. Kawat berkas
dianggap ekonomis untuk tegangan EHV dan UHV.

Klasifikasi Jenis-jenis Kawat


1. Klasifikasi kawat menurut konstruksi
a. Kawat padat (solid wire)
Kawat ini merupakan kawat tunggal yang padat (tidak berongga) dan berpenampang bulat. Jenis ini hanya
dipakai untuk penampang-penampang kecil, karena penghantar-penghantar yang berpenampang besar
sukar di tangani (handle) serta kurang luwes (fleksibel).
b. Kawat berlilit
Kawat ini biasanya di pakai apabila diperlukan bentuk penampang yang besar, maka digunakan 7 sampai
61 kawat padat yang dililitkan menjadi satu, biasanya secara berlapis dan konsetris.
c. Kawat rongga (hollow conductor)
Kawat berongga yang dibuat untuk mendapatkan garis tengah yang besar. Ada dua jenis kawat rongga :
- Kawat yang rongganya dibuat oleh kawat lilit yang ditunjang oleh sebuah batang "I" (I-beam).
Kawat yang rongganya dibuat oleh kawat-kawat komponen yang membentuk segmen-segmen sebuah
silinder.
- Kawat berkas
Kawat ini terdiri dari 2 kawat atau lebih pada satu fasa, yang masing-masing terpisah dengan jarak
tertentu.
Kawat berkas mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kawat padat karena mengurangi gejala korona,
mempunyai kapasitansi yang lebih besar dan reaktansi yang lebih kecil. Pada umumnya kawat berkas
digunakan pada tegangan EHV dan UHV atau pada tegangan transmisi yang lebih rendah bila dibutuhkan
kapasitas saluran lebih tinggi.

2. Klasifikasi kawat menurut kandungan-bahan


a. Kawat logam biasa
Dibuat dari logam-logam biasa seperti tembaga, aluminum, besi dan
sebagainya.
b. Kawat logam campuran (alloy)
Penghantar dari tembaga atau aluminum yang diberi campuran dalam
jumlah tertentu dari logam jenis lain guna menaikkan kekuatan mekanisnya.
Yang sering digunakan adalah "copper alloy", tetapi "aluminum alloy" juga
lazim dipakai.
c. Kawat logam paduan (composite)
Penghantar yang terbuat dari 2 jenis logam atau lebih yang dipadukan
dengan cara kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).
Dengan cara demikian maka dikenal kawat baja berlapis tembaga atau
aluminum.
d. Kawat lilit campuran
Kawat yang lilitannya terdiri dari dua jenis logam atau lebih. Yang paling
terkenal adalah kawat ACSR (Aluminum Cable Steel Reinforced) atau
"Aluminum Alloy Cable Steel Reinforced"

Jenis dan lambang Kawat penghantar aluminum


1. AAC

= "All Aluminum Conductor", yaitu kawat penghantar


yang seluruhnya terbuat dari aluminum.
2. AAAC = "All Aluminum Alloy Conductor", yaitu kawat
penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran
aluminum.
3. ACSR = "Aluminum Conductor Steel Reinforced", yaitu kawat
penghantar aluminum berinti kawat baja.
4. ACAR = "Aluminum Conductor Alloy-Reinforced", yaitu kawat
penghantar aluminum yang diperkuat dengan logam
campuran.

Sifat- sifat Kawat Logam


a. Kawat tembaga tarikan (hard-drawn)
Banyak dipakai pada saluran transmisi karena
konduktivitasnyatinggi meskipun kuat tariknya (tensile
strength) tidak cukup tinggi untuk instalasi tertentu.
Untuk kawat ACSR memiliki konduktivitas yang lebih
rendah dari kawat tembaga tarikan, meskipun kekuatan
mekanisnya lebih tinggi dan lebih ringan, sehingga
banyak dipakai sebagai saluran transmisi. Karena garistengah luarnya lebih besar dibandingkan dengan kawat
tembaga-tarikan untuk tahanan yang sama, ACSR
sangat cocok untuk penggunaan pada tegangan tinggi
dilihat dari segi gejala korona.

2. Kawat tembaga campuran (alloy)

Konduktivitasnya lebih rendah dari kawat tembaga tarikan, tetapi


kuat-tariknya lebih tinggi, sehingga cocok untuk penggunaan pada
gawang (span) yang lebih besar.

