Anda di halaman 1dari 2

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Isya Ansyari

di 7:19 pm Safety No Comments Mine Safety vs Profit Dunia pertambangan


Indonesia akhirnya memiliki sistem manajemen keselamatan pertambangan
Indonesia. Hal ini ditandai dengan diterbitkan Peraturan Menteri ESDM No.38
Tahun 2014 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan.
Beleid yang ditandatangani 30 Desember 2014 ini telah memberi harapan bagi
para praktisi dan dan professional HSE di pertambangan karena dengan
terbitnya permen tersebut secara tidak langsung peran dan tanggung jawab
terasa "lebih ringan" dikarenakan mau/tidak mau perusahaan wajib menerapkan
Sistem Manajemen tersebut dan pengawasan langsung dari pemerintah
khususnya Kementrian ESDM. Menurut Kepala Sub Bidang Keselamatan
Pertambangan Mineral dan Batubara Bapak Eko Gunarto,Dipl.Mech.E.MT yang
dikutip dalam Majalah Tambang Online, " mengaku senang karena inilah yang
ditunggu pelaku usaha khusus dibidang keselamatan kerja pertambangan. "
Tentu ini menjadi sukacita bagi berbagai pihak di pertambangan mineral dan
batubara yang telah lama menunggu kelahiran Permen ini ". Kegiatan " S3 "
mengutip istilah yang disampaikan Bapak Eko Gunarto yaitu S3 " Siap Sosialisasi
SMKP " akan berlangsung di tahun 2015, sebagaimana disampaikan Direktur
APKPI (Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia), Bapak Ir. Edy
Saptono, kedepan APKPI serta para praktisi dan professional HSE di bidang
pertambangan siap membantu mensosialisasikan permen ini ke seluruh
perusahaan tambang termasuk Pimpinan Perusahaan, KTT dan Praktisi K3
Pertambangan melalui Seminar Nasional di daerah, Training kompetensi system,
dan konsultasi implementasi system di masing-masing perusahaan dan tentunya
melalui berbagai media baik website dan media sosial lainnya. SMKP bukanlah
akhir perjuangan keselamatan pertambangan namun awal terciptanya tatanan
sistem K3 pertambangan Indonesia yang harus diterapkan dan dilakukan
perbaikan terus-menerus untuk membudayakan K3 diseluruh karyawan tambang
dan menjadi budaya K3 perusahaan dalam aktifitas produksinya. Permen ESDM
No.38 Tahun 2014 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
Pertambangan (SMKP) Permen ESDM no 38 tahun 2014 merupakan peraturan
yang mengatur tentang Penerapan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan
pertambangan). SMKP merupakan Sistem manajemen yang menjadi bagian dari
system manajemen perusahaan dalam rangka untuk mengendalikan risiko
keselamatan pertambangan yang terdiri dari K3 pertambangan dan keselamatan
operasi pertambangan (K3 Pertambangan dan KO Pertambangan). SMKP wajib
dilaksanakan oleh semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan,
yang meliputi perusahaan pertambangan dan perusahaan jasa pertambangan.
Hal ini diatur dalam Permen ESDM no 38 Tahun 2014 tentang Penerapan SMKP.
Perusahaan pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP adalah pemegang
IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian,
KK, da PKP2B. Perusahaan jasa pertambangan yang wajib melaksanakan SMKP
adalah pemegang IUJP, dan SKT. Dalam pelaksanaan SMKP ini, perusahaan wajib
melakukan audit internal minimal 1 (satu) tahun sekali, dan apabila diperlukan
KAIT dapat meminta untuk dilakukan audit eksternal dari badan yang telah
terakreditasi. Laporan hasil audit internal maupun eksternal harus dilaporkan ke
KAIT paling lambat 14 hari kerja sejak audit selesai. Elemen-elemen yang

terdapat dalam SMKP ada 7 (tujuh) elemen, yaitu: Kebijakan Perencanaan


Organisasi dan personel Implementasi Evaluasi dan Tindak Lanjut Dokumentasi
Tinjauan manajemen Bagi perusahaan yang tidak melaksanakan SMKP akan
dikenakan sanksi berupa :Sanksi peringatan tertulis, Penghentian sementara
sebagian atau seluruh kegiatan operasional, dan pencabutan ijin usaha.

read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/01/manajemen-keselamatanpertambangan.html