Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

MANAJEMEN STRATEGI
ANALISIS DAN PEMILIHAN STRATEGI

Kelompok 6:
1. Daniel Rafhael (12210076)
2. Faisal Azis (12210069)
3. Kiki Prima Marpaung (122100)
4. Muhammad Akhyar (12210121)
5. Rani Nurcahya Lestari (12210047)

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor


2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan di lingkungan sekitar adalah suatu keadaan yang sangat sulit untuk
diramalkan, diperkirakan dan dipastikan dimasa yang akan datang. Perusahaan tidak terlepas
dari berbagai macam perubahan yang bersumber dari lingkungan eksternal maupun
lingkungan internal perusahaan. Perubahan yang berpengaruh negatif merupakan gangguan
bagi perusahaan, sedangkan perubahan yang berpengaruh positif akan dapat menunjang
kelangsungan hidup diperusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan harus dapat memperhatikan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, baik itu faktor
eksternal maupun faktor internal.
Strategi untuk menghadapi lingkungan eksternal dapat ditetapkan dengan mengetahui
apa yang menjadi ancaman (Threats) dan apa yang menjadi peluang (Opportunities) bagi
perusahaan. Setelah mengetahui lingkungan eksternal yang dihadapi, maka analisis
lingkungan internal perlu dilakukan guna mengetahui apa yang menjadi kekuatan (Strengths)
dan apa yang menjadi kelemahan (Weaknesseses) dari perusahaan. Dengan demikian
perusahaan selalu dapat beradaptasi dengan lingkungannya sehingga upaya untuk mencapai
tujuan perusahaan senantiasa akan dapat dicapai.
Penggunaan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, threats) sebenarnya telah
muncul sejak ribuan tahun yang lalu dari bentuk yang paling sederhana, yaitu dalam rangka
menyusun strategi untuk mengalahkan musuh dalamsetiap pertempuran, sampai menyusun
strategi untuk memenangkan persaingan bisnis dengan konsep cooperation dan competition.
SWOT merupakan salah satu alat yang dapat dipakai untuk mengetahui keunggulan dan
kelemahan suatu perusahaan, khususnya pada bidang pemasaran. Analisis SWOT adalah
analisis terhadap kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesseses), peluang/kesempatan
(Opportunitiess) dan ancaman (Threats) yang dimiliki dan dihadapi oleh perusahaan
(Rangkuti, 2004:18).
Analisis dan pilihan strategi sebagian besar melibatkan membuat keputusan yang
subjektif dari informasi yang objektif. Untuk itu penyusun strategi harus bisa menghasilkan
alternatif, mengevaluasi alternatif, dan memilih tindakan yang spesifik. Aspek perilaku dari
perumusan strategi digambarkan, termasuk pemikiran politik, budaya, etika, dan tanggung
jawab sosial. Alat modern untuk merumuskan strategi digambarkan, dan peran dewan direksi
yang semestinya didiskusikan. Organisasi manapun, apakah militer, orientasi produk, jasa,
pemerintahan, atau bahkan atletik, harus mampu mengembangkan strategi yang baik untuk
berhasil. Serangan bagus tanpa pertahanan bagus, atau sebaliknya, biasanya akan
menghasilkan kekalahan. Mengembangkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk
mengapitalisasi peluang dapat dianggap sebagai serangan, sementara strategi yang didesain
untuk memperbaiki kelemahan sementara menghindari ancaman dapat dianggap pertahanan.
Setiap organisasi memiliki beberapa peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan
kelemahan internal yang dapat dihubungkan untuk merumuskan alternatif strategi yang layak
(David,2009:284). Analisis SWOT timbul secara langsung atau tidak langsung karena adanya
persaingan yang datang dari perusahaan lain yang memproduksi barang dan jasa yang sejenis
dengan produk perusahaan. Hal ini membuat perusahaan harus menetapkan strategi untuk
memenangkan persaingan atau paling tidak dapat bertahan hidup di pasar. Persaingan yang
semakin ketat dan tajam mengakibatkan perusahaan membutuhkan antisipasi yang tepat dan
akurat sehingga perusahaan dapat memasarkan produknya di pasar, dan bahkan bila

