Anda di halaman 1dari 5

BAB 19

PEMERIKSAAN ATAS PERKIRAAN LABA RUGI

PENGERTIAN PERKIRAAN LABA RUGI


Yang termasuk ke dalam perkiraan laba rugi terdiri antara lain :
-

Perkiraan pendapatan operasi


Harga pokok penjualan
Beban Operasi
Pendapatan
Beban diluar Operasi
Pos Luar Biasa
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari

aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan
kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Sedangkan menurut
PSAK, penghasilan adalah peningkatan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam
bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan
kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
Penghasilan (income) meliputi pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain).
Pendapatan adalah penghasilan yang timbul selama dalam aktivitas normal entitas dan
dikenal dengan bermacam-macam sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan
jasa (fees), bunga, dividen dan royalti.
Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode
akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya asset atau terjadinya kewajiban
yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada
penanam modal.
Definisi beban mencakup baik kerugian maupun beban yang timbul dalam
pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Beban yang timbul dalam pelaksanaan
aktivitas perusahaan yang biasa meliputi, misalnya, beban pokok penjualan, gaji dan
penyusutan. Beban tersebut biasanya berbentuk arus keluar atau berkurangnya asset seperti
kas (dansetara kas),persediaan, dan asset tetap.
Kerugian mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang mungkin
timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa. Kerugian tersebut
mencerminkan berkurangnya manfaat ekonomi, dan pada hakikatnya tidak berbeda dari
beban lain. Oleh karena itu, kerugian tidak dipandang sebagai unsur terpisah dalam
kerangka dasar ini.

Kerugian dapat timbul misalnya dari bencana kebakaran, banjir, seperti juga yang
timbul dari pelepasan asset tidak lancar. Definisi beban juga mencakup kerugian yang
belum direalisasi, misalnya, kerugian yang timbul dari pengaruh kenaikan kurs valuta
asing dalam hubungannya dengan pinjaman perusahaan dalam mata uang tersebut. Kalau
kerugian diakui dalam laporan laba rugi, biasanya disajikan secara terpisah karena
pengetahuan mengenai pos tersebut bergunan untuk tujuan pengambilan keputusan
ekonomi. Kerugian sering kali dilaporkan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan
penghasilan yang bersangkutan.
Menurut SAK ETAP (IAI, 2009 : 114) :
(a) Entitas harus mengukur pendapatan beradasarkan nilai wajar atas pembayaran yang
diterima atau masih harus diterima. Nilai wajar tersebut tidak termasuk jumlah diskon
penjualan dan potongan volume.
(b) Entitas harus mengakui pendapatan dari suatu penjualan barang jka semua kondisi
berikut terpenuhi:
1) Entitas telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan
barang kepada pembeli.
2) Entitas tidak mempertahankan atau meneruskan baik keterlibatan manajerial
sampai kepada tingkat biasanya diasosiasikan dengan kepemilikan maupun control
efektif barang yang terjual.
3) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
4) Ada kemungkinan besar manfaat ekonomi yang berhubungan dengan transaksi
akan mengalir masuk ke dalam entitas.
5) Biaya yang telah atau akan terjadi sehubungan dengan transaksi dapat diukur secara
andal.
Hasil suatu transaksi dapat diestimasi secara andal jika memenuhi semua kondisi berikut:
1) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
2) Ada kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomis yang berhubungan dengan transaksi
akan mengalir kepada entitas.
3) Tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal.
4) Biaya yang terjadi dalam transaksi dan biaya penyelesaian transaksi dapat diukur
secara andal.
Menurut SAK ETAP (IAI, 2009 : 121), tentang Bunga, Royalti dan Dividen :
(a) Entitas harus mengakui pendapatan yang muncul dari penggunaan aset oleh entitas
yang lain yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen atas dasar yang ditetapkan
ketika:
1) Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomis yang berhubungan dengan transaksi
akan mengalir entitas kepada entitas.

2) Jumlah pendapatan harus diukur secara andal.


