Anda di halaman 1dari 27

Farmasi Fisika Kelarutan

MAKALAH FARMASI FISIKA


KELARUTAN

Di susun oleh :

Huriana
13040017
Nira Amalliyah
13040029
Nova Astiana
13040030
Noviana Setiawati
13040031
Nur Annisatus Soliha
13040032
Nuri Amaliah
13040033
Quratul Aeni
13040035
Septiandu Indransyah
13040041
Sinta Lestari
13040042
Siska Purnama Sari
13040043
Siti Halimatusadiah
13040044
Siti Marina
13040045
Tsania Sulfiana
13040047
Wanti Mahdalena
13040049
Yuli Yanti
13040050
Yuyi Puji Lestari
13040052
Vivin Agustia Ningsih
13040058
Octa Lestari
13040059

Dosen : Bu Okpri Meila Sari S.Farm,.M.Sc,.Apt,.

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH


TANGERANG BANTEN
2014 2015

Farmasi Fisika Kelarutan

KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hihdayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Kelarutan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan
juga kami berterimakasih pada Bu Okpri Meila Sari S.Farm,.M.Sc,.Apt selaku dosen
mata kuliah Farmasi Fisika di Sekolah Tinggi Farmasi Tangerang yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita tentang kelarutan dan macam macam serta
fungsi kelarutan bagi kehidupan kita sehari hari. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini tedapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah
yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah kami susun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Tangerang, 30 Mei 2015

Penyusun

Farmasi Fisika Kelarutan

DAFTAR ISI

Kata pengantar ..
Daftar isi ..
BAB I
Pendahuluan ..
I. Latar belakang

II. Rumusan masalah

III. Tujuan dan manfaat


..
BAB II
A. Dasar teori ...
B. Macam macam kelarutan .
C. Jenis kelarutan ...
D. Factor yang mempengaruhi kelarutan .
E. Pentingnya pelarut zat terlarut ...
F. Pentingnya kelarutan dalam kehidupan sehari hari..
G. Aplikasi kelarutan dalam bidang Farmasi
BAB III .
Penutup ..
Kesimpulan
Daftar pustaka

i
ii
1
1
1
2
2
3
3
6
9
13
15
18
20
21
21
21
22

BAB I
PENDAHULUAN
I.

Latar Belakang
Larutan merupakan suatu campuran homogen antara 2 zat dari molekul, atom
ataupun ion dimana zat yang dimaksud disini adalah zat padat, minyak larut dalam
air.
Selain itu, kita dapat juga membuat minuman di rumah seperti teh dan kopi
sehingga dapat kita ketahui bahwa dapat juga pengenceran pada saat pembuatan
teh atau kopi . karena semakin terbiasa kita membuat minuman seperti teh dan kopi
maka kita bisa mengetahui pengenceran dari gula dengan cepat dan tepat. Kita pun
mampu membuat teh atau kopi dengan rasa yang special dengan komposisi yang
bagus pula.
Sehingga larutan adalah campuran karena tidak memiliki komposisi yang tepat.
Namun, kebanyakan larutan terdapat banyaknya zat terlarut (solute) yang dapat
larut dalam sejumlah zat tertentu (solvent) pada suhu tertentu. Konsentrasi
maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam pelarut dengan kuantitas tertentu di
sebut kelarutan (solubility) zat terlarut tersebut.
Dalam bidang farmasi kelarutan sangat penting, karena dapat mengetahui
dapat membantu dalam memilih medium pelarut yang paling baik untuk obat atau
kombinasi obat, membantu mengatasi kesulitan-kesulitan tertentu yang timbul
pada waktu pembuatan larutan farmasetis (dibidang farmasi) dan lebih jauh lagi
dapat bertindak sebagai standar atau uji kelarutan.
Kelarutan adalah jumlah zat yang terlarut pada waktu berada dalam
keseimbangan dengan bagian padat pada suhu tertentu. Kelarutan mempunyai
peranan yang sangat penting dalam dunia farmasi karena suatu obat baru dapat di
absorbs setelah zat aktifnya terlarut dalam cairan usus, sehingga salah satu usaha
1

mempertinggi efek farmakologi dari sediaan adalah dengan menaikkan kelarutan zat
aktifnya. Selain itu dapat membantu para ahli farmasi dalam membantunya memilih
medium pelarut yang paling baik untuk obat atau mengatasi kesulitan kesulitan
tertentu yang timbul pada waktu pembuatan larutan farmasetis dan lebih jauh lagi
dapat bertindak sebagai standart uji kemurnian, pengetahuan yang lebih mendetail
mengenai kelarutan dan sifat sifat yang berhubungan dengan itu juga memberikan
infosrmasi meneganai stuktur obat dan gaya antara molekul obat. Kelarutan dari
suatu senyawa bergantung pada sifat kimia dari fisika zat terlarut dan pelarut, juga
bergantung pada faktor termperatur, tekanan, pH dan untuk jumlah yang lebih kecil
bergantung pada hal terbaginya zat terlarut. Kelarutan merupakan suatu senyawa
bergantung pada sifat fisika dan kimia zat terlarut dan pelarut, juga bergantung pada
faktor temperatur, tekanan, pH larutan, dan untuk jumlah yang lebih kecil,
bergantung pada hal terbaginya zat terlarut. Adapun kelarutan didefenisikan dalam
besaran kuantitatif sebagai konsentrasi zat terlarut dalam larutan jeuh pada
temperatur tertentu, dan secara kualitatif didefenisikan sebagai interaksi spontan
dari dua atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler homogen.

