Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

METABOLISME KARBOHIDRAT
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Biokimia

Disusun Oleh:
Dita Diaty

12612018

Tri Sulistyowati

126120

Siti Wulandari

13612006

Riska Anjely

13612010

Rina Maulina

13612016

Auliya Lenggogeni

13612025

M Thareq Kemal Hamami

13612027

Marlita Purnamasari

13612031

Naila Zahrotul Jannah

13612034

PRODI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2015
I.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah polimer gula yang merupakan senyawa karbon yang


mengandung sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat merupakan senyawa
organik yang disintesis dari senyawa anorganik yang mengandung unsur-unsur
Karbon(C),Hidrogen(H) dan Oksigen(O). Semua bentuk karbohidrat kurang lebih
memiliki rumus kimia CnH2nOn; Rumus kimia glukosa adalah C6H12O6. Setiap
molekul monosakarida bisa membentuk senyawa disakarida,
II.

Klasifikasi Karbohidrat
Berdasarkan Gugus Gula penyusunnya,Karbohidrat di bagi menjadi 3, yaitu:
1. Monosakarida (C6H12O6)
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula.
Monosakarida ini memiliki rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air.
Contoh dari monosakarida adalah heksosa, glukosa, fruktosa, galaktosa,
monosa, ribosa(penyusun RNA) dan deoksiribosa(penyusun DNA).
2. Disakarida (C12H22O11)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula. Sama seperti
monosakarida. Disakarida juga memiliki rasa manis, dan sifatnyapun mudah
larut dalam air. Contoh dari Disakarida adalah laktosa(gabungan antara
glukosa dan galaktosa), sukrosa(gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan
maltosa(gabungan antara dua glukosa)
3. Polisakarida (C6H11O5)
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula,dan ratarata terdiri dari lebih 10 gugus gula. Pada umumnya polisakarida tidak berasa
atau pahit,dan sifatnya sukar larut dalam air. Contohnya dari polisakarida
adalah amilum yang terdiri dari 60-300 gugus gula berupa glukosa, glikogen
atau gula otot yang tersusun dari 12-16 gugus gula, dan selulosa, pektin, lignin,
serta kitin yang tersusun dari ratusan bahkan ribuan gugus gula dengan
tambahan senyawa lainnya.

III.

Pencernaan Karbohidrat
Makanan dibedakan menjadi dua golongan berdasarkan besar molekul
senyawanya:

1. Makromolekul, adalah makanan yang memiliki senyawa yang panjang,


sehingga butuh proses pencernaan agar dapat diserap tubuh. Diantaranya:
Karbohidrat, Protein, dan Lemak.
2. Mikromolekul, adalah makanan yang tersusun atas unsur-unsur mikro,
sehingga dapat langsung diserap oleh tubuh. Yaitu mineral, air, dan vitamin.
Sel dalam tubuh sangat membutuhkan karbohidrat dan hanya karbohidrat yang
berukuran mikro (monosakarida) yang dapat digunakan oleh sel. Oleh karena itu
pada orang sakit diberikan infus hal ini karena pada orang sakit tubuhnya sedang
tidak normal. Untuk mendukung pengobatan yang dijalani maka pasien harus tetap
makan. Dengan pemberian cairan infus yang mengandung glukosa pada pembuluh
darah pasien Sedangkan pada manusia yang kondisi tubuhnya normal asupan
karbohidrat dalam bentuk polisakarida akan dicerna menjadi monosakarida untuk
menyuplai kebutuhan sel di dalam tubuh.
Pencernaan karbohidrat dimulai dari mulut yang dilengkapi dengan kelenjar
ludah. Makanan berkarbohidrat yang diperoleh kemudian dikunyah bercampur
dengan ludah yang mengandung enzim amylase. Amilase menguraikan karbohidrat
menjadi glukosa. Bila berada di dalam mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi
disakarida maltosa. Enzim amilase di ludah bekerja paling baik pada pH ludah yang
bersifat netral. Kelenjar ludah tersusun atas 99% air, sisanya mengandung enzim
ptyalin dan antimikroba (lysozym). Enzim ptyalin inilah yang membantu memecah
polisakarida untuk pertama kalinya menjadi unsur yang lebih disakarida (maltosa).
Pencernaan karbohidrat berlanjut di usus duabelas jari, di sini disakarida hasil
pemecahan ptyalin akan didegradasi menjadi monosakarida yang dikeluarkan oleh
sel-sel mukosa usus halus berupa maltase, sukrase, dan laktase. Hidrolisis disakarida
oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam mikrovili dan monosakarida. Monosakarida
glukosa, ruktosa, dan galaktosa kemudian diabsorpsi melalui sel epitel usus halus
dan diangkut oleh sistem sirkulasi darah melalui vena porta. Bila konsentrasi
monosakarida di dalam usus halus atau pada mukosa sel cukup tinggi, absorpsi
dilakukan secara pasif, tapi bisa konsentrasi turun, absorpsi dilakukan secara aktif
melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari ATP dan ion natrium.
Berikut merupakan pencernaanlanjut pada karbohidrat:
Disakarida

