Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Manajemen keperawatan merupakan salah satu nilai profesional yang

diperlukan dalam mengimplementasikan praktek keperawatan profesional.


Menurut Gillies (1986), manajemen didefinisikan sebagai suatu proses dalam
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain, sedangkan manajemen keperawatan
adalah suatu proses bekerja melalui anggota staff keperawatan untuk memberikan
asuhan keperawatan secara professional. Seorang manajer keperawatan perlu
melakukan fungsi-fungsi manajemen salain memberikan perawatan kesehatan
kepada klien.
Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis
Perancis benama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan
lima

fungsi

manajemen,

yaitu

merancang,

mengorganisir,

memerintah,

mengkordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah
diringkas menjadi empat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian. DEPKES RI yang diambil dari fungsi manajemen menurut George
Terry yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC).
Di Ruang MPKP pendekatan manajemen diterapkan dalam bentuk fungsi
manajemen yang terdiri dari fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), pengarahan (directing). dan pengendalian (controlling).
Era globalisasi dan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut
perawat, sebagai suatu profesi, memberi pelayanan kesehatan yang optimal.
Indonesia

juga

berupaya

mengembangkan

Model

Praktik

Keperawatan

Profesional (MPKP).
MPKP adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai-nilai profesional)
yang

memungkinkan

perawat

profesional

mengatur

pemberian

asuhan

keperawatan, termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut.


Saat ini, praktik pelayanan keperawatan banyak rumah sakit di Indonesia belum
mencerminkan praktik pelayanan profesional. Metode pemberian asuhan

keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi pada upaya


pemenuhan kebutuhan klien, melainkan lebih berorientasi pada pelaksanaan tugas.
Dengan adanya MPKP sangat bermanfaat bagi perawat, dokter, pasien dan profesi
lain dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
Dari penjelasan di atas, sesuai dengan kurikulum institusi pada Program
Studi Diploma III Keperawatan Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan
Kemenkes Malang, pada semester VI mahasiswa diharapkan memperoleh
pengalaman belajar secara nyata di rumah sakit melalui Program Praktek Klinik
Keperawatan khususnya untuk mata kuliah Menejemen dan Kepemimpinan
Keperawatan.
Kegiatan praktek ini merupakan penerapan konsep dan teori menjemen
keperawatan dalam pengelolaan pelayanan keperawatan yang telah diperoleh
melalui pembelajaran di kelas. Praktek ini menekankan pada kemampuan
mahasiswa untuk menempatkan diri sebagai anggota tim pelayanan kesehatan di
rumah sakit dan mampu bekerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan
atau keperawatan yang berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut, maka
penggunaan komunikasi secara efektif dengan teman sejawat dan profesi
kesehatan lainnya sangat diperlukan.
1.2.

Rumusan Masalah
Bagaimanakah menejemen dan kepemimpinan di ruang Brawijaya
RSUD Kanjuruhan Kepanjen?

1.3.
Tujuan penulisan
1.3.1. Tujuan umum
Mengetahui menejemen dan kepemimpinan di ruang Brawijaya RSUD
Kanjuruhan Kepanjen
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui gambaran umum ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan
Kepanjen
2. Mengidentifikasi masalah di ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan
Kepanjen
3. Menentukan prioritas masalah di ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan
Kepanjen
4. Mengetahui alternative penyelesaian masalah di ruang Brawijaya
RSUD Kanjuruhan Kepanjen
2

5. Memilih alternative penyelesaian masalah di ruang Brawijaya RSUD


Kanjuruhan Kepanjen

1.4.

Manfaat Penulisan
Mengidentifikasi tentang menejemen dan kepemimpinan di ruang
Brawijaya RSUD Kanjuruhan Kepanjen

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1.

Manajemen Keperawatan
1. Pengertian Manajemen Keperawatan
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan produktif
dalam menjalankan suatu kegiatan diorganisasi. Dimana didalam manajemen
tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan
prasarana dalam mencapai tujuan organisasi ( Grant & Massay, 1999).
Manajemen keperawatan adalah suatu proses penyelesaian pekerjaan
melalui orang-orang atau staf keperawatan sehingga hasil yang diharapkan
dapat tercapai secara efektif (Gillies, 1986).
2. Konsep, Filosofi, dan Tujuan Manajemen Keperawatan.
a. Konsep Dasar Manajemen Keperawatan
Konsep dasar dalam manajemen keperawatan adalah manajemen
partisipasif yang berdasarkan paradigma keperawatan yaitu: manusia,
lingkungan, keperawatan dan kesehatan
b. Filosofi Manajemen Keperawatan
Filosofi dalam manajemen keperawatan adalah keyakinan yang
dimiliki oleh tim keperawatan yang bertujuan untuk memberikan
pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas melalui pembagian kerja,
koordinasi dan evaluasi.
c. Tujuan Manajemen Keperawatan
Tujuan manajemen keperawatan pada umumnya ditentukan oleh
bidang keperawatan meliputi:
1) Meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan rumah
sakit.
2)
Meningkatkan

penerimaan

masyarakat

tentang

profesi

keperawatan dengan mendidik perawat agar mempunyai sikap


professional dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
3) Meningkatkan hubungan dengan pasien, keluarga, dan masyarakat.
4) Meningkatkan pelaksanaan kegiatan umum dalam upaya
mempertahankan kenyamanan pasien.
5) Meningkatkan komunikasi antar staf.
6) Meningkatkan produktifitas dan kualitas staf keperawatan.
3. Lingkup Manajemen Keperawatan
a. Manajemen Operasional/Pelayanan
1) Planning
2) Organization
4

3) Staffing
4) Directing
5) Controling
b. Manajemen Asuhan Keperawatan
1)
2)
3)
4)