II. Rumusan Masalah


Menjelaskan apa itu kelarutan.
Macam macam larutan.
Menjelaskan jenis jenis dari kelarutan.
Faktor yang mempengaruhi kelarutan.
Menjelaskan pentingnya kelarutan bagi dunia farmasi.

III. Tujuan dan Manfaat


Untuk memahami mengenai sebuah larutan.
Untuk menambah wawasan tentang kelarutan.
Untuk mengetahui pentingnya suatu kelarutan bagi dunia farmasi.

BAB II
PEMBAHASAN
2

A. Dasar teori
Kelarutan suatu zat di definisikan sebagai jumlah solut yang di
butuhkan untuk menghasilkan suatu larutan jenuh dalam sejumlah solven.
Pada suatu temperatur tertentu suatu larutan jenuh yang bercampur dengan
solut yang tidak terlarut merupakan contoh lain dari keadaan kesetimbangan
dinamik (Moechitar, 1989)
Karena suatu larutan jenuh yang berhubungan dengan kelebihan solut
membentuk kesetimbangan dinamik, maka bilamana sistem tersebut di
ganggu, efek gangguan tersebut dapat di ramalkan berdasarkan kaidah Le
Chatelier. Kita tahu bahwa kenaikan temperatur menyebabkan posisi
kesetimbangan bergeser ke arah yang akan mengabsorbsi panas. Karena,
kalau solut tambahan yang ingin melarut dalam larutan zat tersebut akan
bertambah jika temperatur di naikkan. Sebaliknya, jika solut tambahan yang di
masukkan ke dalam larutan jenuh menimbulkan proses eksotermik, maka solut
akan menjadi kurang larut jika temperatur di naikkan (Moechitar, 1989)
Pada umunya, kelarutan kebanyakan zat padat dan zat cair dalam
solven cair bertambah dengan naiknya temperatur. Untuk gas dalam zat cair,
kelakuan yang sebaliknya terjadi. Proses larut untuk gas dalam zat cair hampir
selalu bersifat eksotermik, sebab partikel partikel solut telah terpisah satu
sama lain dan efek panas yang dominan akan timbul akibat solvasi yang
terjadi bilamana gas larut. Kaidah Le Chatelier meramalkan bahwa kenaikan
temperatur akan mengakibatkan perubahan endotermik, yang untuk gas terjadi
bilamana ia meninggalkan larutan. Oleh karena itu, gas gas menjadi kurang
larut jika temperatur zat cair di mana gas di larutkan menjadi lebih tinggi.
Sebagai contoh, mendidihkan air. Gelembung gelembung kecil tampak pada
permukaan panci sebelum pendidihan terjadi. Gelembung gelembung
tersebut mengandung udara yang di usir dari larutan jika air menjadi panas.
Kita juga menggunakan kelakukan kelarutan gas yang umum bilamana kita
menyimpan botol CO yang terlarut lebih lama bilamana ia dijaga tetap dingin,
sebab CO lebih larut pada temperatur temperatur rendah. Lain contoh dari
3

phenomenon ini adalah gas gas yang terlarut dalam air mengalir dalam
telaga telaga dan dalam sungai sungai. Kadar oksigen yang terlarut, yang
merupakan keharusan bagi kehidupan marine, berkurang dalam bulan bulan
di musim panas, di banding dengan kadar oksigen selama musim dingin
(Moechtar, 1989).
Aksi pelarut dari cairan nonpolar, seperti hidrokarbon berbeda, dengan
zat polar. Pelarut non polar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara
ion ion elektronik lemah dan kuat, karena tetapan di lektrik pelarut yang
rendah. Sedangkan pelrut polar dapat melarutkan zat terlarut nonpolar dengan
tekanan yang sama melalui inter aksi di pole induksi (Martin, 1993).
Larutan terjadi apabila suatu zat padat bersinggungan dengan suatu
cairan, maka zat padat tadi terbagi secara molecular dalam cairan tersebut.
Kelarutan suatu zat tergantung atas dua faktor, yaitu luasnya permukaan dan
kecepatan difusi. Umumnya zat dengan molekul besar, kecepatan kecil
dibanding dengan zat yang molekulnya dengan penggerusan kristal sampai
halus, akan memperluas permukaan sedangkan dengan pemanasan tida
hanya kelarutannya bertambah tetapi juga menaikkan kecepatan difusi (Martin,
1993).
Jika suatu larutan di tempatkan terpisah dari suatu contoh pelarut
murni yang di gunakan dalam larutan itu hanya oleh suatu dinding berpori yang
dapat di lewati oleh molekul pelarut tetapi tidak oleh molekul zat terlarut, maka
molekul molekul pelarut akan berpindah ke dalam larutan kearah
menyamakan konsentrasi larutan pada kedua sisi dinding pemisah. Di sebut
membran semipermeable (Semipermeable membrane) (Martin, 1990).
Kekuatan tari menarik antara atom atom menyebabkan
pembentukkan molekul ion. Kekuatan dari suatu intramolekuler yang
berkembang diantara molekul molekul seperti itu. Menentukan keadaan fisik
bahan (yaitu padat, cair atau gas) pada kondisi tertentu seperti suhu dan
tekanan. Pada kondisi biasa kebanyakan zat obat, berbentuk molekul suatu zat
padat (Howard, 1990).