Enzim

Monosakarida

Maltosa

Maltase

Glukosa

Sukrosa

Sukrose

Glukosa, fruktosa

Laktosa

Laktase

Glukosa, galaktosa

Amilum

Amilase

Glukosa

Selanjutnya monosakarida-monosakarida ini akan diserap melalui usus


penyerapan dan diedarkan ke seluruh sel di dalam tubuh. Di dalam sel monosakarida
ini akan dimetabolisme untuk pembentukan energi.
Sisa-sisa pencernaan yang tidak dapat dicerna seperti pati nonkarbohidrat atau
serat makanan dan sebagian kecil pati akan masuk ke dalam usus besar. Ini
merupakan substrat potensial untuk difermentasi oleh mikroorganisme di dalam usus
besar. Substrat potensial lain yang difermentasi adalah fruktosa, sorbitol, dan
monomer lain yang sudah dicernakan, laktosa pada mereka yang kekurangan laktase,
serta rafinosa, stakiosa, verbaskosa, dan fruktan. Produk utama fermentasi
karbohidrat di dalam usus besar adalah karbondioksida, hidrogen, metan, dan asamasam lemak rantai pendek yang mudah menguap, seperti asam asetat, asam
propionat, dan asam butirat.
ADD
Metabolisme merupakan proses yang berlangsung dalam organisme,baik
secara mekanis maupun kimiawi.Metabolisme itu sendiri terdiri dari 2 proses
yaitu anabolisme(pembentukan
molekul).Pada

proses

hidrolisis(penguraian

molekul) dan Katabolisme(Penguraian

pencernaan

dengan

makanan,karbohidrat

menggunakan

molekul

mengalami

air).Proses

proses

pencernaan

karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.


Ketika makanan dikunyah,makanan akan bercampur dengan air liur yang
mengandung enzim ptialin (suatu amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis
di dalam mulut).Enzim ini menghidrolisis pati(salah satu polisakarida) menjadi
maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga sampai sembilan molekul
glukosa.makanan berada di mulut hanya dalam waktu yang singkat dan mungkin
tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.
Sekalipun makanan tidak berada cukup lama dlaam mulut untuk dipecah oleh ptialin
menjadi maltosa,tetapi kerja ptialin dapat berlangsung terus menerus selama satu jam

setalah makanan memasuki lambung,yaitu sampai isi lambung bercampur dengan zat
yang disekresikan oleh lambung.Selanjutnya aktivitas ptialin dari air liur dihambat
oelh zat asam yang disekresikan oleh lambung.Hal ini dikarenakan ptialin
merupakan enzim amilase yang tidak aktif saat PH medium turun di bawah 4,0.
Setelah makan dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas
jari),makanan kemudian bercampur dengan getah pankreas.Pati yang belum di pecah
akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas.Sekresi pankreas ini
mengandung amilase yang fungsinya sama dengan -amilase pada air liur,yaitu
memcah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya.Namun,pati pada
umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil
lainnya sebelum melewati lambung.
Hasil akhir dari proses pencernaan adalah glukosa,fruktosa,glaktosa,manosa
dan monosakarida lainnya.Senyawa-senyawa tersebut kemudian diabsorpsi melalui
dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.
Artikel Penunjang : Struktur dan Fungsi Hati

Glukosa sebagai salah satu hasil dari pemecahan pati akan mengalami dau
proses di dalam hati,yaitu:

Pertama,Glukosa akan beredar bersama aliran darah untuk memenuhi


kebutuhan energi sel-sel tubuh
Kedua,jika di dalam hati terdapat kelebihan glukosa (gula darah),glukosa akan
di ubah menjadi glikogen(gula otot) dengan bantuan hormon insulin dan secara
otomatis akan menjaga keseimbangan gula darah.Glikogen di simpan di dalam
hati,jika sewaktu-waktu dibutuhkan,glikogen di ubah kembali menjadi glukosa
dengan bantuan hormon adrenaline.

IV.

Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme

karbohidrat mencakupi

sintesis

(anabolisme),

penguraian

(katabolisme) dan perubahan antarbentuk pada karbohidrat di dalam organisme.

