Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Struktur Kabel

Adalah sebuah sistem struktur yang bekerja berdasarkan prinsip


gaya tarik, terdiri atas kabel baja, sendi, batang, dsb yang
menyanggah sebuah penutup yang menjamin tertutupnya sebuah
bangunan. (Makowski, 1988)
Struktur kabel dan jaringan dapat juga dinamakan struktur tarik
dan tekan, karena pada kabel-kabel hanya dilimpahkan gaya-gaya
tarik, sedangkan kepada tiang-tiang pendukungnya hanya
dilimpahkan gaya tekan. (Sutrisno, 1983)
Prinsip konstruksi kabel sudah dikenal sejak zaman dahulu pada
jembatan gantung, di mana gaya-gaya tarik digunakan tali. Contoh
lainnya adalah tenda-tenda yang dipakai para musafir yang
menempuh perjalanan jarak jauh lewat padang pasir.
Setelah orang mengenal baja, maka baja digunakan sebagai
gantungan pada jembatan. Pada taraf permulaan baja itu dapat
berkarat. Pada zaman setengah abad sebelum sekarang,
ditemukanlah baja dengan tegangan tinggi yang tahan terhadap
karat.
Pada jembatan gantung, kabel-kabel letak dalam bidang datar (dua
dimensi), sedangkan pada struktur kabel dan jaringan rangkaian
kabel yang berjumlah banyak, disusun ortogonal dalam bidang
lengkung, masing-masing kearah yang berkebalikan untuk
kepentingan bersama, sehingga menghasilkan sistem yang stabil
dalam tiga dimensi.
Pemakaian struktur tersebut berkembang menjadi struktur atap
gantung ruang, memakai bahan yang ringan, kuat dan tahan cuaca,
di antaranya adalah fiberglass dan acrylic yang dipasang di antara
jala-jala dari kabel baja mutu tinggi. Jaringan laba-laba adalah suatu
contoh di alam yang merupakan jaringan dalam bidang (dua
dimensi) dan mempunyai perubahan bentuk (deformasi) yang
elastis.
Pada zaman sekarang sesuai dengan pesatnya kemajuan ilmu
pengetahuan, struktur kabel juga berkembang. Pemakaian struktur
tersebut tidak terbatas pada bangunan untuk pameran atau
pertunjukan, tetapi telah digunakan untuk stadion dengan
bentangan ruang yang besar.
Sejarah Struktur Kabel
A. Sejarah Perkembangan Struktur Kabel
Asal mula struktur kabel
Struktur kabel merupakan salah satu struktur tradisional yang
awalnya berupa jembatan dan tenda. Jembatan dengan sistem
kabel tarik awalnya diterapkan pada daerah pegunungan seperti
Himalaya atau di daerah hutan hujan seperti Peru. Kemudian
berkembang hingga Eropa
yang diprakarsai oleh Faustus Verantinus pada tahun 1616 yang
menggunakan rantai sebagai pengganti kabel yang dingkurkan pada

menara. Pada saat itu hingga menjelang abad ke-20, kabel hanya
menjadi sistem yang membantu perkuatan karena belum dapat
mengatasi factor beban angin.
Bentuk tenda sering digunakan oleh suku nomaden di Eropa Utara,
Asia dan Timur Tengah. Tenda-tenda tersebut dapat dikelompokkan
atas tiga jenis, yaitu :
1. Bentuk kerucut dengan penutup dari kulit
Merupakan bentuk yang paling sederhana dengan satu atau lebih
tiang utama di dalam dan beberapa tiang pembentuk yang menyatu
di puncak tiang utama
2. Bentuk silinder dengan atap perpaduan bentuk kubah dan
kerucut
Dinding silinder dibentuk dengan batang-batang yang saling
menyilang dengan batang pembentuk atap menyatu ditengah dan
diperkuat dengan cincin
3. Bentuk black tent
Bentuk ini hanya menggunakan kabel tarik yang ditutupi terpal
tanpa batang pengaku. Fungsi utamanya adalah sebagai
perlindungan terhadap matahari dan temperature yang rendah pada
malam hari.
C. Struktur kabel pada abad ke 19
Prinsip struktur kabel mengadaptasi bentuk tenda dan jembatan,
hanya saja diterapkan pada bentang yang lebih luas. Dipicu oleh
revolusi industri dimana terjadi pertambahan penduduk yang cepat
dan pertumbuhan di bidang industri, mengakibatkan munculnya
kebutuhan akan bangunan dengan bentang lebar untuk pabrik,
stasiun kereta api dan fasilitas umum lainnya. Sistem struktur yang
sering digunakan adalah struktur rangka sedangkan struktur kabel
jarang digunakan. Namun terdapat beberapa contoh yang dapat
diklasifikasikan menjadi :
Perpaduan struktur kabel dengan elemen jembatan
Bangunan pertama adalah sebuah pabrik di pelabuhan Perancis
yang dibangun tahun 1839. Terdiri atas dua gedung memanjang
dengan ruang diantaranya sepanjang 40 m yang tertutup atap
tanpa dinding. Atap didikat oleh sistem kabel catenary yang
diangkurkan pada tower bangunan.
Atap dengan rantai dan kabel tarik
Jaringan rantai besi atau kabel digunakan sebagai penutup atap,
sebagai alternatif atap yang tahan api.
Jaringan kabel dua arah pada lantai
Jaringan kabel dan batang besi digabung membentuk suatu plat
lantai yang pre-tension
Masted Structure
Diilhami oleh tuntutan bangunan berbentang lebar yang ringan,
biaya rendah dan konstruksi yang tahan api, maka digunakan
prinsip jembatan dengan mengikat rantai atau kabel (sebagai
rangka atap) pada kolom yang diteruska ke atas
Dasar-Dasar Struktur Kabel

