Anda di halaman 1dari 10

Ayat-ayat tentang Muamalah

1. Uqud (Perikatan dan Perjanjian)


Pengertian.
Aqad menurut bahasa adalah: mengikat, sambungan, janji, dengan ini dapat dipahami aqad
(persetujuan) dapat mencakup tiga hal yaitu perjanjian, persetujuan dua buah perjanjian atau
lebih,dan perikatan.
Sedangkan menurut istilah yaitu perikatan ijab dan qabul yang dibenarkan syara yang
menetapkan keridlaan kedua belah pihak./ Pekataan Aqdu mengacu kepada terjadinya dua
perjanjian atau lebih, yaitu bila seseorang mengadakan janji kemudian ada orang lain yang
menyetujui janji tersebut maka terjadilah suatu perikatan.
Dasar Hukum.
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak,
kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu
ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut
yang dikehendaki-Nya. (Qs. Al Maidah : 1).
2. Riba.
Pengertian
Menurut bahasa Riba berarti Bertambah, karena salah satu perbuatan riba adalah meminta
tambahan dari sesuatu yang dihutangkan. Berkembang / berbunga, karena salah satu perbuatan
riba adalah membungakan harta uang atau yang lainnya yang dipinjamkan kepada orang lain.
Berlebihan atau menggelembung, kata-kata ini bersal dari firman Allah :
Bumi jadi subur dan gembur (Al-Hajj:5)
Sedangkan menurut istilah adalah Akad yang terjadi atas penukaran barang tertentu yang tidak
diketahui perimbangannya menurut ukuran syara ketika berakad atau dengan mengakhirkan
tukaran kedua belah pihak atau salah satu keduanya.
Dasar Hukum.
Menurut Al-Quran
1. karena Allah dan Rasul-nya melarang atau mengharamkannya
Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (Qs Al-Baqarah 275).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan
bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (Ali Imran :130)
Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang
daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil.( An-Nisa:161)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum
dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah 278)
Menurut Al-Hadits
Rasulullah SAW bersabda
Satu dirhamuang riba yng dimakan seseorang, sedangkan orang tersebut mengetahuinya, dosa
perbuatan tersebut lebih berat dari pada dosa enam puluh kali zina (Riwayat Ahmad)
3. Perdagangan atau Jual beli.
Pengertian
Perdagangan atau Jual beli menurut bahasa
Mubadalah, sebagaimana Allah.SWT. berpirman:

berarti al-Bai;

al-Tijarah

dan

al-

Mereka mengharapkan tijarah (perdagangan) yang tidak akan rugi (Fatir:29)


Sedangkan menurut istilah yang dimaksud jual beli adalah menukar barang dengan barang atau
barang dengan uang dengan jalan melepaskan hak milik dari yan satu kepada yan lain atas dasar
saling merelakan. Atau pemilikan harta benda dengan jalan tukar menukar yang sesuai dengan
aturan syara.
Dasar hukum
Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (Qs Al-Baqarah 275).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan
yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang
kepadamu. (An-Nisa;29)
4. Ariyah (Pinjaman).
Pengertian
Ariyah adalah memberikan manfaat suatu barang dari seseorang kepada orang lain secara CumaCuma (geratis0, bila digantikan dengan sesuatu atau ada imbalannya, maka hal itu tidak
disebut ariyah. Atau memberikan sesuatu manfaat yang halal kepada orang lain untuk diambil
manfaatnya dengan tidak merusakan dzatnya, agar zat barang itu dapat dikembalikan.
Dasar Hukum
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, (An-Nisa;58)
Dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Al-Maun;7)
Dan tolong-menolonglah kamu untuk berbuat kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolongmenolong untuk berbuat dosa dan permusuhan (al-maidah :2)
Sampaikanlah amanat orang yang memberikan amanat padamu dan janganlah kamu khianat
sekalipun dia khianat kepadamu (Dikeluarkan oleh Abu Dawud)
5. Hiwalah (Pemindahan Utang)
pengertian
Menurut bahasa yang dimaksud dengan Hiwalah ialah al-intiqal dan al-tahwil, artinya ialah
memindahkan atau mengoperkan atau juga pemindahan dari satu tempat ketempat lain.
Sedangkan menurut istilah adalah memindahkan utang dari tanggungan seseorang kepada
tanggungan yang lain. Atau juga memindahkan tagihan dari tanggung jawab yang berutang
kepada yang lain yang punya tanggung jawab kewajiban pula.
6. Rahn (Pinjaman dengan Jaminan)
Pengertian
Secara etimologi, rahn berarti Al-Tsubut dan Al-Habs ( tetap dan lama ), yakni tetap atau
berarti Al-Habsu Wallazum ( pengekangan dan keharusan ).
Penahanan terhadap suatu barang dengan hak sehingga dapat dijadikan sebagai pembayaran
dari barang tersebut.
Menjadikan suatu benda berharga dalam pandangan syara sebagai jaminan atas utang selama
ada dua kemungkinan, untuk mengembalikan uang itu atau mengambil sebagian benda itu.
Dasar Hukum,
Para ulama sepakat bahwa rahn dibolehkan, tetapi diwajibkan sebab gadai hanya jaminan saja
jika kedua belah pihak tidak menyetujui. Firman Allah SWT. : Pada ayat diatas

