Anda di halaman 1dari 19

Kelompok 1 :

Aat Mujizat (13040001)

Dian Aida Ardi (13040008)

Adriani Serly L. (13040002)

Diana Kartika W. (13040009)

Anisah Nurjanah (13040003)

Dwi Rusdiana (13040010)

Aprie Gantina (13040004)

Finky Octavia (13040013)

Atria Siti Anggraeni (13040005)

Gina Masropah (13040014)

Ayu Arumandhani (13040006)

Herlin R Yahya (13040016)

Desen Caniansyah (13040007)


Dosen pembimbing : Okpri Meila., M.Farm, Apt

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH


TANGERANG
2015

Kata Pengantar

Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillahirobilalamin atas rahmat ALLAH SWT. Kami
kelompok 2 dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah.
Makalah ini kami buat dalam rangka menyelesaikan tugas
pembuatan makalah. Makalah ini kami buat selain untuk
menyelesaikan tugas pembelajaran, juga kami harapkan dapat
menjadi pelajaran bagi yang membaca.
Makalah ini berisikan tentang tegangan permukaan. Melalui
pembelajaran pembuatan makalah ini, kami dapat belajar lebih
banyak

mengenai

tegngan

permukaan

karena

itu

kami

mengucapkan terimakasih kepada dosen farmasi fisika kami, Ibu


Okpri Meila, M.Farm., Apt
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih
terdapat kekurangan,untuk itu,kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari dosen kimia fisika kami, Ibu Okpri
Meila, M.Farm., Apt .Akhir kata kami ucapkan terimakasih dan
selamat membaca karya kami ini.
Waalaikumsalam wr.wb

Tangeran
g, 3 Juni 2014

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I i

Ke
lompok 1

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I i

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
............................................................................................. i
Daftar Isi
..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah
......................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
............................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
..................................................................................... 3
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Tegangan Permukaaan
..................... 3
2.3 Persamaan dan Metode Pengukuran Tegangan Permukaan
.......... 4
2.4 Penerapan Konsep Tegangan Permukaan Dalam
Kehidupan Sehari-hari
................................................................ 8
2.5 Manfaat Tegangan Permukaan Dalam Bidang Farmasi
............... 10

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I ii

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
.................................................................................. 11
3.2 Saran
............................................................................................ 11
Daftar Pustaka
........................................................................................... 12

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyak

fenomena-fenomena

alam

yang

kurang

kita

perhatikan akan tetapi fenomena-fenomena tersebut mempunyai


hubungan dengan adanya tegangan permukaan. Sering terlihat
peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti
misalnya tetes-tetes zat cair pada pipa keran yang bukan suatu
aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air, mainan
gelembung-gelembung

sabun,

pisau

silet

yang

diletakkan

perlahan-lahan di atas permukaan zat cair yang terapung, dan


naiknya air pada pipa kapiler. Hal tersebut dapat terjadi karena
adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau
pada batas antara zat cair dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang
terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam
(statis). Contoh yang menarik, tetes air cenderung berbentuk
seperti balon (yang merupakan gambaran luas minimum sebuah
volume) dengan zat cair berada di tengahnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1. Apakah pengertian tegangan permukaan?
1.2.2.

Apakah

faktor

yang

mempengaruhi

tegangan

permukaan?
1.2.3. Bagaimana persamaan tegangan permukaan?
1.2.4. Bagaimana aplikasi tegangan permukaan dalam
kehidupan sehari- hari?

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

1.2.5. Apa manfaat tegangan permukaan dalam dunia


farmasi?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1.3.1. Untuk mengetahui pengertian tegangan permukaan.
1.3.2.