Daya Tarik yang tinggi dari baja dengan efisiensi tarik murni
memungkinkan kabel baja sebagai elemen struktur yang dapat
membentangi jarak besar. Kabel adalah fleksibel karena ukurannya
dari sisi kecil dibandingkan dengan panjangnya. Fleksibel
menunjukan daya lengkung yang terbatas.
Karena tegangan-tegangan lengkung tidak sama, dapat diatasi oleh
fleksibelnya kabel. Beban-beban yang dipikul oleh batang-batang
tarik terbagi di antara kabel-kabel. Masing-masing kabel memikul
beban dengan tegangan yang sama dan di bawah tegangan yang
diperkenankan.
Untuk mendapat gambaran mengenai mekanisme kabel yang
memikul beban vertikal, dapat dilihat pada gambar dibawah ini,
terlihat suatu kabel yang ujung-ujungnya dipegang kuat oleh angkur
pada tembok dan dibebani beban P ditengahnya. Karena beban P,
kedua bagian kabel tertarik dan membentuk segitiga, tiap bagian
kabel memikul p
Bentuk segitiga yang terbentuk oleh kabel memilki ciri khas
lenturan,
yaitu jarak vertikal antara landasan gantung sampai dengan titik
terendah pada kabel. Kabel tanpa lenturan tak dapat memikul
beban karena gaya tarik yang terdapat dalam kabel yang mendatar
tidak dapat mengadakan keseimbangan dengan gaya atau beban
vertikal. Gaya tarik arah kedalam pada kedua landasan akibat
melenturnya kabel dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama
karena pembebanan simetri. Bilamana landasan perletakan tidak
cukup kuat, maka kedua bagian kabel akan berimpit menjadi satu.
Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dipasang batang penunjang
mendatar antara kedua landasan. Mekanisme kabel
Makin panjang kabel
- lenturan makin besar
- tetapi tegangan menjadi lebih rendah
- dapat dipakai kabel dengan potongan lintang yang kecil.
Makin pendek kabel,
- lenturan pun makin kecil
- tegangan menjadi lebih tinggi
- diperlukan kabel dengan potongan lintang yang lebih besar.
Yang paling ekonomis adalah dengan mengambil lenturan dengan
sudut 45 . Apabila beban diperbanyak, maka kabel-kabel dengan
garis lurus yang disebabkan karena tegang, membentuk segi
banyak. Bentuk segi banyak itu disebut juga Funicular Polygon dari
bahasa Latin : Funis = tali dan dari bahasa Greek : Poly = banyak,
dan Gonia = sudut. Lenturan maksimal pada Funicular Polygon yaitu
3/10 dari bentangan.
Terdapat pula Polygon Catenari, dari bahasa Latin : Catena =
lengkungan yang teratur, dimana beban-beban yang sama besarnya
disusun dengan jarak-jarak yang sama di atas kabel utama dan
lebih baik, maka batang-batang segi banyak gaya membentuk
lengkungan yang agak lain dari bentuk parabola tatepi tidak banyak
selisih. Lenturan maksimal pada Katenari yaitu 3/10 dari bentangan

