Anda di halaman 1dari 4

Hormon yang Mempengaruhi Kehamilan, persalinan dan Laktasi

1. Hormon yang mempengaruhi kehamilan


a.
Estrogen
Estrogen merupakan factor yang mmpengaruhi proses pertumbuhan uterus, payudara,
proses retensi air dan natrium, serta proses pelepasan hormone hiposisis.3
b.
Progesteron
Progesteron diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di
kelenjar drenal, dan pada kehamilan juga diprosuksi di plasenta.
Progesteron mempengaruhi tubuh ibu melalui relaksasi otot polos danjaringan ikat,
kenaikan suhu, pengembangan duktus laktiferus da alveoli, serta peubaan sekretorik dalam
payudara.3
c.
HCG (Human Chorionic Gonadotropin)
HCG mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringa tropoblas
(palsenta).1
HCG berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dn produksi
hormone-hormon steroid terutama masa-masa kehamilan awal. Deteksi HCG pada darah atau
urin ibu dapat dijadikan tanda kemungkinan adanya kehamilan.1
2. Hormon yang mempengaruhi persalinan
a.
Penurunan kadar progesterone
Progesterone menimbulkan relaksasi oto-otot rahim, sebaliknya estrogen meningkatkan
kontaksi otot rahim. Selamaa kehamilan keseimbangan kadar progestero dan estrogen di
dalam darah tetapi pada akhir kehamilan kadar progeseron menurun sehingga timbul his.2
b.
Oksitosin
Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Oleh karena itu timbul kontraksi otot
rahim.2
c.
Prostaglandin
Kadar prostaglandin dalam kehamilan dari minggu ke-15 hingga aterm terutama saat
persalinann yang menyebabkan kontraksi miometrium.2
3. Hormon yang mempengaruhi laktasi
a.
Prolaktin yang memgatur sel-sel dalam alveoli agar memproduksi air susu.4
b.
Oksitocin yang membuat sel-sel otot di sekitar alveoli berkontraksi sehingga air susu
didorong menuju puting payudara.4
sumber : Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi Dala Kebidanan. Trans Info Media.
Jakarta.
2. Rukiyah Ai Yeye,dkk, 2009. Asuhan Kebidanan II Persalinan, TIM, Jakarta.
3. Rukiyah Ai Yeye,dkk, 2009. Asuhan Kebidanan I Kehamilan, TIM, Jakarta.
4.

Prasetyono, Dwi Sunar, 2012. Buku Pintar ASI Eksklusif Pengenalan,Praktik, dan
Kemanfaatan-kemanfaatannya. DIVA Press. Jogyakarta.
Menurut Heffner dan Schust (2006) hormon-hormon tersebut yaitu:
1.

Hormon Gonadotropin

Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG) merupakan hormon berupa glikoprotein


yang dihasilkan oleh tropoblast (sel yang membentuk plasenta) pada trisemester
pertama dari kehamilan (Fatimah, 2005). Hormone ini merupakan produksi
utama dari sel trofoblas yang memberikan sinyal kepada ibu bahwa telah terjadi
pembuahan dan mempersiapkan uterus dengan sekresi hormone oleh korspus

luteum. HCG ini sangat berperan untuk menyelamatkan korpus luteum ovarium
dari kematian saat 12-14 hari setelah ovulasi. Selama kehamilan HCG
menggantikan LH dalam menunjang korpus luteum. Hal ini terjadi karena HCG
memiliki hubungan struktur seperti LH sehingga dapat berikatan dengan
reseptor LH pada sel luteal (Heffner dan Schust, 2006). Peran penting HCG juga
untuk memelihara korpus luteum mensekresi esterogen dan progesteron hingga
minggu ke 9 plasenta telah memiliki masa sel yang cukup untuk dapat
menghasilkan kedua hormon tersebut dengan sendirinya. Menurut Guyton dan
Hall (1997) terdapat bermacam-macam fungsi-fungsi dari HCG yaitu:
a.
Mencegah menstruasi dan menyebabkan endometrium terus tumbuh
sebagai sumber nutrisi janin nantinya.
b.
Merangsang sel-sel interstisial testis sehingga mengakibatkan
pembentukan testosteron pada fetus pria sampai waktu lahir.
c.
Menyimpan nutrisi dalam jumlah besar dan tidak dibuang dalam darah
menstruasi.
d.
Mencegah involusi normal dari korpus luteum pada akhir siklus seksual
wanita.
2.

Hormon Laktogen

Menurut Heffner dan Schust (2006) Human Placental Lactogen (HPL) sering
disebut juga human chorionic somatommotropin. Hormon ini diproduksi oleh
plasenta dan berfungsi pada metabolisme umum untuk nutrisi khusus ibu dan
fetus. Hormon ini berhubungan dengan fungsi prolaktin dan GH. Pada
pengaturan metabolisme HPL berperan dalam meregulasi homeostasis glukosa
ibu sehingga dapat memenuhi kebutuhan janin. Selama kehamilan glukosa darah
menurun, sekresi insulin meningkat, dan retensi perifer insulin meningkat.
Perubahan metabolic ini karna pengaruh HPL yang aktivitasnya menyerupai GH.
Menurut Guyton dan Hall (1997) terdapat beberapa macam fungsi HPL yaitu:
a.
Menyebabkan pembesaran sebagian payudara dan pada beberapa
keadaan menyebabkan laktasi.
b.
Meningkatkan pelepasan asam lemak bebas dari cadangan lemak ibu
sehingga menyebabkan sumber energi penganti untuk metabolisme ibu.
c.
Menyebabkan deposit protein dengan cara yang sama seperti hormon
pertumbuhan.
d.
Menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan menurunkan penggunaan
glukosa pada ibu sehingga membuat jumlah glukosa yang tersedia untuk fetus
lebih besar.
3.

