Anda di halaman 1dari 27

PEMELIHARAAN

Oleh : TEGUH YUWONO

1. PEMELIHARAN DAN KEANDALAN


Pemeliharaan diperlukan untuk
mempertahanan unjuk kerja peralatan.
Pemeliharaan peralatan sistem tenaga
listrik, biasa di pembangkit, harus tidak
bertegangan, jadi sistem harus
dimatikan, padahal konsumen harus
tetap mendapat tenaga listrik. Oleh
karena itu, pemeliharaan unit
pembangkit perlu diatur melalui jadwal
agar sistem tenaga listrik tetap handal.

Apabila tenaga listrik yang dibangkitkan


lebih kecil dari beban pelanggan,
frekuensi dan tegangan akan turun.
Apabila tenaga listrik yang dibangkitkan
lebih besar dari beban pelanggan,
frekuensi dan tegangan akan naik.
Jadi, tenaga listrik yang dibangkitkan
harus selalu sama dengan beban
pelanggan supaya frekuensi dan
tegangan juga sama.

d) Rencana Mingguan, mengandung rencana langkahlangkah operasional yang akan dilakukan untuk jangka
waktu satu minggu ke depan dengan
memeperthatikan yang tercakup dalam rencana
bulanan dan memperhatikan perkiraan hal-hal yang
tidak menentu seperti jumlah air yang akan diterima
(PLTA) serta beban selama 168 jam (satu minggu) yang
akan datang.
Rencana operasi satu minggu berisi jadwal operasi serta
pembebanan pembangkit untuk 168 jam dengan
memperhatikan beban minimum dan maksimum dari
unit pembangkit serta aliran daya juga tegangan
sistem.

Tenaga listrik yang dibangkitkan meliputi daya nyata


(W), daya semu (VA), dan daya reaktif (VAR)
Daya nyata (W) akan berhubungan dengan frekuensi.
Daya semu (VA) tergantung dengan daya reaktif (VAR).
Daya reaktif (VAR) akan berhubungan dengan tegangan.
Dalam keadaan steady state, frekuensi dalam seluruh
sistem sama besar, sehubungan pengaturan frekuensi
dapat dilakukan dengan pengaturan daya nyata
(W=Watt). Masalahnya, beban pelanggan selalu berubah
sesuai kebutuhan pelanggan.

2. RENCANA OPERASI
Rencana operasi adalah suatu rencana mengenai
bagaimana suatu sistem tenaga listrik akan
dioperasikan dalam kurun waktu tertentu:
a) Rencana tahunan, mencakup pemeliharaan unitunit pembangkit harus dikoordinir dengan operasi
unit pembangkit yang lain. Rencana opersi tahunan
merupakan bahan utama bagi penyusunan
anggaran biaya tahunan suatu perusahaan Listrik.
b) Rencana Triwulanan, merupakan tinjauan kembali
rencana operasi tahunan dengan horizon waktu
tiga bulan ke depan.

Misalnya, unit pembangkit baru yang


diperkirakan dapat beroperasi dalam
triwulan ke dua dari rencana tahunan
ternyata menjelang triwulan ke dua
diperkirakan belum dapat beroperasi,
maka sehubungan ini perlu dilakukan
koreksi terhadap rencana operasi
tahunan dalam menyusun rencana
operasi triwulan ke dua.

c) Rencana Bulanan, mengandung rencana langkahlangkah operasional sistem, sedangkan rencana operasi
tahunan dan rencana operasi triwulan bersifat
manajerial.
Rencana operasi bulanan mencakup:
i) Peninjauan atas jam kerja unit-unit pembangkit yang
bersifat peaking units dalam kaitanya rencana
pemeliharaan. Hal ini diperlukan untuk membuat jadwal
operasi unit-unit pembangkit yang bersangkutan.
ii) Alokasi produksi pusat-pusat termis dalam kaitanya
dengan pemesanan bahan bakar kepada Perusahaan
Bahan Bakar.

e) Rencana harian, merupakan koreksi


rencana operasi mingguan untuk
disesuaikan dengan kondisi mutakhir
saat itu dalam sistem tenaga listrik.
Rencana operasi harian merupakan
pedoman pelaksanaan operasi real time.

3. ANALISA BEBAN SISTEM


Masalah perkiraan beban merupakan masalah yang
sangat menentukan bagi perusahaan listrik baik dari
segi menejerial maupun dari segi operasional. Untuk
membuat perkiraan beban sebaik mungkin perlu
menganalisa beban yang telah lalu.
a) Perkiraan beban jangka panjang, perkiraannya diatas
satu tahun, terutama faktor ekstern sebagai bahan
pertimbangan, antara lain: pertumbuhan ekonomi
(makro), perkembangan jumlah penduduk, tingkat
pendidikan, kemajuan industri, daya beli masyarakat,
dan daya listrik yang terjual tahun sebelumnya,
merupakan instrumen dasar untuk menentukan
perkiraan beban mendatang lebih dari satu tahun.

Perkiraan beban jangka


panjang

b) Perkiraan beban jangka menengah,


merupakan perkiraan satu bulan sampai
satu tahun. Perkiraan ini dapat melihat
dan mengalisa beban tiap bulan.