dan dengan lenturan itu lengkungan katenari hampir berimpit


dengan parabola. Kabel yang memikul berat sendiri dan beban
terbagi rata yang didistribusikan mendatar mendapat bentuk
pertengahan antara katenari dan parabola.
Perbedaan antara bentuk lengkung Katenari dengan bentuk
lengkung Parabola
Klasifikasi Struktur Kabel
Secara Garis Besar, Struktur kabel dapat dibedakan menjadi:
1. Struktur Kabel Tunggal Sistem Roda Sepeda ( Single Layer
Sistem)
Pada sistem ini dipakai satu susunan kabel yang menghubungkan
cincin dinding luar dari beton sebagai penahan tiang yang silindris
ke cincin dalam di titik pusat lingkaran dari baja. Dinding tepi
melingkar dibuat dari beton tulang yang tipis.
Penutup atap terdiri dari pelat beton prefabrikasi berbentuk baja
yang didukung oleh kabel-kabel radial. Ujungnya ditekuk ke atas
pada tulangan pelat. Agar stabil, pelat-pelat dibebani bata atau
kantong-kantong berisi pasir sementara untuk memberi tarik
tambahan pada kabel.
Lubang-lubang diantara dua pelat sebagai cetakan diisi adukan
beron. Bilamana beton mongering, atap menjadi pelat yang monolit
dan merupakan bundaran. Kabel akan memendek tetapi ditahan
oleh beton tepi yang merupakan silinder yang telah membantu.
Jadi atap beton yang melengkung ke bawah itu mendapat prategang
dari kabel-kabel, sehingga cukup kaku untuk menahan flutter effect
(mengepak seperti sayap). Drainase air hujan dilakukan dengan
memompa air yang ada di atas atap melalui pipa-pipa.
Penerapan Struktur Kabel dalam Arsitektur
Struktur kabel merupakan suatu generalisasi terhadap beberapa
struktur yang menggunakan elemen tarik berupa kabel sebagai ciri
khasnya. Struktur ini bekerja terhadap gaya tarik sehingga lebih
mudah berubah bentuk jika terjadi perubahan besar atau arah gaya.
Struktur kabel merupakan struktur funicular dimana beban pada
struktur diteruskan dalam bentuk gaya tarik searah dengan material
konstruksinya, sehingga memungkinkan peniadaan momen.
2. Struktur Kabel Ganda Sistem Roda Sepeda (Double Layer Sistem)
Sistem kabel ganda terdiri atas dua susunan kabel yang letaknya
tidak sebidang, tidak berpotongan tetapi bersilang. Kedua susunan
kabel ini merupakan struktur utama dari atap, susunan yang satu
melengkung ke atas dan susunan yang lainnya melendut ke bawah.
Kedua susunan kabel dijaga supaya tetap pada tempatnya oleh
penunjang-penunjang tekan dengan berbagai panjang yang masingmasing dapat disetel.
Bahan atap terdiri dari pelat metal prefabrikasi. Atap bebas dari
bahaya flutter effect karena gaya tarik dalam kabel yang cukup
besar membuat susunan keseluruhan lebih kaku daripada kabelkabel yang digantungkan.
A. Deformasi Struktur Kabel
Beban merata pada struktur kabel menyebabkan terbentuknya 2

macam kurva, yaitu :


