Anda di halaman 1dari 11

Proses Manufaktur

Industri Proses Manufaktur Kayu


Dosen :
Rini Mulyani

Disusun Oleh :
Denis Febrianto (0515101039)
Fikri Ahmad R (0515101040)
Gagan Targana (0515101028)
M.Aliyudin (0515101034)
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2016

Kata Pengantar

Syukur alhamdulilah penulis panjatkan puji kepada Allah SWT karena


limpahan rahmat dan karunia-Nya, makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini
penulis susun untuk memenuhi tugas Industri Proses Manufaktur pada mata kuliah
Proses Manufaktur
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari sempurna, baik
isi,pemilihan bahasa maupun sistematika penulisannya, namun penulis
mengharapkan bantuan berupa saran dan kritik yang membangun dari semua pihak
demi kesempurnaan dan mutu penulisan makalah ini.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan pembaca
khususnya serta mendapat keridhaan Allah SWT.

Bandung, 8 Februari 2016

Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar ....................................................................................................... 1

Daftar Isi ................................................................................................................. 2


Bab I Pembukaan ................................................................................................... 3
I.I Latar Belakang ......................................................................................... 3
I.II Rumusan Masalah .................................................................................. 4
I.II Tujuan ..................................................................................................... 4
Bab II Landasan Teori ............................................................................................. 5
II.I Industri Manufaktur ................................................................................. 5
II.II Pengertian Kayu..................................................................................... 5
II.III Sumber Bahan Baku.............................................................................. 6
II.IV Proses Pengolahan Kayu...................................................................... 7
II.V Peranan Industri Manufaktur Dalam Pembangunan Ekonomi............. 7
II.VI Perkembangan Industri Manufaktur Di indonesia....................................8
Bab III Penutup ..............................................................................................10
III.I Kesimpulan ..............................................................................................10
III.II Saran ......................................................................................................10
Daftar Pustaka ..........................................................................................................11

Bab I
Pembukan

I.I Latar Belakang


Istilah manufaktur berasal dari bahasa Latin, manu factus yang artinya dibuat
dengan tangan. Kenyataannya, tenaga manusia terbatas. Pada perkembangannya,
tenaga dari hewan dan tenaga air untuk menggerakan roda merupakan tahapan
perkembangan dari pemakaian istilah tersebut. Tahun 1567 muncul istilah
manufacture dan kemudian tahun 1683 muncul istilah manufacturing, yang diartikan
sebagai aktivitas Pembuatan produk dari bahan-baku menggunakan berbagai
macam proses, mesin dan operasi, dan diorganisasikan untuk mencapai tujuan
tertentu.
Pada permulaan revolusi industri sekitar tahun 1776 telah digunakan mesin uap
sebagai penggerak mesin-mesin perkakas (machine tools).
Ditinjau dari aktivitas pembuatan produk, banyak literatur yang menuliskan bahwa
industri manufaktur dimulai dari tahun sekitar 5000-4000 SM. Itu terbukti dengan
telah dibuatnya ornamen dari kayu, keramik atau batu serta logam. Mula-mula
produk dibuat dengan proses pengecoran dan pembentukan (hammering).
Kemudian karena perkembangan teknologi material dan bervariasinya produk,
menyebabkan berkembangnya material baru dan komplektisitas produk untuk
memenuhi permintaan yang besar dan kualitas yang lebih tinggi.
Meterial seperti emas, tembaga dan besi merupakan bahan baku logam pertama
yang banyak dimanfaatkan, kemudian timah, kuningan dan perunggu. Pada tahun
sekitar 600-800 SM menunjukkan perkembangan teknologi manufaktur, dengan
diketemukannya proses produksi Baja. Selanjutnya dikuti dengan berkembangan
logam besi dan non-besi. Pada masa sekarang, dimana komputer telah dapat
diproduksi, telah dapat diketemukannya material yang mempunyai sifat-sifat khusus
seperti keramik, plastik, komposit dan logam khusus.
Pembangunan sektor industri memegang peranan strategis dan harus
mampu membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi Indonesia. Hal ini
berarti bahwa sector industri manufaktur di dalam perekonomian nasional berperan
sebagai motor penggerak utama bagi pertumbuhan sector-sektor utama lainnya
lewat keterkaitan produksi ke belakang (backward production linkage) maupun ke
depan (forward production linkage)
Salah satu industri pengolahan kayu adalah industri penggergajian kayu.
Pengggergajian adalah suatu unit pengolahan kayu yang menggunakan bahan baku
dolok, alat utama bilah gergaji, mesin sebagai tenaga penggerak, serta dilengkapi
dengan berbagai alat dan mesin pembantu. Penggergajian disebut juga sebagai
proses pengolahan kayu primer karena yang pertama dilakukan adalah mengolah
dolok menjadi kayu persegian yang bersifat setengah jadi dan selanjutnya diolah
oleh pengolahan kayu sekunder dan tersier untuk barang jadi .
Ketika pasokan kayu bulat yang berasal dari hutan alam produksi
mengalami penurunan sementara pasokan kayu dari HTI belum dapat diandalkan,
maka pembangunan hutan rakyat sekarang diharapkan dapat berperan penting
sebagai pemasok kayu baik untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun ekspor.
Mengingat pentingnya keberadaan hutan rakyat sebagai sumber daya hutan dan
ekonomi maka pengembangan hutan rakyat semakin mendapat perhatian.

