Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN KULIAH KERJA PROFESI

Teknologi Budidaya Tanaman Timun kyuri Dengan Sistem Hidroponik Di PT


Momenta Agrikultura (Amazing Farm)

Oleh:
Sri Utami
150510120104

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015

LEMBAR PERSETUJUAN
Laporan Magang
Judul

: Teknologi Budidaya Tanaman Timun kyuri Dengan


Sistem Hidroponik Di PT Momenta Agrikultura
(Amazing Farm)

Nama

: Sri Utami

NPM

: 150510120104

Tempat Magang : PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm)


Periode 27 Juli 2015 22 Agustus 2015
Laporan magang ini telah diperiksa dan disetujui sebagai hasil kegiatan Magang
untuk memenuhi persyaratan Mata Kuliah Kuliah Magang pada Program Studi
Agroteknologi (Strata-1) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.
Bandung, 21 Agustus 2015
Pembimbing Lapangan Magang,

Pembimbing Akademis Magang,

Tubagus
NIP/NIK. MA0240

Fiky Yulianto Wicaksono, SP.,MP


NIP 198507262012121000

Mengetahui
Koordinator Program Studi Agroteknologi,

Nono Carsono, S.P., M.Sc., Ph.D.


NIP. 19721010 199703 1006
i

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya lah penulis dapat
menyelesaikan laporan kuliah kerja profesi (KKP) atau magang yang telah dilakukan di
PT Momenta Agrikultura Lembang (Amezing Farm). Laporan ini disusun dengan judul
Teknologi Budidaya Tanaman Timun kyuri Dengan Sistem Hidroponik Di PT Momenta
Agrikultura (Amazing Farm).
Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan yang penulis lakukan selama kegiatan
KKP pada tanggal 27 Juli-24 Agustus 2015. Program KKP ini memberikan pengalaman dan
pelajaran berharga bagi penulis baik dari segi akademik maupun non-akademik yang
tidak dapat penulis temukan di bangku kuliah.
Selanjutnya penulis

mengucapkan terima kasih yang sebenar-benarnya kepada

semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan KKP dan penyusunan
laporan KKP, terutama kepada:
1. Kedua orang tua dan keluarga yang telah membantu dan mendukung saya dalam
segala hal
2. Fiky Yulianto Wicaksono, SP.,MP selaku Dosen Pembimbing Magang
3. Dr.Ir. Cucu Suherman Viktor Zar, M.Si yang telah melakukan kunjungan lapangan
pada PT Mometa
4. Ir.Denny K Rusly selaku Menejer umum dan pemilik dari PT Momenta Agrikultura
5. Bapak Tubagus selaku Supervaisor sekaligus pembimbing lapangan
6. Kang Asep selaku kepala greenhouse timun yang membantu kegiatan magang
7. Teman-teman team magang Anna, Syifa, Engla dan Tia beserta sahabat Ahjuma
lainnya yang mendukung dari jauh
8. Pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan
bimbingan serta arahan selama magang berlangsung dan penulisan laporan ini
dapat diselesaikan dengan baik
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu
penulis sangat mengharapkan kritik, masukan, dan sumbang saran yang membangun dari
pembaca untuk menambah wawasan, yang diharapkan kedepannya penulis dapat
mempersembahkan yang lebih baik. Semoga laporan KKP ini dapat memberikan manfaat
bagi kita semua.
Bandung, Agustus 2015
Penyusun
ii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ........................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................................ vi
BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1
1.1.

Latar Belakang.................................................................................................................. 1

1.2.

Tujuan dan Manfaat Magang ......................................................................................... 2

1.3.

Waktu dan Tempat Magang ........................................................................................... 2

1.4.

Capaian Kegiatan Magang .............................................................................................. 2

BAB II ANALISIS SITUASI UMUM .................................................................................................. 4


2.1
2.1.1

Situasi dan Kondisi PT Momenta Agrikultura Lembang.............................................. 4


Sejarah PT Momenta Agrikultura Lembang ............................................................. 4

2.2

Tugas Pokok dan Fungsi PT Momenta Agrikultura Lembang .................................... 6

2.3

Peluang dan Tantangan yang Dihadapi........................................................................ 7

2.4

Time Schedule Kegiatan Magang .................................................................................. 8

BAB III. PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG ............................................................................ 11


3.1.

Kegiatan Magang yang Dilakukan ............................................................................... 11

3.2.

Hasil Kegiatan Magang .................................................................................................. 24

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................................................. 26


4.1.

Kesimpulan...................................................................................................................... 26

4.2.