Kurva parabola, terjadi akibat beban horizontal yang merata
Kurva katenari, terjadi akibat beban merata searah kabel
B. Sistem Stabilisasi
Beberapa sistem stabilisasi yang dapat digunakan untuk
mengantisipasi deformasi pada struktur kabel antara lain :
1. Peningkatan beban mati
Stabilisasi ini dilakukan dengan penerapan material dengan berat
yang memadai dan merupakan material yang homogen sehingga
diperoleh beban yang terdistribusi merata.
2. Pengaku busur dengan arah berlawanan (inverted arch)
Stabilisasi dengan pengaku bususr atau kabel ini berusaha
mencapai bentuk yang kaku dengan menambah jumlah kabel
sehingga kemudian menghasilkan suatu jaring-jaring (cable net
structure).
3. Penggunaan batang-batang pembentang (spreader)
Stabilisasi ini menggunakan batang-batang tekan sebagai pemisah
antara dua kabel sehingga menambah tarikan internal didalam
kabel.
4. Penambatan/pengangkuran ke pondasi (ground anchorage)
Sistem ini hanya berlaku bagi kabel karena adanya gaya-gaya taik
yang dinetralisir oleh pondasi sehingga menghasilkan
stabilisasi.Pada pondasi terjadi tumpuan tarik akibat perlawanan
gaya tarik kabel.
5. Metoda prategang searah kabel (masted structure)
Ciri utamanya adalah tiang-tiang dan kabel yang secara
keseluruhan membentuk suatu struktur kaku. Kabel ditempatkan
pada keadaan tertegang dengan jalan memberikan beban yang
dialirkan searah kabel.
Gaya-Gaya Pada Kabel
Untuk menghitung gaya-gaya kabel, dapat ditempuh dengan
memanfaatkan keseimbangan titik-titik hubung struktur.
Kabel adalah struktur, dimana besar gaya-gaya pada kabel tersebut
tidak konstan, ini berarti setiap segmen pada konstruksi kabel akan
menerima gaya yang berbeda.
Tiupan angin diatas permukaan atap yang melendut menyebabkan
terjadinya gaya isapan. Gaya isapan menyebabkan atap fleksibel
mengarah cembung ke atas
Pada saat atap berubah bentuk sebagai akibat gaya isapan,
pengaruh angin terhadap bentuk yang berubah tadi menyebabkan
gaya tekan. Gaya tekan menyebabkan atap bergerak ke bawah
Pada saat bergerak ke bawah dan ke atas, efek angin secara
bergantian tekan-isap yang mengakibatkan atap mengalami getar
secara konstan
Keuntungan struktur kabel :
1. Elemen kabel merupakan elemen konstruksi paling ekonomis
untuk menutup permukaan yang luas

2. Ringan, meminimalisasi beban sendiri sebuah konstruksi


3. Memiliki daya tahan yang besar terhadap gaya tarik, untuk
bentangan ratusan meter mengungguli semua sistem lain
4. Memberikan efisiensi ruang lebih besar
5. Memiliki faktor keamanan terhadap api lebih baik dibandingkan
struktur tradisonal yang sering runtuh oleh pembengkokan elemen
tekan di bawah temperatur tinggi. Kabel baja lebih dapat menjaga
konstruksi dari temperatur tinggi dalam jangka waktu lebih panjang,
sehingga mengurangi resiko kehancuran
6. Dari segi teknik, pada saat terjadi penurunan penopang, kabel
segera menyesuaikan diri pada kondisi keseimbangan yang baru,
tanpa adanya perubahan yang berarti dari tegangan
7. Cocok untuk bangunan bersifat permanen.
Kelemahan struktur kabel :
Pembebanan yang berbahaya untuk struktur kabel adalah getaran.
Struktur ini dapat bertahan dengan sempuna terhadap gaya tarik
dan tidak mempunyai kemantapan yang disebabkan oleh
pembengkokan, tetapi struktur dapat bergetar. Dalam hal gejala
resonansi yang umum dikenal dapat timbul dan mengakibatkan
robohnya bangunan.

Lokasi alamat: Venafro


Lokasi Negara: Italia
Nama Guido klien / pemilik gedung: Ghisolfi, Sinco Teknik SPA,
Tartona
Fungsi Laboratorium: membangun & pusat penelitian
Derajat struktur kandang: tertutup Sepenuhnya
Iklim zona: musim dingin dan musim panas yang ringan
Jumlah lapisan: lapisan mono
Deskripsi pendek dari Desain proyek
Persyaratan
Selama lebih dari tiga puluh tahun kelompok M & G telah bekerja di
bidang polimer penelitian dan pengolahan polimer. Pada tahun 1990
mereka memutuskan untuk berkonsentrasi pada kegiatan penelitian
yang berbeda di satu lokasi, di perusahaan M & G Ricerche SpS di
Pozzilli di Italia selatan, dan pada saat yang sama untuk
merampingkan kegiatan mereka.
Pusat terdiri dari dua area: area teknis dengan tanaman

