Anda di halaman 1dari 61

Tuberkulosis

Epidemiologi
WHO :
1/3 penduduk dunia terinfeksi
9 juta kasus per-tahun, peningkatan 1,3 juta

Diagnosis
Pengobatan
HIV
Kemiskinan
Kurangnya sarana kesehatan

Epidemiologi

TB anak
Anak <15 tahun = 40-50% populasi dunia
jumlah kasus TB anak < 15 tahun di negara
maju = 5-6% total, di negara berkembang =
15%
<5tahun = 63%

Introduction
TuberkulosisatauTB(TubercleBacillus)merupakan
penyakitmenularyangumum,dandalambanyakkasus
bersifatmematikanyangdisebabkanolehmikobakteria,
biasanyaMycobacterium tuberculosispadamanusia.
Tuberkulosisbiasanyamenyerangparutetapidapatjuga
mengenaibagiantubuhyanglain.
Infeksipadamanusiaumumnyatidakmenimbulkangejala,
memilikifaselatentdanfaseaktif.

Klasifikasi
TB paru primer
Potential primary tuberculosis
Latent primary tuberculosis
Manifest primary tuberculosis

TB paru post primer

Etiology
Mycobacterium tuberculosis (humanus &
bovin )
Non tuberculous
Mycobacterium bovis
Mycobacterium africanum
Mycobacterium microtii

Mycobacterium
tuberculosis
Tanda semua mikobakteria adalah ketahanan
asamnya karena sebagian besar kuman terdiri dari
asam lemak
Ciri ciri kuman berbentuk batang lengkung,
gram positif lemah, pleiomorfik, tidak bergerak,
dengan ukuran panjang 1 4 m dan tebal 0.3
0.6 m, tidak berspora
Dinding sel kaya lipid menimbulkan resistensi
terhadap daya bakterisid antibodi dan komplemen.

Faktor resiko
Resiko Infeksi
Kontak dewasa TB infeksi aktif, daerah
endemis, kemiskinan, lingkungan dgn higiene
dan sanitasi buruk, dan tempat penampungan
umum
Transmisi anak-anak = jarang

Faktor resiko
Resiko Sakit
Infeksi TB Sakit TB
Usia
Dalam kurun waktu 1 tahun setelah konversi
tuberkulin (-) ke (+)
Imunosupresi
DM, Gagal ginjal kronik
Sosioekonomi
Virulensi kuman

Faktor resiko

Patogenesis

Penyebaran
Per kontinuatum
Bronkogen
Hematogen
Occult hematogenic spread
Acute generalized hematogenic spread
Protracted hematogenic spread

KOMPLIKASI
1. Komplikasi fokus primer
2. Komplikasi kelenjar limfe regional
3. Komplikasi penyebaran hematogen

Tuberkulosis pleura
Tuberculosis Millier
Meningitis tuberculosis
Tuberkulosis tulang / sendi

Kelenjar Limfe
Pembesaran kelenjar limfe superfisialis /
Scropuloderma sering dijumpai (kolli anterior
atau posterior, aksila, inguinal, submandibula,
dan supraklavikula)
Karakteristik kelenjar yang dijumpai biasanya
multiple, unilateral, tidak nyeri tekan, tidak
hangat pada perabaan, mudah digerakkan, dan
dapat saling melekat (confluence) satu sama lain.

Kelenjar Limfe
Lesi dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan
Respon penyembuhan terhadap pengobatan
= baik tapi lambat
Terapi dengan 3 macam obat

Atelektasis
Akibat penekanan bronkus oleh KGB,
sering terjadi di lobus tengah paru kanan.
Dapat juga terjadi karena kontaksi bronkus
pada tuberkulosis dinding bronkus.

TB Pleura
Terjadi 6-12 bulan sejak kompleks primer
Akibat hipersensitivitas type lambat
Terdapat bentuk serosa (mostly) dan
supuratif
Resolusi sempurna dalam 1-2 dengan OAT

TB Milier
Bentuk TB berat akibat penyebaran
limfohematogen, terjadi 2-6 bln setelah
infeksi.
Dipenaruhin virulensi dan daya tahan host
Gejala berupa keluhan kronin TB yang
tidak khas

Meningitis TB
Akibat penyebaran hematogen atau
pecahnya perkijuan di rongga subarachnoid
pada TB milier.
Sering kali terjadi dalam waktu 4 bulan,
jarang sebelum 3-4 mnggu.
Gejala : nyeri kepala kronik berulang
pungsi lumbal

TB Tulang / Sendi
Spondilitis TB: Pengumpulan abses di
prevertebral, pembentukan gibbus CT
Scan
Coccitis TB
Gonitis TB
Gambaran penyempitan celah sendi, lesi
osteolitik pada epifisi, dan destruksi tulang

Spondylitis TB

Diagnosis

TB Diagnosis
Mircorbiologic examination
Medical history
Tuberculin skin test
Physical examination
Chest radiograph

Diagnosis Tuberkulosis
Diagnosis pasti : sputum, bilas lambung,
CSS ,cairan pleura, atau biopsy jaringan
Anak sulit paucibacillary & sulitnya
pengambilan specimen (sputum)
diagnosis TB anak : penemuan klinis dan
pemeriksaan penunjang (tidak spesifik).
Riwayat kontak BTA positif, uji tuberculin
positif, gejala dan tanda sugestif TB, dan
foto toraks sugestif TB

Gejala Umum TB
Demam lama ( 2 minggu) dan / atau berulang
tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi
saluran kemih, malaria, dan lain-lain), yang dapat
disertai dengan keringat malam.Demam umumnya
tidak tinggi.
Batuk lama > 3 minggu, dan sebab lain telah
disingkirkan.