Apabila molekul molekul saling mempengaruhi maka terjadi gaya


tarik menarik. Menyebabkan molekul molekul bersatu, sedangkan gaya
tolak menolak mencegah terjadinya interpenetrasi dan destruksi molekuler.
Bila gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak sama maka energi
potensial di antara dua molekul adalah minimum dan sistem itu paling stabil
(Howard, 1990).
Kelarutan suatu bahan dalam suatu pelarut tertentu menunjukkan
konsentrasi maksimum larutan yang dapat di buat dari bahan dan pelarut
tersebut. Bila suatu pelarut pada suhu tertentu melarutkan semua zat terlarut
sampai batas daya melarutkanya, larutan ini di sebut larutan jenuh. Agar
supaya di perhatikan berbagai akan kemungkinan kelarutan di antara dua
macam bahan kimia yang menentukan jumlah masing masing yang di
perlukan untuk membuat larutan jenuh, di sebutkan dua contoh bahan sediaan
resmi larutan jenuh dalam air, yaitu larutan tropical kalsium hidroksida, USP
(Calcium Hydroxide Tropical Solution, USP), dan larutan Oral Kalsium Iodida,
USP (Potasium Iodide Solution, USP) (Howard, 1990).
Menurut metode kelarutan, sejumlah besar obat di tempatkan, dalam
wadah yang tertutup baik, bersama sama dengan larutan zat pengompleks
dalam beragai konsentrasi dan botol di kocok dalam bak dalam temperatur
konstan sampai tercapai kesetimbangan. Cairan supernatant dalam porsi yang
cukup di ambil dan di analis (Alfred, 1990).
Suatu zat dapat melarut dalam pelarut tertentu, tetapi jumlahnya selalu
terbatas, batas itu di sebut kelarutan. Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang
dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sampai membentuk
larutan jenuh (Esteien Y, 2005).
Kelarutan untuk menyatakan kelarutan zat kimia, istilah kelarutan
dalam pengertian umum kadang kadang perlu di gunakan tanpa
mengindahkan perubahan kimia yang mungkin terjadi pada pelarutan tersebut.
Pernyataan kelarutan zat dalam bagian tertentu pelarut adalah kelarutan pada
suhu 20 dan kecuali di nyatakan lain menunjukan bahwa, 1 bagian bot zat
padat atau satu bagian volume pelarut. Pernyataan kelarutan yang tidak di
sertai angka adalah kelarutan pada suhu kamar. Kecuali di nyatakan lain, zat
5

jika di larutkan boleh menunjukkan sedikit kotoran mekanik seperti bagian


kertas saring, serat dan butiran debu. Pernyataan bagian dalam kelarutan
berarti bahwa 1 gr zat padat atau 1 ml zat cair dalam sejumlah ml pelarut. Jika
kelarutan suatu zat tidak di ketahui dengan pasti, kelarutannya dapat di
tunjukkan dengan istilah (Ditjen POM, 1979)

Istilah Kelarutan
Jumlah bagian pelarut di perlukan
NO
1
2
3
4
5
6
7

Istilah Kelarutan
Sangat mudah larut
Mudah larut
Larut
Agak sukar larut
Sukar Larut
Sangat Sukar Larut
Praktis Tidak larut

untuk melarutkan 1 bagian air


kurang Dari 1
1 10
10 30
30-100
100-1.000
1.000-10.000
lebih dari 10.000

B. Macam-Macam Larutan
Larutan terdiri dari beberapa macam yaitu :
1. Larutan pekat dan larutan encer.
Larutan pekat relatif mempunyai lebih banyak solute daripada
solven

sedangkan larutan encer relative lebih srdikit solute daripada

solvennya.
Dapat di lihat pada gambar berikut ilustrasi tentang larutan pekat dan
larutan encer :

