Anda di halaman 1dari 20

Geometri (Yunani Kuno: , geo-"bumi",-metron "pengukuran") adalah

cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk, ukuran, posisi


relatif tokoh, dan sifat ruang. Seorang ahli matematika yang bekerja di bidang
geometri disebut ahli ilmu ukur. Geometri muncul secara independen di sejumlah
budaya awal sebagai ilmu pengetahuan praktis tentang panjang, luas, dan volume,
dengan unsur-unsur dari ilmu matematika formal yang muncul di Barat sedini Thales
(abad 6 SM). Pada abad ke-3 SM geometri dimasukkan ke dalam bentuk aksiomatik
oleh Euclid, yang dibantu oleh geometri Euclid, menjadi standar selama berabadabad. Archimedes mengembangkan teknik cerdik untuk menghitung luas dan volume,
dalam banyak cara mengantisipasi kalkulus integral yang modern. Bidang astronomi,
terutama memetakan posisi bintang dan planet pada falak dan menggambarkan
hubungan antara gerakan benda langit, menjabat sebagai sumber penting masalah
geometrik selama satu berikutnya dan setengah milenium. Kedua geometri dan
astronomi dianggap di dunia klasik untuk menjadi bagian dari Quadrivium tersebut,
subset dari tujuh seni liberal dianggap penting untuk warga negara bebas untuk
menguasai.
Pengenalan koordinat oleh Ren Descartes dan perkembangan bersamaan aljabar
menandai tahap baru untuk geometri, karena tokoh geometris, seperti kurva pesawat,
sekarang bisa diwakili analitis, yakni dengan fungsi dan persamaan. Hal ini
memainkan peran penting dalam munculnya kalkulus di abad ke-17. Selanjutnya,
teori perspektif menunjukkan bahwa ada lebih banyak geometri dari sekedar sifat
metrik angka: perspektif adalah asal geometri proyektif. Subyek geometri selanjutnya
diperkaya oleh studi struktur intrinsik benda geometris yang berasal dengan Euler dan
Gauss dan menyebabkan penciptaan topologi dan geometri diferensial.
Dalam waktu Euclid tidak ada perbedaan yang jelas antara ruang fisik dan ruang
geometris. Sejak penemuan abad ke-19 geometri non-Euclid, konsep ruang telah
mengalami transformasi radikal, dan muncul pertanyaan: mana ruang geometris
paling sesuai dengan ruang fisik? Dengan meningkatnya matematika formal dalam
abad ke-20, juga 'ruang' (dan 'titik', 'garis', 'bidang') kehilangan isi intuitif, jadi hari ini
kita harus membedakan antara ruang fisik, ruang geometris (di mana ' ruang ',' titik
'dll masih memiliki arti intuitif mereka) dan ruang abstrak. Geometri kontemporer
menganggap manifold, ruang yang jauh lebih abstrak dari ruang Euclid akrab, yang

mereka hanya sekitar menyerupai pada skala kecil. Ruang ini mungkin diberkahi
dengan struktur tambahan, yang memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang
panjang. Geometri modern memiliki ikatan yang kuat dengan beberapa fisika,
dicontohkan oleh hubungan antara geometri pseudo-Riemann dan relativitas umum.
Salah satu teori fisika termuda, teori string, juga sangat geometris dalam rasa.
Sedangkan sifat visual geometri awalnya membuatnya lebih mudah diakses daripada
bagian lain dari matematika, seperti aljabar atau teori bilangan, bahasa geometrik juga
digunakan dalam konteks yang jauh dari tradisional, asal Euclidean nya (misalnya,
dalam geometri fraktal dan geometri aljabar)

Salah satu cabang dari Matematika adalah Geometri. Geometri berasal dari bahasa
Yunani yaitu geo yang artinya bumi dan metro yang artinya mengukur. Geometri
adalah cabang Matematika yang pertama kali diperkenalkan oleh Thales (624-547
SM) yang berkenaan dengan relasi ruang. Dari pengalaman, atau intuisi, kita
mencirikan ruang dengan kualitas fundamental tertentu, yang disebut aksioma dalam
geometri. Aksioma demikian tidak berlaku terhadap pembuktian, tetapi dapat
digunakan bersama dengan definisi matematika untuk titik, garis lurus, kurva,
permukaan dan ruang untuk menggambarkan kesimpulan logis.(1)
Menurut Novelisa Sondang (2) bahwa Geometri menjadi salah satu ilmu Matematika
yang diterapkan dalam dunia arsitektur; juga merupakan salah satu cabang ilmu yang
berkaitan dengan bentuk, komposisi, dan proporsi. Muhamad Fakhri Aulia (3)
menyebutkan bahwa geometri dalam pengertian dasar adalah sebuah cabang ilmu
yang mempelajari pengukuran bumi dan proyeksinya dalam sebuah bidang dua
dimensi.