Bentuk

karbohidrat

terpenting

adalah glukosa,

yaitu

suatu

senyawa gula sederhana (monosakarida), dipahami ada terdapat di setiap makhluk


hidup untuk proses metabolismeini. Glukosa dan bentuk karbohidrat lainnya
memiliki tempatnya masing-masing di dalam proses metabolik antarspesies.
Contohnya, tanaman menyimpan energi dengan membentuk karbohidrat dari karbon
dioksida dan air melalui fotosintesis, biasanya dalam bentuk pati atau lipid. Tanaman
lalu

dimakan

oleh binatang dan jamur,

sebagai

bahan

bakarnya respirasi

seluler. Oksidasi pada satu gram karbohidrat menghasilkan energy sebesar 4 kcal
(kilokalori); sementara dari lipid, 9 kcal. Energi dari metabolisme (contohnya,
oksidasi

glukosa)

biasanya

disimpan

sementara

di

sel-sel

tubuh

dalam

bentuk adenosina trifosfat. Metabolisme pada makhluk hidup dengan respirasi


aerobmenguiraikan glukosa dengan oksigen untuk menghasilkan energi, dan hasil
sampingnya, karbon dioksida dan air.
1. Glikolisis
Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa pada tingkat sel. Pada artikel ini
saya menjelaskan tahap-tahap glikolisis yang detail setiap tahap dalam proses
biokimia yang merupakan bagian dari respirasi selular. Akan melalui sepuluh tahap
akan memberi Anda wawasan tentang bagaimana reaksi biokimia yang kompleks
dan terkoordinasi dengan baik dapat.
Glikolisis adalah rincian sistematis glukosa dan gula lain untuk kekuatan
proses respirasi selular. Ini adalah reaksi biokimia universal yang terjadi dalam setiap
organisme uniseluler atau multiseluler yang hidup respires aerobik dan anaerobik.
Ada jalur metabolik di mana proses ini terjadi. Tahap glikolisis yang saya hadir di
sini merujuk pada jalur tertentu yang disebut embden-Meyerhof-Parnus jalur. Proses
ini adalah bagian kecil dari siklus respirasi seluler dan metabolisme tubuh secara
keseluruhan, diarahkan untuk menciptakan ATP (Adenosine Triphosphate) yang
merupakan mata uang energi tubuh.
Ringkasa semua tahap adalah Seluruh proses melibatkan pemecahan satu
molekul glukosa dan menghasilkan 2 molekul NADH, 2 molekul ATP, 2 molekul air
dari air dan 2 molekul asam piruvat. Produk-produk dari glikolisis selanjutnya
digunakan dalam asam sitrat atau siklus Krebs yang merupakan bagian dari respirasi
selular.

Glukosa (C6H12O6) + 2 [NAD] + + 2 [ADP (Adenosin difosfat)] + 2 [P] i --->


2 [C3H3O3] - (Piruvat) + 2 [NADH] (Reduced nicotinamide adenine dinucleotide) +
2H + + 2 [ATP] (Adenosine Triphosphate) + 2 H2O
Setiap tahap adalah perubahan energi halus dimungkinkan oleh berbagai enzim
hadir dalam sitoplasma yang bekerja dalam koordinasi. Presisi dengan masingmasing reaksi pergi ke depan dalam mode disinkronkan sangat menakjubkan. Ketika
Anda pergi lebih dalam dan lebih dalam biokimia, Anda semakin dapat menghargai
keajaiban bahwa hidup.
2. Glikogenesis
Glikogenesis adalah cara tubuh menyimpan glukosa dalam bentuk polisakarida
yang disebut glikogen. Ini adalah rantai panjang molekul glukosa yang dapat
kompak disimpan dalam sel. Jenis ikatan yang menghubungkan molekul glukosa
sangat mudah rusak, sehingga glikogen dengan cepat dapat dikonversi menjadi
glukosa ketika kadar gula darah semakin rendah.
Glikogenesis merupakan proses pembentukan glikogen, reaksi-reaksi kimianya
yaitu sebagai berikut : pertama, glukosa 6-fosfat menjadi glukosa 1-fosfat, kemudian
zat ini diubah menjadi uridin di fosfat glukosa, yang kemudian diubah menjadi
glikogen. Beberapa enzim spesifik dibtuhkan untuk menimbulkan perubahan ini, dan
setiap monosakarida yang dapat diubah menjadi glukosa jelas dapat masuk ke dalam
reaksi ini dan, senyawa tertentu yang lebih kecil, termasuk asam laktat, gliserol,
asam piruvat dan beberapa asam amino yang telah mengalami deaminasi, juga dapat
diubah menjadi glukosa atau senyawa sejenis dan kemudian diubah menjadi
glikogen.
Glikogenesis adalah pembentukan glikogen dari glukosa. Apabila terjadi
peningkatan kadar glukosa dalam darah (beberapa saat setelah makan) maka
pankreas akan mensekresikan hormon insulin yang akan menstimulasi pengubahan
glukosa menjadi glikogen yang disimpan di hati dan di otot. Insulin akan
menstimulasi enzim glikogen sintase untuk memulai proses glikogenesis.
Dalam sintesis glikogen, satu ATP dibutuhkan untuk setiap molekul glukosa.
Molekul glukosa diubah menjadi glukosa-6-fosfat sebagai struktur pembangun
glikogen. Glukosa-6-fosfat akan ditambahkan pada molekul glikogen yang sudah ada
sehingga glikogen menjadi lebih panjang.

