Anda di halaman 1dari 1

XI.

DISKUSI

Telah diperiksa pasien laki laki berusia 35 tahun, datang di panti sosial dibawa oleh petugas
pada saat sedang berjalan di bundaran HI jakarta pusat, WBS dibawa menggunakan mobil petugas
sekitar 1 bulan yang lalu. Penampilan WBS tampak kacau dan tidak bersih, pada saat wawancara
dengan WBS kooperatif, pembicaraan spontan, intonasi datar, artikulasi kurang jelas dan adanya
gangguan presepsi berupa halusinasi visual karena WBS mengaku dapat melihat bayanganbayangan hitam. Proses pikir pada wawancara dengan WBS juga didapatkan miskin ide, asosiasi
longgar, terkadang tidak relevan, adanya hendaya bahasa neologisme dan adanya waham rujukan
karena WBS selalu berprasangka buruk terhadap sekitarnya yang diyakini selalu membicarakan
WBS. Pada saat ditanyakan pada WBS tentang kondisinya WBS tidak mengetahui adanya
gangguan pada dirinya dan menyangkal total tentang peyakitnya
WBS memiliki riwayat perawatan di RSJ grogol pada tahun 2006- 2007 karena suka
mendengar bisik- bisikan ditelinga WBS, setelah perawatan WBS tidak bekerja sehingga memiliki
banyak hutang, WBS mengaku tidak bekerja karena menurut WBS ekonomi sekarang sangatlah
kacau sehingga WBS lebih memilih berdiam diri di rumah dan tidak suka berbaur dengan
masyarakat sekitar
Dari hasil wawancara yang didapatkan pada WBS Tn. F didapatkan adanya halusinasi, lebih
cenderum menarik diri dan tidak mau bergaul ataupun bekerja, didapatkan juga waham rujukan,
hendaya bahasa berupa neologisme dengan adanya riwayat perawatan 10 tahun yang lalu dan
setelah perawatan terdapat gejala negatif yang berlangsung lebih dari 12 bulan, dengan kini WBS
sudah tidak menjalani perawatan dan tidak meminum obat lagi WBS mengalami gangguan pikiran
perasan dan perilaku, yang di diagnosis sebagai Skizofrenia residual.
Pengobatan yang diberikan Risperidone 2mg 2x1, alasannya adalah untuk untuk mengurangi
gejala tambahan pada skizofrenia seperti halusinasi, gangguan pola pikir, kecurigaan yang
berlebih dan rasa dimusuhi, serta perilaku menarik diri dari lingkungan sosial serta gejala depresi.
Risperidone merupakan antagonis monoarminergik selektif dengan afinitas tinggi terhadap
reseptor serotonik 5-HT2 dan dopaminergik D-2. Risperidone berikatan dengan reseptor a1adrenergik merupakan antagonis D2 kuat.