Anda di halaman 1dari 3

Slate cleavge (sabak)

Slate merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen Shale atau
Mudstone (batulempung) pada temperatur dan suhu yang rendah. Memiliki struktur foliasi (slaty
cleavage) dan tersusun atas butir-butir yang sangat halus (very fine grained).
Asal

: Metamorfisme Shale dan Mudstone

Warna

: Abu-abu, hitam, hijau, merah

Ukuran butir

: Very fine grained

Struktur

: Foliated (Slaty Cleavage)

Komposisi

: Quartz, Muscovite, Illite

Derajat metamorfisme

: rendah

Ciri khas

: mudah membelah menjadi lembaran tipis.

kegunaan

: batu sabak yang berbentuk pipih biasa digunakan untuk papan tulis,
biasanya juga untuk trotoar dan atap

Batu sabak atau slate stone di pasaran lebih sering dikenal sebagai batu kali.
Selain sangat kuat untuk pondasi, jenis batuan ini juga dapat dibelah menjadi
lempengan tipis untuk pelapis dinding maupun lantai. Karena bentuknya yang tidak
teratur membutuhkan tukang yang ahli dalam pemasangannya

Jenis dan warnanya juga dinamai sesuai nama asalnya. Yang popular diantaranya
sabak hitam tasik, pekalongan dan garut. Batu purwakarta dan batu banjar
warnanya lebih coklat.

Batu Sabak / Slate

Lokasi : Anreapi (Polman), Budong-budong (Mamuju)


Luas : 26.410.000 Ha (Anreapi)
Potensi Sumber Daya : 8.366.221.875 Ton/Tereka (Anreapi), 48.570.00 Ton (Budong
Budong)
Genesa : Terbentuk karena proses metamorfosa (adanya peningkatan suhu, tekanan,
atau penambahan cairan dan gas) pada batuan sedimen ( Batu lanau dan Batu
Lempung ).
Sumber data : Pemetaan Bahan Galian Gol.C oleh PT.Adco Murino, 1992. Pendataan
Bahan Galian Non Logam, Oleh Dinas ESDM Prov.SulBar, 2008.