Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

RANGKUMAN MATA KULIAH


CHAPTER 12
MENINGKATKAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

DISUSUN OLEH: KELOMPOK 3


Sukaril
( S411508006 )

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

MENINGKATKAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

12.1 Sistem Informasi dan Pengambilan Keputusan


Pengambilan keputusan dalam bisnis biasanya terbatas pada pihak manajemen. Sekarang ini,
karyawan golongan rendah bertanggung jawab atas beberapa keputusan ini, karena sistem
informasi membuat informasi menjadi tersedia untuk golongan yang lebih rendah dalam
bisnis.
12.1.1

Nilai

Bisnis

Dari

Pengambilan

Keputusan

yang

Telah

Ditingkatkan

12.1.2 Jenis Keputusan

Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision) adalah keputusan yang


pengambilan keputusannya harus memberikan penilaian, evaluasi, dan pengertian
untuk memecahkan masalahnya.

Keputusan terstruktur (structured decisioni), sebaliknya, sifatnya berulang dan


rutin, dan melibatkan prosedur yang jelas dalam menanganinya, sehingga tidak perlu
diperlakukan seakan-akan masih baru. Banyak keputusan memiliki elemen-elemen
dari kedua jenis keputusan ini.

Keputusan semiterstruktur (semistructured decisioni), yaitu yang hanya sebagian


masalahnya mempunyai jawaban yang jelas tersedia dengan prosedur yang disetujui
bersama.

12.1.3 Proses Pengambilan Keputusan

Mengambil keputusan adalah proses yang melibatkan banyak langkah. Simon (1960)
menyatakan empat tahapan berbeda dalam mengambil keputusan: kecerdasan, rancangan,
pilihan, dan implementasi. Tahapan ini bersesuaian dengan empat langkah pemecahan
masalah yang digunakan sepanjang buku ini.
1.

Kecerdasan (intelligence) terdiri atas menemukan, mengidentifikasi dan memahami


masalah yang terjadi pada organisasi. Mengapa masalah itu terjadi, di mana, dan
akibat apa yang dialami perusahaan.

2.

Rancangan (design) melibatkan identifikasi dan pencarian berbagai solusi masalah.

3.

Pilihan (choice) adalah tentang memilih alternatif solusi yang ada.

4.

Implementasi (implementation) adalah tentang membuat alternatif yang dipilih dapat


bekerja, dan tetap mengawasi seberapa baik kerja solusi tersebut.

12.1.4 Manajer dan Pengambilan Keputusan dalam Dunia Nyata


Peran Manajer
Para manajer memainkan peran penting dalam organisasi. Tanggung jawab mereka
adalah mengambil keputusan, membuat laporan, menghadiri rapat, hingga merencanakan
pesta ulang tahun.
Manajemen gaya klasik (clasical model of management), yang menjelaskan apa yang
dilakukan manajer, jarang sekali dipertanyakan sejak awal mulanya di tahun 1920-an hingga
tahun-tahun belakangan ini. Henri Fayol dan para penulis lainnya pertama-tama menjelaskan
lima fungsi klasik dari manajer, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, mengoordinasikan,
memutuskan dan mengendalikan.
Model manajemen klasik menjelaskan fungsi manajerial secara formal , tetapi tidak
menunjukan apa yang dilakukan para manajer secara terperinci saat mereka merencanakan,
memutuskan sesuatu, dan mengendalikan pekerjaan orang lain. Model keperilakuan
(behavioral model) menyatakan bahwa perilaku manajer yang sebenarnya terlihat tidak lebih
sistematis, lebih informal, kurang reflektif, lebih reaktif, dan kurang terorganisasi dengan
baik daripada yang kita percayai dalam rangka model klasik.
Peran manajerial (managerial roles) adalah perkiraan-perkiraan aktivitas yang
seharusnya dilakukan para manajer organisasi.
Peran Interpersonal (interpersonal role), para manajer bertindak sebgai figur utama
dalam organisasi ketika mereka mewakili perusahaan mereka kepada dunia luar dan
melakukan tugas-tugas simbolik, seperti memberikan penghargaan kepada karyawan manajer
bertindak sebagai pemimpin, memberi motivasi, nasihat, dan mendukung bawahannya.
Peran Informasi (informational role), manajer bertindak sebagai pusat saraf dari
organisasi, menerima informasi terkini yang paling konkret dan mendistrinbusikannya
kembali kepada mereka yang memerlukannya.
Peran

Pengambil

Keputusan

(decisional

role),

mereka

bertindak

sebagai

wirausahawan dalam mengusulkan jenis-jenis aktivitas baru, menangani gangguan-gangguan


yang muncul dalam organisasi.