Saran ................................................................................................................................ 26

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................... 28
LAMPIRAN ....................................................................................................................................... 29

iii

DAFTAR TABEL
Table 1. Standar Oprasional Prosedur Time Schedule Budidaya Timun Kyuri ....................... 8

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kebun PT Momenta Agrikultura Lembang .................................................... 5


Gambar 2. Sarana dan prasarana PT momenta Agrikultura Lembang ............................. 6
Gambar 3. Kegiatan Persemaian ................................................................................12
Gambar 4. Sanitasi lahan dan pemasangan mulsa .......................................................13
Gambar 5. Perbaikan atau pemasangan selang drip/selang spaghety............................13
Gambar 6. Kegiatan persiapan media tanam...............................................................14
Gambar 7. Penanaman timun kyuri usia 14 HSP pada polybag .....................................15
Gambar 8. Peralatan yang digunakan dalam penyiraman dan pemberian nutrisi ............16
Gambar 9. Bahan yang digunakan untuk membuat klip dan klipnya ..............................17
Gambar 10. Bahan tanam penyulaman dan penyulaman..............................................17
Gambar 11. Kegiatan sanitasi dan perompesan daun ..................................................18
Gambar 12. Pembuangan sulur dan pelilitan tanaman .................................................19
Gambar 13. Kegiatan lay down ..................................................................................20
Gambar 14. Pemasangan yellow trap .........................................................................21
Gambar 15. pelarutan dan pengaplikasian pestisida yang digunakan ............................21
Gambar 16. Buah timun kyuri yang dipanen ...............................................................22
Gambar 17. Pembongkaran tanaman .........................................................................23

DAFTAR LAMPIRAN

lampiran 1. Setruktur Organisasi PT Momenta Agrikultura ............................................................. 29


lampiran 2. Dokumentasi hasil kegiatan Kuliah Kerja Profesi .......................................................... 30
lampiran 3. LOOGBOOK MAGANG ................................................................................................... 34

vi

vii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Momenta Agrikultura merupakan salah satu jenis perusahaan yang bergerak
pada bidang pertanian jenis sayuran. Dimana dalam usahanya dilakukan kegitan produksi
hingga pemasaran secara terorganisir. Dalam produksinya perusahaan ini melakukan
teknik atau budidaya secara modern yaitu secara Hidroponik. Hidroponik merupakan
suatu istilah yang digunakan untuk bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai
media tumbuhnya (Rochintaniawati,2012). Dalam hal ini PT Momenta Agrikultura
menggunakan sekam padi dan rokul sebagai media tumbuh tanaman yang dilengkapi
teknik irigasi yang cukup modern.
Selain itu beberapa tenaman yang dibudidayakan pada PT Momenta Agrikultura
merupakan jenis tanaman baru yang mulai banyak diminati oleh masyarakat. Dimana
dalam pasarnya selalu terjadi peningkatan permintaan dan hal ini cukup memberikan
peluang dan tantangan bagi produsen. Salah satu tanaman baru yang dibudidayakan
adalah timun kyuri. Timun kyuri merupakan timun yang berasal dari daerah sub tropis
yang memiliki pasar cukup baik di Indonesia, dimana hingga saat ini permintaan terhadap
timun kyuri terus meningkat. Menurut Santoso (Ketua Pusat Pelatihan Pertanian
Pedesaan dan Swadaya (P4S) Agrofarm Cianjur) dalam harian FastNews (2015)
menyatakan bahwa setiap tahun perkembangan kebutuhan sayuran Jepang seperti kyuri
terus meningkat terkait dengan jumlah permintaan yang terus bertambah dan jumlah
restoran khas Asia Timur yang bermunculan. Hal senada juga disampaikan oleh Tantan
Tarjuna pemilik CV Yans Fruit & Vegetables, menurutnya peluang budidaya sayuran
Jepang seperti kyuri sangat terbuka karena kebutuhannya semakin tinggi.
Namun hingga saat ini masih sedikit petani yang membudidayakan timun kyuri,
selain itu petani yang membudidayakannya masih mendapatkan produksi timun kyuri
yang rendah. Kondisi ini dikarenakan teknologi atau cara budidaya timun kyuri berbeda
dengan timun biasanya. Kegiatan magang dilakukan guna mempelajari cara budidaya
tanaman modern secara hidroponik dan mengenal tanaman jenis baru yang memiliki
peluang pasar.

