Anda di halaman 1dari 10

Welding 02-Ira Adelina-13064483311

1. a) Jelaskan secara singkat dengan cara sketsa transfer logam modus dalam
pengelasan MAG.
Pada proses pengelasan ini gas CO2 digunakan sebagai gas pelindung dan
menggunakan kawat las pejal sebagai logam pengisi dan digulung dalam rol
kemudian diumpankan secara terus menerus selama proses pengelasan
berlangsung.
Terdapat tiga metode transfer logam pada MAG, yaitu:
o Metode globular transfer digunakan pada kandungan gas CO2 lebih
o

dari 30% dengan arus yang tinggi.


Metode short circuit transfer. Metode ini digunakan saat kandungan

gas CO2 lebih dari 30% dan kurang dari 25% pada arus rendah.
Metode spray transfer digunakan jika terdapat kurang dari 25% CO2
pada arus tinggi.

b) Jelaskan dengan sketsa gambar, Dalam las busur MAG pada rentang arus
tinggi, mode transfer logam "globular" dari tetesan logam ketika CO2
digunakan

sebagai

shielding

gas,

sedangkan

mode

"spray"

dengan

compuran 80% Ar +20% CO2.


Spattering sering sekali terjadi ketika shielding gas CO2 pada mode transfer
logam namun spattering yang tinggi ini akan memungkinkan menghasilkan
penetrasi yang lebar dan dalam. Hal ini dapat dilihat dari gambar dibawah
ini.

Welding 02-Ira Adelina-13064483312


Ketika shielding gas campuran 80% Ar + 20% CO2 akan menghasilkan
tetesan logam tanpa spattering karena adanya gaya elektromagnetik yang
mengapit tetesan logam dari elektroda, kemudian dijatuhkan oleh drag force
sehingga dengan adanya plasma jet pula tetesan logam akan menempati
daerah lasan yang sesuai dan penetrasi yang dihasilkan akan merata dan
tidak terlalu dalam. Skemanya dapat dilihat dari gambar dibawah ini.

2. a) Jelaskan secara singkat perbedaan antara AC & DC welding power supply.


Jawab:
Perbandingan
Kestabilan busur
Merubah kutub
Ledakan magnetik
Sirkuit open voltage
Bahaya tersengat
listrik
Konstruksi
Perawatan
Kesulitan
Kebisingan
Harga

DC power source
Stabil
Mungkin
Ada
Rendah (50 60 V)
Jarang

AC power source
Kurang stabil
Tidak mungkin
Hampir tidak ada
Tinggi (65 95 V)
Sering

Rumit
Tidak mudah
Seringnya pada tipe rotary
Untuk tipe rotary bising
Untuk tipe rectifier tidak
Mahal

Sederhana
Mudah
Sedikit
Tidak bising
Murah

b) Jelaskan secara singkat istilah "cleaning action" & "stiffness of arc".


Cleaning action adalah suatu kondisi pembersihan permukaan material dari
lapisan oksida yang terbentuk dengan menggunakan ion positif dari shielding
gas. Contohnya yaitu pada pembersihan lapisan Al2O3 pada alumunium
sehingga pelelehan material di bawah lapisan oksida tersebut menjadi jauh
lebih mudah.
Stifness of Arc adalah fenomena meningkatnya kekakuan dari busur yang
disebabkan oleh peningkatan frekuensi arus yang digunakan pada proses
pengelasan. Fenomena ini akan menyebabkan penetrasi yang dalam dan
peningkatan

kecepatan

pengelasan,

terjadinya porositas pada hasil lasan.

serta

menurunkan

kemungkinan

Welding 02-Ira Adelina-13064483313

3. Dalam kasus apa Arc Blow cenderung terjadi pada las busur baja? Berikan
dua contoh dan jelaskan penyebabnya dengan sketsa.
Jawab:
Arc blow merupakan satu fenomena pembelokan busur elektrik dari jalur
normalnya karena adanya gaya magnetic sehingga menyebabkan busur
bergerak tidak terkontrol. Kasus yang cenderung sering terjadi yaitu dimana
saat adanya aliran arus pada satu material konduktor, maka akan terbentuk
medan magnet di sekitar material konduktor tersebut. Keberadaan medan
magnet ini akan memunculkan adanya fenomena arc blow terutama jika
menggunakan arus DC. Busur akan cenderung tidak terkontrol pada satu
posisi. Hal ini sering terjadi akibat serbuk magnet yang diberikan pada logam
dengan tujuan untuk menemukan retak atau cacat. Serbuk magnet akan
berkumpul pada bagian retak atau cacat pada permukaan material, maka
letak cacat akan mudah diidentifikasi. Fenomena arc blow ini akan terjadi jika
material langsung di las. Hal yang harus dilakukan yaitu melakukan proses
demagnetisasi terlebih dahulu sebelum melakukan proses pengelasan agar
menghilangkan gaya magnet pada logam sehingga pengelasan dapat
dilakukan dengan sempurna.
Contoh atau tipe dari arc blow yaitu:
o Thermal arc blow, disebabkan oleh jarak antar dua busur yang terlalu
dekat sehingga menghasilkan reaksi pada medan magnet. Apabila dua
busur yang memiliki polaritas yang berbeda dan jarak yang terlalu
dekat, medan magnet akan saling menjauhkan busur pada arah yang
sama (gambar b) dan apabila satu busur menggunakan arus DC dan
busur lainnya menggunakan arus AC akan mengakibatkan arah medan
fluks pada busur AC saling berlawanan dan efek arc blow pada busur
DC kecil.

