Anda di halaman 1dari 20

1

SUSUNAN SARAF
Susunan saraf berkembang ektodernal, lamina neuralis, pada hari ke 18 gestasi . Lamina
neuralis berkembang menjadi tuba neuralis dan crista neuralis. Tuba neuralis menjadi sistem
saraf pusat, otak dan medulla spinalis, crista neuralis menjadi susunan saraf perifer nn.cranialis,
nn. spinalis dan ganglion otonom.
Susunan saraf pusat
Sementara tuba neuralis terbuka kranial dan kaudal disebut neuropore rostralis, tertutup pada
hari 24 gestasi dan neuropore kaudalis 2 hari kemudian. Dinding tuba neuralis menjadi tebal
menjadi otak dan medulla spinalis. Canalis neuralis menjadi ventriculus cerebri dan canalis
centralis medulla spinalis.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

Medulla spinalis
Dinding lateral tuba neuralis menebal, mula mula dibentuk oleh neuroepitel kolumnar pseudo
komplex. Sel neuroepithelial (ventrikular) membentuk daerah (zone) ventrikular menjadi neuron,
dan sel makroglial medulla spinalis. Segera sesudahnya zone marginal bagian luar sel
neuroepitelial. Lambat laun zone ini menjadi masa putih sebagai hasil pertumbuhan sel saraf di
medulla spinalis dan otak.
Beberapa sel neuroepithel di zone ventrikular berdiferensiasi menjadi neuroblast membentuk
zone intermediale, diantara zone ventrikular dan marginal. Neuroblas berkembang menjadi
neuron dengan lanjutan- lanjutannya, yang panjang sebagai akson.
Sel penyokong primitif susunan saraf pusat, glioblast atau spongioblast hasil diferensiasi sel
neuropithelial terutama setelah berhentinya pembentukan neuroblast
Glioblast bermigrasi dari zone ventricularis ke zone intermediale dan marginal menjadi
astroblast - astrosit, dan oligodendroblast oligodendrosit. Setelah itu sel neuroepitel
berdiferensiasi menjadi sel ependym yang melapisi canalis centralis medulla spinalis.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

Sel mikroglia, sel neuroglia yang terkecil, hasil diferensiasi sel mesenkim mengelilingi sistem
saraf pusat, masuk medulla spinalis bersamaan dengan perkembangan vasa darah.
Proliferasi dan diferensiasi sel neuroepitel menghasilkan dinding tebal dan lamina tipis, dasar
dan atap. Terbentuklah sulcus limitans yang memisahkan lamina alaris (dorsal) dan basalis
(ventral) yang dihubungkan dengan fungsi aferen dan eferen.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

Lamina alaris, badan sel membentuk columna grisea dorsalis biasa disebut cornu posterior.
Lamina alaris membesar terbentuklah septum dorsale dan canalis centralis menyempit.
Lamina basalis, badan sel membentuk columna grisea ventralis dan lateralis, biasa disebut
cornu anterior dan lateralis, Akson sel cornu anterior keluar untuk menerima sel Schwan derivat
dari sel crista neuralis. Bundel serabut saraf disebut radix anterior nn.spinalis. Lamina basalis
membesar menyebabkan adanya septum medianum ventralis dan fissura mediana anterior

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

Radix posterior ganglia


Neuron unipolar dalam gln radix dorsalis derivat

sel crista neuralis. Akson saraf bentuk T

menjadi lanjutan sentral dan periferal. Cabang sentral ke medulla spinalis menjadi radix
posterior. Sebagian akson berakhir di columna grisea medulla spinalis, dan sebagian lanjut ke
otak di columna alba dorsalis. Columna alba dorsalis terletak di antara columna grisea dorsalis
kanan dan kiri . Lanjutan periferal melalui n. spinalis ke reseptor somatik dan viseral.