2. Larutan berdasarkan daya hantarnya


Ada juga larutan yang bersifat elektrolit. Air sebagai pelarut memang
bukan konduktor listrik yang baik tapi jika didalam air ditambahkan
senyawa ion yang larut seperti NaCl maka larutan ini akan menjadi
konduktor listrik atau disebut larutan elektrolit. Larutan elektrolit terdiri
dari :
Larutan elektrolit kuat yaitu larutan yang semua molekulmolekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna)
sehingga daya hantarnya pun kuat, contoh : HCl
Larutan elektrolit lemah yaitu larutan yang tidak semua
molekul-molekulnya terurai menjadi ion-ion sehingga larutan
ini dalam menghantarkan arus listrik sangat lemah.
Larutan non elektrolit yaitu larutan yang molekul-molekulnya
tidak terionisasi sehingga tidak ada ion-ion yang dapat
menghantarkan arus listrik.
3. Larutan menurut kejenuhannya :
Larutan jenuh yaitu larutan yang mengandung sejumlah solute
yang larut dan melakukan kesetimbangan dengan solute
padatnya

Larutan tidak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute


kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh.
Larutan sangat jenuh yaitu larutan yang mengandung lebih
banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan
jenuhnya.
Kesetimbangan kelarutan.
Kesetimbangan larutan terikat dengan peristiwa pelarutan sebuah zat.
Misalnya kita melarutkan garam ke dalam sebuah gelas yang berisi air,
pertama kita tambah 1 gram garam, di masukkan dan di aduk. Jika kita
tambahkan terus menerus, garam tidak larut lagi dan kita katakan
larutan lewat jenuh.
Berkaitan dengan kelarutan terdapat tiga keadaan yang dapat kita temui
yaitu larutan tidak jenuh, larutan tepat jenuh, larutan lewat jenuh.
Pada saat pertama zat padat yang kita tambahkan ke dalam pelarut
akan mudah larut. Larutan tepat jenuh adalah keadaan kesetimbangan
dimana jika terjadi penambahan zat terlarut maka terjadi pengendapan,
demikian pula jika kita tambahkan sedikit saja pelarut maka zat-zat
dengan mudah melarut. Pada keadaan ketiga terjadi pengendapan atau
zat tidak larut jika kita tambahkan. Ketiga kondisi ini disederhanakan
pada Gambar 9.13

Gambar 9.13. Keadaan dalam pelarutan suatu zat.

C. Jenis jenis kelarutan


Ada banyak jenis larutan disekitar kita. Tapi disini hanya akan dibahas
beberapa larutan yang mungkin sering kita temui setiap hari.
kelarutan zat padat dalam cairan :
Pada jenis larutan ini gaya tarik antara solute lebih dominan daripada
larutan antara cairan dengan cairan. Dalam suatu zat padat, molekul-molekul
atau ion-ionnya tersusun dengan baik dan gaya tariknya maksimum. Agar
terbentuk suatu larutan, gaya tarik antar partikel solut dan solven harus baik.
Seperti proses larutnya gula dalam air. Gula yang mempunyai banyak
gugusan OH dalam struktur molekulnya akan mudah larut dalam air karena
akan membentuk ikatan hydrogen dengan air sehingga gula dengan mudah
dapat ditarik dari kristalnya masuk ke solven. Hal ini menunjukkan solute dari
molekul polar akan lebih mudah larut dalam solven polar juga. Tapi molekulmolekul polar tidak dapat larut dalam pelarut non polar. Hal ini karena gaya
tarik antar molekul-molekul polar sangat kuat sehingga tidak bisa tertarik oleh
solven non polar.
Kelarutan zat padat dalam cairan di bagi atas :

Larutan ideal
kelarutan zat padat dalam larutan ideal bergantung pada temperature, titik leleh
zat padat, panas peleburan Molar. Panas pelarutan sama dengan panas
peleburan, yang dianggap konstan tidak bergantung pada temperatur.
Larutan nonideal
Keaktifan zat terlarut dalam larutan dinyatakan sebagai konsentrasi dikalikan
dengan koefisian keaktifan. Larutan tidak ideal dimana persamaan Scatchardhildebrand diterapkan disebut larutan regular. Larutan regular dapat lebih
dimengerti dengan membandingkan terhadap beberapa sifat larutan ideal.

Pendekatan Kelarutan Hildebrand yang Diperluas


Menghitung kelarutan zat terlatut polar dan nonpolar sampai pelarut yang
sangat polar seperti alcohol,glikol dan air. Kelayakan suatu pendekatan teoritis
adalah kemampuan menghitung kelarutan obat dalam pelarut campuran dan
pelarut murni, dengan hanya menggunakan sifat fisika kimia dasar zat terlarut
dan pelarut.
Solvasi dan Asosiasi dalam Larutan Senyawa Polar
Kombinasi khusus pelarut dan zat terlarut disebut sebagai solvasi. Sedangkan
asosiasi adalah apabila terjadi interaksi antara molekul sejenis dari salah satu
komponen dalam larutan .
Parameter Kelarutan (parsial) Berganda
Untuk memperhitungkan sifat polar pelarut yang di gunakan dalam industry cat,
Burell mengelompokkan pelarut kedalam kapasitas ikatan hydrogen rendah,
sedang dan tinggi. Bersama-sama dengan parameter kelarutan mempermudah
pemilihan pelarut untuk cat, cinta, perekat, dan bahan-bahan peragangan
sejenisnya.