Alders (1961) menyatakan bahwa Geometri adalah salah satu cabang Matematika
yang mempelajari tentang titik, garis, bidang dan benda-benda ruang beserta sifatsifatnya, ukuran-ukurannya, dan hubungannya antara yang satu dengan yang lain.
Dari beberapa definisi Geometri di atas dapat disimpulkan bahwa Geometri adalah
salah satu cabang Matematika yang mempelajari tentang bentuk, ruang, komposisi
beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya dan hubungan antara yang satu dengan yang
lain.
Geometri Sulit?
Di bangku sekolah dasar maupun menengah seperti, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA
atau SMK/MAK, materi geometri tidak diajarkan secara khusus, namun materi itu ada
dalam satu kesatuan mata pelajaran matematika. Nah, dalam kurikulum matematika
yang membahas mengenai geometri adalah pada bagian yang membahas mengenai
bentuk, bangun ruang, sudut dan sebagainya sebagaimana yang sudah disampaikan di
atas. Jika kita sedang mempelajari Dimensi 3, yang meliputi balok, kubus, volume
dan sebagainya, berarti kita juga sedang mempelajarai geometri. Pada pokok bahasan
inilah (Dimensi 3, red) seorang guru biasanya mengalami kesulitan untuk
menjelaskannya kepada siswa. Mengapa? Kerena materi ini membutuhkan
kemampuan visualisasi siswa yang relative tinggi. Sebagai contoh ketika siswa
menjumpai soal dimensi 3 dimana siswa diminta untuk mencari panjang garis yang
menghubungkan titik tengah 2 diagonal ruang suatu balok. Jika tidak ada alat peraga
atau media pembelajaran, tentu tidak semua siswa mampu memvisualisasikannya.
Nah, saat itulah para siswa dituntut untuk membayangkan sebuah bangun agar bisa
memecahkan soal. Tidak hanya masalah kemampuan memvisualisasikan, namun juga
pemahaman siswa akan istilah rusuk dan rangkan juga ternyata bermasalah. Ini
dialami oleh para siswa di tingkat pendidikan dasar. Sebagaimana disampaikan oleh
Wahyu Setiawan (1996 :4-5) bahwa daya serap siswa kelas IV Sekolah Dasar
terhadap konsep-konsep volume rendah. Selain itu Soedjadi (1995) juga
mengungkapkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi, misalnya
siswa menyebut rusuk pada bangun ruang merupakan rangka yang menopang
tubuh.

Mahasiswa di jenjang pendidikan tinggi pun ternyata juga mengalami kesulitan dalam
memahami materi. Ini diindikasikan dengan rendahnya prestasi belajar geometri
mahasiswa. Seperti yang terjadi di prodi pendidikan matematika suatu universitas.
Prosentasi kelulusan mahasiswa universitas tersebut dalam mengikuti perkuliahan
geometri hanya mencapai 55 % 65 %, dan sebagian besar yang lulus mendapat C.
Prosentasi ini relatif rendah dibandingkan mata kuliah yang lain. Ini menjadi salah
satu indikator bahwa materi Geometri memang relatif sulit untuk dipelajari.
Alternatif Solusi
Sebagai guru Matematika, tentu kita berusaha keras agar sesulit apapun materi
matematika, siswa mampu memahaminya dengan mudah. Berbagai alat peraga atau
media pembelajaran serta metode pun diterapkan di kelas agar kompetensi dasar dapat
tercapai secara tuntas.
Dewasa ini kita mengenal adanya alat peraga tiga dimensi yang bisa
memvisualisasikan secara gamblang bagaimana wujud tiga dimensi beserta sudutsudut yang ada di dalamnya. Misal bangun kubus atau balok yang kita buat dari kertas
karton. Namun kelemahan dari alat peraga ini, kita tidak akan mampu melihat titik
sudut yang ada di dalam balok atau kubus tersebut. Dan ketika ada soal yang
menghendaki besarnya sudut yang diapit oleh dua garis diagonal ruang, maka tidak
banyak siswa yang mampu memvisualisasikannya jika menggunakan alat peraga ini.
Kecuali jika kubus atau balok itu dalam keadaan terbuka.
Di samping alat peraga yang terbuat dari kertas, ada juga alat peraga bangun ruang
yang terbuat dari kaca, atau bahan seperti mika. Tentu ini akan sangat membantu
siswa untuk bisa memvisualisasikan besarnya sudut yang diapit oleh dua diagonal
ruang.
Selain kedua alat peraga di atas, kita bisa juga menggunakan alat peraga berbasis IT.
Ada beberapa alat peraga yang biasa kita kenal yaitu Microsoft Power Point dan
Macromedia Flash. Selain kedua alat peraga itu, ada alat peraga yag sangat
memudahkan kita dalam menggambarkan bangun tiga dimensi yang ukurannya bisa
sesuai dengan keinginan kita. Keakuratan ukurannya sangat tinggi. Tinggal meng
klik tombol tertentu, kita akan mendapatkan gambar bangun tiga dimensi sesuai

dengan yang kita inginkan.Warna gambar juga tentu bisa kita atur. Alat peraga ini
berupa software yang yang dinamai Cabri 3d. Kita mungkin akan banyak menjumpai
software Macromedia Flash, tapi tidak bagi software Cabri 3d. Software ini tidak
beredar luas.
http://id.wikipedia.org/wiki/Geometri