memungkinkan menjadi pemimpin pasar. Perusahaan harus menjalankan semua operasinya


secara efektif dan efesien tidak terkecuali di bidang pemasaran.
Strategi perusahaan, khususnya strategi pemasaran merupakan langkah yang tepat yang
harus ditempuh dan direalisasikan oleh setiap perusahaan yang ingin dapat bertahan di pasar.
Sebagaimana telah diketahui bahwa usaha bersifat dinamis, yang penuh diwarnai dari waktu
ke waktu dan adanya keterkaitan antar satu dengan yang lainnya. Usaha yang bersifat dinamis
dengan perubahan waktu ke waktu tersebut dipengaruhi oleh selera masyarakat akan suatu
produk. Strategi perusahaan menjadi harus mampu melihat keinginan pasar dengan
memuaskannya terhadap produk yang dipasarkan.
1.2 Tujuan
1. Mendiskripsikan kerangka 3 tahap untuk memilih diantara strategi-strategi alternatif
2. Menjelaskan cara mengembangkan : Matrik SWOT, Matrik BCG, Matrik IE, dan
QSPM.
3. Mengindentifikasi pertimbangan : perilaku, politik, etika dan tanggung jawab social
dalam analisi dan pilihan strategi.
4. Membahas peran intuisi dalam analis dan pilihan strategi
5. Membahas peran budaya organisasi dalam analisi dan pemilihan strategi
6. Membahas peran dewan direksi dalam memilih strategi-strategi alternatif

BAB II
ISI

2.1 Hakikat Analisis dan Pilihan Strategi


Analisis dan pemilihan strategi sebagian besar melibatkan pengambilan keputusan
subyektif berdasarkan informasi objektif. Analisis dan pemilihan strategi berusaha
menentukan tindakan alternatif yang paling baik yang akan dijalankan didalam mewujudkan
misi dan tujuan perusahaan. Strategi, tujuan, dan misi perusahaan dan misi perusahaan
ditambah dengan informasi audit internal dan eksternal memberikan landasan untuk
menciptakan dan mengevaluasi strategi alternatif yang masuk akal.
Strategi alternatif cenderung menggambarkan langkah-langkah berjenjang yang
membawa perusahaan ke posisi masa depan yang diinginkan, kecuali jika perusahaan
menghadapi situasi yang berat. Strategi ini berasal dari visi, misi, tujuan, audit internal dan
audit eksternal perusahaan, strategi ini sejalan dengan atau dibangun dengan strategi masa
lalu yang terbukti berhasil.
2.2 Proses Menciptakan dan Memilih Strategi.
Mengindentifikasi dan mengevaluasi strategi alternatif alternatif hendaknya melibatkan
banyak manajer dan karyawan, perwakilan dari departemen dan divisi dalam perusahaan
harus diikutsertakan dalam proses ini yang telah merumuskan pernyataan visi dan misi
organisasi serta audit eksternal dan internal.
Partisipasi mereka (partisipan) memberi peluang terbaik bagi manajer dan karyawan
untuk memperoleh pemahaman tentang apa yang perusahaan lakukan dan mengapa dilakukan
serta untuk berkomitmen dalam membantu perusahaan mencapai tujuan tujuan yang telah
ditetapkan. Seluruh partisipan dalam memberikan analisis dan pemilihan strategi harus
memiliki informasi audit eksternal dan internal dihadapan mereka. Strategi-strategi alternatif
yang diajukan para partisipan harus dipertimbangkan dan didiskusikan dalam satu atau
serangkaian rapat. Dan harus disusun dalam bentuk tertulis.
2.3 Kerangka Perumusan Strategi Yang Komprehensif
Kerangka Analisis dan Perumusan Strategi dibagi dalam 3 (tiga) tahap:
1. TAHAP INPUT (Input Stage)

Berisi informasi input dasar yang dibutuhkan dalam merumuskan strategi terdiri atas :

Matrik Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)

Matrik Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan

Matrik Profil Kompetitif (CPM)

2. TAHAP PENCOCOKAN (Matching Stage)

Berfokus pada penciptaan strategi alternatif yang masuk akal meliputi:

Matrik Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (StrenghtsWeakness-OpportunitiesThreats - SWOT)

Matrik Posisi Strategis dan Evakuasi Tindakan (Strategic Position And Action
Evaluation - SPACE)

Matrik Boston Consulting Group (BCG)

Matrik Strategi Besar (Grand Strategic Matrix).