Departemen kehutanan berdasarkan arah pembangunan jangka panjang kehutanan


2006 - 2025 telah mencantumkan program peningkatan luasan hutan rakyat yang
mandiri dan mendukung fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dan
kesejahteraan masyarakat.

I.II Rumusan Masalah


Berkaitan dengan latar belakang, maka rumusan masalahnya, yaitu :
1. Apa itu industri manufaktur?
2. Apa yang di maksud dengan kayu?
3. Dari Apa Saja Sumber Bahan Baku Kayu di peroleh?
4. Bagaimana Cara Pengolahan Kayu/pulp
5. Bagaimana peranan industri manufaktur dalam pembangunan ekonomi?
6. Bagaimana perkembangan Industri manufaktur di Indonesia?

I.III Tujuan
Makalah ini disusun bertujuan untuk mengetahui sejarah terjadinya industri
manufactur misalnya pada 5000-400 SM.yang diawali dengan dibuat nya ornamen
kayu,keramik atau logam. Tidak hanya itu, pembaca dapat memahami apa itu
industri manufaktur,mengetahui apa itu kayu,mengetahui sumber bahan baku
kayu,mengetahui cara pengolahan kayu, memahami bagaimana peranan industri
manufaktur dalam pembangunan ekonomi, mengetahui bagaimana perkembangan
industri manufaktur di indonesia.

Bab II
Landasan Teori

II.I Industri Manufaktur


Industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan dan menjual
barang sejenis atau jasa sejenis. Misalnya : industri tekstil adalah kelompok
perusahaan yang menghasilkan dan menjual bahan baku tekstil, barang setengah
jadi tekstil, dan barang jadi tekstil. Dalam perkembangannya, industri dikelompokkan
menjadi 2, yaitu industri manufaktur dan industri jasa.
Menurut Heizer, dkk (2005), manufaktur berasal dari kata manufacture yang
berarti membuat dengan tangan (manual) atau dengan mesin sehingga
menghasilkan sesuatu barang. Wikipedia menyebutkan bahwa Manufaktur adalah
suatu cabang Industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan
suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi
atau barang jadi untuk dijual. Contoh industri manufaktur, misalnya: industri tekstil,
industri obat, industri semen, dan lain-lain.
Berdasarkan jenis proses produksi atau berdasarkan sifat manufakturnya,
perusahaan manufaktur dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yakni : 1) Perusahaan dengan
jenis proses produksi terus-menerus (continuous process atau continuous
manufacturing, 2) Perusahaan dengan proses produksi yang terputus-putus
(intermitten process) atau intermitten manufacturing).
Continous Manufacturing biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah yang
besar(produksi massa) dengan variasi yang sangat kecil dan sudah di standarisasi.
Mesin-mesinnya bersifat khusus dan biasanya otomatis maka tidak membutuhkan
tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Sedangkan Intermitten manufacturing
biasanya menghasilkan produk dalam jumlah yang sangat kecil dengan variasi yang
sangat besar. Mesin-mesin yang digunakan merupakan mesin yang bersifat umum
sehingga operatornya perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi dalam
pengerjaan produk tersebut.