Salah satu cabang dari Matematika adalah Geometri. Geometri berasal dari bahasa
Yunani yaitu geo yang artinya bumi dan metro yang artinya mengukur. Geometri
adalah cabang Matematika yang pertama kali diperkenalkan oleh Thales (624-547
SM) yang berkenaan dengan relasi ruang. Dari pengalaman, atau intuisi, kita
mencirikan ruang dengan kualitas fundamental tertentu, yang disebut aksioma dalam
geometri. Aksioma demikian tidak berlaku terhadap pembuktian, tetapi dapat
digunakan bersama dengan definisi matematika untuk titik, garis lurus, kurva,
permukaan dan ruang untuk menggambarkan kesimpulan logis.(1)
Menurut Novelisa Sondang (2) bahwa Geometri menjadi salah satu ilmu Matematika
yang diterapkan dalam dunia arsitektur; juga merupakan salah satu cabang ilmu yang
berkaitan dengan bentuk, komposisi, dan proporsi. Muhamad Fakhri Aulia (3)

menyebutkan bahwa geometri dalam pengertian dasar adalah sebuah cabang ilmu
yang mempelajari pengukuran bumi dan proyeksinya dalam sebuah bidang dua
dimensi.
Alders (1961) menyatakan bahwa Geometri adalah salah satu cabang Matematika
yang mempelajari tentang titik, garis, bidang dan benda-benda ruang beserta sifatsifatnya, ukuran-ukurannya, dan hubungannya antara yang satu dengan yang lain.
Dari beberapa definisi Geometri di atas dapat disimpulkan bahwa Geometri adalah
salah satu cabang Matematika yang mempelajari tentang bentuk, ruang, komposisi
beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya dan hubungan antara yang satu dengan yang
lain.
Geometri Sulit?
Di bangku sekolah dasar maupun menengah seperti, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA
atau SMK/MAK, materi geometri tidak diajarkan secara khusus, namun materi itu ada
dalam satu kesatuan mata pelajaran matematika. Nah, dalam kurikulum matematika
yang membahas mengenai geometri adalah pada bagian yang membahas mengenai
bentuk, bangun ruang, sudut dan sebagainya sebagaimana yang sudah disampaikan di
atas. Jika kita sedang mempelajari Dimensi 3, yang meliputi balok, kubus, volume
dan sebagainya, berarti kita juga sedang mempelajarai geometri. Pada pokok bahasan
inilah (Dimensi 3, red) seorang guru biasanya mengalami kesulitan untuk
menjelaskannya kepada siswa. Mengapa? Kerena materi ini membutuhkan
kemampuan visualisasi siswa yang relative tinggi. Sebagai contoh ketika siswa
menjumpai soal dimensi 3 dimana siswa diminta untuk mencari panjang garis yang
menghubungkan titik tengah 2 diagonal ruang suatu balok. Jika tidak ada alat peraga
atau media pembelajaran, tentu tidak semua siswa mampu memvisualisasikannya.
Nah, saat itulah para siswa dituntut untuk membayangkan sebuah bangun agar bisa
memecahkan soal. Tidak hanya masalah kemampuan memvisualisasikan, namun juga
pemahaman siswa akan istilah rusuk dan rangkan juga ternyata bermasalah. Ini
dialami oleh para siswa di tingkat pendidikan dasar. Sebagaimana disampaikan oleh
Wahyu Setiawan (1996 :4-5) bahwa daya serap siswa kelas IV Sekolah Dasar
terhadap konsep-konsep volume rendah. Selain itu Soedjadi (1995) juga
mengungkapkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi, misalnya