3. TAHAP KEPUTUSAN (Decision Stage)

Melibatkan satu teknik saja yakni:

Matrik Perencanaan Strategi Kuantitatif ( Quantitative Startegic Planning Matrix QSPM) .

Kesembilan teknik dalam kerangka perumusan strategi di atas membutuhkan gabungan


institusi dan analisis.
Matrik Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT)

Matrik SWOT adalah alat untuk pencocokan yang sangat penting bagi para manajer
mengembangkan 4 (empat) jenis strategi:

Strategi SO (Kekuatan-Peluang) : Memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk


menarik keuntungan dari peluang eksternal..

Strategi WO (Kelemahan-Peluang) : Memperbaiki kelemag=han internal dengan cara


mengambil keuntungan dari peluangeksternal.

Strategi ST (Kekuatan-Ancaman) : Menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk


menghindari atau menngurangi dampak ancaman eksternal.

Strategi WT (Kelemahan-Ancaman) : Merupakan taktif defnesif yang diarahkan


untuk mengurangi kelemahan internal untuk menghindari ancaman eksternal.

Terdapat 8 (delapan) langkah dalam membentuk sebuah Matrik SWOT:


1. Buat daftar peluang-peluang eksternal utama perusahaan.
2. Buat daftar ancaman-ancaman eksternal utama perusahaan
3. Buat daftar kekuatan-kekuatan internal utama perusahaan
4. Buat daftar kelemahan-kelemahan internal utama perusahaan
5. Cocokan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan catat hasilnya dalam sel
Strategi SO.
6. Cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal dan catat hasilnya dalam sel
Strategi WO.
7. Cocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan catat hasilnya dalam sel
Strategi ST.
8. Cocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dan catat hasilnya dalam sel
Strategi WT.
Matrik Posisi Strategis dan Evaluasi Tindakan (SPACE)

Matrik ini merupakan kerangka empat kuadran yang menunjukkan apakah strategi agresif,
konservatif, defensive atau kompetitif yang paling sesuai untuk suatu organisasi tertentu.
Matrik SPACE menunjukkan:

Dua dimensi internal kekuatan finansial (Financial Strength FS) dan keunggulan
kompetitif (Competitive Advantage - CA) dan

Dua dimensi eksternal stabilitas lingkungan (Environmental Stability - ES) dan


kekuatan industry (Industry Strength - IS).

Langkah langkah yang dibutuhkan dalam mengembangkan Matrik SPACE:


1. Pilih serangkaian variable untuk menentukan keluatan financial (FS), keunggulan
kompetitif (CA), stabilitas lingkungan (ES) dan kekuatan industry (IS)
2. Nilaivariable-variabel tersebut munggunakan skala 1 (paling buruk) sampai nomer 6
(paling baik) untuk FS dan IS dan -6 (paling buruk sampai -1 (paling baik) untuk ES
dan CA. Pada sumbu FS dan CA kita buat perbandingan dengan pesaing serta pada
sumbu ES dan IS kita buat perbandingan dengan industry lain.
3. Hitung rata rata dari FS,CA,IS dan ES dengan menjumlahkan nilai yang kita berikan
pada setiap variable dan kemudian membaginya dengan jumlah variable dalam
dimensi yang bersangkutan.