Penyaringan Manajemen. Walaupun dengan informasiyang tepat waktu dan akurat,


ada manajer yang dapat mengambil keputusan buruk. Manajer (sama dengan manusia
lainnya) menerima informasi melalui berbagi tahap penyaringan yang masuk akal tentang
dunia di sekitar mereka.
Politi dan Inersia Organisasional. Organisasi adalah birokrasi dengan kemampuan dan
kompetensi terbatas untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat menentukan.

Pengambilan Keputusan dalam Dunia Nyata


Kini kita dapat melihat Sistem Informasi tidk dapat membantu semua peran

manajerial. Dan dalam peran manajerial di mana sistem informasi dapat membantu
mengambil keputusan, investasi dalam teknologi informasi tidak selalu menghasilkan hasil
yang positif. Ada tiga alasan utama yaitu:
1. Kualitas Informasi. Keputusan-keputusan yang berkualitas tinggi membutuhkan informasi
berkualitas tinggi. Tabel berikut dapat menjelaskan dimensi kualitas informasi yang dapat
memengaruhi kualitas keputusan yang diambil :table 12-3
2. Penyaringan Manajemen. Walaupun dengan informasi yang tepat waktu dan akurat, ada
manajer yang dapat mengambil keputusan yang buruk. Manajer (sama dengan manusia
lainnya) menerima informasi melalui berbagai tahap penyaringan yang masuk akal tentang
dunia di sekitar mereka. Manajer mempunyai perhatian tertentu, fokus pada jenis masalah
dan solusi tertentu, dan mempunyai bias-bias yang menolak informasi yang tidak sesuai
dengan konse pawalnya.
3. Politik dan Inersia Organisional. Organisasi adalah birokrasi dengan kemampuan dan
kompetensi terbatas untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat menentukan.
Keputusan yang diambil perusahaan sering menunjukan penyeimbang dari kelompokkelompok yang berbeda dalam perusahaan dan bukan solusi yang terbaik atas masalah yang
dihadapi.

12.2 Sistem Untuk Mengambil Keputusan


Ada empat jenis sistem untuk mendukung keputusan yang berbeda jenis dan tingkat
yang telah dijelaskan. Sistem Informasi Manajemen (SIM) memberikan laporan rutin dan

rangkuman dari data transaksi kepada manajer menengah dan manajer operasional untuk
memberikan jawaban atas masalah keputusan yang terstruktur dan semistruktur. Sistem
Pendukung Keputusan (DSS) menyediakan model analitis atau perangkat analisis data
berukuran besar kepada manajer menengah yang menghadapi keputusan semiterstruktur.
Sistem pendukung eksekutif (ESS) adalah sistem yang memberikan informasi dari luar
(berita, analisis saham, dan tren industri) dan rangkuman tingkat tinggi tentang kinerja
perusahaan kepada manajer senior, yang harus mengambil keputusan yang kebanyakan
bersifat tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan kelompok (group decision-support
system-GDS) adalah sistem khusus yang memberikan sekumpulan lingkungan elektronik di
mana manajer dan tim dapat mengambil keputusan secara kolektif dan merancang solusi
untuk masalah tidak terstruktur dan masalah semistruktur.
12.2.1 Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM secara khusus menghasilkan laporan yang sifatnya tetap dan rutin berdasarkan
data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem pemrosesan transaksi (Transaction Processing
System-TPS) perusahaan. Kadang-kadang laporan SIM adalah laporan perkecualian, hanya
menyoroti kondisi-kondisi khusus dan luar biasa,seperti ketika kuota penjualan untuk suatu
wilayah tertentu jatuh di bawah tingkat yang diperkirakan, atau karyawan telah melebihi
batas pengeluaran tunjangan perawatan giginya.
12.2.2 Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
DSS mendukung analisis masalah semiterstruktu dan tidak terstruktur. DSS dimasa
awalnya sangatlah digerakan oleh model, menggunakan beberapa jenis model untuk
menunjukan analisis bagaimana jika dan analisis lainnya. Beberapa DSS yang kontemporer
sifatnyadigerakkan oleh data, menggunakan pemrosessan analisis online (OLAP), dan
penggalian data untuk penggalia datajuga aplikasi tabel pivot spreadsheet yang dijelaskan
pada bagian ini.
Komponen DSS
1. Basis data DSS (DSS database) adalah sekumpulan data yang sekarang dan historis dari
sejumlah aplikasi atau kelompok.