10

Dengan menggunakan parameter kelarutan parsial, para pengamatg dapat


memperkirakan kelarutan naftalen dalam sejumlah pelarut polar dan nonpolar.
Parameter kelarutan naftalen dalam 24 macam pelarut diperoleh dari pustaka
dan diregresi terhadap kuadrat perbedaan parameter kelarutan parsial dari
naftalen.
Ringkasnya, konsep parameter kelarutan tidak ragu lagi akan diperpanjang di
masa mendatang untuk memasukkan efek akseptor proton dan donohr proton.
Penelitian

ini

memberikan

perkiraan

kuantitatif

dari

kelarutan

obat.

Pengetahuan yang di dapaat dari penerapan pendekatan ini harus juga


member andil pada pengerrtian umum lebih baik tentang interaksi zat terlarutpelarut.

Kelarutan Garam dalam Air


Kenaikan temperature menaikkan kelarutan zat padat yang mengabsorpsi
panas apabila dilarutkan. Pengaaruh ini sesuai dengan asa Le, Chatelier, yang
mengatakan bahwa system cenderung menyesuaikan diri dengan cara
sedemikian rupa sehingga akan melawan suatu tantangan misalnya kenaikan
temperatur.
Kelarutan Elektrolit yang Sukar Larut
Apabila elektrolit yang sukar larut dilarutkan untuk membentuk larutab jenuh,
kelarutan digambarkan oleh tetapan khusus yang dikenal dengan KSP dari
senyawa.
Garam-garam yang tidak mempunyai ion yang sejenis dengan elektrolit yang
sukar larut, menghasilkan pengaruh yang berlawanan dengan pengaruh
adanya ion sejenis: pada konsentrasi sedang, garam ini menaikkan dan bukan
menurunkan kelarutan karena adanya penurunan koefisien keaktifan.
Larutan cairan dalam cairan :

11

Pada pembentukkan larutan cairan, dua macam zat dapat saling


bercampur/melarutkan jika keduanya mempunyai gaya tarik antara
molekulnya sama. Proses terbentuknya suatu cairan larut dalam cairan
lainnya yaitu diperlukan tambahan energy untuk memisahkan masingmasing molekul dari solute dan solvennya. Setelah solute dan solven
yang molekul-molekulnya dalam keadaan terpisah disatukan, energy
akan kembali dilepaskan karena adanya gaya tarik antara molekul solute
dan solven.setelah energy dilepaskan maka solute dan solven akan
bersatu memebentuk larutan.
Terjadinya larutan yang dapat bercampur juga sangat dipengaruhi
oleh suhu dan ukuran partikel.Disini kita ambil contoh pelarutnya adalah
air.Semakin panas pelarut maka solutnya pun semakin cepat larut. Hal
ini karena molekul-molekul pada solven bergerak lebih cepat maka akan
bertumbukan dengan molekul-molekul solute. Sedangkan pada ukuran
partikel, semakain besar dan padat sebuah partikel maka akan sulit
untuk larut. Hal ini karena molekul-molekul pada partikel tersebut sangat
kuat sehingga sulit untuk solven untuk menarik molekul partikel tersebut.
Kelarutan cairan dalam cairan :
Larutan Ideal dan Larutan Nyata
Campuran dikatakan ideal apabila kedua komponeen larutan biner mengikuti
hokum Roult untuk seluruh komposisi. Jika salah satu komponen menunjukkan
penyimpangan negatif, dapat diperlihatkan dengan penggunaan termodinamika
bahwa komponen lain harus juga menunjukkan penyimpangan negatif.
Tercampur Sempurna
Bercampur dalam segala perbandingan. Campuran cairan yang bercampur
sempurna umumnya tidak merupakan suatu masalah untuk para ahli farmasi
dan tidak perlu dipermasalahkan lebih lanjut.
Tercampur Sebagian

12

Apabila air dan eter atau air dan fenol dicampur dalam jumlah tertentu, akan
terbentuk 2 lapisan cairan, masing-masing caairan mengandung cairan lain
dalm keadaan terlarut.
Pengaruh Zat Asing
Penambahan suatu zat ke dalam system cauran biner menghasilkan system
terner yaitu suatu system yang mempunyai 3 komponen.
Hubungan Molekuler
Mempunyai nilai yang bergantung pada gambar struktur dan gugus fungsi dari
molekul tertentu.
Kelarutan
Suatu zat dapat larut dalam pelarut tertentu, tetapi jumlahnya selalu
terbatas.Batas ini disebut kelarutan. Jadi definisinya:Kelarutan adalah
jumlah zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu
tertentu sampai membentuk larutan jenuh.
Larutan jenuh
Larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal,
sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarutPada keadaan jenuh
telah terjadi kesetimbangan antara solut yang larut dan tak larut atau
kecepatan pelarutan sama dengan kecepatan pengendapan
Larutan tak jenuh
Larutan yang mengandung jumlah solut lebih sedikit (encer) daripada
larutan jenuhnya.
Larutan lewat jenuh
Larutan yang mengandung solut lebih banyak (pekat) daripada yang
ada dalam larutan jenuhnya pada suhu yang sama.