II.II Pengertian Kayu


Kayu adalah bahan yang terdiri dari sel-sel. Struktur yang terdiri atas sel
tersebut memberikan kayu banyak sifat-sifat dan ciri-ciri yang unik. Kerapatan
adalah perbandingan antara massa atau berat benda terhadap volumenya.
Kerapatan kayu berhubungan langsung dengan porositasnya, yaitu proporsi volume
rongga kosong. (Koch, 1964).
Dewasa ini industri perkayuan di Indonesia semakin diminati oleh negara lain,
akan tetapi karakteristik kayu yang dihendaki lebih spesifik, diantaranya kadar air
yang sesuai dengan iklim pada masing-masing negara. Kadar air yang dikehendaki
mencapai hingga dibawah 10 %. Keadaan tersebut tidak dapat dicapai jika
pengeringan dilakukan secara alamiah, karena itu di perlukan pengeringan buatan
( Budianto, 1996).
Penggergajian adalah suatu unit kegiatan yang merubah log menjadi kayu
penggergajian dengan menggunakan alat utama gergaji. Perbedaannya dengan
penggergajian kayu adalah alat yang digunakan. Gergaji adalah alat membelah dan
memotong kayu yang terbuat dari logam atau campuran logam yang bentuknya pipih
dan mempunyai gigi banyak (Nuryawan, 2008).

Selanjutnya dapat diolah pada industri sekunder, di proses log yang bermutu
rendah meskipun hasilnya tidak banyak, bisa juga kualitasnya baik. Penggergajian
merupakan tahap pertama dalam urutan proses pengolahan kayu, kemajuan industri
penggergajian mendorong pertumbuhan industri kayu sekunder. Peningkatan
kapasitas rill salah satunya adalah kesempurnaan alat produksi dan keterampilan
pekerja. Alat produksi misalnya gergaji untuk itu diperlukan saw doctoring yang
memadai (Ruhendi, 1986).
Kayu gergajian didefenisikan sebagai kayu hasil konversi kayu bulat dengan
menggunakan mesin gergaji, mempunyai bentuk yang teratur dengan sisi-sisi sejajar
dan sudut-sudutnya siku dengan ketebalan tidak lebih dari 6 cm dan kadar air tidak
lebih dari 18%, pada masa sekarang ini teknologi yang digunakan dalam industri
penggergajian kayu sangat bervariasi, mulai dari yang sederhana dengan satu
gergaji piring sampai dengan peralatan canggih menggunakan sistem hidrolik,
pneumatik, dan eletronik.

II.III Sumber Bahan Baku


Bahan baku industri ini dimulai dengan membeli pohon-pohon buah yang dimiliki
masyarakat sekitar yakni pohon Durian, Cempedak, Lamtoro (petai cina), Sengon,
Jati super, Alban, Parembalang, Terap bunga, Terap batu, Mahoni, Kuini, Jati putih,
Tulasan, Nangka, Cempedak, Jengkol, dan Kemiri. Apabila di sekitar tanjung anom
tidak terdapat lagi pohon buah yang diinginkan ukurannya maka pemilik akan pergi
ke daerah lainnya untuk mencari bahan baku tersebut misalnya daerah sembahe,
pancur batu, dan sibolangit.
Berdasarkan tipe gergaji utama yang digunakan industri ini adalah band sawmill,
pertimbangannya adalah menggunakan alat ini lebih efisien (lebih menghasilkan
tingkat rendemen yang tinggi), praktis , dan lebih mempersingkat waktu dalam
pembelahan atau proses produksi kayu. Alat gergajian yang digunakan, antara lain :
Circular saw, Band saw, dan Chain saw, namun yang utama digunakan adalah band
saw. Berdasarkan cara produksi, industri ini menggunakan service sawmill.
Berdasarkan fungsi, industri ini tergolong resawing, karena industri ini menghasilkan
bahan baku melalui industri yang lain dan berdasarkan mobilitasnya industri UD
Bintang Terang ini tergolong permanen, hal ini karena lokasinya tidak berpindahpindah.

II.IV Proses Pengolahan Kayu


1 Pembelahan kayu (resawing)
Pembelahan kayu disini termasuk pembelahan kedua, sebab menurut pihak
pengelola industri, bahan baku dibelah untuk ditentukan ukurannya. Sesungguhnya
mesin dari industri ini dapat digunakan untuk membelah log atau dolok. Akan tetapi,
bahan baku industri sudah berbentuk cant. Menurut Dephutbun RI (1998), cant