siswa menyebut rusuk pada bangun ruang merupakan rangka yang menopang
tubuh.
Mahasiswa di jenjang pendidikan tinggi pun ternyata juga mengalami kesulitan dalam
memahami materi. Ini diindikasikan dengan rendahnya prestasi belajar geometri
mahasiswa. Seperti yang terjadi di prodi pendidikan matematika suatu universitas.
Prosentasi kelulusan mahasiswa universitas tersebut dalam mengikuti perkuliahan
geometri hanya mencapai 55 % 65 %, dan sebagian besar yang lulus mendapat C.
Prosentasi ini relatif rendah dibandingkan mata kuliah yang lain. Ini menjadi salah
satu indikator bahwa materi Geometri memang relatif sulit untuk dipelajari.
Alternatif Solusi
Sebagai guru Matematika, tentu kita berusaha keras agar sesulit apapun materi
matematika, siswa mampu memahaminya dengan mudah. Berbagai alat peraga atau
media pembelajaran serta metode pun diterapkan di kelas agar kompetensi dasar dapat
tercapai secara tuntas.
Dewasa ini kita mengenal adanya alat peraga tiga dimensi yang bisa
memvisualisasikan secara gamblang bagaimana wujud tiga dimensi beserta sudutsudut yang ada di dalamnya. Misal bangun kubus atau balok yang kita buat dari kertas
karton. Namun kelemahan dari alat peraga ini, kita tidak akan mampu melihat titik
sudut yang ada di dalam balok atau kubus tersebut. Dan ketika ada soal yang
menghendaki besarnya sudut yang diapit oleh dua garis diagonal ruang, maka tidak
banyak siswa yang mampu memvisualisasikannya jika menggunakan alat peraga ini.
Kecuali jika kubus atau balok itu dalam keadaan terbuka.
Di samping alat peraga yang terbuat dari kertas, ada juga alat peraga bangun ruang
yang terbuat dari kaca, atau bahan seperti mika. Tentu ini akan sangat membantu
siswa untuk bisa memvisualisasikan besarnya sudut yang diapit oleh dua diagonal
ruang.
Selain kedua alat peraga di atas, kita bisa juga menggunakan alat peraga berbasis IT.
Ada beberapa alat peraga yang biasa kita kenal yaitu Microsoft Power Point dan
Macromedia Flash. Selain kedua alat peraga itu, ada alat peraga yag sangat

memudahkan kita dalam menggambarkan bangun tiga dimensi yang ukurannya bisa
sesuai dengan keinginan kita. Keakuratan ukurannya sangat tinggi. Tinggal meng
klik tombol tertentu, kita akan mendapatkan gambar bangun tiga dimensi sesuai
dengan yang kita inginkan.Warna gambar juga tentu bisa kita atur. Alat peraga ini
berupa software yang yang dinamai Cabri 3d. Kita mungkin akan banyak menjumpai
software Macromedia Flash, tapi tidak bagi software Cabri 3d. Software ini tidak
beredar luas.
http://matematikadedi.wordpress.com/2012/08/07/definisi-geometri/

Aksioma
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Kata aksioma berasal dari Bahasa Yunani (axioma), yang berarti dianggap berharga
atau sesuai atau dianggap terbukti dengan sendirinya. Kata ini berasal dari (axioein),
yang berarti dianggap berharga, yang kemudian berasal dari (axios), yang berarti
berharga. Di antara banyak filsuf Yunani, suatu aksioma adalah suatu pernyataan yang bisa
dilihat kebenarannya tanpa perlu adanya bukti.

Kata aksioma juga dimengerti dalam matematika. Kata aksioma dalam matematika juga
disebut postulat[1]. Akan tetapi, aksioma dalam matematika bukan berarti proposisi yang
terbukti dengan sendirinya. Melainkan, suatu titik awal dari sistem logika. Misalnya, 1+1=2
Nama lain dari aksioma adalah postulat. Suatu aksioma adalah basis dari sistem logika
formal yang bersama-sama dengan aturan inferensi mendefinisikan logika.
http://id.wikipedia.org/wiki/Aksioma

AKSIOMA

1.
2.
3.
4.

Aksioma adalah pendapat yang dijadikan pedoman dasar dan merupakan


Dalil Pemula,
sehingga kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagi.
Aksioma yaitu suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran dan
bersifat umum,
tanpa memerlukan pembuktian.
Contoh aksioma :
Melalui dua titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah garis lurus.
Jika sebuah garis dan sebuah bidang mempunyai dua titik persekutuan,
maka garis itu seluruhnya terletak pada bidang.
Melalui tiga buah titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah bidang.
Melalui sebuah titik yang berada di luar sebuah garis tertentu, hanya
dapat dibuat sebuah garis yang sejajar dengan garis tertentu tersebut.

POSTULAT

Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa Ada yang menyamakan


postulat dengan aksioma sehingga mereka dapat dipertukarkan.

Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat
postulat dapat dibuktikan.
Contoh Postulatpembuktian dan dapat digunakan sebagai premis pada
deduksi.
1. Postulat Geometri
Dengan mistar dan jangka :
Dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain.
Dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengan sebarang
panjang
Dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat
dan jari-jari sebarang panjang
2. Postulat Ekivalensi Massa
a. Hukum lembam Newton menggunakan massa lembam, m

G = ma

b. Hulum gravitasi Newton menggunakan massa gravitasi, m dan


M
c. Postulat: massa lembam m = massa gravitasi m (dapat
diterangkan oleh Einstein)
3. Postulat Robert Koch (berupa etiologi spesifik).
a. mikroba tertentu menyebabkan penyakit tertentu
(setelah Pasteur menemukan mikroba).
b. dengan kata lain: setiap penyakit disebabkan oleh satu
sebab mikroba tertentu.

