Anda di halaman 1dari 4

Alhamdulillah banyak sekali amalan wanita ketika haid, selain hal-hal yang

dilarang/diharamkan bagi wanita yang sedang haid maka insya Allah amalan tersebut adalah
amal shalih yang mendatangkan pahala dari Allah Subhanahu wa Taala, tentu jika amalan itu
disertai dengan niat yang ikhlas dan ittiba (sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu
alaihi wa sallam).
Hal-hal yang dilarang dilakukan oleh wanita haid, dan wanita nifas:

Shalat dan PuasaBukankah jika wanita itu haid, maka ia tidak shalat, dan tidak
puasa? [ Riwayat Bukhari]

Memasuki mesjid (terdapat ikhtilaf dikalangan ulama)Aku tidak menghalalkan


mesjid untuk wanita haid, dan orang-orang dalam keadaan junub[ RiwayatAbu
Daud]

Perceraian , wanita haid tidak boleh dicerai,namun harus menunggu hingga ia suci

Berhubungan suami istri oleh sebab itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari
wanita di waktu haid, dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka suci
(Al-Baqoroh: 222)

Membaca Al-Quran (ada perbedaan pendapat)

Thawaf, Lakukanlah apa yang dilakukan jemaah haji, hanya saja jangan melakukan
tawaf di Kabah sebelum kamu suci.[Riwayat Muslim]

Diantara hal-hal yang diperbolehkan bagi wanita haid:

Dzikir kepada Allah Taala, sebab tidak ada larangan dari Allah Subhanahu wa Taala
dan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Ihram, wukuf di Arafah. Makan dan minum bersama wanita haid Aku bertanya
kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tentang makan bersama wanita haid,
kemudian beliau bersabda:makanlah bersamanya.[Diriwayatkan Ahmad, AtTirmidzi, hadits Hasan].

Berhubungan suami istri selain pada farjinya , kerjakanlah apa saja oleh kalian
kecuali nikah (hubungan suami istri) . Tentunya masih banyak lagi amalan yang
dapat dilakukan oleh wanita haid selain yang disebutkan di atas, seperti dzikir pagipetang, amar maruf nahyi munkar, dll. Wallahu alam.

Sebagian wanita muslimah akan mengalami penurunan semangat beribadah atau


bahkan penurunan iman di saat sedang haid. Padahal hal tersebut merupakan kesempatan
emas bagi syaithan untuk menggoda mereka. Dijumpai beberapa kejadian wanita yang
terkena gangguan jin terjadi di saat wanita tersebut sedang haid. Berikut ini adalah amalanamalan bernilai ibadah yang bisa dilakukan di masa haid:
1. Memperbanyak dzikir kepada Allah.
2. Menghadiri majelis-majelis talim.
3. Membaca buku-buku agama.
4. Bergaul dengan orang-orang shalihah yang dapat menjaga semangatnya.
5. Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat bagi akhiratnya.
6. Mengulang hafalan Al-Quran.
7. Bersholawat pada Nabi
8. Membaca Al-Matsurat (Pagi & Sore)
Nah,, dari penjelasan di atas kita dapat mengerti amalan apa saja yg di larang dan
boleh dilakukan ketika haid.. Jangan biarkan Haid menjadi penghalang untuk ttp beribadah
kepada Allah swt
Wanita haid memang kehilangan kesempatan mendapat pahala. Tapi ada cara lain
meraup pahala. Apa saja? Setiap wanita normal tentu mengalami haid atau menstruasi. Itu
sudah menjadi sunnatullah. Justru akan dibilang aneh, jika ada wanita yang tidak mendapat
kunjungan tamu istimewa ini.
Haid adalah keluarnya darah dari alat kelamin wanita. Datang sebulan sekali,
biasanya wanita mengalami haid setelah mencapai usia tertentu dan berhenti sesudah
mencapai usia tertentu pula. Dibilang istimewa, karena wanita yang sedang menerima tamu
ini mendapat dispensasi untuk tidak shalat, puasa, dan beberapa ibadah lainnya. Malah
berdosa bila dalam keadaan haid, lantas shalat atau puasa. Ada yang bilang, rugi dong wanita
karena hilang kesempatan mendapat pahala. Jangan khawatir, ada cara lain meraup pahala,
antara lain adalah berzikir, menghafal al-Quran dan Hadits, .