1.2. Tujuan dan Manfaat Magang


Tujuan dari kegiatan magang bagi penulis adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh pengalaman bekerja dan suasana kerja yang sebenarnya
2. Memperoleh pengetahuan dan kemampuan manajerial dalam pengelolaan
tanaman dalam suasana kerja sebenarnya
3. Mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan soft-skill dan hard-skill guna
meningkatkan pengembangan diri dan karir beberapa waktu kedepan
4. Mampu bekerjasama dalam tim
5. Dapat mengaplikasikan secara langsung ilmu yang didapat di bangku perkuliahan
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah mengembangkan jejaring
(network) dengan dunia industri/usaha yang berguna dalam pengembangan karir,
memperkaya kompetensi mahasiswa dan kesempatan kerja bagi mahasiswa/alumni, serta
mengembangkan program kemitraan.
1.3. Waktu dan Tempat Magang
Magang dilaksanakan pada hari senin tanggal 27 Juli 2015 hingga hari minggu
tanggal 23 Agustus 2015 yang dilakukan diperkebunan sayuran hidroponik PT
Momenta Agrikultura atau lebih dikenal dengan Amazing Farm. PT Momenta
Agrikultura terletak di

Kp.Pojok RT 01 RW 04 Desa Cikahuripan Lembang Kab.

Bandung Barat.
1.4. Capaian Kegiatan Magang
Setelah menyelesaikan kegiatan KKP, mahasiswa mampu:
1. Memahami dan mempraktekan teknik budidaya tanaman kususnya timun kyuri
secara hidroponik
2. Merumuskan alternatif pemecahan masalah yang berkaitan dengan aspek
perlakuan produksi pada kegiatan produksi maupun kegiatan pasca panen
3. Menerapkan soft-skills, dalam hal kompetensi profesional (pemahaman tugas,
kecakapan bekerja, kreativitas bekerja, pemecahan masalah dan etos kerja)
sesuai dengan deskripsi tugas yang diberikan secara profesional.
4. Menerapkan

soft-skills,

terutama

berkaitan

dengan

kompetensi

personal

(kejujuran, kemandirian, kedewasaan berpikir, tanggung jawab dan disiplin)


sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

5. Menerapkan soft-skills yang berkaitan dengan kompetensi sosial (komunikasi lisan


dan tulisan, kerja sama, dan etika) sesuai aturan yang berlaku dan bidang kerja
yang ditekuni

BAB II
ANALISIS SITUASI UMUM
2.1 Situasi dan Kondisi PT Momenta Agrikultura Lembang
2.1.1 Sejarah PT Momenta Agrikultura Lembang
PT Momenta Agrikultura merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
Agroindustri pertanian yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1998 dengan Amezing Farm
sebagai merek dagangnya. Perusahaan ini didirikan oleh bapak Ir.Denny K Rusly dengan
modal awal Rp 5.00.000.000,00 sebagai sebuah perusahaan perseroan terbatas
(Persero). Pada awalnya perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan yang bergerak
pada bidang finance atau pembiayaan, namun dengan adanya krisis moneter tahun 1998
perusahaan ini mengalami kerugian. Sejak terjadinya kerugian tersebut perusahaan ini
mulai bergerak pada bidang produksi tanaman sayuran.
Pada awalnya perusahaan ini hanya memiliki luas lahan sekitar 300 m2 di desa
Kayu Ambon pada tahun 1998 dan pada tahun 2000 melakukan perluasan 1,5 ha di
Kampong Pojok, Desa Cikahuripan dan delapan tahun kemudian (2008) menjadi 7 ha di
Kampung Cisaroni, Desa Cikahuripan. Dan terus berkembang hingga kini bertambah
jumlahnya dengan perkebunan yang terletak di Bogor dan Jakarta.
Sebelum memproduksi sayuran dengan cara hidroponik, perusahaan PT Momenta
Agrikultura menjual sayuran jenis aeroponik jenis tanaman selada, kalian, pakcoy, caisim
dan lain-lain. Seiring perkembangannya permintaan produksi tanaman sayuran PT
Momenta Agrikultura terus meningkat, sehingga produksi atau cara budidaya tanaman
dikembangkan menjadi tanaman hidroponik dan tanaman yang di tanam langsung
dengan biyaya produksi lebih murah. Selain itu dalam beberapa tahapan terjadi
perganitian dan penambahan Janis sayuran yang diproduksi.
2.1.2 Lokasi dan tempat produksi sayuran PT Momenta Agrikultura Lembang
Kebun produksi PT Momenta Agrikultura salah satunya terletak di Kebun Cisaroni,
Desa Cikahuripan, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat 40391. Dimana kebun ini memiliki
luas lahan sekitar 7 ha dengan ketinggian 1321 mdpl dan curah hujan 3000 mm/thn.
Secara geografis kebun ini terletak antara 60041 s/d 70019 lintang selatan dan 1070 22
s/d

1080

05

bujur

timur.