Untuk

mengetahui

faktor

yang

memengaruhi

tegangan permukaan.
1.3.3. Untuk mengetahui persamaan tegangan permukaan.
1.3.4. Untuk mengetahui penerapan tegangan permukaan
dalam kehidupan sehari-hari.
1.3.5. Manfaat tegangan permukaan dalam dunia farmasi

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan
permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya
seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis (Kanginan, 2009).
Selain itu, tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu
kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke
keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan
datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan
sebagai usaha untuk membentuk luas permukaan baru (Wavega,
2008). Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan
benda-benda kecil di permukaannya. Seperti silet, berat silet
menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah
tempat silet itu berada. Lengkungan itu memperluas permukaan
zar cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya
berusaha mempertahankan luas permukaannya sekecil mungkin.
2.2 Faktor yang Memengaruhi Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zar cair
cenderung untuk menegang, sehingga permukaannya tampak
seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi
antara molekul air. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

besar gaya kohesinya lebih kecil daripada gaya adesinya dan


pada zat yang non-adesiv berlaku sebaliknya. Salah satu model
peralatan tang sering digunakan untuk mengukur tegangan
permukaan zar cair adalah pipa kapiler. Salah satu besaran yang
berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut kontak, yaitu
sudut yang dibentuk oleh permukaan zat cair yang dekat dengan
dinding. Sudut kontak ini timbul akibat gaya tarik-menarik antara
zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya tarik-menarik antara
molekul zar yang berbeda (adhesi).
Molekul cairan biasanya saling tarik-menarik. Di bagian
dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekulmolekul lain di setiap sisinya, tetapi di permukaan cairan hanya
ada molekul-molekul caoran di samping dan di bawah. Di bagian
atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan
tarik-menarik satu dengan yang lainnya, maka terdapat gaya
total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian
dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak di
permukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping
dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya
total yang berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang
arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan
cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut
sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada
permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis.
2.3

Persamaan

dan

Metode

Pengukuran

Tegangan

Permukaan
San

(2009)

memberi

contoh

pada

seutas

kawat

dibengkokkan hingga berbentuk U, dan seutas kawat kedua


dapat meluncur pada kaki-kaki kawat U. Ketika alat ini dicelupkan
dalam larutan sabun dan dikeluarkan, akan berbentuk lapisan air

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

sabun pada permukaan kawat tersebut. Karena kawat lurus bisa


digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air
sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat
lurus, sehingga kawat lurus dapat bergerak ke atas. Untuk
menahan kawat ini agar tidak meluncur ke atas (kawat berada
pada keadaan setimbang), kita perlu mengerjakan gaya T ke
bawah. Total gaya ke bawah yang menahan kawat kedua adalah
F = T + w.
Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang
meliputi permukaan luar dan dalam (selaput cairan sangat tipis
tapi

masih

jauh

lebih

besar

dari

ukuran

satu

molekul

pembentuknya). Sehingga untuk cincin dengan keliling L yang


diangkat perlahan dari permukaan fluida, besarnya gaya F yang
dibutuhkan untuk mengimbangi gaya-gaya permukaan fluida
dapat

ditentukan

dari

pertambahan

panjang

pegas

halus

penggantung cincin. Misalkan panjang kawat kedua adalah l.


Larutan sabun menyentuh kawat kedua memiliki dua permukaan,
sehingga

gaya

tegangan

permukaan

bekerja

2l

panjang

permukaan. Kanginan (2006) menyimpulkan bahwa tegangan


permukaan didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya
tegangan permukaan (F) dan panjang (d) tempat gaya itu
bekerja.
Secara matematis, kita tulis:
Rumus Tegangan Permukaan:

F
d

Keterangan:
= Tegangan permukaan
MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

F = Gaya tegangan permukaan


d = Panjang permukaan (m atau cm)
Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan
antara gaya tegangan permukaan dan satuan panjang, maka
satuan tegangan permukaan adalah newton per meter (N/m)
atau dyne per centimeter (dyne/cm).
Contoh Soal
Sebatang kawat dibengkokkan seperti huruf U. Kemudian kawat
kecil yang bermassa 0,2 gram dipasang dalam kawat tersebut.
Kemudian kawat tersebut dicelupkan ke dalam cairan sabun dan
diangkat vertikal sehingga ada lapisan tipis sabun di antara
kawat tersebut. Ketika ditarik ke atas kawat kecil mengalami
gaya

tarik

ke

atas

oleh

lapisan

sabung.