3. Kawat aluminum campuran (alloy)


Kawat ini mempunyai kekuatan mekanis yang lebih tinggi dari kawat
aluminum murni, sehingga sebagai "aluminum alloy cable steel
reinforced", dipakai untuk gawang (span) yang lebih besar dan untuk
kawat tanah ( overhead ground wire). Bila diperlukan kapasitas
penyaluran arus yang lebih besar dapat dipakai kawat "heat proof
aluminum alloy" yang mempunyai daya tahan yang lebih besar terhadap
panas.

4. Kawat baja

Kawat ini mempunyai kuat-tarik yang lebih tinggi, maka ia banyak


dipakai untuk gawang yang besar atau untuk kawat tanah,
meskipun konduktivitasnya rendah. Untuk menghindarkan dari
karat, kawat baja biasanya dilakukan proses galvanisasi terlebih
dahulu.

5. Kawat baja berlapis tembaga (copper clad steel)

Kawat ini mempunyai kekuatan mekanis yang besar, dan biasanya


dipakai untuk gawang yang besar atau sebagai kawat tanah.

6. Kawat baja berlapis aluminum (aluminum clad steel)

Kawat ini mempunyai kekuatan mekanis yang besar, tetapi


konduktivitasnya lebih kecil dibandingkan dengan yang berlapis
tembaga meskipun ia lebih ringan. Kawat campuran aluminum ini
dipakai untuk gawang yang besar, untuk kawat-tanah dan sebagai
inti kawat "greased aluminum cable steel reinforced"

Isolator (Insulation)
Isolator merupakan bagian yang berfungsi untuk menghindari
terjadinya hubung singkat antar konduktor (karena kabel telanjang)
dengan tiang transmisi. Dengan isolator pula konduktor dapat
diletakkan pada tiang transmisi.

Isolator Gantung (Suspension Insulator)


Isolator gantung umumnya dipakai pada level saluran
tegangan tinggi yang berbentuk piringan dan dapat
dirangkai secara bergandengan sesuai dengan
kebutuhan isolasinya yang dibutuhkan setelah melihat
dari levet tegangan. Dua jenis isolator gantung, yaitu
clevis type dan ball-and socked type yang masingmasing terbuat dari porselin dengan tutup (cap) dari besi
tempaan (maleable iron) di satu pihak dan pasak baja di
lain pihak, yang keduanya diikatkan pada porselin
dengan semen berkwalitas baik.

Dalam penerapannya dikenal dua jenis


isolator gantung
a. Single Set.

Digunakan untuk daerah normal, dalam artian tidak melewati


sesuatu yang akan mengganggu ataupun terganggu oleh adanya
saluran tansmisi tersebut, seperti diatas persawahan atau padang
yang luas. Diassembling bersama dengan pasangannya, dan
menjadi berupa gandengan isolator.

b. Double set.

Single set yang diparalelkan, digunakan bila melewati rel kereta api,
jalan besar, sungai lebar, gedung-gedung dan lain-lainnya .

Gambar Gandengan Isolator Gantung Tunggal

Isolator Tarik (Strain-Type Insulator)


Isolator ini untuk menahan tarikan dari konduktor yang
dipasang pada isolator tersebut. Dalam penerapannya
ada dua macam isolator tarik, yaitu :
Single set
Dipakai dari gardu induk menuju dead end tower dan sebaliknya.

Double Set
Dipakai pada menara penegang atau sudut. Berikut gambar isolator
tarik single set dan double set yaitu isolator tunggal dan ganda
besarta pasangannya.

Gambar Jenis Isolator Tarik


a) Isolator Tarik Tunggal b) Isolator Tarik Ganda

(a)

(b)

Pengotoran Isolator
Sangat riskan bila nilai suatu isolator berkurang dari harga yang
telah di standarkan dengan sebab permukaan kotor akibat debu dan
kotoran lainnya. Biasanya sebab ini sering dijumpai pada daerah
tepi laut dan daerah yang dekat dengan industri. Kejadian ini akan
nampak saat terdapat tegangan tinggi yang di terapkan pada
isolator, lapisan permukaan yang lembab menguap sehingga
menimbulkan busur api sekitarnya yang dalam selang waktu lama
menjadi besar dan menimbulkan lompatan api.