Pengkajian
Perencanaan
Pelaksanaan
Evaluasi

4. Ketenagaan (Staffing).
a. Definisi
Ketenagaan adalah anggota organisasi/badan usaha yang memperoleh
imbalan.
b. Tujuan manajemen ketenagaan diruang rawat:
Mendayagunakan tenaga keperawatan yang efektif dan produktif
yang dapat memberikan pelayanan bermutu sehingga dapat memenuhi
pengguna jasa.
c. Fungsi utama ketenagaan:
1) Memenuhi falsafah organisasi dan budget organisasi, dimana
pelayanan

kerepawatan

tergantung

pada

kuantitas

tenaga

keperawatan yang bertugas selama 24 jam yang dibagi menjadi 3


shif dan pelaksanaannya saling berkesinambungan.
2) Dukungan SDM yang optimal diharapkan mampu meningkatkan
mutu pelayanan keperawatan. Untuk itu selain kuantitas tenaga
diperlukan juga pengembangan karir bagi perawat, seperti
keikutsertaan dalam pelatihan-pelatihan, peningkatan jenjang
pendidikan dan lain-lain.
d. Perkiraan kebutuhan perawat harus memperhatikan :
1) Kategori klien:
a) keperawatan mandiri/Self Care
Klien memerlukan bantuan minimal dalam melakukan tindakan
keperawatan dan pengobatan.
b) keperawatan sebagian/Partial Care.
Klien memerlukan bantuan sebagian

dalam

tindakan

keperawatan dan pengobatan tertentu seperti pemberian obat


intravena.
c) Keperawatan penuh/Total Care.

Memerlukan bantuan secara penuh dalam perawatan diri dan


memerlukan observasi ketat.
2) Metoda penugasan
Cara untuk membagi pekerjaan yang ada di satu unit perawatan
kepada tenaga yang ada di unit tersebut. Metode penugasan dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada klien dapat mengunakan
beberapa metode.
3) Analisa kebutuhan tenaga keperawatan
Perencanaan tenaga keperawatan
memperkirakan
keperawatan

secara

yang

kuantitatif

diperlukan.

dan

Hal

merupakan

proses

kualitatif

tenaga

ini

bertujuan

untuk

mempertahankan dan meningkatkan kemampuan organisasi dalam


mencapai sasarannya melalui strategi pengembangan kontribusi
karyawan di masa mendatang. Teori yang dipakai dalam analisa ini
menggunakan teori Douglas.
5.

Struktur Administrasi dan Pengelolaan


Sebagai bagian internal dari rumah sakit diciptakan sedemikian rupa
untuk memenuhi kebutuhan klien. Untuk itu diperlukan:
a. Bagan dan struktur organisasi ruangan yang jelas dan lengkap
sehingga tercermin hubungan kerjasama antar staf, dijabarkan uraian
tugas dan ada evaluasi pelaksaan berkala dan catatan individual staf.
Struktur organisasi ruangan disahkan oleh Dirut Rumah Sakit.
b. Hak dan kewajiban staf dan ruangan dijabarkan dalam uraian

6.

tugas.
c. Pendokumentsian asuhan keperawatan
Pimpinan Atau Kepala Ruangan
a. Kepala

ruangan

sebagai

pimpinan

dalam

level

manajemen

keperawatan pertama memiliki tanggungjawab:


1) Mengatur Staf perawatan/ bawahannya untuk memberikan
perawatan agar efektif dan efisien kepada pasien
2) Memberikan kesejahteraan fisik, emosional dan pengembangan
karir staf.
b. Seorang kepala ruangan (perawat) yang memiliki pengetahuan,
pengalaman serta keterampilan yang berhubungan dengan ruangan
rawat inap tertentu dan sikap sesuai dengan persyaratan
c. Ditunjuk berdasarkan SK Direktur
d. Bertanggungjawab pada kepala bidang keperawatan
6

atas

pengendalian dan pengaturan kegiatan perawat dalam melaksanakan


asuhan keperawatan serta tanggungjawab yang telah ditentukan.
7. Fasilitas dan Perawatan
a. Desain ruangan harus dapat menunjang pelayanan yang aman,
nyaman, efisien dan efektif.
b. Peralatan yang menunjang terhadap layanan asuhan keperawatan
kepada pasien.
8. Kebijaksanaan dan Prosedur
Kebijaksanaan dan prosedur dibuat tertulis dan disahkan dengan surat
SK Direktur RS ditempatkan pada tempat yang sudah dibaca.
9. Program Pengembangan staf dan Program latihan
Perlu rencana tertulis dan hasil evaluasi pelaksanaan pendidikanyang
berkelanjutan untuk staf sesuai kebutuhan ruangan.
10. Dokumentasi dan Prosedur evaluasi
a.
b.

Adanya format pendokumentasian


Adanya prosedur evaluasi dan penilaian keterampilan kerja staf

(DPS)
11. Program peningkatan SDM Karyawan dan sumber daya
a.

Tersusun program kerja diruangan jangka panjang,menengah, dan

pendek yang saling berhubungan


b. Proses peningkatan di ruangan dilaksanakan secara terus menerus
c. Semua staf diberdayakan secara optimal
d. Dilaksanakan program pendidikan dan pelatihan pertama untuk
meningkatkan kinerja
e. Adanya dana untuk keperluan tertetu dari insatalasi rawat inap
2.2.

Ruang Lingkup Manajemen Keperawatan


1. Manajemen Pelayanan Keperawatan
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan
yang mengacu kepada visi, misi dan tujuan rumah sakit, sedangkan pelayanan
keperawatan di ruangan dipimpin oleh seorang kepala ruangan, dimana
pelaksanaannya

mengacu

kepada

visi,

misi

dan

tujuan

pelayanan

keperawatan.Telaah Manajemen Pelayanan/unit meliputi:


a. Man
Dalam pengkajian man termasuk di dalamnya struktur organisasi,
komposisi ketenagaan (perawat, dokter dan tenaga non perawat) dan

menentukan jumlah tenaga perawat yang di butuhkan setiap harinya sesuai


dengan identifikasi jenis kebutuhan perawatan pasien.
b. Money
Sumber keuangan dan pengelolaannya/pengeluarannya harus jelas, dalam
arti harus transparan. Untuk pengeluaran ada perencanaan pengeluaran seperti
untuk pengembangan program, insentif perawat, rincian harga pelayanan jasa
pengobatan dan lain- lain.
c. Metode/model
Menjelaskan tentang metode keperawatan yang ada dalam sebuah
manajemen,

terdiri

dari

penerapan

MAKP,

ronde

keperawatan,

pendokumentasian, discharge planning, visite, pengelolaan nutrisi dan


labolatorium.
d. Material
1) Lingkungan Fisik
Fasilitas fisik lokasi:
Lokasi unit ini harus dekat dengan fasilitas radiology dan ruang

laboratorium untuk kemudahan dan efisiensi


Lokasi juga harus berdekatan dengan ruang emergensi dan dekat
dengan unit perawatan khusus, untuk mengembangkan suatu unit
pelayanan terpadu.

Ukuran
Ukuran ruangan ditentukan berdasarkan beban kasus dan
kompleksitas rumah sakit. menurut standar Gudelines for Contraction
and Equipment for Hospital and Medical Vasilities (1992-1993)
Ruangan

Kapasitas ruangan untuk kelas satu maksimum dua pasien, catatan:


dalam konstruksi baru kapasitas ruangan maksimum seharusnya
dapat menampung dua pasien. peraturan sekarang, kapasitas

maksimum ruangan menampung sekitar empat pasien.


Dalam konstruksi baru ruang pasien harus mempunyai luas
minimal 9,2 m2, ukuran lantai perbed dan luas area tergantung dari
kebijakan RS setempat dan lahan yang ada, ukuran lantai perbed
sama dengan ruas area single bed. Ruang toilet, kloset, loker,
gudang, ruang depan, susunan ruangan seharusnya berukuran
8

minimal 0,91 m2 termasuk dari sisi dan kaki tempat tidur dan
dinding. diruang multiple bed ukuran lantai minimal 1,22 m2,
dalam area multiple bed ruangan pasien berukuran minimal 80 kaki

sama dengan ukuran single bed yaitu 9,29 m2.


Ruang operator perawat harus mengarah kesemua ruangan .
Dalam konstruksi baru, wastapel harus disediakan di setiap
ruangan pasien. letak wastapel harus berdekatan dengan tempat
tidur dan tempat menyuci peralatan. Toilet harus dirancang untuk

satu tempat tidur atau dua tempat tidur


Ruang pasien mempunyai jendela pada bagian yang sesuai
Setiap pasien harus dekat dengan toilet tanpa harus keluar ruangan.
satu toilet diperuntukkan untuk empat tempat tidur atau lebih dari
ruang pasien. Toilet memiliki water closet dan wastapel yang

menggunakan pintu double acting


Setiap pasien harus terpisah dari lemari pakaian, loker
Jika dalam ruangan terdapat banyak tempat tidur diperlukan

penghalang untuk menjaga privasi


Untuk ventilasi, ruang oksigen, ruang oksigen, vakum udara dan

listrik harus sesuai dengan standar


2) Desain Ruangan
Tata letak ruang rawat inap harus disesuaikan dengan struktur yang
telah ada, tetapi unit berbentuk melingkar atau persegi empat mungkin
yang paling efisien dengan menempatkan stasiun perawatan di tengah.
Desain seperti ini akan memberikan pengamatan yang maksimal
kepada klien. selain itu harus mempunyai washtafel dan dapat
dikombinasikan menjadi ruang rapat dan ruang komunikasi, serta
mempunyai pintu darurat.

BAB III
GAMBARAN UMUM RUANG BRAWIJAYA RSUD KANJURUHAN
KEPANJEN MALANG
3.1. GAMBARAN UMUM
3.1.1

PERENCANAAN
Ruang Brawijaya merupakan salah satu ruangan rawat inap di

RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Merupakan ruang inap Obstetri Dan


Gynekologi dengan Kapasitas 18 tempat tidur dewasa dan 18 tempat tidur
bayi. Terdapat 19 pegawai dan karyawan diantaranya: 14 bidan, 1 perawat,
1 tenaga administrasi dan 3 orang cleaning service.
A. Visi dan misi
Visi dan misi RSUD Kanjuruhan Kepanjen
a. Visi
Menjadi rumah sakit pendidikan yang berkualitas dan mandiri
dengan pelayanan paripurna tahun 2015.
b. Misi
1) Meningkatkan kualitas sumber daya rumah sakit yang
mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan
pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.
2) Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada semua
lapisan masyarakat secara cepat, tepat, nyaman dan terjangkau
dengan dilandasi etika profesi.
3) Mewujudkan pelayanan yang pro aktif dan perluasan
jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
4) Mewujudkan pengelolaan rumah sakit yang profesional
dengan prinsip sosio ekonomi secara efektif dan efisien serta
mampu berdaya saing.
Dalam perencanaan gambaran umum ini, tidak ditemukan adanya masalah.

Visi dan misi Ruang Brawijaya


a. Visi
10

Tercapainya pelayanan kesehatan secara paripurna dengan


dilandasi sikap senyum dan ramah, system praktis dan dinamis
serta profesionalisme memacu standart mutu bersertifikasi ISO
9001-2008
b. Misi
1) Mengutamakan

kebutuhan

mendasar

manusia

dalam

memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan


2)

profesionalisme.
Membina hubungan baik antara petugas kesehatan dengan
pasien dan keluarga pasien serta membina hubungan baik

3)
4)

antar sesame petugas kesehatan.


Memberikan pelayana dengan senyum dan sikap yang ramah.
Menciptakan lingkungan dengan 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat dan Rajin).

B. Ketenagaan keperawatan dan non keperawatan


Tenaga keperawatan di ruang Brawijaya terdapat 19 orang dengan
keterangan bidan, perawat, admin, dan cleaning service. Tenaga
kesehatan yang ada di ruang Brawijaya ada yang dipindahkan
keruangan lain hal ini memungkinkan perubahan pola system yang
telah

direncanakan

sebelumnya.

Ini

merupakan

salah

satu

permasalahan yang ada di ruang Brawijaya.


Berikut nama-nama ketenagaan keperawatan dan non keperawatan di
ruangan Brawijaya:
No

Nama

Jabatan

Pendidikan Dan
Masa Kerja
D IV Kebidanan

Agustin Ernawati S.ST

Karu

NIP: 19670823 198803 2 010


Awaliyah, Amd. Keb

28 tahun
Wa Karu + D III Kebidanan

NIP: 19740804 199301 2 001


Umi Ari, AMK

KT
KT

19 Tahun
AMK

Nip: 19640412 196503 2 014


Wahyu Andari, Amd. Keb

PP

51 Tahun
DIII Kebidanan

NIP: 19811219 200606 2 015


Linda Eka Pratiwi, Amd. Keb

KT

10 Tahun
D III Kebiidanan

NIP: 19810502 200501 2 014


Eka Widiaryartiningsih

PP

11 Tahun
P2B

11

NIP: 19661224 199203 2 009


Sri Hidayah Amd. Keb

HHL
Retna Suciati, Amd. Keb

HHL
Eska Prima Viatin, Amd. Keb

10

HHL
Navalia

Prisbawati,

PP

24 Tahun
DIII Kebidanan

PP

6 Tahun
DIII Kebidanan

PP

8 Tahun
DIII Kebidanan

Amd. PP

4 tahun
DIII Kebidanan

Keb

4 tahun

11

HHL
Febri Dwi S Amd. Keb

PP

DIII Kebidanan

12

HLL
Ike Nyarisa Ayu, DCK Amd. PP

2 tahun
DIII Kebidanan

Keb

2 tahun

13

HHL
Kinanthi Putri DP, Amd. Keb

14

HHL
Tika Nur Azizzah, Amd Keb

PP

DIII Kebidanan

PP

0 tahun
DIII Kebidanan

15

HHL
Esti Oktavia, Amd. Keb

PP

0 tahun
DIII Kebidanan

16

HHL
Lia Dwi D, Amd. Keb

ADM

0 tahun
DI Asper

17

HHL
Ani

Cleaning

7 tahun
-

Tyas

Service
Cleaning

Rendik

Service
Cleaning

18
19

Service
a. Ketenagaan keperawatan
b. Ketenagaan kebidanan
c. Ketenagaan non keperawatan dan non kebidanan
Keterangan :
PNS
: 6 orang
HHL
: 10 orang
CS
: 3 orang +
Jumlah
: 19 orang
C. Jumlah pasien dan tingkat ketergantungan klien.

12

: 1 orang
: 14 orang
: 4 orang

Jumlah Pasien Dewasa


Tingkat
Selasa
Ketergantungan
1 Maret 2016
Total
3
Parsial
3
Mandiri
4
Jumlah
10

Harian
Jumlah
Rabu
Kamis
2 Maret 2016 3 Maret 2016
3
7
13
7
3
13
8
3
15
18
13
= 41

Jumlah Pasien Bayi


Tingkat
Selasa
Ketergantungan
1 Maret 2016
Total
4
Parsial
Mandiri
Jumlah
4

Hari
Rabu
2 Maret 2016
5
5

Jumlah
Kamis
3 Maret 2016
5
5

14
= 14

Perhitungan BOR (Bed Occupancy Rate) Prosentase Pemanfaatan


Pemakaian Tempat Tidur
BOR dihitung dengan cara membandingkan jumlah TT yang dipakai (O)
dengan jumlah TT yang tersedia (A), perbandingan ini ditunjukkan dalam
presentase (%). Jadi rumus dasar untuk menghitung BOR yaitu:
x 100%
Nilai ideal untuk BOR yang disarankan adalah 75%-85%.
Perhitungan BOR (Bed Occupancy Rate) Dewasa
Di ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan Kepanjen memiliki kapasitas 18
tempat tidur dewasa.
Perhitungan BOR berdasarkan jumlah pasien harian
Harian
Perhitungan
Hasil
Selasa, 1 Maret 2016
55,5 %
x 100%
Rabu, 2 Maret 2016
Kamis, 3 Maret 2016

x 100%
x 100%

100 %
72,2 %
Rata-rata 75,9 %

Perhitungan BOR (Bed Occupancy Rate)


Bayi Di ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan Kepanjen memiliki kapasitas
18 tempat tidur bayi.
Perhitungan BOR harian berdasarkan jumlah pasien harian
Harian
Perhitungan
Hasil
13

Selasa, 1 Maret 2016


Rabu, 2 Maret 2016
Kamis, 3 Maret 2016

x 100%
x 100%
x 100%

22,2 %
27,7 %
27,7 %
Rata-rata 24,95 %

Jadi perhitungan BOR di ruang Brawijaya mulai tanggal 1 - 3


Maret 2016, dengan kapasitas 18 tempat tidur dewasa dengan
prosentase 75,9%, dari hasil prosentase nilai ini dapat disimpulkan
bahwa pemanfaatan pemakaian tempat tidur dikategorikan ideal.
Sedangkan kapasitas 18 tempat tidur bayi dengan prosentase 24,95%,
atau dikategorikan tidak ideal.
D. Perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan
Perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan dapat dilakukan
dengan rumus dauglas, gillis dll. Tetapi diruangan tidak menggunakan
system perhitungan untuk memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan
yang ada di ruangan tersebut. Karena tidak menggunakan system
perhitungan mengakibatkan system MPKP yang ada diruangan tidak
berjalan optimal. Berikut adalah perhitungan kebutuhan tenaga
keperawatan yang seharusnya ada diruangan Brawijaya pada tanggal 1
Maret 2016 sampai 3 Maret 2016.
Perhitungan Kebutuhan Tenaga Keperawatan
Selasa / 1 Maret 2016
14

a. Perhitungan perawatan langsung:


Total
: 7 orang x 6 jam
= 42
Parsial
: 3 orang x 3 jam
=9
Mandiri
: 4 orang x 2 jam
=8
Jumlah = 57 jam
b. Perhitungan jam perawatan tidak langsung
35 menit x 14 orang
= 490 menit = 8 jam 10 menit
c. Jam Penyuluhan
15 menit x 14 orang
= 210 menit = 3 jam 30 menit
Total jumlah jam perawatan yang dibutuhkan = 68 jam 40 menit = 69 jam
d. Kebutuhan perawat 24 jam = 69 / 7 = 9,8 = 10 orang
e. Pembagian shift:
Pagi : 47% x 10 orang
= 5 orang
Sore : 35% x 10 orang
= 3 orang
Malam : 17% x 10 orang
= 2 orang
Rabu / 2 Maret 2016
a. Perhitungan perawatan langsung:
Total
: 8 orang x 6 jam
= 48
Parsial
: 7 orang x 3 jam
= 21
Mandiri
: 8 orang x 2 jam
= 16
Jumlah = 85
b. Perhitungan jam perawatan tidak langsung
35 menit x 23 orang
= 805 menit = 13 jam 25 menit
c. Jam Penyuluhan
15 menit x 23 orang
= 345 menit = 5 jam 45 menit
Total jumlah jam perawatan yang dibutuhkan = 94 jam 10 menit = 94 jam
d. Kebutuhan perawat 24 jam = 94 / 7 = 13 orang
Pembagian shift:
Pagi : 47% x 13 orang
= 6 orang
Sore : 35% x 13 orang
= 5 orang
Malam : 17% x 13 orang
= 2 orang
Kamis / 3 Maret 2016
a. Perhitungan perawatan langsung:
Total
: 12 orang x 6 jam = 72
Parsial
: 3 orang x 3 jam
=9
Mandiri
: 3 orang x 2 jam
=6
Jumlah = 87
b. Perhitungan jam perawatan tidak langsung
35 menit x 18 orang
= 630 menit = 10 jam 30 menit
c. Jam Penyuluhan
15 menit x 18 orang
= 270 menit = 4 jam 30 menit
Total jumlah jam perawatan yang dibutuhkan = 102 jam
d. Kebutuhan perawat 24 jam = 102 / 7 = 15 orang
Pembagian shift:
Pagi : 47% x 15 orang
= 7 orang
Sore : 35% x 15 orang
= 5 orang
Malam : 17% x 15 orang
= 3 orang
15

Maka dari penghitungan jumlah kebutuhan perawat 24 jam mulai tanggal 1 - 3


Maret 2016 didapatkan:
Harian
Kebutuhan Perawat
Selasa, 1 Maret 2016
10 orang
Rabu, 2 Maret 2016
13 orang
Kamis, 3 Maret 2016
15 orang

E. Fasilitas (sarana dan prasarana) untuk pelayanan keperawatan.


Ruangan Brawijaya merupakan ruangan yang tidak cukup luas.
Tata ruang Brawijaya sudah bagus tapi masih perlu dirapikan kembali
seperti, ruang KIE, PMK, LAKTASI yang masih menjadi satu. Contoh
lain adalah penempatan barang yang tidak memiliki tempat. Tidak
perlu direnovasi hanya saja perlu memindahkan beberapa tata ruang
agar terlihat lebih rapi.
a. Fasilitas untuk pasien
No
1
2
3
4
5

Nama Barang
Jumlah
Kondisi
Ideal
Tempat tidur dewasa 20 buah Baik
1:1
Tempat tidur bayi
Meja pasien
20 buah Baik
1:1
Kamar mandi dan
Cukup baik 1/ruangan
2 buah
Cukup baik 1:5
WC
1 buah
b. Fasilitas lain
1) 1 ruang Kepala Ruang
2) 1 ruang administrasi dan ruang nurse station dan ruang dokter
3) 1 ruang dapur
4) 2 wastafel
5) 1 lemari loker perawat
6) 3 Jam dinding
7) 1 Spolhock
8) 1 ruang PMK, KIE, dan laktasi
c. Alat kesehatan yang ada di ruang Brawijaya
No

Nama Barang

Jumlah

Kondisi
Baru

1
2
3
4
5

Bak instrument besar


Bak instrument sedang
Bak instrument kecil
Bengkok
Cucing tutup
16

1
1
8
2
2

Lama

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39

Dopler
Dressing trolly
Film viwer
Gunting att heating
Gunting episiotomy
Gunting laneit
Gunting verban
Irigator set
Klem lurus
Korentang
Manometer
Nalfoeder
Pincet chirurgis
Pinset anatomi
Pinset bengkok
Standart infuse
Stetoskop anak
Stetoskop dewasa
Syiring pump
Tempat korentang
Tendi meter airaksa
Tensi meter beroda
Thermometer axilla
Thermometer rectal
Thermometer digital
Timbangan bayi
Timbangan dewasa
Tongue spatel
Tromol besar
Tromol kecil
Waskom besar
Waskom mandi
Wwz
Universal
precaution

40
41
42
43
44
45
46
47

(u)
Up flu burung
Klem chirurgis
Klem bengkok
Tabung O2 kecil
Trolly O2 kecil
Lampu tindakan
Stretcher (brancar)
Wheel chair (kursi

48
49
50
51

roda)
Pispot EKG
Waskom plastic
Suction pump

17

3
6
1
1
1
2
1
8
2
6
0
2
1
2
2
4
1
2
1
2
5
1
6
1
1
1
1
1
1
12
12
1

1
1
3
1
1
2
2
1
2
1
10
1
1

52
53
54

3.1.2

Bed side monitor


Infus pump
Gunting AJ
Kursi roda

1
2

PENGORGANISASIAN
STRUKTUR PENGORGANISASIAN KERJA
Ka. Ruang Brawijaya
Agustin Ernawati, SST