Agar

terjadi

keseimbangan, maka pada kawat kecil digantungkan benda


dengan massa 0,1 gram. Jika panjang kawat kecil = 10 cm dan
nilai gravitasi 9,8 m/s2, berapa tegangan sabun tersebut?
Jawaban :
Diketahui :
Massa kawat = 0,2 gram = 2 x 10-4 kg
Panjang kawat (l) = 10 cm = 10-1 m
Massa benda = 0,1 gram = 1 x 10-4 kg; g = 9,8 m/s2
Ditanyakan : tegangan permukaan lapisan sabun (g)?
Rumus

F
d

(d = 2l)

F = berat kawat ditambah berat benda = 3 x 10-4 kg x 9,8 = 2,94

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

x 10-3 N
= 2,94 x 10-3/ 2x 10-1 = 1,47 x 10-2 N/m.
Jadi, besarnya tegangan permukaan adalah 1,47 x 10-2 N/m.
Metode yang paling umum untuk mengukur tegangan
permukaan adalah kenaikan atau penurunan cairan dalam pipa
kapiler. dimana d adalah kerapatan cairan, r adalah jari-jari
kapiler, g adalah konstanta gravitasi, adalah panjang cairan
yang akan ditekan atau akan naik. (Dogra, 1990). Sejumlah
observasi umum menunjukkan bahwa permukaan zat cair
berperilaku seperti membran yang terenggang karena tegangan.
Sebagai contoh, setetes air di ujung kran yang menetes, atau
tergantung pada dahan, membuat bentuk yang hampir bulat
seperti balon kecil yang berisi air (Giancoli, 2000).
Cairan
gerakannya

mempunyai
yang

sifat

mengikuti

menyerupai
gerakan

gas

brown

dalam
dan

hal
daya

alirnya(fluiditanya). Selain itu cairan juga menunjukkan adanya


tegangan permukaan yang merupakan salah satu sifat penting
lainnya dari cairean bila dua fase dicampurkan maka batas fasefase tersebut dianmakan antar permukaan.Batas antara zat cair
atau zat padat denag nudara biasanya disebut permukaan
saja.Sedangkan batas antara zat cair dengan zat cair disebuut
antar permukaan .Besarnya tegangan permukaan dipemgaruhi
oleh gaya tarik menarik antara molekul di daalm cairan.
Dalam keadaan cair, gaya kohesif antara molekul-molekul
yang berdekatan dikembangkan dngan baik.Dalam suatu tetes
cairan yang tersuspensi daalm udara, molekul-molekul dalm
bulk cairan dikelilingi oleh molekul lain dari segala arah yang
mempunyai

gaya

tarik

menatik

yang

sama.

Sebaliknya,

molekul pada permukaan (yakni, pada antarmuka/udara) hanya


dapat mengembangkan gaya tarik menarik adhesif dengan
molkul yang menyusun fase lain yang terlihat dalam antar

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

muka tersebut, walaupun dalam hal antarmuka cair/gas gaya


adhesif tarik menarik adhesif ini kecil.Efek bersih adalh mlekul
pada permukaan cairan tersebut mengalami suatu gaya ke
arah dalam ke arah bulk seperti ditunjukkan oleh panjanhnya
penah (Martin, 1993).
Pengukuran tegangan permukaan dapat dilakukan dengan
beberapa metode, antara lain :
1. Metode cincin Du-Nouy
Cara ini dapat digunakan untuk mengukur tegangan
pemukaan dan tegangan antar permukaan zat cair.Prinsip
kerja alat ini berdasarkan pada kenmyataan bahwa gaya
yang dibutuhkan untuk melepaskan cincin yang tercelup
pada zat cair sebanding dengan tegangan pemukaan atau
tegangan antar pemukaan.
2. Metode kenaikan kapiler
Metode ini hanya dapat digunakan untuk memerlukan
dalam suatu zat cair dan tidak dapay digunakan untuk
menentukan tegangan antra muka.
Molekul-molekul zat cair memberikan gaya tarik satu
sama lain. Molekul di dalam zat cair berada di dalam
kesetimbangan karena gaya-gaya molekul lain yang bekerja
ke semua arah. Molekul di permukaan normalnya juga
dalam kesetimbangan (zat cair tersebut diam). Hal ini benar
walaupun gaya pada molekul di permukaan dapat diberikan
hanya