adalah irsyad (anjuran baik) saja kepada orang beriman sebab lanjutan dalam ayat tersebut
dinyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 283.
Menyangkut perjanjian gadai ini dalam syariat Islam dihukumkan sebagai perbuatan jaiz atau
yang dibolehkan, baik menurut ketentuan al-Quran, Sunah, maupun Ijma ulama. Dasar hukum
tentang kebolehan ini dapat dilihat dalam ketentuan al-Quran sebagai berikut :
a. al-Quran
Artinya:
Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercaya itu
menunaikan amanatnya (umatnya). (QS.Al-Baqarah : 283 ).
b. As-Sunah
Dari Siti Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW; pernah membeli makanan dengan menggadaikan
baju besi ( HR.Bukhari dan Muslim ).
7. Ijarah (Sewa-menyewa dan Ufah)
pengertian
Idris Ahmad dalam bukunya yang berjudul Fiqh SyafiI, berpendapat baahwa Ijarah berarti upahmengupah, hal ini terlihat ketika beliau menerangkan rukun dan syarat upah-mengupah,
sedangkan A. Marjuki sebagai penerjemah Fikih sunnah karya sayyid sabiq menjelaskan makna
Ijarah dengan sewa-menyewa.
Atau dengan kata lain Ijarah ialah menukar sesuatu dengan ada imbalannya, diterjemahkan
kedalam bahasa Indonesia berarti sewa-menyewa, upah-mengupah, adapun sewa-menyewa yaitu
menjual manfaat sedangkan dari kata upah-mengupah yaitu menjual tenaga atau kekuatan.
Dasar Hukum.
Jika mereka telah menyusukan anakmu, maka berilah upah mereka ( Al-thalaq;6)
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja
(pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada
kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.(Al-Qashash;26)
Berbekamlah kamu, kemudian berikanlah olehmu upahnya kepada tukang bekam itu Riwayat
Bukhari dan Muslim).
Berikanlah olehmu upah kepada orang sewaan sebelum keringatnya kering (Riwayat Ibnu
Majah).
8. Syirkah (Kerja Sama).
Pengertian Syirkah menurut bahasa berarti al-ikhtilath artinya adalah campur atau percampuran.
Syirkah adalah kerja sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha, yang keuntungan dan
kerugiannya di tanggung bersama.
Dasar Hukum
Aku jadi yang ketiga antara dua orang yang berserikat selama yang satu tidak berkhianat kepada
yang lain, apabila yang satu berkhianat pada pihak lain, maka keluarlah aku darinya (Abu
Dawud dari Abu Hurairah dari Nabi SAW.)
9. Mudharabah atau Qiradh.
Muhdarabah atau qiradh adalah akad antara pemilik modal (harta) dengan pengelola modal
tersebut, dengan syarat bahwa keuntungan di peroleh dua belah pihak sesuai jumlah kesepakatan,
Rasulullah bersabda :
Ada tiga perkara yang di berkati, jual beli yang ditangguhkan, memberi modal dan mencampur
gandum dengan jelai untuk keluarga, bukan untuk di jual .

10. Musaqoh
Kiranya dapat dipahami bahwa yang di maksud dengan Musaqah adalah akad antara pemilik dan
pekerja untuk memelihara pohon, sebagai upahnya adalah buah dari pohon yang di
urus.Rasulullah bersabda :
Memberikan tanah khaibar denga bagian separuh dari penghasilan, baik buah-buahna maupun
pertanian. Pada riwaayat lain menyatakan bahwa rasul menyerahkan tanah khaibar itu kepada
Yahudi, untk di olah dan modal dari hartanya, penghaislan separonya untk Nabi.
11. Muzaraah dan Mukhabarah
Pengertian
Dalam memahami Mukhbarah dan Muzaraah ada kesamaan dan ada pula perbedaaannya.
Persamaannya ialah antara Mukhabarah dan Muzaraah terjadi pada peristiwa yang sama, yaitu
pemilik tanah menyerahkan tanahnya kepada orang lain untuk dikelola. Perbedaannya ialah pada
modal, bila modal dari pengelola, maka di sebutMukhabarah, dan bila modal dikeluarkan dari
pemilik tanah, maka di sebut Muzaraah.
Dasar Hukum
Dasar
Hukum
yang
digunakan
para
ulama
dalam
menetapkan
hokum mukhabarah dan muzaraah adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim dari Ibnu Abbas RA
Sesungguhnya Nabi SAW. Menyatakan,; tidak mengharamkan bermuzaraah, bahkan beliau
menyuruhnya, supay yang sebagian menyayangi sebagian yang lain, dengan katanya;barang
siapa yang memiliki tanah, mak hendaklah ditanaminyaatau di beri faedahnya, kepada
saudaranya, jika ia tidak mau, mak boleh di tahan saja tanah itu .
12. Syufah.
Al-syufah ialah pemilikan oleh salah seorang Syariq dari dua orang atau pihak yang berserikat
dengan paksaan terhadap benda Syirkah
13. Al-Shulh (Perdamaian)
Yang di maksud dengan Al-shulh adalah suatu akad yang bertujuan untuk mengakhiri
perselisihan atau persengketaan.
Adapun yang dijadikan dasar Hukumnya adalah
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mumin berperang maka damaikanlah antara
keduanya. (Al-Hujarat;9)
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang
yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian
di antara manusia (An-Nisa;114)
Perdamaian itu amat baik (An-Nisa;128).
Oleh:
Ibnu Hibban dan Tirmidzi dari Umar Bin Auf al-muzzani RA bahwa Rasulullah bersabda :
Perdamaian diperolehkan dikalangan kaum muslimin, selaiin perdamaian yang mengharamkan
yang halal atau menghalalkan yang haram. Dan orang-orang Islam (yang mengadakan perdamian
itu) bergantung pada syarat-syarat mereka, selain syarat yang mengharamkan yang halal atau
menghalalkan yang haram .

14. Al-Wadiah
Al-Wadiah adalah penitipan yaitu akad seseorang kepada yang lain dengan menitifkan suatu
benda untuk dijaganya secara layak (sebagai manahalnya kebiasaan). Dan apabila ada kerusakan
pada benda titipan, padahal benda tersebut sudah dijaga sebagaimana layaknya, maka penerima
titipan tidak wajib menggantikannya, tetapi bila kerusakannya disebabkan oleh kelalaiannya,
maka wajib menggantinya.
Al-wadiah adalah amanat bagi orang yang menerima titipan dan ia wajib mengembalikannya
pada waktu pemilik meminta kembali, Firman allah SWT:
Jika sebagian kamu mempercayai sebagian yanglain, maka hendaklah yang di percaya itu
menunaikan amanatnyadan bertaqwalah kepada Allah sebagai tuhannya.(al-baqarah : 283).
Tidak ada kewajiban menjamin untuk orang yang diberi amanat (Riwayat al-Baihaqi)
15. Kafalah
Bahwa yang di maksud dengan al-kaflah atau al-dhamah ialah menggabungkan dua beban
(tanggungan) dalam permintaan dan uang.
Kafalah di syaratkan oleh Allah STW. Terbukti dengan firman-Nya yaitu terdapat dalam: (Qs.
Yusuf : 66)
Ya`qub berkata: Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu,
sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan
membawanya kepadaku kembali, : (Qs. Yusuf : 66).
Dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban
unta, dan aku menjamin terhadapnya.
Pinjaman hendaklah dikembalikan dan yang menjamin hendaklah membayar Riwayat Abu
Dawud)
16. Barang Temuan.
Menurut bahasa artinya yaitu sesuatu yang ditemukan atau didapat. Sedangkan menurut istilah
adalah memperoleh sesuatu yang tersia-siakan dan tidak diketahui pemiliknya. kondisi dan
kemampuan penemunya, hukum pengmbilan barang temuannya, hukum pengambilan barang
temuan antara lain sebagai nerikut :
Wajib, apabila dia yakin akan bertanggung jawab akan temuan tersebut.
Sunnah, apabila dia yakin akan barang temuannya dan apabila tidak di ambilpun yakin barang
temuan tersebut tidak apa-apa.
Makruh, bagi seseorang yang menemukan harta masih ragu-ragu.
Haram, bagi seseorang yang tidak mampu memelihara barang temuannya.
Berkaitang dengan ini, terdapat salah satu hadist :
Dari Annas RA : Rasulullah Saw, lewat dan menemukan sebuah tamar di tengah jalan,
kemudian beliau bersabda, kalau aku tidak khawatir bahwa tamar itu sebagiandari sedekah
orang, maka aku akan makan tamar tersebut (Riwayat Bukhari Dan Muslim
17. Pemberian
Pemberian dalam bahasa arab disebut alhibah, adapun definisi-definisi alhibah secara lebih jelas
sebagai berikut.

Al hibah yakni pemberian sesuatu kepada orang lain untuk dimiliki zatnya tanpa tanpa
mengharapkan penggantian . menurut imam Taqiy al din abi bakr ibnu Muhammad al Husaini
ialah pemilikan tanpa penggantian
Shadaqah ialah pemberian zat benda dari seseorang kepada orang lain dengan tanpa mengganti
dan hal ini dilakukan karena ingin memperoleh ganjaran dari Allah.
Washiat, yakni pemberian seseorang kepada orang lain yang diakadkan ketika hidup yang
diakadkan ketika hidup dan diberikan seytelah yang mewasiatkan meninggal dunia.
Hadiah ialah pemberian dari seseorang kepada orang lain tanpa mengharapkan penggantian
dengan maksud untuk memuliakan.
Dasar Hukum
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,(Qs.AlMaidah;2)
dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh bukhari dan Abu Dawud dari Aisyah ra. Berkata:
Pernah nabi menerima hadiah dan balasannya hadiah itu
19.Mahjur
Yang dimaksud dengan mahjur ialah cegahan bagi seseorang untuk mengelola hartanya
dikarenakan adanya hal-hal tertentu yang mengharuskan adanya pencegahan itu.
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta
(mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah
mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) (Qs. An-Nisa;5)
Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri
tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur (Qs. AlBaqarah 2820
20. Al-Waqalah (Perwalian)
Al-Waqalah ialah penyerahan dari seseorang kepada orang lain untuk mengerjakan sesuatu,
perwakilan berlaku selama yang mewakilkan masih hidup.
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri.
Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?).
Mereka menjawab: Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari. Berkata (yang lain lagi):
Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah
seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia
lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu,
dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada
seseorangpun. (Qs. Al-Kahfi;19)
Maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga
perempuan (Qs. An-Nisa;35)Dari Jabir ra, bahwa Nabi SAW. Menyembelih kurban sebanyak 63
ekor hewan dan Ali ra, disuruh menyembelih binatang kurban yang belum disembelih. (Riwayat
Muslim).
Ayat Ayat a Al-Quran tentang Farmasi dan Obat-obatan
AYAT-AYAT OBAT =

_.
_.

-.
-.
-.
-.
"Dan Kami turunkan dengan berangsur-angsur dari Al-Quran ayat-ayat suci
yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
"Dan
Dia
mengobati
hati-hati
orang-orang
yang
beriman."
"Dan Al-Quran menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di
dalam
dada-dada
kamu."
Katakanlah
(wahai
Muhammad):
bahwa
Al-Quran
itu
menjadi
cahaya
petunjuk
serta
obat
penawar
bagi
orang-orang
yang
beriman."
"Dan
apabila
aku
(Nabi
Ibrahim
as)
sakit,
maka
Dialah
yang
menyembuhkan
penyakitku."
"Yang mengandung obat penawar bagi manusia dari perbagai penyakit
Al-Quran mengingatkan kepada umat Islam bahwa yang memberikan kesembuhan adalah Allah
swt. Allah-lah yang berkuasa memberi kesembuhan.
Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (Q.S. Asy-Syuara: 80)
Beberapa ajaran Al-Quran yang mengandung nilai preventif di dalam kesehatan (mencegah
supaya tidak sakit) adalah:
a.Mengikuti aturan dan pola makan yang diajarkan oleh Al-Quran, yaitu makan makanan yang
halal, baik (higienis), dan tidak berlebihan serta berpuasa dalam waktu-waktu tertentu.
Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan (Q.S. Al-Araf: 31)
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan
kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
(Q.S. Al-Baqarah: 172)
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimanadiwajibkan atas ora
ng-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S.
Al-Baqarah:
183)
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih
atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam
binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang
disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah: 3)
b.Menjaga kebersihan tubuh, pakaian dan lingkungan.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang
mensucikan diri (Q.S. Al-Baqarah: 222)

Dan pakaianmu bersihkanlah (Q.S. Al-Muddatstsir: 4)


Al-Quran juga mengajarkan supaya berwudlu dulu sebelum sholat (QS. Al-Maidah: 6).
Sedangkan bagi wanita yang baru suci dari haid diharuskan untuk mandi. Demikian juga dalam

ibadah sholat, di dalamnya juga terdapat gerakan-gerakan tubuh yang sangat baik untuk
kesehatan.
Al-Quran memberikan gambaran bahwa penyakit digolongkan menjadi dua, yaitu penyakit hati
(maa fish-shuduur) dan penyakit jasmani. Oleh karena itu, definisi sehat harus mencakup kedua
hal tersebut. Ayat yang memberi gambaran adanya penyakit hati adalah:
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangantanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta
menyembuhkan hati orang-orang yang beriman (QS at-Taubah:14)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman. QS Yunus: 57
Sedangkan ayat yang memberi gambaran tentang penyakit jasmani adalah
Dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu (79), dan apabila aku sakit,
Dialah yang menyembuhkan aku (80), dan yang akan mematikanku, kemudian akan
menghidupkan aku (kembali) (81), (QS 26: 79-81)
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang
telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacammacam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang
memikirkan (QS An-Nahl: 69).
Obat yang disebutkan Al-Quran ada dua yaitu Al-Quran itu sendiri dan madu. Dalam firmanNya Allah swt menegaskan bahwa salah satu fungsi Al-Quran adalah sebagai obat. Allah
berfirman:
Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orangorang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian (Q.S. Al-Isra: 82)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh
(obat) bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orangorang yang beriman (Q.S. Yunus: 57)
Dari sudut pandang pakar jantung adalah jika ingin seluruh tubuh (terutama jantung) sehat,
manusia perlu mempunyai pikiran yang sehat juga yaitu harus bersabar (Hambali, 2011: 114).
5.Madu adalah obat bagi manusia dan satu-satunya obat (selain al-Quran) yang disebutkan di
dalam Al-Quran. Ayat tersebut adalah:
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan (Q.S. An-Nahl: 69).