Perusahaan

ini

memiliki

website

resmi

http://amazingfarm.com/?leng=en dengan nomor telephone (022) 6133 6155.


4

Gambar 1. Kebun PT Momenta Agrikultura Lembang

2.1.3 Struktur Organisasi PT Momenta Agrikultura


Secara organisasi kebun ini dipimpin oleh seorang Manager farm yaitu Ir.Denny K
Rusly yang dibantu oleh asisten manager produksi, non produksi dan marketing. Dimana
manager farm bertugas dalam mengambil keputusan dan asistennya bertugas dalam
merancang dan mengawasi kegiatan produksi sayuran di lapangan yang di bantu oleh
supervisor. Didalam setiap greenhouse terdapat kepala greenhouse yang bertanggung
jawab atas produksi sayuran dalam greenhouse tersebut. Selain itu dalam pekerjaannya
kepala kebun di bantu oleh pekerja lapangan tetap maupun harian.
Dalam kegiatan pemasaran dilakukan oleh tim marketing, dimana tim ini
melakukan sortasi, greding, packing, olah produk hingga pemasaran. Dalam tim
marketing dipimpin oleh GM Manager yang dibantu oleh seorang meneger dan staff yang
ada. Selain itu dalam perkembangannya, saat ini PT Momenta dibantu oleh beberapa
mitra yang berasal dari petani, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan atau
permintaan pasar atas produk PT Momenta Agrikultura. Untuk mengetahui struktur
organisasi perkebunan PT Momenta Agrikultura dapat dilihat pada lampiran 1.
2.1.4

Sarana dan Prasarana PT Momenta Agrikultura Lembang


Sarana maupun prasarana PT Momenta Agrikultura Lembang terus dikembangkan,

hingga saat ini setidaknya PT Momenta Agrikultura telah memiliki greenhouse lebih dari
20 yang masih terus dikembangkan dan diperbaiki. Selain itu dalam perkebunan PT
Momenta Agrikultura terdapat satu greenhouse yang dimanfaatkan sebagai tempat
persemaian, satu gedung kantor utama, satu gedung pengepakan (Packing house),

gudang kemasan, gudang nutrisi, satu gedung mess yang digunakan untuk tempat
tinggal karyawan, serta peralatan pendukung seperti traktor, alat semprot, selang, truk
angkut dan lain-lain.

Greenhouse Persemaian

Gedung Kantor Utama

Greenhouse

Gedung PH (Packing House)

Gambar 2. sarana dan prasarana PT momenta Agrikultura Lembang


2.2 Tugas Pokok dan Fungsi PT Momenta Agrikultura Lembang
Perusahaan PT Momenta Agrikultura dalam menjalankan bisnisnya mengacu pada
visi dan misi yang terus dijaga dan dijadikan acuan beserta tujuan. Visi dari perusahaan
ini adalah menjadi perusahaan hortikultura terbesar di Indonesia dengan menyediakan
sayuran yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan pola hidup masyarakat Indonesia
yang lebih sehat dengan menggunakan misi berkomitmen menyediakan produk sayuran
dan buah-buahan yang sehat dengan kulaitsa tinggi, sehingga menjadikan konsumen
memiliki gaya hidup unuk mengkonsumsi buah dan sayuran yang sehat, serta
memperkenalkan system budidaya hidroponik dan aeroponik bagi masyarakat yang ingin
memulai usaha di dalam bidang pertanian hidroponik dan aeroponik.
6

