Anda di halaman 1dari 13

Geologi Daerah Kota Kupang

,
Nusa Tenggara Timur

Oleh :
Sherly Y. Tangasa
13/346752/ TK / 40608

Outline
Lokasi
Stratigrafi Regional
Struktur Geologi
Geomorfologi Regional
Sejarah Tektonik

Lokasi

Stratigrafi

Legenda :
Qa = Alluvium
Ql =
Batugamping
Koral
Qtn = Noele
Tmb = Bobonaro

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kupang-Atambua, urutan


stratigrafi Timor dari muda ke tua adalah:
1. Alluvium (Qa).
Umur Holosen, terdiri dari lumpur, pasir, kerikil, merupakan
material lepas,umumnya berada pada area limpas banjir dan
gosong gosong sungai.
2. Satuan Batu Gamping Koral (Ql). Umur Plistosen, terdiri
dari batugamping koral, setempat batu gamping terumbu.
3. Formasi Noele (QTn).
Umur Pliosen sampai Pleistosen, yang selang seling antara
marl dan batu pasir, konglomerat dan tuff, struktur sedimen
yang berupa lapisan berangsur, konvolut, laminasi parallel,
mengandung moluska dan cangkang serta fosil foraminifera.
5. Komplek Bobonaro (Tmb)
Umur Miosen, terdri dari fragmen ukuran boulder matrik
lempung berkandungan foraminifera. Ketebalan sangat
bervariasi, lingkungan laut dalam, bagian dari Komplek
Bobonaro adalah Melange.

Struktur Geologi

Struktur utama yang ditemukan antara lain adalah


lipatan, sesar naik, dan sesar mendatar cenderung
berarah kiri. Struktur geologi yang berkembang secara
umum dibentuk oleh tegasan-tegasan utama yang
berarah Baratlaut - Tenggara. Struktur lipatan hadir
sebagai Antiklin Aitutu yang berarah Baratdaya
Timurlaut dan Antiklin Cribas yang berarah Barat Timur.

Struktur geologi utama yang mengontrol kabupaten


Kupang adalah Sesar semau.

Peta Struktur Geologi Pulau Timor (Charlton, 2002)

Geomorfologi Regional
Secara fisiografis Kabupaten Kupang termasuk dalam
zona Timor Barat, yang secara umum disusun oleh
barisan perbukitan bergelombang, dataran tinggi, dan
dataran rendah yang tersebar di beberapa tempat.
Menurut Sani dkk. (1995), kawasan Timor Barat dapat
dibagi menjadi tiga zona fisiografi, yaitu Barisan
Perbukitan Utara (Northern Range) , Cekungan
Tengah (Central Basin) , dan Barisan Perbukitan
Selatan (Southern Range).

Peta Zona Fisiografi Timor Barat (Sani dkk., 1995)

Sejarah Tektonik

Pembentukan Pulau Timor berawal dari pengaruh rifting dan spreading oleh
Paleo-Tethys, dimana terjadi pemisahan dataran Sibumasu dari Bagian utara
Gondwana. Pemisahan ini menyebabkan adanya rifting diantara dataran
Sibumasu dan Gondwana.Peristiwa ini kemudian diikuti dengan spreading
yang berkembang hingga pada Akhir dan Pertengahan dari Permian
(Gambar I.3).Spreading tersebut membentuk Meso-Tethys yang memiliki
pengaruh hingga kebagian timur. Pengaruh dari Meso-Tethys kebagian timur
dari Pulau Indonesia ini mempengaruhi pembentukan Pulau Timor sebelum
terjadi Kollisi dengan Lempeng Australia.

Kolisi Timor - Kupang


Model Model Overthrust dikemukakan oleh
Audley-Charles (1968). Pada model ini Pulau
Timor terbentuk oleh batas Kontinen
Australia yang menghasilkan seri unit
overthrust berupa endapan oceanic, batuan
metamorf, dan batuan sedimen. Kehadiran
piroklastik pada Pulau Timor yang
ditunjukkan dengan zona berwarna merah

Daftar Pustaka
Audley, dan Charles, M. 1968.The geology of
Portuguese Timor.London: Geol. Soc. Lond.pp (4-76)
Hamson, G. 2004. Tectonic Evolution of East Timor and
The Banda Arc. Melbourne: University of Melbourne.
Peta Geologi dan Stratigrafi Lembar Kupang Atambua
Timor
http://tektonesiana.org/notes/awangs-memoirs/261-collis
ion-in-the-making-timor-vs-australia/
(diakses pada tanggal 31/03/2016 pukul 22:40)
http://moechtarfoundation.blogspot.co.id/2015/06/timor
-basin.html
diakses pada tanggal 1/03/2016 pukul 21:06)