13

Dapat di lihat pada gambar larutan yang sudah di sebutkan tadi, seperti
yang di bawah ini :

D. Faktor yang mempengaruhi kelarutan


1. Jenis Pelarut
Pernahkan kalian mencampurkan minyak dengan air? Jika pernah, pasti
kalian telah mengetahui bahwa minyak dan air tidak dapat bercampur. Sebab,
minyak merupakan senyawa non-polar, sedangkan air merupakan senyawa
polar. Senyawa non-polar tidak dapat larut dalam senyawa polar, begitu juga
sebaliknya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kedua zat bisa bercampur, asalkan
keduanya memiliki jenis yang sama.
2. Suhu
Kalian sudah mengetahui bahwa gula lebih cepat larut dalam air panas
daripada dalam air dingin, bukan? Kelarutan suatu zat berwujud padat
semakin tinggi, jika suhunya dinaikkan. Dengan naiknya suhu larutan, jarak
antarmolekul zat padat menjadi renggang. Hal ini menyebabkan ikatan
antarzat padat mudah terlepas oleh gaya tarik molekul-molekul air, sehingga
zat tersebut mudah larut.
3. Pengadukan
Dari pengalaman sehari-hari, kita tahu bahwa gula lebih cepat larut dalam air
jika diaduk. Dengan diaduk, tumbukan antarpartikel gula dengan pelarut akan
semakin cepat, sehingga gula mudah larut dalam air.

14

4. pH
Suatu zat asam lemah atau basa lemah akan sukar terlarut, karena tidak
mudah terionisasi. Semakin kecil pKanya maka suatu zat semakin sukar larut,
sedagan semakin besar pKa maka suatu zat akan mudah larut.
5. Sifat dari solute dan solvent
Substansi polar cenderung lebih miscible atau soluble dengan substansi polar
lainnya. Substansi nonpolar cenderung nntuk miscible dengan substansi polar
lainnya sifat pelarut.
6. Solution aditif
Addtivies baik dapat meningkatkan atau mengurangi kelarutan zat telarut
dalam pelarut tertentu.

E. Interaksi Pelarut Zat Terlarut


Ahli farmasi mengetahui bahwa air adalah pelarut yang baik untuk garam, gula
dan senyawa sejenis, sedang minyak mineral dan benzena biasanya
merupakan pelarut untuk zat yang biasanya hanya sedikit larut dalam air.
Penemuan empiris ini disimpulkan dalam pernyataan: like dissolves like.
Kelarutan maksimum seperti diatas umumnya memuaskan, tetapi mahasiswa
yang kebetulan ingin mengetahui mungkin mendapat kesulitan dengan
pendapat yang kabur tentang likeness.
Apabila ia bertujuan untuk mempelajari tentang keadaan yang terjadi antara
pelarut dan zat terlarut, ia akan berada dalam dunia penelitian ilmiah yang
menarik yang belum terjamah. Mahasiswa tingkat lanjut yang tertarik akan hal
ini disarankan untuk membaca buku yang dikarang oleh Hildebrand dan Scott,
Leussing, dan Dack.
Pelarut Polar

15

Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarut, yaitu
oleh dipol momennya. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar
lain. Sesuai dengan itu, air bercampur dengan alkohol dalam segala
perbandingan dan melarutkan gula dan senyawa polihidroksi yang lain.
Hildebrand telah membuktikan bahwa pertimbangan tentang dipol momen saja
tidak cukup untuk menerangkan kelarutan zat polar dalam air. Kemampuan zat
terlarut membentuk ikatan hidrogen lebih merupakan faktor yang jauh lebih
berpengaruh dibandingkan dengan polaritas yang direfleksikan dalam dipol
momen yang tinggi.
Walaupun nitrobenzena mempunyai dipol momen 4,2 x 10-18 esu cm dan fenol
harganya hanya 1,7 x 10-18 esu cm, nitrobenzena hanya larut dalam jumlah
0,0155 mol/kg dalam air, sedang fenol larut sampai sejumlah 0,95 mol/kg pada
20 C.
Air melarutkan fenol, alkohol, aldehida, keton, amina dan senyawa lain yang
mengandung oksigen dan nitrogen, yang dapat membentuk ikatan hidrogen
dalam air.
Perbedaan sifat keasaman dan kebasaan dari konstituen dalam hal donor
akseptor elektron Lewis juga memberi andil untuk interaksi spesifik dalam
larutan.
Molekul air dalam es terikat bersama dalam ikatan hidrogen membentuk
struktur tetrahidral. Walaupun beberapa ikatan hidrogen akan pecah ketika es
mencair, air tetap berstruktur seperti es dalam pengukuran besar pada
temperatur biasa.
Struktur yang seolah olah seperti kristal ini pecah apabila air bercampur
dengan setiap zat yang dapat memberikan ikatan hidrogen. Apabila etil alkohol
dicampur dengan air, ikatan hidrogen diantara molekul air dipindahkan
sebagian oleh ikatan hidrogen antara molekul air dan molekul alkohol.
Sebagian tambahan terhadap faktor faktor yang telah disebutkan, kelarutan
zat juga bergantung pada gambaran sturktur seperti perbandingan gugus polar
16