DALIL
Dalil (theorem) biasanya digunakan pada matematika, hukum pada ilmu
alam.
Hubungan tetap di antara besaran
Contoh:

TEOREMA
Teorema adalah pernyataan hubungan definisi dengan definisi
lainnya. Contoh: Teorema Pythagoras menyatakan hubungan ketiga sisi
segitika siku-siku, Teorema Langrange menyatakan hubungan grup hingga
dengan subgrup-nya.
Bagaimana memahami suatu teorema. Belajar begaimana membuat
teorema baru dari asumsi-asumsi yang telah diketahui. Belajar melihat
hubungan definisi dengan definisi lainnya sehingga bisa ditarik suatu
teorema.
http://arshitasyah.blogspot.com/2011/11/3-apakah-definisi-aksiomapostulat.html

Definisi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Definisi adalah suatu batasan atau arti, bisa juga dimaknai kata, frasa, atau kalimat
yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses,
atau aktivitas. [1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi ialah rumusan
tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan
atau studi.[2]

Selain itu, definisi juga diartikan sebagai uraian pengertian yang berfungsi membatasi
objek, konsep, dan keadaan berdasarkan waktu dan tempat suatu kajian.[1] Definisi
merupakan usaha para ilmuwan untuk membatasi fakta dan konsep.[3]

Daftar isi

1 Ciri-ciri Definisi

2 Klasifikasi Definisi

2.1 Definisi Nominal

2.2 Definisi Formal

2.3 Definisi Operasional

2.4 Definisi Paradigmatis

2.5 Definisi Luas

3 Tehnik-Tehnik Menyusun Definisi


o

3.1 Definisi Ekstensional atau Denotatif

3.2 Definisi Intensional

4 Referensi

Ciri-ciri Definisi
Suatu arti/makna kata tidak bisa langsung disebut sebagai definisi, karena definisi
mempunyai ciri-ciri khusus.[1] Adapun arti/makna kata bisa diartikan sebagai definisi
jika terdapat unsur kata atau istilah yang didefinisikan, atau lazim disebut
definiendum.[1] Selanjutnya, di dalam arti tersebut harus terdapat unsur kata, frasa,
atau kalimat yang berfungsi menguraikan pengertian, lazim disebut definiens, dan
tentunya juga harus ada pilihan katanya.[1]
Pilihan kata tersebut ialah di mana definiens dimulai dengan kata benda, didahului
kata ada-lah. [1] Misalnya kalimat Cinta adalah perasaan setia, bangga, dan prihatin
dan kalimat Mahasiswa adalah pelajar di perguruan tinggi.[1]
Yang kedua, definiens dimulai dengan selain kata benda umpamanya kata kerja atau
didahului kata yaitu'.[1] Sebagai contoh Setia yaitu merasa terdorong untuk

mengakui, memahami, menerima, menghargai, menghormati, mematuhi, dan


melestarikan.[1] Kemudian, definiens juga diharuskan memberi pengertian rupa
atau wujud diawali kata merupakan, seperti kalimat Mencintai merupakan
tindakan terpuji untuk mengakhiri konflik.'[1]
Adapun yang terakhir ialah bahwa definiens merupakan sebuah sinonim yang
didahului kata ialah. [1] Misalnya Pria ialah laki-laki.[1]

Klasifikasi Definisi
Definisi dapat dibedakan atas: definisi nominal, definisi formal, definisi personal,
definisi kerja atau definisi operasional, dan definisi luas.[1]
Definisi Nominal

Definisi nominal berupa pengertian singkat. Definiens pada definisi jenis ini terbagi
menjadi ada tiga macam. [1] Pertama, sinonim atau padanan, seperti kata manusia
yang bersinonim dengan kata orang, maka jika ditulis hasilnya adalah Manusia]]
ialah orang.[1] Selanjutnya terkait dengan terjemahan dari bahasa lain, contohnya
Kinerja ialah performance.[1] Asal-usul sebuah kata dalam definisi nominal juga
merupakan hal yang penting, contoh: Psikologi berasal dari kata "psyche" berarti
jiwa, dan "logos" berarti ilmu, psikologi ialah ilmu jiwa. [1]
Definisi Formal

Definisi formal disebut juga definisi [[terminologis, yaitu definisi yang disusun
berdasarkan logika formal yang terdiri tiga unsur.[1] Struktur definisi ini berupa
"kelas", "genus", "pembeda" (deferensiasi). [1] Ketiga unsur tersebut harus tampak
dalam definiens. [1] Struktur formal diawali dengan klarifikasi, diikuti dengan
menentukan kata yang akan dijadikan definiendium, dilanjutkan dengan menyebut
genus, dan diakhiri dengan menyebutkan kata-kata atau deskripsi pembeda. [1]
Pembeda harus lengkap dan menyeluruh sehingga benar-benar menunjukkan
pengertian yang sangat khas dan membedakan pengertian dari kelas yang lain. [1]
Contoh kalimat yang merupakan definisi formal adalah Mahasiswa adalah pelajar di
perguruan tinggi.[1]
Definisi formal mempunyai syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar sesuai
dengan aturan yang ada.[1] Di antaranya, fefiniendium dan definiens bersifat

koterminus, mempunyai makna yang sama. [1] Kemudian, definiendium dan definiens
bersifat konvertabel, dapat ditukarkan tempatnya dan definiens tidak berupa sinonim,
padanan, terjemahan, etimologi, bentuk populer, atau pengulangan definiendium.[1]
Lihat perbandingannya:
(a) Manusia adalah orang yang berakal budi (salah)
(b) Manusia adalah insan yang berakal budi (salah)
(c) Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna(benar)

Menemukan berbagai macam definisi dalam kamus

Selanjutnya definiens bukanlah kiasan, perumpamaan, atau pengandaian.[1] Contonya


kalimat Manusia adalah bagaikan hewan yang tidak pernah merasa puas (salah), kata
bagaikan dalam kalimat ini merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan dalam definisi
formal.[1] Contoh yang benar berada dalam kalimat Manusia adalah ciptaan Tuhan
yang diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya.[1]
Syarat berikutnya yaitu definiens menggunakan makna pararel dengan definiendium,
tidak menggunakan kata dimana, yang mana, jika, misalnya, dan lain-lain, definiens
juga harus menggunakan bentuk positif, bukan kalimat negatif; tanpa kata negatif;
tidak, bukan.[1] Misalnya bentuk kalimat negatif Pendidikan kewarganegaraan "tidak
lain" adalah pembinaan pelajar agar menjadi warga negara yang baik sehingga
mampu hidup bersama dalam masyarakat, baik sebagai anggota keluarga,
masyarakat, maupun warga negara, sedang yang benar adalah Pendidikan

kewarganegaraan adalah pembinaan pelajar agar menjadi warga negara yang baik
sehingga mampu hidup bersama dalam keluarga, masyarakat, dan negara.[1]
Lagi, pembeda (deferiansi)pada definiens harus mencukupi sehingga menghasilkan
makna yang tidak bisa (samar)dengan kelas yang lain.[1] Hal ini bisa ditemukan dalam
kalimat Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, tidak benar jika hanya
dikatakan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan.[1]
Definisi Operasional

Definisi operasional adalah batasan pengertian yang dijadikan pedoman untuk


melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, misalnya penelitian.[1] Oleh karena itu,
definisi ini disebut juga definisi kerja karena dijadikan pedoman untuk melaksanakan
suatu penelitian atau pekerjaan tertentu. [1] Definisi ini disebut juga definisi subjektif
karena disusun berdasarkan keinginan orang yang akan melakukan pekerjaan.[1]
Yang merupakan ciri-ciri definisi operasional ialah mengacu pada target pekerjaan
yang dicapai, berisi pembatasan konsep, tempat, dan waktu, dan bersifat aksi,
tindakan, atau pelaksanaan suatu kegiatan.[1]
Definisi Paradigmatis

Definisi paradigmatis/personal bertujuan untuk mempengaruhi pola berpikir


oranglain.[1] Definisi jenis ini disusun berdasarkan pendapatan nilai-nilai tertentu.[1]
Ada empat ciri-ciri definisi paradigmatis, yakni; disusun berdasarkan paradigma (pola
pikir) nilai-nila tertentu, berfungsi untuk mempengaruhi sikap, perilaku, atau tindakan
orang lain, bertujuan agar pembaca mengubah sikap sesuai dengan definisi,
berhubungan dengan nilai-nilai tertentu, misalnya: bisnis, etika, budaya, ajaran,
falsafah, tradisi, adat istiadat, pandangan hidup.[1]
Adapun fungsi definisi paradigmatis dapat dikategorikan menjadi empat bagian:
pertama, untuk mengembangkan pola berpikir; kedua, mempengaruhi sikap pembaca
atau pendengar; ketiga, mendukung argumentasi atau pembuktikan dan memberikan
efek persuasif.[1]

Definisi Luas

Definisi luas adalah batasan pengertian yang sekurang-kurangnya terdiri atas satu
paragraf. [1] Definisi ini diperlukan pada konsep yang rumit yang tidak dapat
dijelaskan dengan kalimat pendek.[4]
Ciri-cirinya adalah dalam definisi tersebut hanya berisi satu gagasan yang merupakan
definiendium, tidak menggunakan kata kias, setiap kata dapat dibuktikan atau diukur
kebenarannya, dan menggunakan penalaran yang jelas.[1]
Contohnya dalam kalimat berikut Konsep ketahanan nasional tidak dapat hanya
didefinisikan dengan kemampuan dinamik suatu bangsa yang berisikan keuletan dan
ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan dari luar maupun
dalam, langsung tidak langsung yang membahayakan identitas, integritas,
kelangsungan hidup bangsa dan negara untuk mencapai tujuan nasional. [4] Karena
itu konsep tersebut harus diberi definisi luas agar diketahui perkembangan konsep,
unsur-unsurnya, pengembangannya di dalam semua aspek kehidupan bangsa dan
negara.[4]
http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi

apa itu definisi

definisi.
pengertian definisi,dalam hal ini banyak yang masih tidak sama cara
mendefinisikannya.
di wikipedia sebagai berikut:
Definisi adalah suatu pernyataan mengenai ciri-ciri penting suatu hal, dan
biasanya lebih kompleks dari arti, makna, atau pengertian suatu hal. Ada
berbagai jenis definisi, salah satunya yang umum adalah definisi
perkataan dalam kamus (lexical definition).

Definisi terdiri dari:


Definisi nominalis
Definisi realis
Definisi praktis
ada juga yang menjelaskannya seperti berikut:
Secara garis besar definisi dibedakan atas tiga macam, yakni definisi
nominalis, definisi realis, dan definisi praktis.
1. Definisi nominalis ialah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain
yang lebih umum dimengerti. Jadi, sekadar menjelaskan kata sebagai
tanda, bukan menjelaskan hal yang ditandai. Definisi nominalis terutama
dipakai pada permulaan sesuatu pembicaraan atau diskusi. Definisi
nominalis ada 6 macam, yaitu definisi sinonim, definisi simbolik, definisi
etimologik, definisi semantik, definisi stipulatif, dan definisi denotatif.
Dalam membuat definisi nominalis ada 3 syarat yang perlu diperhatikan,
yaitu: jika sesuatu kata hanya mempunyai sesuatu arti tertentu harus
selalu diikuti menurut arti dan pengertiannya yang sangat biasa, jangan
menggunakan kata untuk mendefinisikan jika tidak tahu artinya secara
tepat jika arti sesuatu istilah menjadi objek pembicaraan maka harus tetap
diakui oleh kedua pihak yang berdebat.
2. Definisi realis ialah penjelasan tentang hal yang ditandai oleh sesuatu
istilah. Jadi, bukan sekadar menjelaskan istilah, tetapi menjelaskan isi
yang dikandung oleh suatu istilah. Definisi realis ada 2 macam sebagai
berikut.
1. Definisi Esensial. Definisi esensial, yakni penjelasan dengan cara
menguraikan bagian-bagian dasar yang menyusun sesuatu hal, yang
dapat dibedakan antrra definisi analitik dan definisi konotatif. Definisi
analitik, yakni penjelasan dengan cara menunjukkan bagian-bagian
sesuatu benda yang mewujudkan esensinya. Definisi konotatif, yakni
penjelasan dengan cara menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas
genus dan diferensia.
2. Definisi Deskriptif. Definisi deskriptif, yakni penjelasan dengan cara
menunjukkan sifat-sifat yang dimiliki oleh hal yang didefinisikan yang
dibedakan atas dua hal, definisi aksidental dan definisi kausal. Definisi
aksidental, yakni penjelasan dengan cara menunjukkan jenis dari halnya

dengan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut, Definisi kausal,


yakni penjelasan dengan cara menyatakan bagaimana sesuatu hal terjadi
atau terwujud. Hal ini berarti juga memaparkan asal mula atau
perkembangan dari hal-hal yang ditunjuk oleh suatu term.
3. Definisi praktis ialah penjelasan tentang sesuatu hal ditinjau dari segi
kegunaan atau tujuan, yang dibedakan atas 3 macam, definisi
operasional, definisi fungsional, dan definisi persuasif. Definisi operasional,
yakni penjelasan suatu term dengan cara menegaskan langkah-langkah
pengujian khusus yang harus dilaksanakan atau dengan metode
pengukuran serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat diamati.
Definisi fungsional, yakni penjelasan sesuatu hal dengan cara
menunjukkan kegunaan atau tujuannya. Definisi persuasif, yakni
penjelasan dengan cara merumuskan suatu pernyataan yang dapat
mempengaruhi orang lain. Definisi persuasif pada hakikatnya merupakan
alat untuk membujuk atau teknik untuk menganjurkan dilakukannya
perbuatan tertentu.
Dalam merumuskan definisi ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan
supaya definisi yang dirumuskan itu baik dan betul-betul mengungkapkan
pengertian yang didefinisikan secara jelas dan mudah dimengerti. Syaratsyarat definisi secara umum dan sederhana ada lima syarat, definisi harus
menyatakan ciri-ciri hakiki dari apa yang didefinisikan, definisi harus
merupakan suatu kesetaraan arti hal yang didefinisikan dengan yang
untuk mendefinisikan, definisi harus menghindarkan pernyataan yang
memuat istilah yang didefinisikan, definisi sedapat mungkin harus
dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif, definisi harus dinyatakan
secara singkat dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur atau bahasa
kiasan.
sedangkan menurut kamus besar DEFINISI sebagai berikut:
1. kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau
ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); 2
rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok
pembicaraan atau studi;
-- berputar definisi yg tidak dapat dipahami krn tidak ada yg diberi definisi,
biasanya hanya diberi sinonim; definisi melingkar; -- biverbal definisi yg
berupa sinonim atau padanan kata; -- demonstratif definisi yg berupa
penunjukan objek, benda, atau peristiwa konkretnya; -- melingkar definisi