(b) Entitas harus mengakui pendapatan atas dasar :
1) Bunga harus diakui secara akrual.
2) Royalti harus diakui dengan menggunakan dasar akrual sesuai dengan substansi
dari perjanjian yang relevan.
3) Dividen harus diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran
telah terjadi.
TUJUAN PEMERIKSAAN (AUDIT OBJEKTIVES) PERKIRAAN LABA RUGI
1) Untuk mengetahui apakah terdapat internal control yang baik atas pendapatan dan
beban termasuk apakah perusahaan menggunakan acrual basis untuk mencatat
pendapatan maupun beban.
2) Untuk memeriksa apakah semua pendapatan yang menjadi hak perusahaan telah
dicatat di buku perusahaan, dan apakah pendapatan yang dicatat betul betul
merupakan hak perusahaan dengan menggunakan cut-off yang tepat.
3) Untuk memeriksa apakah semua biaya yang menjadi beban perusahaan telah dicatat
di buku perusahaan, dan apakah semua biaya yang dicatat betul betul merupakan
beban perusahaan, dengan memperhatikan cut-off yang tepat.
4) Untuk memeriksa apakah terdapat fluktuasi yang besar dalam perkiraan pendapatan
dan beban jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya maupun jika dibandingkan
bulan per bulan atau jika dibandingkan dengan anggaran pendapatan dan beban.
5) Untuk memeriksa apakah pendapatan dan beban telah dilaporkan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS.

PROSEDUR AUDIT PEMERIKSAAN ATAS LABA RUGI


1) Pelajari dan evaluasi internal control atas pendapatan dan biaya. (gunakan internal
control quetionnaires, flow chart atau narrative memo).
2) Minta rincian laporan laba rugi untuk periode yang diperiksa dengan angka
perbandingan untuk periode sebelumnya, dan lakukan analytical review procedures.
Buat analisis rasio dan hitung juga ROI dan ROE. Rasio yang dihitung untuk tahun
yang diperiksa dibandingkan denga rasio tahun lalu dan rasio industri.
3) Minta rincian laba rugi untuk periode yang diperiksa, yang dibandingkan dengan
budget untuk periode yang sama. Hitung variance yang terjadi dalam rupiah maupun
persen. Viarance yang jumlahnya material harus diselidiki sebab-sebabnya. Dari
analisis variance tersebut kemungkinan bisa diketahui seandainya perusahaan
melaporkan angka yang tidak sebenarnya dengan tujuan agar

tidak terjadi

penyimpangan yang besar dari budget yang sudah ditetapkan. Misalnya window
dressing penjualan, pergeseran mata anggaran atau pergeseran waktu pencatatan.
4) Minta rincian penjualan menurut jenis barangnya atau menurut area penjualannya
yang mencantumkan

kuantitas barang yang dijual maupun nilai uangnya selama

setahun (dibuat per bulan). Kemudian bandingkan kuantitas yang dijual, secara tes
basis, dengan pengeluaran barang yang tercatat pada kartu persediaan.
5) Periksa cut - off penjualan, untuk mengetahui ada atau tidaknya pergeseran waktu
pencatatan penjualan. Periksa cut-off pembelian, untuk mengetahui adanya pergeseran
waktu pencatatan pembelian.
6) Periksa subsequent payment untuk mengetahui kemungkinan adanya unrecorded
liabilities. Periksa juga subsequent collection untuk mengetahui kemungkinan adanya
unrecorded receivables.
7) Buat analisis terhadap beberapa perkiraan biaya atau pendapatan yang kemungkinan
bisa ditanyakan oleh pihak pajak atau diperlukan dalam pengisian SPT untuk membuat
koreksi fiskal, atau yang memungkinkan timbulnya contingent liability.
8) Untuk biaya biaya dan pendapatan yang ada kaitannya dengan pajak harus diperiksa
apakah peraturan perpajakan yang berlaku telah ditaati.
9) Khusus untuk biaya gaji:
(a) Periksa daftar gaji untuk satu atau beberapa bulan, kemudian tes perhitungan PPh
21 untuk mengetahui apakah perhitungannya sudah sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
(b) Bandingkan total biaya gaji yang tercantum dalam perhitungan laba rugi dengan
SPT PPh 21. (perhatikan apakah PPh 21 ditanggung karyawan atau perusahaan).
(c) Secara tes basis bandingkan data yang ada dalam daftar gaji dengan personnel file
untuk mengetahui apakah jumlah gaji, status keluarga sama atau tidak.

(d) Lakukan observasi pada saat pembayaran gaji (biasanya dilakukan pada
perusahaan yang pegawainya sangat banyak) untuk mengetahui apakah ada
10)

pegawai yang fiktif.


Periksa apakah penyajian pos pos laba rugi sudah sesuai dengan Standar

Akuntansi Keungan ETAP/PSAK/IFRS.

Anda mungkin juga menyukai