3. Glikogenolisis
Glikogenolisis merupakan proses pemecahan molekul glikogen menjadi
glukosa. Apabila tubuh dalam keadaan lapar, tidak ada asupan makanan, kadar gula
dalam darah menurun, gula diperoleh dengan memecah glikogen menjadi glukosa
yang kemudian digunakan untuk memproduksi energi.
Dalam glikogenolisis, glikogen yang disimpan dalam hati dan otot dipecah
menjadi glukosa-1-fosfat kemudian diubah menjadi glukosa-6-fosfat. Glukogenolisis
diatur oleh hormon glukagon yang disekresikan pancreas dan epinefrin yang
disekresikan kelenjar adrenal. Kedua hormon tersebut akan menstimulasi enzim
glikogen fosforilase untuk memulai glikogenolisis dan menghambat kerja enzim
glikogen sintase (menghentikan glikogenesis).
Glukosa-6-fosfat akan masuk ke dalam proses glikolisis untuk menghasilkan
energi. Glukosa-6-fosfat juga dapat diubah menjadi glukosa untuk didistribusikan
oleh darah menuju sel-sel yang membutuhkan glukosa.
4. Glikoneogenesis
Glukoneogenesis adalah suatu pembentukan glukosa dari senyawa yang bukan
karbohidrat Glukoneogenesis penting sekali untuk menyediakan glukosa, apabila
didalam diet tidak mengandung cukup karbohidrat. Syaraf, medulla dari ginjal,
testes, jaringan embriyo dan eritrosit memerlukan glukosa sebagai sumber utama
penghasil energi. Glukosa diperlukan oleh jaringan adiposa untuk menjaga senyawa
antara siklus asam sitrat. Didalam mammae, glukosa diperlukan untuk membuat
laktosa. Didalam otot, glukosa merupakan satu-satunya bahan untuk membentuk
energi dalam keadaan anaerobik.
Pada dasarnya glukoneogenesis adalah sintesis glukosa dari senyawa bukan
karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino. Proses glukoneogenesis
berlangsung terutama dalam hati. Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis
dapat dibawa oleh darah ke hati. Di sini asam laktat diubah menjadi glukosa kembali
melalui serangkaian reaksi dalam suatu proses yaitu glukoneogenesis (pembentukan
gula baru).
Glukoneogenesis yang dilakukan oleh hati atau ginjal, menyediakan suplai
glukosa yang tetap. Kebanyakan karbon yang digunakan untuk sintesis glukosa
akhirnya berasal dari katabolisme asam amino. Laktat yang dihasilkan dalam sel

darah merah dan otot dalam keadaan anaerobik juga dapat berperan sebagai substrat
untuk glukoneogenesis. Glukoneogenesis mempunyai banyak enzim yang sama
dengan

glikolisis,

tetapi

demi

alasan

termodinamika

dan

pengaturan,

glukoneogenesis bukan kebalikan dari proses glikolisis karena ada tiga tahap reaksi
dalam glikolisis yang tidak reversibel, artinya diperlukan enzim lain untuk reaksi
kebalikannya. Glukokinase
1. Glukosa + ATP Glukosa-6-fosfat + ADP fosfofruktokinase
2. Fruktosa-6-fosfat + ATP fruktosa-1,6-difosfat + ADP piruvatkinase
3. Fosfenol piruvat + ADP asam piruvat + ATP
V.

Kesimpulan
Glukosa dimetabolisme mellui tahap oksidatif yang berlangsung secara aerobik
(dalam mitokondrio) maupun anaerobik (dalam sitosol) yang menghasilkan
pembentukan ATP (adenosin trifosfat).
Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi sebagai cadangan
makanan, pemberi rasa manis pada makanan, membantu pengeluaran feses dengan
cara mengatur peristaltik usus, penghemat protein karena bila karbohidrat makanan
terpenuhi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun. Karbohidrat
juga berfungsi sebagai pengatur metabolisme lemak karena karbohidrat mampu
mencegah oksidasi lemak yang tidak sempurna.

Alahamdulillah selesai, Selamat Belajar . Do The Best and Be A Good Presenters


Fighting!