Untuk menanggulangi pengotoran yang menyebabkan


penurunan tegangan ketahanan pada isolator dapat
ditempuh pada cara-cara yaitu sebagai berikut :

Menambah isolasi (misalnya dengan menambah jumlah piringan


dalam gandengan)
Mencuci isolator , dengan menyemprotkan air pada kawat dengan
keadaan bertegangan (hot-line washing)
Memberi lapisan campuran silikon pada isolator untuk menangkal
air (water repellent)
Menurunkan tegangan sistem atau memutuskan arus saluran
transmisi bila diperkirakan akan terjadi gangguan

Menara atau Tower Transmisi


Untuk jenis-jenis menara transmisi ini dikenal ada beberapa jenis
yaitu jenis menara baja, tiang-tiang baja, tiang-tiang beton
bertulang, dan tiang-tiang kayu. Namun yang sering digunakan
untuk level tegangan tinggi adalah menara baja karena memiliki
kekuatan mekanis yang tinggi.

Menara Baja

Adalah bangunan tinggi yang terbuat dari baja yang bagian-bagian


kakinya mempunyai pondasi sendiri-sendiri.
Menara baja untuk saluran transmisi dibagi menurut bentuk dan
sifat konstruksi menjadi menara persegi, menara persegi panjang,
menara jenis korset, menara gantry, menara rotasi, menara M.C,
dan menara bertali (guyed tower).
Menara-menara persegi paling banyak dipakai pada saluran
transmisi ganda (double circuit). Menara persegi panjang sama
bagian atas dan bawahnya, serta banyak dipakai untuk saluran
tunggal atau saluran banyak saluran (multi-circuit).

Gambar
Jenis -jenis Menara Baja

Kawat Tanah
Kawat tanah dipasang di atas kawat fasa untuk melindungi kawatkawat penghantar / fasa terhadap sambaran petir langsung dengan
cara melewatkan arus petir ke tanah melalui menara dan peralatan
pentanahan. Kawat tanah bisa disebut ground wire atau kawat
pelindung (shield wire). Jumlah kawat yang dipasang umumnya
satu atau dua unit, yang bisa dipakai adalah kawat baja atau steel
wire

Komponen Pelengkap dari Saluran Udara


1. Peralatan Pentanahan
Sambaran petir secara langsung yang mengenai puncak
menara atau kawat tanah pada menara transmisi memiliki
arus antara 20-100 KA dan dapat menimbulkan loncatan balik
jika tahanan kaki menara terlalu besar. Harga tahanan kaki
menara (tidak boleh lebih dari 10 ohm) dapat diperkecil
dengan melakukan pentanahan di sekitar kaki menara.

Macam-macam pentanahan
Batang elektrode
Pentanahan ini dilakukan dengan cara menanam batang elektrode tegak
lurus ke dalam tanah dengan panjang antara 3-5 m dan diameter - 4
inchi. Tahanan kaki menara akan berkurang sesuai dengan persamaan :
R = (/2L) ln (2L/d)
Dimana,
R : tahanan kaki menara (ohm)
: tahanan jenis tanah (ohm-m)
L : panjang batang pentanahan (m)
d : diameter batang pentanahan (m)

Counterpoise

Dipasang pada daerah yang tahanan jenis tanahnya tinggi, dengan jalan
menanam batang elektrode yang sejajar, dihitung dengan rumus yaitu :
R = [ r x Coth {L (r/)}]
Dimana,
r : Tahanan kawat (ohm)

Circuit Breaker (CB)


Adalah alat yang dapat memutuskan arus hubung singkat yang
lebih besar dari arus nominalnya.

Lighting Aresster
Berfungsi untuk mengurangi atau membatasi tegangan lebih akibat
sambaran petir yang datang, dengan cara melakukan pelepasan
arus petir ke tanah. Biasanya dipasang di ujung saluran transmisi
atau dekat peralatan yang ingin dilindungi.

Relay Pengaman
Berguna untuk melindungi saluran transmisi atau peralatan
terhadap kerusakan dengan cara menghilangkan gangguan yang
terjadi secara tepat dan cepat. Dan juga berusaha untuk membatasi
daerah yang terkena gangguan seminim mungkin sehingga mutu
atau keandalan sistem terjamin.