Perkiraan jangka menengah

Titik a,b, dan c perkiraan


jangka menengah.
Titik c,d, dan f perkiraan
jangka panjang

c) Perkiraan jangka pendek, perkiran beban jangka


pendek dengan waktu satu minggu, 168 jam. Setiap
harinya beban memunyai fluktuasi, tergantung hari
libur, acara TV, cuaca, suhu udara, beban pada
diamati tiap jam-jam tertentu.
i) Sekitar jam 19.00 akan terjadi beban puncak,
pemakai untuk penerangan lebih banyak dibanding
pemakain listrik tenaga untuk industri.
ii) Jam 05.00 pagi ada kenaikan beban sebentar
kemudian turun lagi sekitar jam 06.00, karena
banyak yang bangun melakukan kegiatan rumah
tangga rutinitas.

iii) Beban terendah setiap hari terjadi pukul 06.30 sampai


dengan jam 07.30, sudah berangkat kerja dan belum
sampai kantor.
iv) Untuk hari Minggu dan hari libur beban terendah terjadi
padsa siang hari, dan beban akan naik saat jam 17.00. hal
ini mungkin banyak yang keluar rumah untuk liburan.
v) Pada hari Sabtu, pada jam yang sama akan lebih rendah
dari biasa. Karena banyak perusahaan, kantor tidak
bekerja.
vi) Pada hari besar seperti Idul Fitri, Natal dan tahun baru
beban puncak tinggi disebabakan banyak hiburan, tetapi
untuk industri paling rendah, seihingga beban
keseluruihan rendah dibandingkan hari kerja.

Beban puncak pada hari


libur

Dalam pengamatan sistem operasi tenaga


listrik, beban puncak dipengaruhi:
a) Acara televisi , panggung hiburan
masyarakat yang memerlukan puluhah
mega Watt.
b) Suhu udara tinggi sehingga banyak
menggunakan penyejuk udara
kebutuhan es yang banyak.

Beban puncak suatu saat dapat diperkirakan


sebagai berikut:
Y(t) = A(t) + B(t) + C(t)
Dimana:
Y(t) = beban diperkirakan pada saat T
A(t) = beban yang diperkirakan jangka panjang
B(t) = beban yang diperkirakan jangka
menengah
C(t) = beban yang diperkirakan jangka pendek

4. CARA-CARA MEMPERKIRAKAN BEBAN


Salah satu faktor yang sangat menentukan dalam
membuat rencana operasi tenaga listrik adalah
perkiraan beban. Grafik beban secara perlahanlahan berubah bentuknya baik secara kwlitatif
maupun kwantitatif.
a) Bertambahnya konsumen tenaga listrik.
b) Bertambahnya konsumsi tenag listrik listrik di
konsumen lama karena ada pesawat/alat baru.
c) Kegiatan ekonomi dan industri di masyarakat.
d) Kegiatan sosial, olah raga, dan hibunran
masyarakat.

e) Kegiatan sosial dalam masyarakat,


seperti perayaan memperingati hari
kemerdekaan RI tanggal17 Agustus,
pertandingan bulu tangkis, tinju, dan
sepak bola yang disiarkan TV akan
menimbulkan kenaikan beban.
Jadi beban hanya diperkirakan berdasar
pengalaman-pengalaman, tidak rumus
secara eksak untuk menentukan perkiraan
yang akan datang.

Ada beberapa metode untuk


memperkirakan beban:

1. Metode Least Square


Beban di masa-masa terdahulu dicatat kemudian
ditarik garis ekstrapolasi
2
2
2
1
2
3

d d d .......

adalah minimum, metode ini dipkai untuk


memperkirakan beban puncak beberapa tahun
yang akan datang.

2. Metode Exponensial

Bo = beban puncak sekarang


P = persentase kenaikan beban pertahun yang
ditartgetkan
t = jumlah tahun yang akan datang
Metode ini dipakai jauh dari kejenuhan dan ada
suatu target kenaikan penjualan.

3) Metode Curve Fit

Bo = beban puncak sekarang


t = jumlah yang akan datang
a = konstanta secara coba-coba
Metode ini dipakai setelah terlihat adanya
kejenuhan, dan tidak ada pengembang an
industri

4) Metode Koefisien Beban

Metode ini dipakai untuk memperkirakan


beban harian. Beban setiap hari
diberi koefisien yang
menggambarkan beban puncak,
misalnya k4 = 0,6 beban pada jam
04.00 sebesar 0,6 kali beban puncak
yang terjadi pada jam 19.00(k19

1)

5. Metoda pendekatan linier


Dengan menggunakan persamaan linier:

dimana:
B = beban pada saat t
a = suatu konstanta yang
harus ditentukan
bo = beban pada saat t = to
Konstanta a sesungguhnya
tergantung pada waktu t
dan besarnya beban bo
Metoda ini dipakai untuk
memperkirakan beberapa
puluh menit kedepan
B = at + bo

6) Metode Markov
Metoda in i dipakai untuk memperkirakan
beban puncak dalam jangka panjang
dengan memperhitunghkan kegiatankegiatan ekonomi suatu negara secara
makro
Masih ada perkiraan beban selai diatas,
seperti perkiraan beban sub sistem,
seperti perkiraan beban setiap Gardu
Induk, hal ini diperlukan untuk
menganalisa daya listrik secara
keseluruhan.

SELESAI