oleh

molekul-molekul

di

bawahnya

(atau

di

sampingnya). Dengan demikian, adanya gaya tarik total ke


bawah, yang cenderung menekan lapisan permukaan sedikit
tapi hanya sampai batas di mana gaya ke bawah ini
diimbangi oleh gaya tolak ke atas yang disebabkan oleh
kontak yang dekat atau tumbukan dengan molekul-molekul
di bawahnya. Penekan permukaan ini berarti bahwa, intinya
zat cair meminimalkan garis permukaannya. Inilah sebab

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

mengapa air cenderung membentuk tetesan berbentuk


bola,

karena

sebuah

bola

mempresentasikan

luas

permukaan minimum untuk volume tertentu (Giancoli,


2000).
Semua fenomena menunjukkan bahwa permukaan zat cair
dapat dianggap sebagai dalam keadaan tegang, demikian pula
sehingga ditinjau setiap garis di dalam atau yang membatasi
permukaannya, maka zat-zat di kedua sisi garis tersebut saling
tarik-menarik (Sears dan Zemansky, 1983).
Sepotong kawat dibengkokkan menjadi berbentuk U dan
sepotong lagi digunakan sebagai peluncur. Ternyata gaya F = W1
+ W2, dapat menahan peluncur dalam sembarang posisi,
berapapun luas selaput, asal saja suhu selaput konstan, ini amat
berlainan dengan sifat elastik lembaran karet, dalam mana gaya
tersebut akan menjadi lebih besar kalau lembaran itu ditarik
(Sears dan Zemansky, 1983).
Selain dipengaruhi oleh jenis cairan, juga dipengaruhi oleh
temperatur.

Bila

temperatur

makin

tinggi,

maka

akan

mengalami penurunan. Untuk air antara 20-30oC, perubahan


rata-rata 0,16 (Soekardjo, 1990).
2.4.

Penerapan

Konsep

Tegangan

Permukaan

dalam

Kehidupan Sehari-hari
Tegangan

permukaan

air

berhubungan

dengan

kemampuan air untuk membasahi benda. Makin kecil tegangan


permukaan air, makin baik kemampuan air untuk membasahi
benda, dan ini berarti kotoran-kotoran pada benda lebih mudah
larut dalam air (Kanginan, 2006).
2.4.1. Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan
cucian yang lebih bersih.

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

Tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi


suhu air, makin kecil tegangan permukaan air dan ini berarti
makin baik kemampuan air untuk membasahi benda. Karena itu,
mencuci dengan air panas menyebabkan kotoran pada pakaian
lebih mudah larut dan cucian menjadi lebih bersih. Detergen
sintetis modern juga didesain untuk meningkatkan kemampuan
air membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, yaitu
dengan menurunkan tegangan permukaan air. Banyak kotoran
yang tidak larut dalam air segar, tetapi larut dalam air yang
diberi detergen.
2.4.2 Gelembung Sabun atau Air Berbentuk Bulat
Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat karena
dipengaruhi oleh adanya tegangan permukaan. Gelembung
sabun memiliki dua selaput tipis pada permukaannya dan
diantara kedua selaput tipis tersebut terdapat lapisan air tipis.
Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi
dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Ketika selaput
air

sabun

berkontraksi

dan

berusaha

memperkecil

luas

permukaannya, timbul perbedaan tekanan udara di bagian luar


selaput (tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam
selaput. Tekanan udara yang berada di luar selaput (tekanan
atmosfir) turut mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan
kontraksi, karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih
kecil. Setelah selaput berkontraksi, maka udara di dalamnya
(udara yang terperangkap di antara dua selaput) ikut tertekan,
sehingga menaikkan tekanan udara di dalam selaput sampai
tidak terjadi kontraksi lagi. Dengan kata lain, ketika tidak terjadi
kontransi lagi, besarnya tekanan udara di antara dua selaput
sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan
permukaan yang mengerutkan selaput.