2. Sistem Perangkat Lunak DSS (DSS software system) berisi perangkat lunak yang
digunakan untuk menganalisis data.
3. Model adalah representasi abstrak yang mengilustrasikan beberapa komponen atau
hubungan dari suatu fenomena.
4. Model Analisis Sensitivitas (sensitivity analysis) melontarkan pertanyaan bagaimana jika
secara berulang-ulang untuk menentukan akibat dari hasil perubahan satu faktor atau lebih.
Menggunakan tabel pivot spreadsheet untuk membantu pengambilan keputusan
Perangkat lunak spreadsheet juga berguna untuk membantu para manajer mendeteksi dan
memahami pola dalam data. Tabel pivot secara sederhana adalah tabel yang menapilkan dua
dimensi atau lebih dari data dalam format yang tepat.
12.2.3 Nilai Bisnis DSS
DSS telah sangat berguna dan penting, dengan menyediakan informasi yang terperinci
dan baik untuk mengambil keputusan yang memungkinkan perusahaan mengoordinasi proses
bisnis baik internal maupun eksternal dengan tepat. Beberapa DSS membantu perusahaan
dengan keputusan-keputusan dalam manajemen hubungan pelanggan atau manajemen rantai
pasok. Beberapa DSS mengambil keuntungan dari data perusahaan besar yang disediakan
oleh sistem perusahaan. Berikut beberapa contoh yang menjelaskan batas-batas kemampuan
DSS : Burling Coat Factory:DSS untuk keputusan penentuan harga, DSS untuk analisis
profitabilitas, Compass Bank: DSS untuk manajemen hubungan pelanggan (CRM).
12.2.4 Visualisasi Data dan Sistem Informasi Geografi (GIS)

Dengan mempresentasikan data dalam bentuk grafik, perangkat visualisasi data (data
visualization) membantu pengguna melihat pola dan hubungan dari data dalam jumlah besar
yang akan sulit dipahami apabila data tersebut dipresentasikan dalam bentuk tulian biasa.
Sisem Informasi Geografi (georaphic information system-GIS) adalah kategori khusus dari
DSS yang menggunakan teknologi visualisasi data untuk menganalisis dan menampilkan data
untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dalam bentuk peta digital.
12.2.5 Sistem Pendukung Keputusan Pelanggan Berbasis Web
Sistem pendukung keputusan pelanggan (costumer decission-support system-CDSS)
membantu proses pengambilan keputusan untuk seorang pelanggan atau calon pelanggan.
Mereka yang tertarik membeli sebuah produk atau layanan dapat menggunakan mesin
pencari, agen inteligen, katalog online, direktori web, newsgroup, e-mail, dan
perangkatlainnyadi internet untuk membantu mereka mendapatkan informasi yang
dibutuhkan untuk membantu mereka mengambil keputusan.

12.3 Sistem Pendukung Eksekutif (ESS)


Sistem pendukung eksekutuf (executive support system-ESS), membantu manajer
dalam masalah tidak terstruktur dan semistruktur dengan berfokus pada kebutuhan informasi
pihak manajemen senior.
12.3.1 Peran ESS Dalam Perusahaan