percontohan untuk pengembangan metode produksi dan


pengolahan, dan area kimia-fisik dengan laboratorium untuk sintesis
dan analisis produk kimia. Pelaksanaan percobaan ini largescale
kimia dan fisik memiliki kebutuhan ruang yang berbeda-beda yang
dapat diprediksi hanya dengan kesulitan. Dari fakta ini
mengakibatkan persyaratan untuk membuat, membuka kolombebas ruang seluas mungkin, yang pada saat yang sama akan
memungkinkan untuk tes terpisah yang harus dilakukan dalam unit
yang lebih kecil dilindungi.
Konsep
Pertimbangan yang berkaitan dengan bentuk optimal dari aula
menyebabkan rencana elips, sebuah, ringan tenda-seperti bentuk
yang sudah muncul pada sketsa pertama dan dikembangkan untuk
bentuk oval (85 x 32 m) sebagai salah satu volume besar, ditutupi
oleh ringan struktur dengan ketinggian 15 m, didukung oleh kisi
simetris lengkungan dan bersiap dengan enam kabel menstabilkan
longitudinal. Garis besar instalasi layanan dan tanaman
percontohan menyebabkan pilihan dari bentuk lengkungan sebagai
keranjang datar (tiga pusat) arch. Ketinggian maksimum tanaman
percontohan dan tinggi puncak bangunan pujian satu sama lain.
Rentang optimal untuk atap membran terletak antara 12 m dan 15
m dan ini menentukan jumlah lengkungan.Aspek seperti perkuatan
lengkungan, transfer kekuatan membran dan pencarian desain yang
seimbang menyebabkan arsitek untuk mengatur pesawat lengkung
sehingga mereka berpotongan pada titik yang pada saat yang sama
adalah pusat dari lingkaran yang menghubungkan apexes dari
lengkungan.

Fungsi
Ruang ini diterangi oleh penembusan membran atap dan melalui
bukaan rumah kaca tepi daerah penelitian. Ruang di atap pelana
ujung antara sisi membran dan penelitian ruang berfungsi sebagai
ruang umum dan area penerimaan bagi pengunjung. Ruang lantai

total 2700m .
Struktur lengkungan
Enam lengkungan membawa membran atap, mereka lengkungan
kisi tiga akord dalam bentuk keranjang (tiga pusat) arch.
Penampang segitiga mereka bervariasi dari panjang lengkung,
dengan ukuran maksimal di puncak, dan meruncing ke arah
dukungan arch. Mereka terdiri dari 1764 tabung tunggal di 441
panjang yang berbeda dan konfigurasi. Lengkungan bergabung
dengan enam kabel prategang di bawah membran. Kabel ini
terhubung ke menstabilkan lengkungan melalui berbentuk piramida
Outriggers untuk menjauhi kelengkungan membran.

Substruktur, pondasi
Para diperkuat terus menerus tanah beton dengan bantalan dasar
dan strip bawah dinding gedung laboratorium dan di bawah
lengkungan dirancang untuk beban hidup 20 / m kN. Kaki lengkung
didukung di dataran tinggi air di atas fondasi beton bertulang, yang
dipisahkan struktural dan visual dari lempengan tanah.
Selaput
Bahan membran atap adalah PVC dilapisi kain poliester dengan
kekuatan tarik 150 kN / m di warp dan pakan (isi) arah, yang setara
dengan membran jenis-4 dalam klasifikasi Jerman.
Membran ini pratekan antara lengkungan dan kabel yang
menghubungkan ujung kaki lengkung. Kabel tepi dijalankan di
lengan membran diperkuat oleh anyaman. Pada lengkungan
mendukung mereka terhubung dengan koneksi disesuaikan yang
terbuat dari pelat baja berlubang datar. Sepanjang lengkungan
membran terhubung adjustably Melalui kabel karangan bunga
dengan cornerplates atas dan bawah dan U-baut berulir.Untuk
waterproofing membran celemek terhubung ke membran atap di
luar dengan ritsleting di sepanjang tabung akord bawah.
Lengkungan ditutupi oleh lembaran, plastik transparan pratekan,
sehingga cuaca melindungi mereka secara ekonomi dan sekaligus
menjaga membran lengkungan terlihat dan transparan
dikencangkan antara membran atap
Deskripsi dari situs Bangunan kondisi lingkungan - situasi
Bangunan ini terletak seperti sebuah pulau di tengah kolam persegi
panjang dan mengikuti garis besar dasar-dasar sebuah biara yang
pernah diduduki situs ini, dari bangunan asli di situs sebuah kapel
dan batu-batu kering gorong-gorong masih ada.Danau buatan
berfungsi sebagai api baik dan mendinginkan dan menjiwai
lingkungan melalui penguapan alami dan refleksi. Danau, garis-garis
di sekitar dengan pohon zaitun tua, dijembatani di sisi longitudinal
bangunan dengan dua cara akses, yang membentuk pintu masuk
utama ke bangunan.
Layanan