Wa Ka. Ruang Brawijaya


Awaliyah, Amd. Keb
Pelaksana Administrasi
Liya Dwi D
Pelaksana
Pelaksana
Pelaksana Pelaksana
Perawat Pelaksana
18
Perawat Pelaksana
Perawat Pelaksana
Perawat
Perawat
PelaksanaTika Nur Azizah,Perawat
Amd. Pelaksana
Eka Putri
Ayu, Pelaksana
Amd.
Eska Prima Vistin,
Amd.
Ika Nyarisa
Ayu DCK,
Kinanthi
Putri D.P, Amd.
Keb Esti Oktavia, Amd. Keb
KebKeb
Keb
Amd.
Keb
Wahyu
Umi
Ika
Widyaningsih
Ari,
Andari,
AMK Amd. Keb
Navalia
Sri
Kasmiyatun
Hidayah,
Prisbawati,
Amd. Keb
Amd.
Febri Dwi
Retna
Suciati,
S, Amd.
Amd.Keb
Keb
Pelaksana
Pelaksana
Perawat
Pelaksana

3.1.3

PENGGERAKAN
A. Model Penjadualan Staf
Di RSUD Kepanjen Ruangan Brawijaya model penjadualan staf
menggunakan system konginental yaitu penjadwalan dengan pola 2-22 pagi, siang dan malam. Dengan pembagian 3 sift dalam 1 hari
sebagai berikut:
- Dinas pagi dimulai dari jam 07.00 - 14.00 WIB
- Dinas sore dimulai dari jam 14.00 - 21.00 WIB
- Dinas malam dimulai dari jam 21.00 07.00 WIB
B. Metode Penugasan Dalam Asuhana Keperawatan
Operan : di ruang brawijaya operan dilakukan setiap pergantian
shift yaitu pagi, siang, dan juga malam. Operan ini dilakukan untuk
19

melaporkan perkembangan pasien dari dinas sebelumnya ke dinas


selanjutnya. Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan ke bed setiap
pasien sambil memperkenalkan perawat yang shift saat itu kepada

pasien.
Pre confrens : di lakukan untuk melaporkan perkembangan dari
shift mlam ke shift pagi. Setiap perkembangan di laporkan secara
rinci oleh perawat yang bertanggung jawab pada masing masing
tim. Laporan di bacakan di depan seluruh perawat yang shift pagi
dan juga malam. Dipimpin oleh kepala ruang serta didampingi oleh
wakil kepala ruang. Dalam kegiatan ini, juga akan dilakukan
diskusi mengenai masalah yang mungkin tejadi selama shift malam

berlangsung.
Middle confrence : di ruang brawijaya, middle confrens ini jarang
dilakukan. Jadi, pelaporan akan langsung dibacakan pada pre

confrens saat shift siang juga sudah datang.


Post confrens : post confrens dilakukan saat jam kerja shift pagi
hampir selesai. Tujuannya yaitu melaporkan perkembangan pasien
dari shift pagi ke shift siang. Dimpimpin oleh kepala ruang, post
confrence juga menjadi kegiatan dimana perawat dapat berdiskusi
mengenai masalah yang dihdapi pasien serta tindak lanjut yang

akan dilaksanakan.
Supervisi : kegiatan ini dilakukan secara terjadwal sesuai dengan
jadwal kegiatan yang telah dibuat. Supervisi dilakukan oleh kepala

ruang kepada perawat pelaksana di ruangan.


C. Pola Komunikasi
- Komunikasi secara langsung
Di ruang Brawijaya komunikasi ini umumnya dilakukan oleh
seluruh tenaga kesehatan yang ada pada saat preconference. Setiap
tindakan yang akan dilakukan dikomunikasikan kesesama tenaga
kesehatan supaya tidak terjadi salah presepsi antar tenaga
kesehatan sehingga mengurangi kejadian yang tidak diinginkan.
-

Komunikasi yang dilakukan baik formal maupun non formal.


Komunikasi secara tertulis
Di ruang Brawijaya komunikasi secara tertulis dilakukan antar
tenaga kesehatan untuk saling mengkomunikasikan atau catatan

20

dari berbagai tenaga kesehatan pada format asuhan keperawatan


masing-masing pasien. Pendokumentasian asuhan keperawatan
yang ada di status pasien merupakan salah satu type komunikasi
yang dilakukan di ruang Brawijaya, dimana setiap tindakan yang
sudah dilakukan selalu didokumentasikan agar perawat lain dapat
mengetahui status perkembangan pasien. Tidak hanya perawat saja
tetapi dokter juga menulis distatus pasien. Komunikasi verbal ini
dalam bentuk buku laporan yang meliputi, buku laporan, status
-

pasien, buku visite, buku TTV, buku dasbor, buku inventaris, dll.
Komunikasi non verbal
Diruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan Kepanjen perawat juga
melakukan kamunikasi dengan menggunakan ekspresi wajah,
pergerakan tubuh, sikap atau body language. Misalnya, berupa
sentuhan, senyuman yang ramah tamah atau menunjuk sesuatu dan
sebagainya.

3.1.4 PENGONTROLAN
A. Pola dan Jadual Supervisi Ruangan
Di ruang Brawijaya, kepala ruang sudah melakukan supervisi, dan
untuk jadwal supervisi tindakan sudah ada dan sudah di aplikasikan.
Namun, terkadang supervisi tindakan ini di aplikasikannya tidak rutin.
Sedangkan untuk supervisi asuhan keperawatan sudah dilakukan setiap
hari, walaupun tidak ada jadwal yang tertera.
B. Rencana dan Hasil Supervisi (Pelaksana SOP)
Di ruang Brawijaya rencana dan hasil supervisi dipresentasikan untuk
mengetahui mutu dari perawat ruangan dan akan digunakan sebagai
acuan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang lebih
baik. Hasil supervise juga bisa digunakan sebagai jembatan untuk
mencapai visi, misi, dan tujuan yang sudah ada.
3.1.5

EVALUASI
A. Progam peningkatan mutu dan disiplin pegawai
Peningkatan mutu : Pendidikan
Disiplin pegawai :
- Presensi

21

Seluruh petugas di Ruang Brawijaya diwajibkan mengisi


daftar hadir/absensi sebagai salah satu upaya meningkatkan
-

kedisiplinan pegawai.
Pendokumentasian askep
Pendokumentasian askeb di ruang Brawijaya dibuat oleh bidan
sesuai

kelolaanya.