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

10

Pada tetes air hanya memiliki satu selaput tipis, yakni pada
bagian luar tetes air. Bagian dalamnya penuh dengan air. Akibat
adanya gaya kohesi, maka timbul tegangan permukaan. Bagian
tetes air ditarik ke dalam, akibatnya air berkontraksi dan
cenderung memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir
yang berada di luar turut membantu menekan tetes air. Kontraksi
akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam air sama
dengan

jumlah

tekanan

atmosfir

dengan

gaya

tegangan

permukaan yang mengerutkan selaput air.


2.4.3 Klip Tidak Tenggelam Dalam Air
Ketika klip diletakkan secara hati-hati ke atas permukaan
air, molekul-molekul air yang terletak di permukaan agak ditekan
oleh gaya berat klip tersebut, sehingga molekul-molekul air yang
terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke atas untuk
menopang klip tersebut. Biasanya klip terbuat dari logam,
sehingga kerapatannya lebih besar dari kerapatan air. Karena
massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air, maka
seharusnya klip tenggelam. Tapi kenyataannya klip terapung.
Fenomena

ini

merupakan

salah

satu

contoh

dari

adanya

tegangan permukaan. Dalam kenyataannya, bukan hanya klip


(penjepit kertas), tetapi juga bisa benda lain seperti jarum.
Apabila

kita

meletakkan

jarum

secara

hati-hati

di

atas

permukaan air, maka jarum akan terapung. Adanya tegangan


permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga bisa
mengapung di atas air.

2.5. Manfaat Tegangan Permukaan Dalam Bidang Farmasi:

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

11

1. Dalam mempengaruhi penyerapan obat pada bahan


pembantu padat pada sediaan obat
2. Penetrasi molekul melalui membran biologis
3. Pembentukan dan kestabilan emulsi dan dispersi partikel
tidak larut dalam media cair untuk membentuk sediaan
suspensi

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

12

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan
permukaan

zat

cair

untuk

menegang,

sehingga

permukaannya seperti ditutupioleh suatu lapisan elastis.


Tegangan permukaan dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi
antara molekul air. Aplikasi konsep tegangan permukaan
dalam kehidupan sehari-hari antara lain, mencuci dengan air
panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih
bersih, gelembung sabun atau air berbentuk bulat, dan klip
tidak tenggelam dalam air.
3.2. Saran
Dari penjelasan diatas, maka kita sebgai mahasiswa sudah
seharusnya lebih memperhatikan apa saja dari alam, karena
hampir semuanya adalah bersifat ilmiah jika kita pelajari lebih
dalam. Dan hal itu jika diaplikasikan dalam kehidupan seharihari, sangan bermanfaat bagi manusia.

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

13

Daftar Pustaka
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta :
Penerbit Erlangga
Kanginan, M. 2006. Fisika untuk SMA Kelas XI Semester 2.
Jakarta: Penerbit Erlangga
Lachman,L,.Lieberman,H.A.,and kanig,j.l.,1986.The theory and
practice of industrial pharmachy. Jakarta.
Martin,A,1993. Farmasi Fisika, Penerbit UI-Presss. Jakarta.
http://www.gurumuda.com/tegangan-permukaan/, diakses pada
14.52 Minggu, 31 Mei 2015
Tim dosen. 2006. Bahan Ajar Farmasi Fisika, Universitas Muslim
Indonesia. Makasssar

MAKALAH FARMASI FISIKA, KELOMPOK I

14