Penerangan
Lengkungan rangka ditutupi dengan transparan yang jelas PVCmembran, memberikan pencahayaan alami tambahan dari atas dan
menjaga struktur lengkung terlihat pada saat yang sama. Tutup strip
dan celemek juga terbuat dari PVC transparan lembar.Karena
pekerjaan membran tembus dimungkinkan dengan hari tanpa
pencahayaan buatan. Pada malam hari gedung ini diterangi oleh
lampu halogen tidak langsung terhadap membran atap memancar
dari langkan gedung laboratorium.
Ventilasi, AC
Untuk alasan fungsional dan keamanan, volume udara yang besar di
bawah atap membran harus kedap udara. Dengan menggunakan
sistem ventilasi sederhana (di satu sisi membujur pasokan udara
masuk dan di sisi lain pembuangan udara diekstrak), melalui
naungan oleh membran atap dan karena danau, sebuah AC tidak
dibutuhkan meskipun tinggi di luar suhu. Suhu di dalam sesuai
dengan yang di bawah staning gratis, tenda ventilasi alami, Ie suhu
udara luar di tempat teduh. Kantor dan ruang laboratorium memiliki
AC-independen.

[Lembut Kerang, Hans-Joachim Schock, P43-46]


Misc. Proyek rincian
Umum komentar, link Biaya membran sekitar 300.000 lire/m2 (155
EURO/m2) pada tahun 1990.
Referensi Teil 9 / 21: Forschungszentrum di Venafro - Grimm F. Stahlbau Im Detil
Arch & Life 36/1990
Bouwen bertemu staal
Canobbio
Verso un processo integrato - Pinto V. - Le tensostrutture sebuah
membrana per l'architettura
Laboratorium Penelitian Venafro, Pozzilli, Italia - Kerang Lunak
Scheuermann R., Boxer - Arsitektur tarik dalam Konteks Perkotaan
Hamelin P., Verchery G. - Komponen Tekstil dalam Konstruksi
Bangunan
Arsitektur Tinjauan Maret 1992
Birdair dikencangkan Struktur Membran
Jangka waktu penggunaan
Sementara struktur sementara atau permanen
Konversi atau mobile Konversi
Desain umur dalam tahun 11-20
Bahan penutup
Cable-net/Textile/Hybrid/Foil Kabel
Bahan Fabric / Polyester Foil
Bahan lapisan PVC
Utama dimensi dan bentuk
Ditutupi permukaan (m2) 2700
Panjang total (m) 34
Jumlah lebar (m) 85
Bentuk Anticlastic elemen tunggal
Terlibat perusahaan

Arsitek Samyn dan Mitra


Setesco
Insinyur IPL Ingenieurplanung Leichtbau GmbH
Pemasok Verseidag-Indutex GmbH
Editor
Editor Marijke Mollaert
Berlawanan dengan spekulasi kami di percaya gedung ini menjadi
beberapa bentuktempat wisata,
Lokasi akhirnya dipilih, Venafro di Selatan Italia, adalah sebuah
lembah besar yang dikelilingi oleh perbukitan, ladang dan bangunan
tradisional.
Struktur montok sebenarnya terdiri dari frame dengan tenda yang
terbuat dari poliesterdilapisi PVC membentang di dan didukung oleh
"logam kisi simetris lengkungan".Tidak hanya shell mencari bentukbentuk yang mengagumkan pada mereka sendiri tetapi
menempatkan bijaksana dalam kolam mengalikan keindahan,
sehingga memberikan pemandangan benar-benar menguntungkan
[faktor lain untuk penentuan posisi tempat di kolam renang adalah
keamanan dan regulasi termal].
Sebagai laboratorium penelitian industri kimia, pusat terdiri dari dua
area: area teknis dengan tanaman percontohan untuk
pengembangan metode produksi dan pengolahan,dan area kimiafisik dengan laboratorium untuk sintesis dan analisis produk
kimia.Pelaksanaan percobaan ini largescale kimia dan fisik memiliki
kebutuhan ruang yang berbeda-beda yang dapat diprediksi hanya
dengan kesulitan. Dari fakta inimengakibatkan persyaratan untuk
membuat, membuka kolom-bebas ruang seluas mungkin, yang pada
saat yang sama akan memungkinkan untuk tes terpisah yang
harusdilakukan dalam unit yang lebih kecil dilindungi.
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook