Anda di halaman 1dari 3

Harumi Ananda (260110140045)

Modul V (Antidepresi)
1. Sebutkan penggolongan obat antidepresi beserta contoh-contohnya !
Jawaban:
a. Golongan trisiklik : Imipramine, Amitriptiline, Clomipramine,
Desipramine,Doxepine, Nortriptyline, Protriptyline, Trimipramine.
Antidepresan trisiklik adalah sejenis obat yang digunakan sebagai
antidepresan sejak tahun 1950an. Dinamakan trisiklik karena struktur
molekulnya mengandung 3 cincin atom. Mekanisme kerja antidepresan
trisiklik masih belum sepenuhnya diketahui. Diduga penghambatan re
up take dari pelepasan biogenik monoamin, sepertinorepinefrin dan
serotonin, diujung syaraf pada sistem syaraf pusat. Antidepresan
trisiklik menyebabkan efek dengan menghambat neuronal uptake dari
noradrenaline dan menyebabkan aktifitas antikolinergik.
Antidepresan trisiklik juga menghambat neuronal uptake dari 5HT
dan dopamine. Antidepresan ini efeknya terlihat setelah tiga sampai
empat minggu dari pemberian obat. Obat ini dapat mempunyai efek
perbaikan suasana perasaan (mood), bertambahnya aktivitas fisik,
kewaspadaan mental, perbaikan nafsu makan, pola tidur yang lebih
baik, serta berkurangnya pikiran morbid. Obat depresi golongan ini
biasanya menyebabkan mulut kering, tremor ringan, detak jantung
cepat, konstipasi, mengantuk, dan bertambah berat badan. Khususnya
pada penderita yang lebih tua dapat menyebabkan kebingungan,
menjadi lambat atau terhenti sewaktu berkemih, pingsan bila tekanan
darah rendah dan koma.
(Ridwan,2010)
b. Golongan Selective Serotonin Reuptake

Inhibitors (SSRIs) :

Fluoxetine, Paroxetine, Setraline, Fluvoxamine, Citalopram.


SSRIs umumnya adalah obat yang digunakan dalam pengobatan
depresi. Obat ini merupakan golongan obat yang secara spesifik

menghambat ambilan serotonin (SSRIs = Selective Serotonin


Reuptake Inhibitors). Obat ini merupakan inhibitor spesifik P450
isoenzim Efek samping dari obat ini adalah mulut kering, mual,
kecemasan, insomnia, masalah seksual dan sakit kepala.
Diduga SSRI meningkatkan 5-HT di celah sinaps, pada awalnya
akan meningkatkan aktivitas autoreseptor yang justru menghambat
pelepasan 5-HT sehingga kadarnya turun dibanding sebelumnya.
Tetapi pada pemberian terus menerus autoreseptor akan mengalami
desensitisasi sehingga hasilnya 5-HT akan meningkat dicelah sinaps di
area forebrain yang menimbulkan efek terapetik.
(Ridwan,2010)
c. Penghambat

(Mono-Amine

Oxidase

Inhibitors)

MAOIs

Isokarboksazid, Phenelzine, Tranylcypromine.


Dulu MAOIs secara nonselektif mengeblok MAO A dan B
isoenzym dan memiliki efek antidepresan yang mirip dengan
antidepresan trisiklik. Namun, MAOIs bukan obat pertama terapi
antidepresan karena pasien yang menerima harus disertai dengan diet
rendah tiramin untuk mencegah krisis hipertensi karena MAOIs
membawa resiko interaksi obat dengan obat lain. MAOI tidak bersifat
spesifik dan akan menurunkan metabolisme barbiturate, analgesic
opioid dan alkohol. Meclobamid menghambat MAO A secara selektif
dan reversible, relative, dan aman.
Penghambat MAO digunakan untuk mengatasi depresi, tetapi
penggunannya sangat terbatas karena toksik. Kadang-kadang dapat
dicapai efek yang baik. Efek samping termasuk mulut kering, tremor,
insomnia, delirium, konvulsi, hipotensi postural, konstipasi, impoten.
Efek samping yang serius termasuk peripheral neuropathy dan
jaundice oleh karena luka pada hepatoseluler.
(Ridwan,2010)

d. Golongan (Serotonin Norephinephrine Reuptake Inhibitor) SNRIs atau


Atypical

Venlafaxine,

Trazodone,

Nefazodone,

Mirtazapine,

Bupropion.
Obat ini diindikasikan untuk depresi, depresi yang berhubungan
dengan sindrom ansietas, dan gangguan ansietas sosial. Efek samping
mirip dengan golongan SSRIs.
(Ridwan,2010)
2. Jelaskan mekanisme kerja obat antidepresi !
Jawaban :
Mekanisme

kerja

dari

obat

anti

depresan

adalah

menghambat

reuptakeaminergik neurotransmitter, menghambat penghancuran oleh enzim


monoamineoksidase

sehingga

terjadi

peningkatan

jumlah

aminergik

neurotransmitter padasinaps neuron di susunan saraf pusat (Syarif,2007).


Daftar Pustaka
Ridwan,

M.

2010.

Obat

http://www.freewebs.com/ridwanmahmuddin/obatpsikoaktif.htm

Psikoaktif.
.

[diakses

tanggal 7 Mei 2016].


Syarif A et.al. 2007. Farmakologi dan Terapi. 5th ed. Jakarta: Departemen
Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.