Welding 02-Ira Adelina-13064483314


o

Magnetic arc blow, disebabkan oleh kondisi medan magnet yang tidak
seimbang di sekeliling busur. Ketidakseimbangan itu disebabkan oleh
perbedaan jarak elektroda dari ujung satu dan jarak elektroda ke ujung
lainnya atau dapat pula disebabkan oleh penempatan posisi ground
pada benda kerja. Selain itu ketidakseimbangan disebabkan pula oleh
arus yang mengalir melalui beberapa medium yang berbeda, yaitu
elektroda, udara, dan benda kerja.

4. Dalam pengelasan MAG, panjang busur- dipertahankan stabil melalui self


regulation- dengan sumber daya DC. Jelaskan secara singkat dengan sketsa
gambar mekanisme pengaturan tsb.
Jawab:

Sketsa mekanisme self regulation


Self regulation adalah suatu kemampuan untuk menstabilkan panjang busur
karena adanya perubahan arus pada proses pengelasan mengakibatkan
perubahan yang besar pada laju pelelehan kawat las. Sumber daya DC
memberikan karakteristik tegangan yang konstan sehingga memungkinkan
untuk menjaga panjang busur tetap konstan pada kondisi kawat las
diumpankan dengan kecepatan yang konstan pula.
5. Jelaskan prinsip dari mesin las inverter, dan berikan dua keuntungan dari
mesin inverter tsb dibandingkan dengan mesin las SCR-jenis konvensional.
Mesin las inverter digunakan untuk mengkonversi tegangan DC menjadi AC.
Tegangan AC yang telah dikonversi tersebut disesuaikan dengan tegangan

Welding 02-Ira Adelina-13064483315


untuk

proses

pengelasan

menggunakan

transformer

frekuensi

tinggi.

Tegangan hasil transformer direktifikasi kembali untuk mensuplai tenaga DC


dalam menghasilkan busur las.
Keuntungan mesin inverter dibandingkan mesin las SCR jenis konvensional:
1. pengaturannya yang lebih akurat.
2. mesin las inverter memiliki respon yang tinggi
6. a) Jelaskan definisi "duty cycle" dalam mesin las listrik, dan berikan rumus
untuk memperkirakan performa mesin las
Jawab:
Duty Cycle merupakan besarnya periode lamanya operasi pengelasan
dengan menggunakan apasitas arus maksimum. Makna dari 100% duty cycle
adalah lamanya operasi pengelasan dengan menggunaan kapasitas arus
maksimum selama 10 tahun.
b) Hitunglah Berapa arus maksimum yang diijinkan bila mesin las dioperasi
secara terus menerus (tanpa berhenti) untuk mesin las dengan menggunakan mesin berkapasitas 450A dengan 60 % duty cycle.
Bentuk persamaan dari duty cycle adalah:

Persamaan duty cycle


keterangan:
T = Rated duty cycle (%)
Ta = The required duty cycle (%)
I = Rated current at rated duty cycle
Ia = Max current at required duty cycle

Ia=450

60
100

1/ 2

( )

=450 0.775=348.7 A

Jadi arus maksimum yang bisa digunakan bila mesin las digunakan secara
terus menerus untuk mesin las adalah sebesar 348.75 Ampere.

Welding 02-Ira Adelina-13064483316


7. a) Jelaskan fungsi perangkat mengurangi tegangan (voltage reducing device)
pada penggunaan las listrik AC. Jelaskan secara singkat prinsip alat tsb.
Perangkat penurun tegangan pada penggunaan las listrik las AC digunakan
untuk menjaga keselamatan dari welder agar terhindar dari kejut listrik
karena tegangan diberikan las listrik AC tergolong tinggi, yaitu sekitar 65
hingga 95 V. Pada prinsipnya,tegangan diturunkan ketika busur dihentikan.
Dengan demikian tegangan antara penahan elektroda dengan logam induk
dapat turun menjadi 25 V atau bahkan kurang
b) Jelaskan arti kode sebagai berikut: E6010, E7018, E7028-B3, dan ER70T-6
Untuk nama penamaan dari kawat las kita bisa mengikuti kaidah dari AWS
(American Welding Standart) yang penamaannya sesuai dengan gambar
dibawah ini adalah:

E
60
1
0

E
70
1
8

E
70
2
8
H4

E6010
: Elektroda
: tensile strength 60,000 psi
: posisi pengelasan bisa dilakukan pada posisi apa saja
: tipe coating nya high cellulose sodium, arus DC+
E7018
: Elektroda
: tensile strength 70,000 psi
: posisi pengelasan bisa dilakukan pada posisi apa saja
: tipe coating iron powder low hydrogen, arus AC atau DC+
E7028-H4R
: Elektroda
: tensile strength 70,000 psi
: posisi pengelasan flats dan horizontal fillets
: tipe coating hydrogen potassium iron powder, arus AC atau DC+
: perkiraan dissolved hydrogen tidak lebih dari 4ml/100g dari

deposited metal
R
: ketahanan terhadap serapan uap (moisture pickup) (80% humidity,
80oF, 9 jam)
E308L-16
E
: Elektroda
308L : tipe stainless steel 308L

Welding 02-Ira Adelina-13064483317


16
: lapisannya mengandung TiO dan K2O, arusnya DCRP atau AC
ER70T-6
ER : Elektroda berupa batangan
70 : tensile strength 70,000 psi
T : Bersifat turbulens (flux berada di dalam)
6 :Mengandung pelindung tanpa mengeluarkan gas, tahan terhadap air,
digunakan pada pengelasan mild steel
8. Mengapa beberapa jenis elektroda terbungkus (SMAW) perlu di-keringkan
(dryng) sebelum digunakan. Faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan
dan apa yang terjadi bila elektrodanya tdk dikeringkan pada pengelasan baja
HSLA.
Tujuan dari pemanasan pada elektroda terbungkus adalah karena terdapat
potensi dimana elektroda akan menyerap uap air. Kualitas hasil pengelasan
akan buruk dan mengalami penurunan apabila tidak dilakukan pemanasan.
Efek yang dihasilkan muncul karena kekhawatiran akan terbentuknya asap
dari uap air tersebut. Sehingga dapat menghasilkan oksigen yang kemudian
berpotensi membentuk porositas. Disamping itu, pada baja HSLA, hidrogen
dari air dapat menyebabkan keretakan.
Faktor yang harus diperhatikan yaitu:
1. Lamanya pengeringan
2. Kandungan uap air
9. Apa efek polaritas (+ & -) terhadap penetrasi las untuk (a) elektroda habis
pakai (consumable electrode) dan (b) non-consumable electrode. Buat
gambar skematik.
Penetrasi yang terjadi ini bisa terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
a. Elektroda konsumabel

Welding 02-Ira Adelina-13064483318

SMAW DC
Pengelasan dengan elektroda habis pakai seperti pada SMAW
dan MIG, elektroda meleleh dan dikirim melalui busur elektrik
menuju logam induk untuk dilas. Panjang busur harus dijaga di
antara electrode wire dengan logam induk dengan mengumpan
(feeding) electrode wire pada waktu yang bersamaan electrode wire
meleleh. Pada pengelasan SMAW, panas dari busur tersebut
tergantung pada komposisi kimia dari flux. Dan panas busur
maksimum umumnya terjadi pada polaritas negatif di katoda.
Sehingga,

pengelasan

dengan

straight

polarity

(DCSP)

menggunakan E6012 (DCEN) dimana elektroda pada polaritas


negatif menyebabkan laju pelelehan menjadi semakin tinggi dan
menghasilkan penetrasi yang sempit. Pengelasan dengan reversed
polarity (DCRP) menggunakan E6010, panas maksimum busur akan
berada pada daerah katoda namun dengan logam induk sebagai
anoda, sehingga berefek pada penetrasi yang dalam.
b. Elektroda non-konsumabel

Welding 02-Ira Adelina-13064483319

Tungsten Arc
DC
Efek polaritas terhadan non-consumable electrode seperti pada TIG
atau PAW adalah jika elektroda yang digunakan seperti tungsten
atau wolfram, maka panas maksimum busur akan terjadi pada
anoda atau kutub positif. Elektroda wolfram pada umumnya
dioperasikan dengan straight polarity DCEN, sehingga panas busur
maksimum

akan

berada

pada

logam

induk

yang

kemudian

menghasilkan penetrasi yang lebih dalam dari pengelasan. Namun


saat elektroda tungsten dioperasikan dengan arus AC, tingkat panas
dari busur akan diproduksi dalam keseimbangan antara anoda dan
katoda.
10.Sebutkan keuntungan & kerugian bila menggunakan gas campuran Ar + CO 2
dibandingkan dengan hanya CO2.
Jawab:
Keuntungan penggunaan gas campuran
- Pencampuran kedua gas akan mengurangi efek spattering sehingga hasil
-

pengelasan akan berkualitas lebih baik.


Penambahan karbondioksida pada argon akan meningkatkan stabilitas

busur.
Gas campuran Ar + CO2 dapat menghasilkan tipe busur short arc,
transition arc, spray arc, pulsed arc (maksimum 20% CO 2), high
performance short dan spray arc. Sedangkan pada karbondioksida, yang
didapat hanya short dan globular arc.

Kerugian penggunaan gas campuran

Welding 02-Ira Adelina-130644833110


-

Harganya lebih mahal jika menggunakan campuran dibandingkan dengan


karbondioksida seluruhnya.

Penggunaan CO2 murni:


-

Merupakan gas aktif


Hanya dipakai untuk pengelasan baja karbon dan baja paduan rendah
Murah
Kecepatan pengelasan tinggi
Penetrasi tinggi
Spattering sering terjadi terutama dengan mode transfer globular