adalah blambangan yang berbentuk setengah, sepertiga, dan seperampat yang


diperoleh melalui pembelahan pertama.
2 Meratakan kayu bagian pinggir
Istilah meratakan kayu bagian pinggir ini dikenal oleh pihak pengelola industri
sebagai pembuatan siku atau menyikukan kayu. Perataan ini berguna untuk
memudahkan pembentukannya dalam proses produksi lanjutan. Dephutbun RI
(1998) menyatakan perataan sisi dan pemotongan ujung adalah pekerjaan yang
penting yang memerlukan petugas-petugas dengan pengetahuan yang baik tentang
kualitas kayu gergajian.
3 Proses lanjutan penggergajian kayu
Proses lanjutan ini berupa membuat produk, seperti pintu, kusen, jendela, dan
lain-lain. Pembuatan kusen ini melalui proses pemotongan dan pembuatan
ukurannya, pembuatan dudukan, sponing (lanjutan), pemasangan, dan finishing.
Industri biasanya jarang membuat produk karena keterbatasan alat. Oleh
karena itu, industri ini mengutamakan pembelahan berbagai ukuran sortimen sesuai
dengan pesanan (order).

II.V Peranan Industri Manufaktur Dalam Pembangunan Ekonomi


Industri Manufaktur merupakan salah satu sektor yang berperan
penting dalam pembangunan nasional. Kontribusi Industri manufaktur terhadap
pembangunan nasional dari tahun ketahun menunjukkan kontribusi yang signifikan.
Peranan Industri manufaktur dalam Pembangunan Ekonomi Nasional dapat
ditelusuri dari kontribusi masing-masing sub sektor terhadap Laju Pertumbuhan
Ekonomi Nasional atau terhadap produk domestik bruto.
Pada beberapa negara yang tergolong maju, peranan industri Manufaktur
lebih dominan dibandingkan dengan sektor pertanian. Industri Manufaktur
rmemegang peran kunci sebagai mesin pembangunan karena industri manufaktur
memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sektor lain karena nilai kapitalisasi
modal yang tertanam sangat besar, kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar,
juga kemampuan menciptakan nilai tambah (value added creation) dari setiap input
atau bahan dasar yang diolah. Pada negara-negara berkembang, peranan Industri
Manufaktur juga menunjukkan kontribusi yang semakin tinggi. Kontribusi yang
semakin tinggi ini menyebabkan perubahan struktur perekonomian negara yang
bersangkutan secara perlahan ataupun cepat dari sektor pertanian ke sektor Industri
manufaktur.
Peranan Industri Manufaktur dalam pembangunan ekonomi di berbagai
Negara sangat penting karena Industri manufaktur memiliki beberapa keunggulan
dalam hal akselerasi pembangunan. Keunggulan-keunggulan industri manufaktur
tersebut diantaranya memberikan kontribusi bagi penyerapan tenaga kerja dan
mampu menciptakan nilai tambah (value added) yang lebih tinggi pada berbagai
komoditas yang dihasilkan.