Berdasarkan visi dan misi perusahaan PT Momenta Agrikultura tersebut dapat


diketahui bahwa perusahaan ini memiliki tugas dan fungsi utama didalam masyarakat
sebagai perusahaan yang:
1. Membantu menyediakan sayuran sehat di dalam negeri maupun luar negeri,
terutama bagi masyarakat kalangan menengah ke atas
2. Memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya masyarakat
sekitar
3. Membantu penjualan dan pengembangan kebun sayur bagi masyarakat sekitar
sebagai mitra perusahaan
4. Memberikan tempat dan sarana belajar bagi masyarakat terutama siswa atau
mahasiswa yang ingin memndapatkan ilmu di PT Momenta Agrikultura
5. Membantu mengembangkan sayuran dalam negeri
2.3 Peluang dan Tantangan yang dihadapi
Perusahaan PT Momenta Agrikultura sebagai perusahaan yang memproduksi
sayuran memiliki peluang yang cukup besar. Dimana peluang tersebut diantaranya adalah
masih terbukanya pasar untuk menerima produk-produk sayuran segar. Kondisi ini
terbukti dengan adanya impor sayuran Indonesia yang cukup tinggi yaitu sebesar 21.000
ton/thn (Rina, 2012), dimana supermarket yang manjadi pasar bagi komoditas sayuran
PT Momenta masih melakukan impor sayuran sebesar 35% (Utama,2010). Selain itu
tingkat konsumsi sayur Indonesia dari tahun ketahun semakin meningkat yang
menunjukan bahwa peluang pasar sayuran PT Momenta Agrikultura semakin terbuka.
Selain peluang, terdapat tantangan yang perlu dipecahkan oleh PT Momenta Agrikultura
sebagai perodusen sayuran dalam menghadapi persaingan pasar baik dalam negri
maupun luar negri, terutama dalam menghadapi pasar bebas (MEA) mendatang.
Tantangan tersebut diantaranya :
1. Menyediakan produk sayuran yang segar dengan produksi dan kuantitas yang
lebih tinggi hal ini berhubungan dengan pemenuhan permintaan pasar Indonesia
dan dunia
2. Meningkatkan kualitas nilai jual produk sayuran baik dalam bentuk segar maupun
olahan
3. Memaksimalkan hasil produksi tanaman sayuran PT Momenta Agrikultura sehingga
tidak ada yang terbuang

2.4 Time Schedule Kegiatan Magang


Table 1. Standar Oprasional Prosedur Time Schedule Budidaya Timun Kyuri
NO

JENIS KEGIATAN

PELAKSANAAN
(Minggu)

KETERANGAN

PERSIAPAN LAHAN

( Sebelum Tanam )

Sanitasi Lahan

Pembersihan Sisa Pembongkaran

Servis Bed + Pasang

Bad cembung agar air tidak

Mulsa Utuh
3

Pemasangan + Servis

tergenang
1

Rendam dengan NaHcl 2 ml/liter

Selang Drip
4

Pengecekan Lubang

Drip
6

Angkut / Isi Polybag

Polybag Uk : 35 x 35 cm Terisi
Penuh

Menata Polybag

Tertata Rapi Di tengah Bed


Dengan Lurus

Penjenuhan Polybag

Pasang Drip Spagheti/ 1


Regulating Stik @ Polybag

Sterilisasi Media

Menggunakan Air Di Tambah


Pupuk EC (Electro Conduktiviti)
1,5

10

Sterilisasi Lahan

II

Penanaman

(Saat tanam)

Pengangkutan Bibit

Penanaman

Insektisida (Dursban) 2 ml/liter

Umur Bibit 14 Hari Setelah Semai


( HSS )

Pemasangan Label

III

PEMELIHARAAN

(Setelah Tanam)

Program Fertigasi 1

14

EC 1.5 VOL/Hr/Tan 500 ml ( 5 x


Aflikasi )

Program Fertigasi 2

5 12

EC 1.5 VOL/Hr/Tan 1000 ml ( 5 x


8

Aflikasi )
3

Persiapan Tali Kasur (

Panjang Tali 6 - 9 m

Ajir )
4

Persiapan V Hook

Pengikatan Tanaman /

Psg Klip
6

Penyulaman

1-3

Pembuanagan Tunas

6,9,12,15,18,21,2

Setiap 3 minggu sekali setelah

Air + Sulur (Kumis )

4,27,30. dst

pebuangan tunas.

Lilit Tanaman

3,6,9,12,15,18,21

Searah Jarum Jam Dan Mengarah Ke

,24,27,30. dst

kanan Tanaman Berikutnya

8,11,14,17,20,23,

Sisakan minimal 10 daun diatas daun

26,29,32. dst

terakhir atau bawah

8
9
10

Rompes Daun

Lay Down

3,6,9,12,15,18,21
,24,27,30. Dst

11
12

Sanitasi / Weeding
Sensus Populasi

8,11,14,17,20,23,

Gulma Maupun Hasil Rompes/Tunas

26,29,32. dst

Air/Seleksi Buah

6 minggu sekali

Tanaman
13

Pencabutan Tanaman

6 minggu sekali

Layu
IV

PEMANENAN

Setelah Tanam

Panen

Setiap hari

* sesuai target

setelah 40 hari

Ukuran buah panjang minimal 16 cm

Pengendalian OPT

Setelah Tanam

Spraying Herbisida

1 & ( rutin )

Sekitar GH
3

Spraying Pestisida

Setiap 2 bln sekali per-tgl 1-14 bulan


berjalan

2 & ( rutin )

Dalam GH

Setiap minggu sekali tergantung


kebutuhan

Pemberian Siputox

Konsentrasi 1 grm/tan

Pemasangan yellow

Setiap Bedengan 3 pcs

4 & ( Rutin )