Berzikir
Sekalipun lagi haid, yang bersangkutan bukan saja boleh, malah dianjurkan untuk
sebanyak-banyaknya membasahi bibir dengan zikir. Kapan dan di manapun. Misalnya
dengan melantunkan takbir (Allahu Akbar), tasbih (Subhanallah), dan tahmid
(Alhamdulillah). Dalam sebuah Hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Kebaikan dari berzikir dengan kalimat tersebut, bila dibandingkan dengan dunia dan
seisinya ini, masih lebih berat kalimat tasbih, tahmid, dan takbir tersesbut.
Berzikir bisa pula dengan membaca istighfar, memohon ampunan kepada Allah
Subhanahu wa Taala. Istighfar ini penting, karena tiada manusia tanpa dosa. Rasulullah
sendiri tak kurang beristighfar 80 kali setiap hari. Itu Rasulullah yang mendapat jaminan
pengampunan dosa. Kita yang tak mendapat jaminan, mestinya lebih banyak lagi
beristighfar.
Ada manfaat lain dari istighfar selain pengampunan dosa. Ternyata istighfar bisa
untuk membuka jalan berbagai persoalan dan juga membuka rezeki. Rasulullah bersabda,
Barangsiapa melazimkan istighfar, niscaya Allah pasti akan menjadikan baginya jalan
keluar dari setiap kesempitan, dan kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya
rejeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka. (Riwayat Abu Dawud)
Allah juga berfirman: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah
Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan
membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai ( Nuh [71]: 10-12).
Menghafal al-Qur`an dan Hadits
Menghafal al-Quran bisa mempertajam ingatan. Semakin banyak menghafal alQuran semakin kuat pula daya ingat seseorang. Tak heran bila banyak orang ingin
menghafal Kitab Suci ini. Barangkali, ini termasuk kemukjiatan al-Quran. Sekalipun ada
yang bilang huruf Arab itu seperti benang ruwet, tapi kenyataannya begitu banyak orang
yang berhasil menghafal al-Quran, mulai dari ayat pertama hingga ayat terakhir.
Tidak ada larangan wanita haid menghafal al-Quran. Yang menjadi perselisihan
ulama adalah menyentuh mushaf al-Quran, boleh atau tidak. Sebagian ulama
membolehkan, sebagian lagi melarang. Menghafal tentu saja bisa tanpa menyentuh
mushaf, apalagi sekarang sudah banyak ayat al-Quran yang dipindahkan ke dalam CD
atau komputer.
Wanita haid juga tidak dilarang menghafal Hadits. Itu salah satu bukti kecintaan
seseorang kepada baginda Muhammad. Tidak banyak saat ini orang menghafal Hadits,
padahal keutamaannya sangat besar. Dalam pembukaan kitab Arbain Nawawi disebutkan
sebuah Hadits bahwa barangsiapa hafal 40 Hadits, maka ia akan masuk surga.
Memperbanyak Infaq
Berinfaq adalah kegemaran orang-orang saleh. Kesalehan seseorang bisa diukur dari
kegemaran berinfaq. Serajin apapun dia shalat, puasa, dan bahkan haji, bila ia pelit
mengeluarkan harta di jalan Allah, maka patut diragukan kesalehannya.
Infaq adalah wujud dari kesalehan sosial. Setiap Muslim, selain dituntut kesalehan
pribadi, juga dituntut punya kesalehan sosial. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah
memperingatkan bahwa bukan termasuk umat beliau, bila ada di antara tetangga kita
kelaparan, sementara kita perutnya kenyang.
Berapapun yang kita punya, wajib untuk berinfaq. Allah berfirman, orang-orang
bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang
maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)
orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran [3]: 133-134)
Biasanya, godaan berinfaq adalah takut jatuh miskin. Minimal, takut hartanya berkurang.
Jika pakai matematika manusia memang begitu. Tapi bila menggunakan perhitungan
Allah, harta yang dikeluarkan infaqnya justru bertambah, bukan berkurang. Perumpmaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah
serupa denga sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, seratus biji. (Al-Baqarah [2]:
261)

Dalam hal berinfaq, para Sahabat adalah teladan sempurna. Begitu mendengar
seruan berinfaq, tanpa pikir panjang mereka berlomba-lomba melaksanakan. Salah satunya
yang pantas menjadi teladan adalah Abu Dahdaah.
Suatu kali turun ayat al-Quran: Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah
dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu
baginya dan untuknya ada pahala yang banyak. (al-Hadiid [57]: 11). Ketika mendengar
ayat tersebut, Sahabat Abu Dahdaah menemui Rasulullah. Ya, Rasulullah, benarkah kalau
kita berinfaq sama dengan meminjami Allah sebagai qardh? Rasulullah membenarkan
perkataan Sahabatnya itu. Tanpa pikir panjang, Abu Dahdaah kemudian menginfaqkan
pekarangannya yang di dalamnya ada 600 pohon kurma. Melihat demikian itu, Rasulullah
berkata, Allah akan menggantikan untuk Abu Dahdaah sekeluarga sebuah rumah di surga
yang bertahtakan intan berlian.
Meningkatkan Silaturahim
Silaturahim itu anjuran Islam. Rasulullah bersabda, Barangsiapa ingin
dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali
silaturahim. (muttafaqalaih). Sebaliknya, Rasulullah menyampaikan ancaman kepada
siapa saja yang memutuskan silaturrahim. Sabdanya, Tidak akan masuk surga, orang
yang memutuskan silaturahim. (muttafaqalaih).
Saat haid datang, buatlah agenda silaturahim. Bisa ke teman, saudara, atau teman
orangtua kita. Jika memungkinkan, ajaklah anak-anak dan suami/istri. Sekaligus itu bentuk
rihlah keluarga. Khususnya bila silaturahim kepada teman-teman orangtua, kita dapat dua
pahala. Pahala silaturahim dan pahala birrul walidain (berbakti kepada orangtua). Dalam
riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, Jagalah hubungan baik dengan orang-orang yang
dicintai ayahmu, janganlah kamu memutuskannya yang menyebabkan Allah memadamkan
cahayanya. Nah, kepada para wanita yang haid, jangan kecil hati karena tak dapat pahala.
Banyak jalan menuju Mekkah, banyak jalan meraup pahala.