Hormon Esterogen

Esterogen diproduksi oleh plasenta dengan menggunakan prekursor androgen,


hal ini dapat terjadi karena plasenta mengekspresikan enzim aromatase dalam

jumlah yang banyak. Esterogen terdiri dari tiga macam yaitu estradiol, estron,
dan estriol. Prekursor utama yang digunakan untuk memproduksi esterogen
plasenta adalah dehidroepiandrosteron sulfat (DHEA-S) yang merupakan
androgen adrenal. Didalam plasenta DHES dikonversikan menjadi DHA oleh
enzim sulfatase. DHEA ibu dikonversi menjadi androstenedion yang kemudian
menjadi testosteron dan akhirnya menjadi estron dan estradiol. DHEA-S janin
digunakan sedikit untuk membuat estron dan estriol. DHEA-S janin digunakan
lebih banyak untuk membuat estriol didalam plasenta. Estriol dihasilkan paling
banyak diplasenta dan menjadi estrogen plasenta utama (Heffner dan Schust,
2006)..
4.

Hormon Progesteron

Menurut Heffner dan Schust (2006) Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum
selama usia kehamilan 10 minggu hingga plasenta dapat memproduksi
progesterone sendiri. Pembentukan progesterone dilakukan oleh sel
sinsitiotrofoblas yang bergantung pada kolesterol ibu. Hal ini disebabkan karena
plasenta tidak memiliki enzim untuk membentuk kolesterol dari asetat.
Progesteron aktif dalam memelihara bagian desidua uterus dan merelaksasikan
otot polos vascular serta organ lain yang harus beradaptasi terhadap kebutuhan
saat kehamilan. Menurut Guyton dan Hall (1997) terdapat beberapa macam
fungsi hormone progesterone yaitu:
a.
Menyebabkan sel-sel desidua tumbuh dalam endometrium usus yang akan
menutrisi embrio awal.
b.
Mencegah kontraksi uterus yang menyebabkan abortus spontan dengan
cara menurunkan kontraktilitas uterus.
c.
Meningkatkan sekresi tuba fallopi dan uterus untuk perkembangan morula
dan blastokista.
d.

Membantu estrogen mempersiapkan payudara ibu untuk laktasi

Masa Kehamilan
Menurut Diana (2010) masa kehamilan ini dibagi dalam tiga bagian yang sama
atau trimester yaitu:
1.

Trimester pertama

Trimester pertama terjadi selama 1 14 minggu, merupakan waktu yang paling


signifikan terjadi perubahan pada ibu dan janin. Awal tahap ini dimulai dari
fertilisasi atau pembuahan didalam oviduk kemudian terbentuk zigot setelah 24

jam yang akan melakukan pembelahan terus menerus selama 3 sampai 4 hari
mencapai uterus. Sekitar 1 minggu setelah pembuahan dihasilkan blastosit yang
akan menempel kedalam endometrium setelah 5 hari kemudian. Endometrium
akan menutrisi embrio secara langsung selama 2-4 minggu pertama
perkembangan. Tahap ini berlanjut pada periode utama organogenesis, yaitu
mulai berdetaknya jatung pada akhir minggu ke 4 dan membentuk fetus atau
janin yang akan mengalami diferensiasi (Campbell,dkk., 2004).
Pada trimester pertama juga tejadi perubahan hormon pada ibu. Saat embrio
masuk ke uterus, embrio akan merangsang sekresi hormon yang diperintahkan
untuk mempersiapkan kehadirannya dan mengontrol sistem reproduksi ibu.
Hormon tersebut adalah human chorionic gonadotropin (HCG). Selama trimester
pertama korpus luteum berperan mensekresikan progesteron dan esterogen.
HCG yang berfungsi seperti LH pituitary berperan dalam mempertahankan
sekresi progesteron dan esterogen oleh korpus luteum. Pada ibu hamil kadar
progesteron tinggi yang membuat perubahan sistem reproduksi yaitu
peningkatan mucus dalam servix, pertumbuhan plasenta, perbesaran uterus,
penghenti ovulasi, dan perbesaran payudara (Campbell,dkk., 2004).
2.

Trimester kedua

Trimester kedua terjadi selama 14-30 minggu. Pada trimester kedua janin
tumbuh cepat dan aktif hingga ibu bisa merasakan pergerakan fetus. Pergerakan
fetus dapat terlihat dari dinding abdomen. Uterus juga akan tumbuh cukup besar
sehingga kehamilan akan nampak jelas. Korpus luteum akan rusak, kadar HCG
ikut menurun, dan plasenta akan mensekresikan progesteronnya sendiri yang
akan mempertahankan kehamilan (Campbell,dkk., 2004).
3.

Trimester ketiga

Terjadi selama 30 40 minggu, dengan pertumbuhan yang cepat hingga bobot 33,5 kg dan panjang 50 cm. Hal ini mengakibatkan aktifitas fetus berkurang karna
fetus mengisi seluruh ruang yang tersedia. Fetus yang bertambah besar ini
mendesak organ abdomen ibu.
Hormon yang bertanggung jawab pada trimester ini adalah esterogen, oksitosin
dan prostaglandin untuk menginduksi dan mengatur proses kelahiran. Pada
minggu terakhir kehamilan esterogen mencapai kadar tertinggi. Hal ini memicu
pembentukan reseptor oksitosin pada uterus. Oksitosin dihasilkan oleh fetus dan
pituitary posterior ibu, berfungsi untuk merangsang kontraksi kuat otot polos
uterus dan merangsang plasenta mensekresikan prostaglandin untuk
meningkatkan kontraksi (Campbell,dkk., 2004).