Setiap 2 bln Sekali Tergantung

traf
6

Aflikasi Bakterisida

Kebutuhan

IV

PEMBONGKARAN

Setelah Tanam

Panen Bongkar

90

Pencabuan Tanaman

90

Prapihan V Hook

90

* sudah termasuk program panen

10

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

3.1 Kegiatan Magang yang Dilakukan


Dalam Kegiatan Magang atau Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang dilakukan di PT
Momenta Agrikultura (Amazing Farm) dilakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan
dengan tujuan dari magang dengan harapan diperolehnya rencana capaian magang yang
diharapkan. Dimana dalam pelaksanaannya mahasiswa mengikuti kegiatan produksi
tanaman dari awal hingga akhir dengan mencoba memahami dan ikut andil didalam
proses produksinya. Kegiatan produksi tanaman yang dilakukan selama kegiatan KKP
adalah sebagai berikut :
3.1.1. Perencanaan Produksi Tanaman Timun
Sebelum kegiatan produksi atau budidaya tanaman dimulai pada PT Momenta
Agrikultura dilakukan kegiatan pendahuluan berupa perencanaan tanam. Dimana dalam
kegiatan perencanaan tanam ini, dilakukan analisis kebutuhan bahan tanam, media, serta
biaya produksi lainnya yang dibandingkan dengan hasil produksi yang dapat dicapai.
Dimana perhitungan hasil produksi ini dihitung pada setiap tanaman, setiap greenhouse
hingga keseluruhan hasil produksi tanaman. Pada tanaman timun kyuri rencana tanam
sendiri dapat dilihat pada jadwal atau Time Schedule Kegiatan Magang. Sementara untuk
keluaran atau kebutuhan dananya tidak diberikan secara detail. Perencnaan produksi atau
target yang diharapkan pada tanaman kyuri adalah 1,5 kg per-pohonnya dengan harapan
diperoleh rata-rata produksi tanaman 30 ton/ha. Dimana jika rencana produksi tanaman
kyuri berhasil, maka akan diperoleh keuntungan yang cukup untuk perusahaan.
3.1.2. Persemaian
Persemaian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan bahan
tanam berupa bibit yang siap di tanam. Dalam pelaksanaannya pembibitan dilakukan
dalam rumah greenhouse khusus yang dilakukan oleh pekerja khusus persemaian.
Persemaian benih dilakukan di dalam tray semai dimana tray semai sudah diisi media
tanam tanah yang baik dan disiram sebelum dilakukan penanaman. Dalam persemaian
digunakan satu lubang satu benih. Kemudian trey yang sudah di isi benih disimpan
ditempat yang aman dan dilakukan perawatan secara intensif. Dalam perawatannya
dilakukan penyiraman sehari 3 kali yaitu setiap jam 07.00, 11.00 dan jam 14.00.
11

kegiatan perawatan ini dilakukan hingga bibit yang dihasilkan siap tanaman yaitu usia 14
HSP (Hari Setelah Persemaiaan).

a. Penyiraman media semai

b. Pembuatan lubang semai

c. Menyemai benih timun kyuri

d. Bibit timun kyuri

Gambar 3. Kegiatan Persemaian


3.1.3. Persiapan Lahan Tanam (Greenhouse)
Sebelum dilakukan penanaman bibit timun kyuri, hal pertama yang dilakukan adalah
persiapan lahan. Dimana lahan ini pada umumnya merupakan lahan greenhouse yang
sebelumnya digunakan untuk penanaman timun atau penanaman tanaman lainnya
seperti tomat. Untuk mendapatkan lahan yang siap digunakan perlu dilakukan beberapa
hal yang dapat memperlancar dan mempermudah proses produksi timun sebagai berikut:
1. Sanitasi lahan dan pemasangan mulsa utuh
Sanitasi lahan atau pembersihan lahan dilakukan satu Minggu Sebelum
Tanam (MST), dimana dilakukan pembersihan lahan dari tanaman penganggu,
sisa tanaman dengan sampah-sampah lainnya (gambar 4a) yang dapat
menganggu tanaman. Sanitasi ini dilakukan bersamaan dengan perbaikan
guludan/Bed dengan tujuan untuk mendapatkan lahan yang bersih dan seteril
bebas dari OPT, gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
Setelah lahan bersih dan rapi barulah dilakukan pemasangan mulsa
(gambar 4b) pada lahan yang akan digunakan. Mulsa yang digunakan merupakan
mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP), dimana dalam pemasangannya warna perak
12

pada mulsa merupakan bagian atas dan warna hitam bagian bawah. Kondisi ini
dilakukan dengan harapan terjadinya fotosintesis yang lebih maksimal dengan
adanya pantulan cahaya dari mulsa perak serta menjaga kelembapan tanaman
dan mengurangi serangan OPT Mulsa yang dipasang diusahakan menutupi seluruh
permukaan tanah (guludan) dengan tujuan untuk menekan dan mengurangi
pertumbuhan gulma yang dapat menganggu serta menjaga kondisi lingkungan
tetap bersih.