berputar; -- metaforis definisi berupa pemberian kiasan atau tamsilnya; -nominal definisi berupa makna kata dng keterangan turunan dan
pemakaian kata itu; -- ostensif cara menggambarkan suatu konsep dng
mengucapkannya, menunjuknya, atau mengisyaratkannya; -- riil proses
atau hasil menyatakan makna kata dng memerinci unsur-unsur
konsepnya;
mendefinisikan v memberikan definisi;
pendefinisian n proses, cara, perbuatan memberikan definisi
- See more at: http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/03/apa-itudefinisi.html#sthash.JFe7hyjj.dpuf
http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/03/apa-itu-definisi.html

Definisi definisi : Arti, Makna, dan Maksud


27 Juli 2012 by Albadr Nasution
Seorang teman pernah berkata bahwa kata arti adalah kata yang tidak memiliki arti dan kata
definisi juga kata yang tidak memiliki definisi. Alasannya susah menjelaskan maknanya dan
bisa jadi penjelasannya nanti rekursif. Saya sendiri percaya pasti kata tersebut memiliki
definisi masing-masing yang jelas maksudnya. Nah, terus definisi definisi apa dong. Arti,
makna? Eh terakhir tadi ada satu yang muncul lagi, maksud? Hmm..
Challenge accepted.
Berikut adalah beberapa penjelasan dari kata-kata di atas dan kata yang serupa diambil dari
KBBI Online. KBBI menjelaskan :
definisi /dfinisi/ n 1 kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna,
keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan
(arti); 2 rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok
pembicaraan atau studi;
arti n 1 maksud yg terkandung (dl perkataan, kalimat); makna: apa isyarat
itu?; 2 guna; faedah: apa nya bagi kamu menyakiti binatang itu;
makna n 1 arti: ia memperhatikan setiap kata yg terdapat dl tulisan kuno
itu; 2 maksud pembicara atau penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk
kebahasaan;

maksud n 1 yg dikehendaki; tujuan: telah tercapai nya; 2 niat; kehendak: kami


datang dng baik; 3 arti; makna (dr suatu perbuatan, perkataan, peristiwa, dsb):
kalimat itu sudah jelas;
Dari penjelasan KBBI di atas sekilas ada rekursi antara definisi arti dan makna (juga arti
ketiga dari maksud). Akan tetapi, mungkin hal ini bisa diselesaikan dengan melibatkan
definisi maksud pada definisi arti dan definisi makna. Dengan demikian, kata di atas dapat
dipahami sebagai berikut.
arti 1 hal yang dikehendaki atau diniatkan untuk disampaikan ke seseorang yang
terkandung (dl perkataan, kalimat) 2 guna; faedah
makna 1 maksud yg terkandung (dl perkataan, kalimat) 2 tujuan pembicara atau
penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk kebahasaan;
Dari penjelasan di atas kita juga bisa membedakan penggunakan kata arti dan makna. Kata
makna lebih sempit karena hanya berkisar kepada hal yang sifatnya komunikatif sedangkan
kata arti sedikit lebih luas dengan mencantumkan penjelasan ke-2: guna, faedah. Dengan
demikian, kata arti bisa juga disematkan kepada manfaat perbuatan. Kita bisa menulis
kalimat
Apa artinya saya hidup jika kamu tidak mencintaiku?
tetapi tidak
Apa maknanya semua yang telah kami lakukan jika kamu bersikap seperti ini?.
Kalimat kedua terdengar agak janggal karena kata makna lebih cocok dipakai dalam hal
kebahasaan seperti kalimat, puisi, atau teka-teki dan perbuatan yang berkaitan dengan suara.
Jika kata makna pada kalimat kedua diganti dengan kata arti, kalimat terdengar lebih enak.
Sedangkan kata maksud hanya bisa dipakai untuk menekankan tujuan perbuatan dan kalimat.
Apa maksud dari semua ini?
Dalam thefreedictionary, dijelaskan pula arti kata meaning yang dalam bahasa Indonesia
berarti arti.
definition a concise explanation of the meaning of a word or phrase or symbol
meaning the message that is intended or expressed or signified;
Dari penjelasan di atas kita bisa memahai bahwa arti bermakna pesan yang diniatkan atau
diekspresikan atau disiratkan. Definisi adalah keterangan singkat (bisa berupa paragraf) untuk
menjelaskan arti dari sesuatu (misalnya huruf, frasa, atau simbol).
https://albadrln.wordpress.com/2012/07/27/definisi-definisi-arti-makna-danmaksud/