Diagram stase diferensiasi sel crista neuralis


menuju neuron afferen unipolar

Posisi medulla spinalis


Medulla spinalis meluas sepanjang canalis vertebralis dan n.spinalis melalui foramen
intervertebrale. Collumna vertebralis dan duramater tumbuh lebih cepat dibanding medulla
spinalis menyebabkan akhir medulla spanalis terdapat lebih tinggi. Pada bulan ke 6 terletak
setinggi VS I, saat lahir pada VL III dan pada dewasa berakhir setinggi tepi bawah VL I.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

Posisi ujung kaudal medulla spinalis, kolumna vertebralis


dan meninges beberapa stase perkembangan
Akibatnya radix spinalis terutama segmen lumbal dan sakral terletak miring. Radix dorsalis dan
ventralis dari medulla spinalis akhir (conus medullaris) membentuk berkas saraf disebut cauda
equina. Durameter meluas sepanjang columna vertebralis, bungkus yang lain tidak. Piameter
diluar akhir medulla spinalis membentuk tali disebut filum terminale yang meluas dari conus
medullaris sampai periosteum vertebra coccygealis. Filum terminale dianggap sebagai regresi
medulla spinalis dan dapat di pakai sebagai tempat pengambilan cairan cerebrospinal (L1 L2).
Myelinisasi
Dimulai dari medulla spinalis selama pertengahan kehidupan fetal dan lanjut selama tahun
pertama postnatal. Umumnya myelinisasi penuh saat sudah berfungsi penuh. Serabut di otak
bagian besar saat lahir belum terjadi mielinisasi, mielinisasi lanjut sampai dewasa. Selubung
myelin dibentuk sekitar akson oleh membran plasma sel Schwann. Selubung myelin akson di
susunan saraf pusat di bentuk oleh oligodendrosit

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

Proses myelinisasi
OTAK
Vesicula cerebralia
Pertumbuhan dan diferensiasi tuba neuralis dipusatkan pada ujung kranial
Akhir minggu ke IV plica neuralis bersatu membentuk 3 vesicula cerebralia primair,
prosencephalon,
menjadi

mesencephalon dan

telencephalon

dan

rhombencephalon. Minggu ke V prosencephalon

diencephalon,

dan

rhombencephalon

terbagi

menjadi

metencephalon dan myelencephalon, terjadilah 5 vesicula cerebralia secundair.

Flexura cerebralia
Minggu ke IV, otak tumbuh cepat, terjadilah fleksi ke depan. Terjadi flexura mesencephali dan
flexura cervicalis di hubungan antara rhombencephalon dan medulla spinalis. Antara kedua

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

8
flexura terjadi pertumbuhan rhombencephalon yang tidak imbang, terjadilah flexura pontines
terletak di atap rhombencephalon yang tipis.
Awalnya perkembangan otak mempunyai struktur yang sama dengan medulla spinalis, tetapi
karena adanya flexura menghasilkan variasi dalam potongan transversal dan perbedaan posisi
substansia grisea dan alba. Sulcus limitans meluas ke kranial sampai di pertemuan
mesencephalon dan prosencephalon, dan lamina alaris dan basalis hanya di jumpai pada
mesencephalon dan rhombencephalon.
Rhombencephalon
Flexura

cervicalis membatasi

rhombencephalon dari medulla spinalis. Flexura pontines

nantinya akan terdapat di daerah pons, membagi rhombencephalon menjadi metencephalon


(rostral) yang akan menjadi pons dan cerebellum, dan myelencephalon (kaudal) yang menjadi
medulla oblongata. Rongga rhombencephalon menjadi ventriculus quartus dan canalis centralis
pada medulla.
Myelencephalon
Perkembangan dan struktur myelencephalon bawah menyerupai medulla spinalis. Lumen tuba
neuralis menjadi canalis centralis. Berbeda dari medulla spinalis neuroblast dari lamina alaris
migrasi ke zona marginalis membentuk area substansia grisea, nucleus gracilis (medial) dan
nucleus cuneatus (lateral).

Stase perkembangan otak akhir minggu V

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

9
Area ventralis terdiri dari sepasang bundel serabut, pyramid, serabut corticospinalis dari cortex
cerebri. Bagian rostral myelencephalon lebar dan datar, terutama yang berhadapan dengan
flexura pontines. Flexura pontines menyebabkan dinding lateral medulla jatuh keluar
menyebabkan lapisan atap teregang, dan rongga yang akan menjadi bagian ventriculus quartus
menjadi rhomboidal. Dinding medulla bergerak ke lateral di banding ke dorsal ke lamina basalis.
Posisi lamina berubah, nuclei motoris berkembang medial dari nuclei sensoris.
Neuroblast lamina basalis, seperti medulla spinalis, berkembang menjadi nuclei motoris dari
medial ke lateral :
1. somatik efferent, neuron n.hypoglossus
2. branchial efferent, ke otot- otot arcus branchialis
3. general visceral efferent, neuron n. vagus dan glossopharyngeus
Neuroblast lamina alaris membentuk :
1. general visceral afferent, menerima impuls dari alat alat dalam
2. gustatory afferent, menerima serabut pengecap
3. somatik afferent, menerima impuls dari telinga dan wajahnya.
Beberapa neuroblast migrasi ke ventral membentuk nucleus olivarius.
Metencephalon
Dinding metencephalon membentuk pons dan cerebellum, sedang rongganya membentuk
bagian atas ventriculus quartus.
Seperti pars rostralis myelencephalon flexura pontines menyebabkan dinding lateral
medulla berjauhan dan melebarkan substansia grisea di dasar ventriculus quartus.
Neuroblast tiap lamina basalis berkembang menjadi nuclei motoris disusun dalam 3 buah
nuclei tiap sisi.
Cerebellum berkembang dari penebalan bagian dorsal lamina alaris. Awalnya pembesaran
cerebellum sebagai tonjolan ke ventriculus quartus. Akhirnya tonjolan membesar