Nabi saw juga menganjurkan agar berobat dengan menggunakan madu sebagaimana tercermin
dari bunyi hadits,

Hendaklah kalian melakukan penyembuhan yaitu dengan madu dan Al-Quran. (HR Ibnu
Majah).
Madu juga mengandung germicidine yang merupakan antibiotic alami yang sangat potensial
yang sampai sekarang belum dapat dibuat preparat sintetis yang setara dengannya.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said ra, disebutkan bahwa:
! : ! .
: . : ! :.
Seseorang mendatangi Nabi saw dan berkata, Sesungguhnya saudaraku sakit perut. Nabi-pun
bersabda, Minumilah madu! Kemudian orang itu daang untuk kedua kalinya dan Nabi bersaba,
Minumilah madu! Kemudian orang itu datang untuk ketiga kalinya dan Nabid bersabda,
Minumilah madu! Kemudian orang itu mendatangi Nabi untuk keempat kalinya dan berkata,
Aku telah melaksanakannya. Nabi bersabda, Benarlah Allah dan bohonglah perut saudaramu.
Minumilah madu! Orang itupun memberi minum madu kepada saudaranya, lalu saudaranya
sembuh. (HR. Bukhari).
Ayat-ayat tentang Makanan dan Minuman
Ayat Al Quran dan Hadits tentang Makanan yang Baik dan Halal
Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dari segi hukumnya, baik
halal dzatnya, dibolehkan oleh agama, misalnya telor, buah-buahan, sayur-mayur dan lain-lain.
Makanan halal hakikatnya adalah makanan yang didapat dan diolah dengan cara yang benar
nenurut agama, misalnya makanan seperti contoh di atas yang diperoleh dengan usaha yang
benar, sapi yang disembelih dengan menyebut nama Allah dan lain-lain.
Adapun lawan dari halal adalah haram, yaitu makanan yang secara dzatnya dilarang oleh agama
untuk dimakan, misalnya daging babi, daging anjing, darah, bangkai selain bangkai ikan, dan
lain-lain. Sedangkan haram karena hakikatnya adalah haram untuk dimakan karena cara
memperoleh atau cara mengolahnya, misalnya telor hasil mencuri, daging hasil menipu, dan lain
sebagainya.
Adapun makanan yang baik yaitu makanan yang dapat dipertimbangkan dengan akal, dan
ukurannya adalah kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak
membehayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan. Maka makanan yang baik lebih
bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan, misalnya suatu
jenis makanan sangat baik untuk si A, belum tentu baik pula untuk si B atau si C. Makanan yang
baik belum tentu halal dan yang halal belum tentu baik.
Berikut ini beberapa ayat Al Quran dan hadits terkait dengan makanan yang baik, halal, dan
haram:
1.
QS Al Baqarah: 168





Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,
dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu.
2.
QS Al Baqarah: 172


Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan
kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu
menyembah.
Di dalam ayat ini, Allah mengulangi kembali agar memakan makanan yang baik, sebagaimana
yang ditegaskan dalam ayat 168. Selanjutnya Allah menyeru agar selalu bersyukur terhadap
nikmat-Nya jika benar-benar beribadah dan menghamba kepada-Nya.
3.
QS Al Baqarah: 173



Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang
yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa
(memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak
ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat 173 Allah menjelaskan jenis-jenis makanan yang diharamkan, yaitu bangkai, darah,
daging babi, dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Laranagan
memakan empat jenis itu juga disebutkan dalam surah lainnya. Lihat misalnya, dalam surah AlAnam: 145 juga al Maidah: 3.