II.VI Perkembangan Industri Manufaktur Di indonesia


Sejak Ir. Soekarno menjabat menjadi presiden pertama di Indonesia, proses
industrialisasi Negara Indonesia telah dirintis oleh beliau. Mulai dari berbagai pabrik
pembuatan aneka bahan pokok di Indonesia, dan lainnya. Industrialialisasi di
Indonesia mulai berkembang pesat saat Bapak Soeharto menjabat sebagai
presiden. Puncaknya adalah mampunya Indonesia menerbangkat pesawat buatan
anak negeri sendiri, yaitu N250 Gatotkaca yang pada waktu itu dipelopori oleh BJ.
Habibie. Setelah sukses melakukan peluncuran tersebut, makin banyak Industriindustri di Indonesia yang berdiri. Kawasan Industri pun semakin bertebaran. Di
Jawa Timur sendiri, terdapat beberapa kawasan industri yang terkenal. Seperti di
daerah Surabaya, Gresik, Malang, dan lainnya. Mulai dari Industri berat sampai
industri-industri kecil
Dengan semakin berkembangnya Industri tersebut, maka dalam Industri
tentunya diperlukan sebuah keilmuan yang berhubungan dengan proses produksi
industri tersebut, khususnya industri manufaktur. Salah satu ilmu yang diperlukan
adalah Proses Manufaktur. Yaitu proses pembuatan produk manufaktur mulai dari
pencampuran bahan baku, proses pengecoran, pembentukan, hingga finishing.
Dalam kehidupan manusia, ilmu ini dapat diimplementasikan untuk membuat alatalat kehidupan sehari-hari. Mulai dari kursi, meja, laptop, kalkulator, dll. Oleh karena
itulah, proses manufaktur sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, karena
hamper semua tool atau peralatan hidup manusia dibuat melalui proses manufaktur.
Pada tahun 2012 yang lalu, berdasarkan riset yang dilaporkan oleh UNIDO
(Organisasi Pengembangan Industri Dunia), pertumbuhan industri manufaktur global
pada kuartal III tahun 2012 hanya 0.2 persen dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Catatan itu sekaligus menunjukkan pertumbuhan paling lambat sejak
tahun 2009. Catatan ini pula menjadi warning kepada seluruh negara-negara di
dunia. Sebab, menurut badan PBB tersebut, industri manufaktur akan menghadapi
tantangan berat ke depannya. Hal itu disebabkan resesi kuat di Eropa, serta
melemahnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Utara serta Asia Timur, ditambah
dengan melambatnya laju ekonomi di negara-negara berkembang.
Krisis ekonomi global menjadi kendala berkembangnya sektor industri manufaktur di
seluruh dunia. Lesunya perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa yang
merupakan kiblat perekonomian dunia berdampak pada berbagai sektor termasuk
perindustrian manufaktur. Dampak dari itu semua adalah perekonomian dunia pun
ikut lesu karena sektor industri manufaktur termasuk sektor yang paling basah.
Tingginya komnsumsi masyarakat berakibat pada penguatan kinerja impor.
Namun, di sisi lain, kinerja ekspor relatif melemah akibar rendahnya permintaan di
dunia yang menyebabkan neraca perdagangan defisit. Krisis ekonomi di dunia juga
berdampak pada melemahnya nilai tukar berbagai mata uang negara, sehingga
sektor industri manufaktur pun semakin lesu.
Di tahun 2013 ini, banyak pihak yang lebih merasa optimistis dengan
perkembangan industri manufaktur dunia. Selain kondisi perekonomian amerika dan
eropa yang makin membaik, sektor industri manufaktur di negara berkembang juga

semakin pesat perkembangannya. Dengan begitu walaupun masih ada bayangbayang krisis ekonomi global, diharapkan industri manufaktur dunia lebih kreatif
dalam mengatasi permasalahan ini.
Sementara di Indonesia ini, prospek perkembangan industri manufaktur begitu
pesat. Optimisme itu merujuk pada krisis moneter pada tahun 1998 yang lalu saat
perekonomian Indonesia hancur lebur. Namun Indonesia ternyata mampu bangkit
dan pada tahun 2011 yang lalu pertumbuhan PDB bahkan mencapai 6.2%. Pada
tahun 2012, pertumbuhan sektor industri manufaktur khusus sektor nonmigas secara
kumulatif mencapai 6.5%. Bahkan pada kuartal II tahun 2012 pertumbuhan
mencapai angka 7.27%. Hal itu membawa angina segar bagi sektor industri
manufaktur di Indonesia. Namun, yang perlu diingat di sini adalah tantangan untuk
thun 2013 ini lebih berat ke depannya. Salah satu faktor yang paling memicu adalah
kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) sebesar 15% yang itu akan berpengaruh pada
daya saing industri baik di sektor domestic maupun pasar ekspor.Tantangan berat
lain yang harus dihadapi oleh Indonesia adalah ASEAN-China Free Trade Area
yang telah diberlakukan semenjak Januari 2010 yang lalu. Hal itu menyebabkan
berbagai produk manufaktur dari china memasuki pasar Indonesia dengan deras.
Berbagai produk elektronik yang berharga murah pun menggerogoti pangsa pasar
produk lokal Indonesia. Demikian juga produk lainnya, seperti besi, baja, tekstil, dan
barang-barang hasil industri lainnya.

Bab III
Penutup

III.I Kesimpulan
sektor industry kayu/pulp memegang peranan sangat penting dalam pergerak
sector-sektor utama dalam produksi dan mampu membawa perubahan mendasar
dalam struktur ekonomi Indonesia.

III.II Saran
Sektor industri penggergajian kayu adalah sektor yang mampu menopang
perekonomian Indonesia yakni adanya pemanfaatan limbah produksi. Akan tetapi
diperlukan adanya sosialisasi pemanfaatannya dalam bentuk lain dan diadakan
dana pemeliharaan alat-alat yang dimiliki industry sehingga proses produksi tidak
terhambat.

Daftar Pustaka
http://agentofcentaurus.blogspot.co.id/2014/01/makalah-industri-manufakturdan.html
https://www.facebook.com/permalink.php?
id=418478538214649&story_fbid=489042721158230
http://putrakolut.blogspot.co.id/2013/06/makalah-industri-kayu_3.html

10