terhadap gugus nonpolar dari molekul. Apabila panjang rantai nonpolar dari
alkohol alifatik bertambah, kelarutan senyawa tersebut dalam air akan
berkurang.
Rantai lurus alkohol monohidroksi, aldehida, keton, dan asam yang
mengandung lebih dari 4 atau 5 karbon, tidak dapat memasuki struktur
hidrogen dari air dan oleh karena itu hanya larut sedikit. Apabila ada gugus
polar tambahan dalam molekul, seperti pada propilen glikol, gliserin dan asam
tartrat, kelarutan dalam air naik banyak. Percabangan pada rantai mengurangi
efek nonpolar dan menyebabkan kenaikan kelarutan dalam air.
Tertier butil alkohol bercampur dengan air dalam segala perbandingan, sedang
n-butil alkohol larut sampai jumlah 8 g/100mL air pada 20 C.

Pelarut Nonpolar
Aksi pelarut dari cairan nonpolar, seperti hidrokarbon, berbeda dengan zat
polar. Pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara ion
ion elektrolit kuat dan lemah, karena tetapan dielektrik pelarut yang rendah.
Pelarut juga tidak dapat memecahkan ikatan kovalen dan elektrolit yang
berionisasi lemah karena pelarut nonpolar termasuk dalam golongan pelarut
aprotik, dan tidak dapat membentuk jembatan hidrogen dengan nonelektrolit.
Oleh karena itu zat terlarut ionik dan polar tidak larut atau hanya dapat larut
sedikit dalam pelarut nonpolar.
Tetapi, senyawa nonpolar dapat melarutkan zat terlarut nonpolar dengan
tekanan dalam yang sama melalui interaksi tekanan dipol induksi. Molekul zat
terlarut tetap berada dalam larutan dengan adanya sejenis gaya van der Waals
London yang lemah. Maka, minyak dan lemak larut dalam karbon tetraklorida,
benzena dan minyak mineral. Alkaloida basa dan asam lemak larut dalam
pelarut nonpolar.
Pelarut Semipolar
17

Pelarut semipolar seperti keton dan alkohol dapat menginduksi suatu derajat
polaritas tertentu dalam molekul pelarut nonpolar, sehingga menjadi dapat larut
dalam alkohol, contohnya benzena yang mudah dapat dipolarisasikan.
Kenyataannya, senyawa semipolar dapat bertindak sebagai pelarut perantara
yang dapat menyebabkan bercampurnya cairan polar dan nonpolar. Sesuai
dengan itu, aseton menaikkan kelarutan eter dalam air. Loran dan Guth
mempelajari aksi pelarut perantara dari alkohol dalam campuran air-minyak
jarak.
Propilena glikol telah terbukti menaikkan kelarutan timbal balik dari air dan
minyak permen, serta air dan benzil benzoat.
Peribahasa like dissolves like sekarang dapat disusun kembali dengan
menyatakan bahwa kelarutan suatu zat pada umumnya dapat diperkirakan
hanya dalam cara kualitatif, setelah mempertimbangkan hal hal seperti
polaritas, tetapan dielektrik, asosiasi, solvasi, tekanan dalam, reaksi asam
basa, dan faktor faktor lainnya.
Singkatnya, kelarutan bergantung pada pengaruh kimia, listrik, struktur yang
menyebabkan interaksi timbal-balik antara zat terlarut dan pelarut.