4. Petakan nilai rata-rata untuk FS, IS, ES dan CA pada sumbu yang sesuai dengan
Matrik SPACE.
5. Jumlahkan nilai rata-rata pada sumbu x (CA,IS) dan petakan hasilnya pada sumbu X.
Jumlahkan nilai rata-rata pada sumbu y (FS,ES) dan petakan hasilnya dalam sumbu Y.
Petakan perpotongan kedua titik X dan Y (xy yang baru) tersebut.
6. Gambarkan arah vector (directional vector) dari koordinat 0,0 melalui titik
perpotongan yang baru. Arah panah menunjukkan jenis strategi yang disarankan bagi
organisasi : agresif, kompetitif, defensive atau konservatif.
Matrik Boston Consulting Group (BCG Matrix)

Matrik BCG dan Matrik IE atau biasa disebut Matrik Portofolio secara khusus dirancang
untuk membantu upaya-upaya perusahaan multidimensional dalam merumuskan strategi.
BCG adalah sebuah perusahaan konsultasi manajemen swasta yang berbasis di BOSTON dan
memperkerjakan 1.400 konsultan di seluruh dunia.
Secara grafis menggambarkan perbedaan antardivisi dalam hal posisi pangsa pasar relatif dan
tingkat pertumbuhan industri. Matrik BCG memungkinkan sebuah organisasi multidivisional
mengelola portofolio bisnisnya dengan cara mengamati posisi pangsa pasar relatif dan tingkat
pertumbuhan industry dari setiap divisi relatif terhadap semua divisi dalam organisasi. Posisi
pangsa pasar relatif didefinisikan sebagai rasio pangsa pasar (atau pendapatan) suatu divisi di
sebuah industri tertentu terhadap pangsa pasar yang dimiliki oleh perusahaan pesain terbesar
di industri tersebut.
Manfaat terbesar dari Matrik BCG adalah menarik perhatian kita pada arus kas, karakteristik
investasi dan kebutuhan berbagai divisi dalam organisasi.
Matrik Internal-External (IE Matrix)

Matrik IE memposisikan berbagai divisi suatu organisasi dalam tampilan sembilan sel.
Matrik IE dan Matrik BCG menempatkan divisi-divisi dalam organisasi dalam sebuah
diagram sistematis; untuk itulah alasan mengapa keduanya disebut matrik portofolio.

Akan tetapi ada perbedaan penting antara matrix BCG dan matrik IE. Pertama sumbunya
tidak sama dan juga matrik IE membutuhkan lebih banyak informasi mengenai divisi
daripada matrik BCG. Selain itu implikasi strategis dari matrik berbeda, untuk itu sebagian
penyusun strategi diberbagai perusahaan multidivional sering mengembangkan kedua matrik
ini dalam merumuskan strategi alternatif.
Matrik IE didasarkan pada dua dimensi kunci : skor bobot IFE total pada sumbu X dan skor
bobot EFE total pada sumbu Y . Kita ingat kembali skor bobot pada topic bahasan yang lalu,
skor bobot : IFE total 1,00 sampai 1,99 menunjukkan posisi internal lemah; 2,00 sampai 2,99

sedang; 3,00 sampai 4,00 adalah kuat. Serupa dengan EFE total 1,00 sampai 1,99
menunjukkan posisi eksternal lemah; 2,00 sampai 2,99 sedang; 3,00 sampai 4,00 adalah kuat.
Matrik Strategi Besar (Grand Startegy Matrix)

Selain Matrik SWOT, Matrik SPACE, Matrik BCG dan Matrik IE, Matrik Strategi Besar
telah menjadi alat yang popular untuk merumuskan strategi alternatif. Semua organisasi dapat
diposisikan di salah satu dari empat kuadran strategi Matrik Strategi Besar. Matrik GS
didasrakan pada dua dimensi evaluatif : posisi kompetitif dan pertumbuhan pasar (industri).
Setiap industri yang pertumbuhan openjualan tahunannya melebihi 5% dapat dianggap
memiliki pertumbuhan yang cepat. Strategi yang tepat untuk dipertimbangkan organisasi
ditampilkan dalam urutan daya tarik disetiap kuadran matrik tersbut.
TAHAP KEPUTUSAN
Adalah tahap ketiga dari kerangka tiga tahap dalam pemilihan strategi-strategi alternatif.
Analisis dan intuisi menjadi landasan bagi pengambilan keputusan perumusan strategi setelah
melalui teknik-teknik pada tahap PENCOCOKAN (matching stage).
Matrik Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM)

Teknik matrik ini secara objektif menunjukkan strategi mana yang terbaik. QSPM strategi
menggunakan analisis INPUT dari TAHAP 1 dan hasil PENCOCOKAN dari analisis TAHAP
2 untuk secara objectif dijalankan diantara strategi-strategi alternatif.