Gejala Umum TB
Berat badan turun tanpa sebab yang jelas, atau
tidak naik dalam 1 bulan dengan penanganan
gizi yang adekuat.
Nafsu makan tidak ada (anoreksia) dengan gagal
tumbuh dan BB tidak naik dengan adekuat
(Failure to thrive).
lesu atau malaise
Diare persisten yang tidak sembuh dengan
pengobatan baku diare.

Batuk

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan Radiologis
Uji Tuberkulin
Pemeriksaan Laboratorium
Darah ( leukosit , LED )
Mikrobiology
Apusan
Biakan

Patology Anatomy
Biopsy

UjiTuberkulin
Uji sensitivitas tuberculoprotein
Cara mantoux, cara mono, cara von
pirquest, cara heat dan tine
Reaksi lokal mantoux:
Eritema
Edema
Indurasi

Mantoux
Dibaca 48-72 jam, ukur diameter melintang
Interpretasi
Positive
Meragukan ( perlu diulang)
Negative

Perhatikan Negative palsu anergi dan


Positive palsu - BCG

Biakan
Kriteria Sputum (+) : Minimal 3 BTA pada
sediaan / 5000 kuman dalam 1 ml
Bahan lain :
Bilasan lambung
Sekret bronkus
Cairan Pleura ,Asites, CSS

Colonies of M. tuberculosis growing on m

PemeriksaanBTA

Radiologik
Tidak khas pada TB paru biasa
Foto thorax tidak kelainan tidak sakit TB
Gambaran sugestif TB:

Pembersaran kelenjar hilus atau paratrakeal


Infiltrat ,kalsifikasi, cavitas, efusi pleura
Konsolidasi
Milier
Atelektasis

Tatalaksana

Medikamentosa
Paduan Obat TB
Evaluasi Pengobatan
Evaluasi Efek Samping Pengobatan

Paduan Obat TB
Tahap Intensif: Minimal 3 macam obat
Tahap Lanjutan: Rifampisin dan INH
Steroid: diberikan 1-2mg/ kgbb/hari
dalam 3 dosis pada kasus TB berat,
selama 2-4 minggu

Evaluasi Pengobatan
Dilakukan setelah 2 bulan terapi ,yaitu evaluasi
klinis, evaluasi radiologis dan pemeriksaan LED.
Evaluasi radiologi hanya padakelainan radiologis
yang nyata (TB milier, efusi pleura dan
bronkopneumonia TB).
Respon baik teruskan
Respon kurang tersukan, pikirkan
misdiagnose
Penghentian perbaikan klinis stlah 6-12 bln

Tabel 7. Efek samping OAT dan penatalaksanaannya


EfekSamping

Kemungkinan

TataLaksana

Penyebab
MINOR
Anoreksia,nausea,nyeri

OAT diteruskan
Rifampisin

Tabletdiminummalamhari

perut
Nyerisendi

Pirazinamid Aspirin

Rasaterbakardikaki

INH

Piridoksin1x100mg

Urinmerah/jingga

Rifampisin

Berikanpenjelasan

MAYOR

Hentikan Obat Penyebab

Gatal/ruam

Streptomisin

Hentikan

Tuli[sekret(-)]

Streptomisin

Hentikanstreptomisin,gantietambutol

Gangguankeseimbangan

Streptomisin

Hentikanstreptomisin,gantietambutol

Kuning(penyebablaindisingkirkan

SebagianbesarOAT

StopOATsampaikuninghilang*

Muntah&confusion

SebagianbesarOAT

StopOAT,tesfungsuhaticito*

Gangguanvisual

Etambutol

Hentikanetambutol

Kelainansistemik,termasuk

Rifampisin

Hentikanrifampisin

(vertigo&nistagmus)

(suspected drug induced preicteric hepatitis

syokdanpurpura

Resistensi Obat
Multi Drug Resistensi (MDR) Tb:
Resistensi terhadap obat Rifampisin
dan INH

Extended Drug Resistensi (XDR) Tb:


Resisten terhadap Rifampisin, INH,
Fluoroquinolon, Streptomisin/
Kanamisin, Kapreomisin

2nd line

2nd line

NONMEDIKAMENTOSA
Pendekatan DOTS
Lacak Sumber Penularan dan Case Finding
Aspek Edukasi dan Social Ekonomi

Direct
Observed
Treatment
Short-Course

PMO

GLOBAL TARGET,

LOCAL ACT

T H A I

L A N D

PENCEGAHAN
Vaksinasi BCG ( Bacille Calmette
Guerin )
Chemoprofilaksis
Education

TBCdanHIV
WHOdiduniajumlahTB-HIV14juta,3jutadiAsia
Tenggara
WHOdiAsiaTenggaraIndonesiatermasukangka
TB-HIVsedangsampaitinggi
TBmerupakankomplikasiseriuspada50-70%kasus
AIDSdiAsia
MasalahakibatHIV:
Meningkatnyaangkakejadiandankeparahan
Sulitnyadiagnosis
Masalahdalamtatalaksana

Kesimpulan
TB butuh perhatian lebih karena angka
mortalitas dan morbilitas cenderung
meningkat setiap tahunnya.
Diagnosis masih sangat karena tidak adanya
kriteria yang jelas dan baku emas pemeriksaan
masih sulit dicapai.
Overdiagnosis dan underdiagnosis selalu
mejadi masalah, termasuk dalam penghentian
terapi

Kesimpulan
Program DOTS tidak berjalan dengan baik,
perlu sosialisasi lebih.
Pertambahan insiden TB juga dipengaruhi
meningkatnya angkat kejadian inveksi HIV,
sehingga eradikasi penyakit TB harus
meliputi penanganan masalah HIV
Pemberian vaksin BCG sangatlah penting.

Terima Kasih