F. Pentingnya kelarutan dalam kehidupan sehari - hari


1. Pembuatan garam dapur (NaCl)
Garam dapur yang di buat dari air laut menggunakan Kristal NaCl akan
tetapi, ternyata dalam air laut terkandung puluhan senyawalain, seperti
MgCl dan CaCl. Untuk memeurnikan garam dapur maka di lakukan
pemisahan

zat

zat

pengganggu

tersebut

berdasarkan

prinsip

pengendapan. Adapun reaksi yang biasanya di lakukan adalah :


CaCl(aq) + NaCO(aq)

CaCO(s) + 2 NaCl(aq)

MgCl(aq) + 2 NaOH(aq)

Mg(OH) (s) + 2 NaCl(aq)

2. Industri Fotografi
18

Negatif film yang nantinya akan di cetak menjadi foto terdiri dari lapisan tipis
kalsium iodide yang merekat. Sebelum di cetak, negative film ini di celupkan
dalam larutan perak nitrat untuk membentuk perak iodide yang sensitive
terhadap cahaya. Bila cahaya jatuh pada film selama proses pencetakan,
molekul molekul perak iodide akan di aktifkan oleh energy dari cahaya.
Film itu kemudian di cuci dengan mencelupkan dalam sebuah larutan yang
mampu mengganti garam perak yang aktif menjadi partikel partikel logam
perak sehingga tampak benar benar hitam. Objek yang menfleksikan
paling banyak cahaya pada piring tampak sebagai daerah gelap dalam
negative, sedangkan objek objek yang tidak mereflesikan cahaya pada
piring tampaktransparan.
Pada proses pencetakan, cahaya di sinarkan melalui negative kaca pada
kertas yang di lapisi bahan kimia lain seperti perak klorida. Di tempat
negative gelap, tidak ada cahaya yang menjangkau kertas itu dan garam
perak tidak aktif, sedangkan di tempat negative transparan, cahaya
mengaktifkan garam perak. Bila kertas di cuci dan di atur dengan bahan
bahan kimia yang lebih banyak, daerah daerah gelap menjadi terang dan
daerah transparan menjadi gelap.
3. Penghilang kesadaran
Air sadah sangat mengganggu kehidupan kita. Air sadah akan mengurangi
daya pembersih dari deterjen, karena Ca+ yang terkandung dalam air
sadah akan bereaksi membentuk garam yang sukar larut.
Selain itu, air sadah juga dapat membuat peralatan masak menjadi
berkerak. Air sadah adalah air yang mengandung ion Mg+ dan Ca+ yang
cukup tinggi. Selain itu, mengandung anion HCO-. Untuk mengatasi
kesadahan biasanya di tambahkan garam yang mengandung ion karbonat
(CO3+) dan ion bikarbonat (HCO3). Penambahan ion ion tersebut akan
mengakibatkan Ca+ akan mengendap sebagai CaCO, dan air pun dapat
di gunakan dengan baik tanpa gangguan.

G. Aplikasi kelarutan dalam bidang Farmasi


19

Aplikasi kelarutan dalam bidang farmasi antara lain di gunakan sebagai


pembuatan larutan farmaseutika, dapat membantu dalam menentukan pelarut
yang tapat untuk sediaan obat serta dapat di gunakan untuk uji kemurniaan.
Gambar pembuatan larutan farmasetika :

Gambar alat untuk melakukan uji kemurniaan dari suatu kelarutan

Gambar seseorang melakukan pengujian untuk menentukan suatu kelarutan :

20

21

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat
terlarut (solute), untuk larut dalam suatupelarut (solvent). Kelarutan dinyatakan
dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada
kesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh namun ada juga larutan tak
jenuh serta larutan tepat jenuh.. Zat-zat tertentu dapat larut dengan
perbandingan apapun terhadap suatu pelarut.
Macam-macam kelarutan :
1. Larutan pekat dan larutan encer
2. Larutan berdasarkan daya hantarnya
3. Larutan menurut kejenuhannya
Jenis jenis kelarutan
1. kelarutan zat padat dalam cairan
2. Larutan cairan dalam cairan
3. Kelarutan cairan dalam cairan
Faktor factor pengaruh kelarutan :
1. Suhu.
2. Jenis pelarut
3. Pengadukan
4. Ph
22

5. Solution aditif
6. Sifat dari solute dan solvent

23

Daftar Pustaka
https://kimia149.wordpress.com/kelarutan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelarutan
http://kabamafarbaso.blogspot.com/2011/01/kelarutan-farmasi-fisika.html
https://kimia149.wordpress.com/kelarutan/
https://susilawatiamdayani.wordpress.com/kimia-kelas-xi/kelarutan-dan-hasilkali-kelarutan/
http://kimianendenks.com/definisi-dan-pengertian-kelarutan-pelarut-polar.html
http://www.bahan-kampus.ga/2015/02/makalah-hasil-kali-kelarutan.html
http://chemist-try.blogspot.com/2012/11/kelarutan.html
Oxtoby, D.W., Gillis, H.P., Nachtrieb, N.H. (2001) Prinsip-prinsip Kimia
Modern. Edisi ke-4. Jilid 1. Diterjemahkan oleh S.S. Achmadi. Jakarta:
Erlangga
materi-kimia-sma.blogspot.com/2013/03/pengertian-larutan.html
konnichiwa.marin.blogspot.com/2012/10/contoh-sediaan-hasil-praktikum.html
m.aliexpress.com/item/2015456355.html?tracelog:storedetail2mobilesitedetail
http://niequeeni.wordpress.com/2012/04/11/titrasi-asam-basa/

24