QSPM adalah alat yang memungkinkan para penyusun strategi mengevaluasi berbagai
strategi alternatif berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang
telah diindentifikasi sebelumnya. Seperti halnya alat analitis strategi yang lain, QSPM
membutuhkan penilain intuitif yang baik.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan QSPM:
Langkah 1.
Buatlah daftar berbagai peluang/ancaman eksternal dan kekuatan/kelemahan internal utama
dikolom kiri QSPM.
Langkah 2.
Berilah bobot pada setiap faktor eksternal dan internal utama tersebut.
Langkah 3.
Cermatilah matrik-matrik Tahap 2 (pencocokan) dan mengindentifikasi berbagai strategi
alternatif yang dipertimbangkan.

Langkah 4.
Tentukan Skor Daya Tarik (Attractiveness Score-AS) .
Skor Daya Tarik :
1 = tidak memiliki daya tarik; 2 = daya tarik rendah; 3 = daya tarik sedang; dan 4 = daya tarik
tinggi.
Langkah 5.
Hitunglah Skor Daya Tarik Total (Total Attractiveness Score - TAS). Didefinisikan sebagai
hasil kali antara Langkah 2 dan Langkah 4. Semakin tinggi skor daya tarik totalnya semakin
menarik pula skor alternatifnya.
Langkah 6.
Hitunglah jumlah keseluruhan Daya Tarik Total. Jumlah Keseluruhan Skor Daya Tarik Total
(Sum Total Attractiveness Score - STAS) menunjukkan strategi yang paling yang paling
menarik disetiap rangakaian alternatif.
Aspek Budaya Dari Pemilihan Strategi.
Semua organisasi memiliki budaya. Budaya (culture) disini mencakup serangkaian nilai,
sikap, kebiasaan, norma, kepribadian yang menggambarkan sebuah organisasi sebuah
perusahaan.

Budaya merupakan dimensi manusiawidan cara unik suatu organisasi menjalankan bisnisnya.
Merupakan hal yang menguntungkan untuk melihat manajemen strategis dari perspektif
budaya akrena keberhasilan seringkali bergantung pada seberapa besar dukungan yang
diperolehstrategi titu dari budaya sebuah perusahaan.
Politik Pemilihan Strategi
Semua organisasi itu politis. Kecuali dikelola, manuver politik menghabiskan banyak waktu,
mensubversikan tujuan operasional, mengalihkan energi manusia, dan mengakibatkan
hilangnya beberapa karyawan yang berharga.

Kadang bias politik dan preferensi personal melekat erat dalam keputusan pemilihan startegi.
Politik internal mempengaruhi pilihan strategi di semua organisasi. Taktik-taktik yang sering
digunakan para politikus:

Ekuifinalitas

Memuaskan

Generalisasi

Fokus pada isu-isu yang lebih tinggi

Menyediakan Akses Politis pada Isu-isu yang Penting

Isu-Isu Tata Kelola


Menurut kamus Webster direktur adalah seseorang yang diberi kepercayaan yang member
pengarahan bagi keseluruhan tata kelola perusahaan.

Dewan direksi atau dewan direktur atau Board of Director adalah sekelompok individu
yang dipilih oleh pemilik suatu perusahaan untuk mengawasi dan memandu manajemen serta
memperjuangkan kepentingan pemegang saham.

Tindakan pengawasan dan pengarahan ini disebut Tata Kelola (Governance).


Kesimpulan
Esensi dari perumusan strategi adalah penilaian apakah suatu organisasi melakukan hal yang
tepat dan lebih efektif dalam penerapannya. Organisasi yang tidak mempunyai kesadaran
arah atau koherensi strategi akan bubar dengan sendirinya.

Berbagai alat dan konsep telah dijelaskan sebelumnya yakni matrik : SWOT, SPACE,BCG,
IE dan QSPM serta Aspek Budaya dan Politik selalu menjadi SANGAT PENTING untuk
dipertimbangkan.