dan

menjadi satu di tengah, dan tumbuh melampaui separo rostral ventriculus IV menutupi pons
dan medula
Neuroblast zone intermediate dari lamina alaris migrasi ke zona marginalis membentuk
cortex cerebelli, neuroblast dari lapisan ini menjadi nuclei centralis, besar disebut nucleus
dentatus. Juga menjadi nuclei pontes, nucleus cochlearis, vestibularis dan nuclei sensoris
nervi trigemini.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

10

Perkembangan otak akhir minggu V


Pembagian cerebellum (phylogenetik)
1. Archicerebellum (flocculonodularis) berhubungan dengan apparatus vestibularis
2. Palaeocerebellum (lobus anterior) berhubungan dengan anggota badan
3. Neocerebellum (lobus posterior) berkaitan dengan kontrol gerakan anggota badan
Serabut saraf yang menghubungkan cortex cerebri dan cerebelli dengan medulla spinalis
melalui lapisan marginal bagian ventral metencephalon (pons).
Plexus choroideus dan cairan cerebrospinalis
Ependym atap ventriculus IV di tutupi oleh piameter vaskular. Piameter vaskular bersama
ependymal membentuk tela choroidea. Akibat piameter vaskular berproliferasi aktif, tela
choroidea invaginasi ke ventriculus IV dan berdiferensiasi menjadi plexus choroideus.
Plexus serupa juga berkembang di ventriculus III dan dinding medial ventriculus lateralis.
Keempat plexus choroideus membuat liquor cerebrospinalis.
Pada periode pertengahan fetus, atap ventriculus IV menonjol ke luar di 3 tempat dan robek
membentuk foramen. Apertura medialis dan lateralis menyebabkan liquor cerebrospinalis
masuk ke celah subarachnoid ventriculus IV.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

11
Absorpsi liquor ke sistem venosa melalui villi arachnoidale masuk ke sinus duramatris. Villi
terdiri dari lapisan tipis sel derivat epitel arachnoid dan endotel sinus
Mesencephalon
Kurang mengalami perubahan kecuali mesencephalon bagian bawah. Canalis neuralis
menjadi aqueductus cerebralis menghubungkan ventriculus III dan IV.
Neuroblast migrasi dari lamina alaris keatap atau tectum dan berkumpul membentuk 4
kelompok neuron, colliculus superior dan inferior masing masing sepasang (reflex visual
dan pendengaran).
Lamina basalis memberi neuron ke tegmentum (ncl. ruber, ncl nervi craniales III dan IV
neuron nuclei reticulares). Serabut saraf dari cerebrum membentuk pedunculus cerebri.
Substansia nigra dekat pedunculus cerebri juga berasal dari lamina basalis.
Pedunculus cerebri, tonjolan yang menyolok seperti kelompok serabut yang turun
(corticopontines, corticobulbares, corticospinalis) melalui mesencephalon ke batang otak
dan medulla spinalis.

Prosencephalon

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

12
Mempunyai bagian sentral diencephalon, dan perluasan ke lateral vesicular cerebri kanan
dan kiri (telencephalon). Prosencephalon berkembang menjadi cerebrum dengan
rongganya terutama diencephalon membentuk ventriculus III.
Diencephalon
Tiga pembengkakan berkembang dari dinding lateral ventriculus III, epithalamus, thalamus
dan hypothalamus. Thalamus dipisah dari epithalamus oleh sulcus epithalamicus, dan dari
hypothalamus oleh sulcus hypothalamicus.
Thalamus bertemu dan berfusi di tengah membentuk adhesio interthalamicus, jembatan
melintang rongga ventriculus III.
Hypothalamus terjadi akibat proliferasi neuroblast

di zona intermediate dinding

diencephalon dibawah sulcus hypothalamicus. Selanjutnya berkembang sejumlah nuclei


dengan aktivitas endokrin

dan homeostatis.