Pendokumentasian

askeb

di

ruang

Brawijaya meliputi pengkajian, diagnosa, implentasi, dan


evaluasi. Dari tahap-tahap pendokumentasian tersebut dibuat
persentase sesuai dengan audit dokumentasi yang ada
diruangan. Karena keterbatasan waktu dan kurangnya
informasi maka audit dokumentasi belum sempat dikelola
-

menjadi persentase.
Pembagian Job deskripsi
Pembagian job deskripsi diruang brawijaya sesuai dengan
perannya masing-masing.
a. Job deskripsi sebagai Karu
- Menyusun rencana harian sesuai perannya
- Identifikasi tingkat ketergantungan pasien
- Menghitung kebutuhan tenaga keperawatan
- Menunjuk/menetapkan ketua Tim
- Menentukan metode penugasan yang digunakan
- Menyusun struktur organisasi ruangan
- Melakukan pembagian tugas pelayanan kepada ketua
tim
- Memimpin serah terima/operan pelayanan keperawatan
- Memimpin conference perawatan
- Memberikan pengarahan ketua tim
- Melakukan motivasi dan supervisi kegiatan pelayanan
- Melakukan audit dokumentasi
- Melakukan evaluasi pelayanan keperawatan
- Membuat laporan harian karu
b. Job deskripsi sebagai Karu
Menyusun rencana harian sesuai perannya
Identifikasi tingkat ketergantungan pasien pada tim

kelolaanya
Menghitung kebutuhan tenaga perawatan pada tim ybs
Melakukan pembagian tugas pelayanan kepada perawat

pelaksana
Mengikuti serah terima /operan pelayanan keperawatan
Partisipasi dalam conference perawatan

22

Melakukan motivasi supervisi kegiatan pelayanan

kepada PP
Melakukan audit dokumentasi
Melakukan evaluasi pelayanan keperawatan
Membuat laporan harian katim
c. Job deskripsi sebagai Perawat Primer
Menyusun rencana harian individu
Mengikuti serah terima/operan pelayanan keperawatan
Partisipasi dalam conference perawatan
Melakukan pengakajian keperawatan
Merumuskan diagnosa keperawatan
Merencanakan asuhan keperawatan
Melaksanakan tindakan keperawatan
Melakukan evaluasi asuahan keperawatan
Mendokumentasikan asuhan keperawatan
d. Job deskripsi sebagai Perawat Pelaksana
Menyusun rencana harian individu
Mengikuti serah terima/operan pelayanan keperawatan
Partisipasi dalam Conference perawatan
Melaksanakan tindakan keperawatan yang dibuat oleh

ketua tim/perawat primer


Melakukan evaluasi asuhan keperawatan
Mendokumentasikan
tindakan
dan

keperawatan
Mealakukan kerjasama dengan anggota tim yang lain

evaluasi

Pengendalian infeksi nosokomial


Di ruang Brawijaya setiap akan melakukan tindakan
keperawatan yang beresiko wajib memakai alat perlindungan
diri seperti handscone, masker dan skort. Westafel untuk cuci
tangan diruangan ada 2 dilengkapi dengan langkah-langkah 6
langkah cuci tangan yang sudah ditempel diatas setiap

westafel.
Kedisiplinan
Penerapan disiplin waktu oleh kepala ruangan yaitu dating 15
menit sebelum jam dinas.

3.1
3.2.1

IDENTIFIKASI MASALAH
PERENCANAAN

23

Tenaga keperawatan di ruang Brawijaya yang dipindahkan keruangan


lain memungkinkan perubahan pola system yang telah direncanakan

sebelumnya.
Perhitungan BOR di ruang Brawijaya mulai tanggal 1 - 3 Maret 2016,

terdapat 24,95 % dengan kesimpulan tidak ideal (overload).


Di ruang Brawijaya masih belum menerapkan perhitungan kebutuhan
tenaga keperawatan. Karena tidak menggunakan system perhitungan
mengakibatkan system MPKP yang ada diruangan tidak berjalan

optimal.
Tata ruang Brawijaya masih perlu dirapikan kembali seperti, ruang
KIE, PMK, LAKTASI yang masih menjadi satu. Contoh lain adalah
penempatan barang yang tidak memiliki tempat.

3.2.2 PENGORGANISASIAN
Struktur yang ada diruangan tidak sesuai dengan pengorganisasian yang
telah dibuat (belum diperbarui).
3.2.3 PENGGERAKAN
Diruangan perawat tidak melakukan middle conference, terkadang
melakukan tetapi tidak sesuai dengan sop yang ada.
3.2

PENENTUAN PRIORITAS MASALAH


MASALAH

Keuntungan bila

Kerugian bila tidak

diatasi

diatasi

Perencanaan:
1. Tenaga keperawatan di 1. Bila diatasi

1. Bila tidak diatasi,

ruang Brawijaya yang

system yang telah

maka perubahan

dipindahkan

direncanakan

pola system yang

sebelumnya dapat

telah direncanakan

berjalan sesuai

sebelumnya

keruangan

lain

2. Di

ruang

masih

Brawijaya
belum

menerapkan perhitungan
kebutuhan
keperawatan.

tenaga

dengan rencana
2. Bila diatasi,
maka system
MPKP yang ada
diruangan dapat
berjalan dengan
24

2. Bila tidak diatasi,


maka,
mengakibatkan
system MPKP yang
ada diruangan tidak

optimal.
3. Perhitungan

BOR

di

berjalan optimal.

3. Bila diatasi maka

3. Bila tidak diatasi

ruang Brawijaya mulai

BOR akan ideal

maka BOR akan

tanggal 1 - 3 Maret 2016,

dan tidak ada

tidak ideal hal ini

terdapat 24,95 % dengan

yang overload

akan

kesimpulan tidak ideal

maupun

mengakibatkan

(overload).

kekurangan.

ketidakseimbangan

4. Di

ruang

masih

belum

menerapkan perhitungan
kebutuhan

tenaga

keperawatan.