a. Sanitasi lahan

B. Pemasangan mulsa

Gambar 4. Sanitasi lahan dan pemasangan mulsa


2. Pemasangan dan pengecekan selang tetes atau selang Drip
Selang drip atau selang tetes merupakan selang yang digunakan untuk
meneteskan atau mengalirkan air dari selang sekunder menuju tanah atau
polybag. Dalam pelaksanaannya perlu dilakukan pengecekan guna mengetahui
apakah selang masih berfungsi dengan baik dalam mengeluarkan cairan.

Gambar 5. Perbaikan atau pemasangan selang drip spaghety


3.1.4. Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan oleh PT Momenta Agrikultura untuk tanaman timun
kyuri merupakan media yang berasal dari sekam bakar. Pada lahan baru yang belum
13

pernah digunaka dibutuhkan media tanam yang baru, sehingga dilakukan pengisian
media sekam bakar kedalam polybag ukuran 35 X 35 cm hingga terisi penuh. Kemudian
media tanam tersebut ditata rapi pada bedengan yang telah siap dengan jarak 45 cm
antar tanaman. kemudian dilakukan sterilisasi media tanam yang biasa disebut dengan
penjenuhan. Sementara pada lahan atau greenhouse yang sudah digunakan, dilakukan
penambahan sekam bakar hingga sekam kembali terisi penuh, kemudian dilakukan
kegiatan sterilisasi.
Sterilisasi (gambar 6b) dilakukan dengan menyiram media tanam dengan
menggunakan larutan yang merupakan kombinasi dari pestisida (200 ml) dengan
fungisida (200 grm) kedalam 200 Liter air. Setelah itu larutan di aduk hingga tercampur
merata dan disiramkan sebanyak 250 ml pada polybag. Kemudian biarkan selama satu
minggu. Setelah satu minggu lakukan penjenuhan (gambar 6c) atau penyiraman media
tanam menggunakan air hingga media jenuh dan biarkan media selama 24 jam.

a. Penambahan media

b. Sterilisasi media tanam

c. Penjenuhan media

tanam

tanam

Gambar 6. Kegiatan persiapan media tanam


3.1.5. Penanaman bibit timun kyuri
Penanaman bibit timun kyuri diawali dengan pengambilan bibit pada greenhouse
persemaian, dimana bibit telah berusia 14 HSP (gambar 7a). Penanaman bibit sendiri
dimulai dengan pembuatan lubang tanam sedalam 1-2 buku jari, kemudian memasukan
bibit kedalam media tanam dan pastikan mengarah atau menghadap ke arah datangnya
sinar matahari. Penanaman tanaman sendiri biasanya dilakukan pada siang yang
mendekati sore yaitu pukul 13.00-15.00 dengan alasan untuk menjaga kelembapan
media dan kondisi lingkungan tetap sesuai bagi pertumbuhan tanaman.

14

a. Timun kyuri 14 HSP

b. Penanaman bibit timun ke dalam polybeg

c. Lahan yang selesai ditanami timun kyuri


Gambar 7. Penanaman bibit timun kyuri pada polybag
3.1.6. Pemeliharaan tanaman timun
Kegiatan pemeliharaan merupakan suatu kegiatan perawatan yang dilakukan untuk
menjaga tanaman agar tetap tumbuh sehat dan mampu memberikan produktivitas yang
baik. Dalam pelaksanaan pemeliharaan dilakukan beberapa kegiatan yang saling
mendukung dalam menjaga pertumbuhan dan hasil produksi tanaman, diantaranya
adalah :
1. Penyiraman dan pemberian nutrisi
Penyiraman dilakukan setiap hari menggunakan cara irigasi manual yang
dilakukan oleh kepala kebun. Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali setiap harinya
yaitu pada pagi hari pukul 08.00 dan siang hari pukul 14.00. Cairan irigasi yang di
gunakan untuk menyiram merupakan pupuk cair AB-MIX. AB-MIX merupakan pupuk
cair berupa campuran pupuk A dan pupuk B (konsentrasi tidak diberitahukan) yang
mengandung unsur hara mikro dan makro yang penting bagi tanaman.
Dalam pemberian nutrisi ini, PT Momenta Agrikultura menggunakan tangki
atau toren ukuran 2000 liter yang mengandung pupuk AB-MIX. Sebelum digunakan,
cairan nutrisi dalam AB-MIX harus di ukur nilai EC-nya. Dimana nilai EC yang baik
adalah dua atau setidaknya mendekati nilai tersebut. Kemudian air dialirkan melalui
pipa utama yang disambungkan pada pipa leteral dengan menggunakan bantuan
15