Kegunaaan ESS telah bergerak menuruni beberapa tingkat organisasional, sehingga


sekarang para eksekutif dan bawahan dapat melihat data yang sama dengan cara yang sama.
Sistem-sistem yang berlaku sekarang ini mencoba menghindari masalah data yang berlebih
karena data dapat disaring atau ditampilkan dalam format grafik (apabila penggunanya
memilih demikian).
12.3.2 Nilai Bisnis ESS
Sebagian besar nilai dari ESS ditemukan pada fleksibilitasnya dan kemampuannya
untuk menganalisis, membandingkan para pengguna melihat lebih data dalam waktu yang
lebih singkat dengan kejelasan dan pemahaman yang lebih baik dari yang dapat diberikan
oleh yang sistem berbasis kertas.
12.3.3 ESS dan Perusahaan Digital
Untuk mengilustrasikan cara-cara ESS membantu pengambilan keputusan, kini
dijelaskan jenis-jenis penerapan ESS yang penting untuk mengumpulkan inteligensi bisnis
dan memantau kinerja perusahaan.

National life: ESS untuk inteligensi bisnis


Bonita bay properties dan pharmacia corporation: Memantu kinerja perusahaan dengan
dashbordigital dan system balanced scorecard
Caesars entertaiment: Analisis kinerja keseluruhan perusahaan

12.4 Sistem Pendukung Keputusan Kelompok


GDSS adalah sistem interaktif berbasi komputer yang digunakan untuk memfasilitasi
penyelesaian masalah tidak terstruktur oleh sekelompok pengambil keputusan yang
bekerjasama sebagai suatu kelompok.
12.4.1 Apakah GDSS itu ?

GDSS adalah sistem interaktif berbasis komputer yang digunakan untuk memfasilitai
penyelesaian masalah tidak terstruktur oleh sekelompok pengambil keputusan yang
bekerjasama sebagai satu kelompok.
12.4.2 Komponen GDSS
GDS menjadikan rapat lebih produktif dengan menyediakan perangkat untuk memfasilitasi
perencanaan, pengembangan, penyusunan, dan evaluasi gagasan; menentukan prioritas; dan
mendokumentasikan hasil rapat untuk pihak-pihak lain dalam perusahaan. GDS mempunyai
tiga elemen dasar:
Peranti keras, fasilitas konferensi itu sendiri, termasuk ruangan, meja, dan kursi.
Peranti lunak, kuisioner elektronik, perangkat brainstroming elektronik, pengorganisasian
ide, perangkat kuisioner, perangkat pemungutan suara atau penentuan prioritas, perangkat
identifikasi dan analisis pihak yang berkepentingan, perangkat pembentuk kebijakan,kamus
kelompok.
Dan orang, peserta, fasilitator yang terlatih dan karyawan bagian dukungan perangat keras
dan perangkat lunak.

12.4.3 Gambaran Umum Pertemuan GDSS


Dalam

sebuah rapat

elektronik

GDSS,

setiap

peserta

dilengkapi

dengan

workstation.Workstation tersebut terhubung ke jaringan, ke workstation fasilitator, dan ke


server file untuk rapat. Semua data yang diberikan para peserta dari workstation mereka
kepada kelompok dikumpulkan dan disimpan dalam server file. Papan tulis dapat dilihat baik
pada masing-masing sisi dari layar proyeksi. Banayk ruang pertemuan elektronik tempat
duduknya berbentuk setengah lingkaran dan bertingkat dalam gaya legislatif untk
mengkoordinasi jumlah peserta yang banyak. Fasilitator mengendalikan penggunaan
perangakat-perangakt tersebut saat rapat berlangsung.
12.4.4 Nilai Bisnis GDSS

Dengan peranti lunak GDSS, penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta rapat
dapat meningkat, sementara produktivitas juaga meningkat. Satu alasan adalah peserta rapat
dapat berkontribusi secara bersama, alih-alih datu demi satu, yang membuat waktu pertemuan
digunakan secara lebih efisien. GDSS memberikan suasana yang lebih kolaboratif denagan
menjamin anonimitas konstributor. Peserta dapat memberikan konstribusi tanpa merasa takut
dikritik atau idenya ditolak karena identitasnya diketahui. Peranti lunak GDSS mengikuti
metode terstruktur dalam mengelola dan mengevaluasi ide serta menyimpan hasil rapat.
Dokumentasi pertemuan oleh satu kelompok dalam satu tempat juga dapat digunakan sebagai
masukan pada rapat lainnya mengenai proyek yang sma di tempat lain.