Sepasang nucleus, corpus mammillaris,

pembengkakan pada permukaan ventral hypothalamus.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

13
Epithalamus berkembang dari atap dan bagian dorsal dinding lateral diencephalon .
Awalnya besar akhirnya relatif kecil. Epiphysis cerebri (glandula pinealis) berkembang
sebagai divertikulum dari bagian kaudal atap diencephalon. Proliferasi sel dari dindingnya
mengubahnya jadi organ berbentuk konus dan solid.
Paraphysis

berkembang

sebagai

evaginasi

atap

diencephalon

dorsal

interventriculare merupakan sisa tetapi bisa tetap ada postnatal sebagai kiste kecil.
Hypophysis (glandula pituitari)
Berasal dari 2 sumber :
l. ektoderm rongga mulut primitif
2. neuroektoderm dari diencephalon
Terbentuklah :
l. Adenohypophysis : dari oral ectoderm (pars glandularis)
2. Neurohypophysis : dari neuro ectoderm (pars neuralis)

Perkembangan gld. Pituitari (hypophysis)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

foramen

14
Pada pertengahan minggu ketiga, timbul diverticulum disebut kantong Rathkes dari atap
rongga mulut primitif dan tumbuh kearah otak. Pada minggu ke 5 kantong memanjang dan
perlekatannya pada epitel mulut menyempit, tampak seperti papilla mammae, sampai
menyentuh infundibulum yang berkembang dari tunas neurohypophysis. Tunas ini
berkembang sebagai diverticulum ventral pada dasar diencephalon.
Adenohypophysis
Minggu ke 6 hubungan kantong Rathkes dan epitel rongga mulut hilang. Bekas tangkai
dapat masih ada disebut pharyngohypophysis, di atap pharynx. Disebut juga lobus anterior
accessories yang dibedakan intracranial, intraosseus dan pharyngeal.
Perkembangan selanjutnya sel dinding depan kantong Rathkes berproliferasi dan
membentuk pars distalis gld pituitari. Akhirnya timbullah pars tuberalis yang meluas
mengelilingi tangkai infundibulum. Proliferasi dinding depan kantong Rathke mengurangi
sisa celah. Sel dinding posterior kantong tidak berproliferasi, tetap ada sebagai pars
intermedia sebagai lapisan tipis sel dan vesikular.
Neurohypophysis
Infundibulum berkembang menjadi eminentia medialis, tangkai infundibulum dan pars
nervosa. Awalnya infundibulum tipis seperti lapisan atap diencephalon, bagian distal
menjadi solid akibat proliferasi sel neuroepitel. Sel ini berdiferensiasi menjadi pituicyte
menyerupai sel neuroglia. Serabut saraf tumbuh ke pars nervosa dari area hypothalamica
tempat tangkai infundibulum melekat.
Telencephalon
Terdiri dari pars medialis dan 2 diverticulum lateralis, vesicula cerebri. Rongga di pars
medialis membentuk ventriculus III bagian depan. Awalnya vesicula cerebri berhubungan
dengan rongga ventriculus III melalui foramen interventriculare. Sepanjang fissura
choroidea, dinding medial hemispherium cerebri menjadi tipis dan lanjut sebagai atap
ependym ventriculus III. Di tempat tersebut terbentuk plexus choroideus.
Hemispherium mengembang seperti gelembung, menutupi diencephalon, mesencephalon,
rhombencephalon. Hemispherium bertemu di linea mediana, facies medialis menjadi rata.
Celah di antaranya, fissura longitudinalis cerebri, terisi mesenkim disebut falx cerebri.
Corpus striatum tampak pada minggu ke 6 sebagai pembengkakan di dasar tiap
hemispherium,

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

15
Dasar hemispherium mengembang pelan dibanding cortex yang tipis karena terdiri corpus
striatum yang besar. Hemispherium berbentuk huruf C. Pertumbuhan dan lengkungan
hemispherium mempengaruhi bentuk ventriculus lateralis menjadi cornu anterior, posterior
dan inferior. Fissura choroidea awalnya di atap hemispherium dan lanjut sebagai atap
ventriculus III sampai terletak di dinding medial
Perluasan ke belakang terbatas, ujung kaudal ke bawah kemudian ke depan membentuk
lobus temporalis. Terbentuklah cornu inferior ventriculi dengan fissura choroidea. Disini
terjadi invaginasi piamater vaskular membentuk plexus choroideus ventriculi lateralis.

Perkembangan diencephalon
Sebagai diferensiasi cortex cerebri serabut yang masuk dan keluar hemispherium melalui
corpus striatum yang di bagi dalam nucleus caudatus dan lentiformis.
Serabut yang lewat disebut capsula interna. Nucleus caudatus memanjang dan berbentuk
tapal kuda menyesuaikan dengan ventriculus lateralis.
Commissura cerebri
Sesuai perkembangan cortex serabut commissura menghubungkan area cortex cerebri
yang senama (kanan kiri). Serabut ini menyilang di lamina terminalis bagian rostral
prosencephalon. Lamina meluas dari lapisan atas diencephalon ke chiasma opticum dan
lintasan dari hemispherium yang satu ke yang lain. Commissura pertama yang terbentuk,
commissura anterior dan commissura hippocampi (formix).

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

16
Commissura terbesar corpus callosum terletak dalam lamina terminalis. Corpus callosum
meluas diatas atap diencephalon. Chiasma opticum berkembang di bagian bawah lamina
terminalis dan terdiri dari serabut separo medial retina.
Diferensiasi cortex cerebri
Perkembangan dinding hemispherium cerebri awalnya terdapat 3 zone tuba neuralis
(ventricular, intermediate dan marginal) dan zona ke 4,

zone subventricular. Sel zone

intermediate migrasi ke zone marginal dan ke lamina corticalis.


Substansia grisea letaknya marginal dan akson lewat sentral dan tidak peripheral (spt
medulla spinalis). Awalnya permukaan hemispherium halus, dalam terjadi sulci dan gyri.
Volume cortex cerebri bertambah seperti pertumbuhan hemispherium. Cortex yang terletak
di permukaan luar corpus striatum tumbuh relatif lambat dan selanjutnya cepat (berlebihan).
Hal ini menutupi cortex, tidak tampak dari luar di sebelah dalam sulcus lateralis di kenal
sebagai insula.
Sistem saraf perifer
Terdiri dari n.cranialis, n spinalis, n visceralis dan ganglion cranialis, spinalis dan ganglion
otonomis. Sistem saraf perifer berasal dari macam macam sumber neuron aferen di
ganglion spinale dan ganglion nn. craniales berasal dari cel crista neuralis. Mula mula
bipolar dengan cepat kedua processus bersatu membentuk neuro unipolar. Lanjutan ini
mempunyai cabang sentral

masuk medulla spinalis atau otak, dan perifer berakhir di

akhiran serabut aferen

Diagram stase diferensiasi sel crista neuralis


menuju neuron afferen unipolar

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

17

Diagram derivate crista neuralis


Badan sel neuron aferen dibungkus oleh cel satelit derivat sel crista neuralis. Selubung ini
berlanjut dengan selubung nerolemat, sel solwan, derivat crista neuralis yang mengelilingi
akson neuron aferen. Sebelah luar sel satelit terdapat jaringan pengikat yang lanjut
selubung endoneurium serabut saraf. Jaringan pengikat dan selubung endoneurium berasal
dari mesenkun. Sel crista neuralis juga berdiferensiasi menjadi neuron multipolar ganglion
otonom, termasuk ganglion paraventriculasi, kolateral atau ganglion prevertebrale thorax
dan abdomen (plexus cardiocus,celineus dan plexus mesentericus) dan ganglion
parasympathis atau ganglion terminalis dalam atau dekat alat alat dalam (plexus
submucosal atau plexus myentericus uncissners). Sel paraganglia disebut juga cel
ekromaffin juga derivat crista neuralis. Corpus caroticum dan corpus aorticus juga
mempunyai kelompok cel chromaffin semua kelompok sel chromafin membentuk sistem
chromaffin.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

18
Malformasi congenital sistem saraf
Malformasi tuba neuralis pada minggu III dan IV. Abnormalitas terbatas pada sistem saraf
atau mengikutsertakan jaringan (tulang, otot dan jaringan pengikat) malformasi disebabkan
genetik, faktor lingkungan, infeksi agent, obat, radiasi ion dan penyakit metabolisme yang
sering disebut fetal infeksi Toxoplasma gondit. Belum diketahui pasti bahwa virus dapat
menyebabkan abnormalitas otak. Dalam beberapa hal faktor genetik dan lingkungan dapat
terjadi bersama. Abnormalitas berat sistem saraf sentralis bertentangan dengan
kelangsungan hidup, malformasi kurang berat menyebabkan cacat fungsi.
Abnormalitas medulla spinalis
1. Spina bivida
Malformasi akibat hambatan fusi struktur dorsal medulla spinalis. Spina bifida mengenai
hambatan columna vertebralis, jika terjadi pada beberapa vertebra terjadilah celah
disebut rachischisis.

Nama spina bifida dipakai bila ada hambatan di vertebra dan

neural dan sering terjadi di thoracal bawah, lumbal dan sacral.


2. Spina bifida Occulta
Biasa di lumbal dan sakral, kurang serius, tertutup oleh kulit, diketahui oleh X.ray.
Biasanya terdapat pigmentasi di tempat defak. Tidak ada gangguan neurologis atau
muskuloheletel karena hanya mengenai tulang.
3. Spinal dermal sinus
Terdapat di daerah neuropore bawah terjadi fistula (sinus) menghubungkan spatium
subarachnoid dengan luar. Jika tidak tertutup liquor dapat hilang / habis. Bila kena
infeksi terjadi meningitis.
4. Spina bifida cystica
Penonjolan mininges bentuk succulus melalui defek vertebra dorsal. Jika isi sacculus
hanya meninges dan liquor disebut spina bifida dengan meningocele. Medulla spinalis
dan radix spinalis dalam posisi normal, tetapi terjadi abnormalitas medulla spinalis.
Jika medulla spinalis, radix spinalis atau cauda equina masuk dalam succulus,
malformasi disebut spina bifida dengan meningomyelocale, malformasi yang lebih berat
dibanding meningocale biasa di daerah lumbal.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

19
Kadang- kadang plica neuralis tidak bergabung, plica neuralis tidak tertutup kulit,
kelihatan dari luar disebut spina bifida dengan myeloschisis.
Abnormalitas otak
1. Anencephaly
Terjadi 4 kali lebih di wanita
2. Microcephely
Cranium kecil, ukuran muka normal, perkembangan otak rudimenter menyebabkan
retordasi mental sebab tidak diketahui, sebagian genetik sebagian faktor lingkungan
bisa juga karena X ray.
3. Hidranencephaly
Jarang, hemispherium cerebri tidak ada, hanya neulis basalis dan sisa mesencephalon
terdapat restral rekombencephalon. Saat lahir tampak normal. Perkembangan mental
setingkat baru lahir. Penyebab abstruksi aliran darah ke daerah vaskularisasi a.carotis
intern.
4. Cranial encephalocele dan meningocele
Hernia otak dan meninges melalui defek cranium (cranium bifidum) biasanya di daerah
oksipitel. Biasanya drikulis hydrocephalos (akmentasi liquor cerebrospinalis)
Hydrocephalus (akumulasi liquor cerebrospinalis).
5. Hydrocephalus
Akumulasi liquor cerebro spinalis di tengkorak dapat terjadi akibat produksi meningkat,
kegagalan absorfsi, abstruksi aliran liquar. Hambatan aliran sistem ventricular disebut
non communicating hydrocephalus. Terjadi akibat blockade atau stenosis foramen
interventriculare, aqueductus cerebri, ventriculus IV, malformasi tiap sistem ventricular.
Tidak adanya foramen magendie dan Luschta (foramen medial dan laterale ventriculus
IV).
Tidak mempunyai liquar dari spatium subarachnoid eke vena duramatris melalui villi
arachnoidale disebut hydrocephalon communicating Hydrocephalon dihubungkan
dengan spina bifida.
6. Arnold Chiari malformation
Bagian medulla dan cerebellum seperti tidak keluar melalui foramen magnum.
Dihubungkan

degan spina bifida terjadi akibat kecilnya perkembangan fossa cranin

postcrion.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf

20
7. Aruntal retordation
Akibat genetik. Gangguan metabolism protein, karbohydral dan lemak menyebabkan
retordasi mental. Infeksi maternal, fetal (syphilis, meastes, toxoplasmosis cytomegatic
disease), fetal irradiation dan cretinisme sering dihubungkan dengan retardasi mental.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Susunan saraf