Karena

tidak

menggunakan

system

perhitungan

mengakibatkan
MPKP

barang dan pasien

Brawijaya

yang

4. Bila diatasi maka


tenaga kesehatan

makan akan

yang bekerja
akan ideal dengan

negative seperti

yang ada.

tenaga kesehatan
yang berlebih

ada

sedangkan pasien

diruangan tidak berjalan


5. Bila diatasi ruang
Brawijaya akan
5. Tata

ruang

Brawijaya

masih perlu dirapikan


kembali seperti, ruang
KIE, PMK, LAKTASI
yang masih menjadi satu.
Contoh

lain

mengakibatkan
banyak hal yang

jumlah pasien

system

optimal.

diruangan.
4. Bila tidak diatasi

terlihat indah dan


rapi serta setiap
proses

sedikit akan
mengakibatkan
hasil pendapatan
ruangan.
5. Bila tidak diatasi,

keperawatan akan

ruang Brawijaya

berjalan optimal.

akan terlihat lebih

adalah

sempit dan kurang

penempatan barang yang

rapi serta setiap

tidak memiliki tempat.

proses keperawatan
akan berjalan tidak
optimal.

Pengorganisasian:
Struktur
yang

ada Bila diatasi, maka Bila tidak diatasi, maka

diruangan tidak sesuai tugas

pokok

dan tugas pokok dan fungsi

dengan pengorganisasian fungsi yang diemban yang


25

diemban

setiap

yang telah dibuat (belum setiap pegawai akan pegawai


diperbarui).
Penggerakan:
Diruangan
tidak

lebih jelas.

Bila tidak diatasi, maka

maka

peningkatan

mutu

middle
tetapi

kurang

jelas

perawat Bila diatasi


melakukan peningkatan

conference, pelayanan
terkadang melakukan berjalan

akan

pelayanan

akan

mutu
tidak

berjalan optimal

dengan

tidak

sesuai optimal.
dengan sop yang ada.
.
Kesimpulan dari penentuan prioritas diatas adalah masalah berikut ini:
1. Diruangan perawat tidak melakukan middle conference, terkadang
melakukan tetapi tidak sesuai dengan sop yang ada.
2. Struktur yang ada diruangan tidak sesuai dengan pengorganisasian
yang telah dibuat (belum diperbarui).
3. Di ruang Brawijaya masih belum menerapkan perhitungan kebutuhan
tenaga keperawatan.

3.3

ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAHTIF

Masalah
Diruangan
perawat

tidak

Solusi
Mempelajari SOP

Coference
Memberikan waktu 10 menit

melakukan middle conference,


terkadang

melakukan

tetapi

tidak sesuai dengan sop yang

saja

ada.

masalah-masalah khusus yang

2. Struktur yang ada diruangan


tidak

sesuai

pengorganisasian

untuk

middle

membahas

sedang terjadi
Memperbarui

struktur

dengan

organisasi

agar

metode

telah

penugasan

sinkron

dengan

organisasi

apabila

yang

dibuat (belum diperbarui).

struktur

menggunakan
diperlukan
katim
26

metode

masing

untuk

satu

tim

masing
tim

akan

3. Di

ruang

Brawijaya

masih

diruangan tersebut.
Melakukan perhitungan rutin

belum menerapkan perhitungan


kebutuhan tenaga keperawatan.

dan didokumentasikan.
Menghitung
tenaga
keperawatan dengan pasien
yang ada diruangan

3.4

PEMILIHAN ALTERNATIF
Alternative Solusi
(Penyelesaian)

Keuntungan
Alternative

1. Mempelajari SOP 1. Dapat


middle Coference

Kerugian Alternative

melakukan

middle

conference

tenaga kesehatan

dengan

baik

mau mempelajari

dan

akurat
2. Memberikan waktu
10

menit

untuk

saja

dan biasanya SOP

2. Middle

conference

akan

terlaksana

dengan rutin

membahas

1. Memperbarui

1. Metode penugasan

struktur organisasi

yang

agar

akan sesuai dengan

metode

diterapakan

penugasan sinkron

struktur

dengan

yang tertera.

struktur

organisasi apabila
menggunakan
tim

diperlukan masing
untuk

katim
satu

yang lain
2. Banyaknya pasien

dalam 10 menit

sedang terjadi

masing

sumber satu dengan

menyisakan waktu

yang

metode

berbeda dari

akan mempersulit

masalah-masalah
khusus

1. Tidak semua

tim

27

organisasi

diruangan tersebut.
1. Melakukan

1.

perhitungan

rutin

dan

Perhitungan

1. Tidak

akan jelas dan ada

karena

bukti nyata

full

didokumentasikan
Tidak

akan

menimbulkan masal

keperawatan
dengan
yang

waktunya
dengan

pemberian asuhan
2.

2. Menghitung tenaga

sempat

keperawatan
2. Pasien yang

ada

diruangan

bisa

berubah

pasien

sewaktu-

waktu

ada

diruangan

BAB IV
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Ruang Brawijaya merupakan salah satu ruangan rawat inap di RSUD
Kanjuruhan Kepanjen. Merupakan ruang inap Obstetri Dan Gynekologi
dengan Kapasitas 18 tempat tidur dewasa dan 18 tempat tidur bayi. Terdapat
19 pegawai dan karyawan diantaranya: 14 bidan, 1 perawat, 1 tenaga
administrasi dan 3 orang cleaning service.
Secara keseluruhan ruang Brawijaya sudah cukup bagus dan sudah
menggunakan system MPKP dengan baik dan perlu sedikit perbaikan agar
mutu pelayanan yang ada diruangan tersebut yang awalnya sudah baik
menjadi semakin baik lagi.
1.2 Saran
Mengingat

terbatasnya

waktu

pelaksanaan

praktik

manajemen

keperawatan di ruang Brawijaya yang hanya 1 minggu, maka saran kami agar
setiap rencana tindak lanjut dari solusi permasalahan segea diselesaikan.

28