pompa air kemudian mengalir sampai pada selang drip spaghetti dan masuk kedalam
tanah serta perakaran. Dimana setiap polybag atau setiap tanaman dialiri nutrisi
sebanyak 100 ml/polybag.

a. Toren ukuran 2000 liter

b. Drum yang digunakan untuk


mencampur AB-MIX (200 l)

c. Selang sekunder

d. Selang drip spagheti

Gambar 8. Peralatan yang digunakan dalam penyiraman dan pemberian


nutrisi
2. Pemasangan klip dan pengikatan tanaman
Klip merupakan nama dari V-hook dan tali kasur yang telah disatukan dan
dipasangkan pada kawat horizontal yang dipasang diantara tanaman pada bagian
bawah dan atas (mendekati atap GH). Klip disini berfungsi sebagai alat yang menjaga
pohon timun tetap tegak dan tetap berada pada kondisi yang terjangkau.
Pemasangan atau kegiatan merapikan V-hook sendiri biasanya dilakukan saat
tanaman telah berusia tiga MST. V-hook yang digunakan terbuat dari besi yang telah
terbentuk (berbentuk s), sedangkan tali kasur yang digunakan memiliki panjang
delapan sampai sembilan meter. Setiap tanaman mendapatkan satu V-hook dan satu
tali kasur. Cara pemasangannya sendiri adalah dengan menggantungkan tali pada

16

kawat bagian atas dan kemudian mengikatakan salah satu ujung tali pada V-hook dan
ujung satunya pada tanaman.

a. V-hook

b. Tali kasur

c. Kawat

d. Klip

Gambar 9. Bahan yang digunakan untuk membuat klip dan klipnya


3. Penyulaman tanaman timun
Penyulaman merupakan kegiatan penggantian tanaman timun yang mati atau
rusak terserang OPT dengan bibit timun baru yang baik dan sehat. Penyulaman dapat
dilakukan sebelum pemasangan atau pengikatan klip pada tanaman.

Gambar 10. Bahan tanam penyulaman dan penyulaman


17

4. Sanitasi dan perompesan daun


Sanitasi merupakan kegiatan pambersihan greenhouse dari sampah dan
tanaman pengganggu. Pada kagiatan sanitasi hal pertama yang dilakukan adalah
pencabutan atau pembersihan tanaman penganggu pada polybag dan sekitar
tanaman, kemudian disusul dengan perompesan daun tanaman timun. Perompesan
dilakukan dengan cara memotong daun tanaman yang sudah tua, dimana disisakan
daun tanaman yang lebih muda 10 lembar. Kemudian dilakukan pembuangan
sampah berupa tanaman penganggu atau daun rompesan dan benda-benda lain
yang dapat menganggu tanaman. Kegiatan sanitasi atau pembersihan lahan dan
perompesan daun dilakukan setiap 8, 11, 14, 17, 20, 23, 26, 29, 32 HST dan
kelipatannya.

a. Santitasi kebun

C. Daun hasil rompesan

Gambar 11. Kegiatan sanitasi dan perompesan daun


5. Pelilitan tanaman dan pembuangan tunas air serta sulur tanaman timun
Kegiatan pelilitan tanaman merupakan suatu usaha yang dilakukan agar
tanaman timun tetap dalam kondisi tegak. Pelilita timun dilakukan dengan melilitkan
batang tanaman timun pada tali yang telah diikatkan pada pangkal batang yang
mendekati akar, dimana pelilitannya dilakukan searah jarum jam dan mengarah
kearah kanan tanaman berikutnya, hal ini dilakukan agar tanaman tatap terkena
cahaya matahari tanpa menganggu pertumbuhan tanaman lainnya. Kegiatan pelilitan
didahului atau diikuti dengan pemotongan sulur (kumis) dan tunas-tunas air pada
tanaman.
Pembuangan sulur (gambar 12a) dilakukan agar tanaman yang satu dan
tanaman yang lainnya tidak menyatu dan tidak adanya penggunaan nutrisi berlebihan
akibat pertumbuhan sulur. Sementara pembuangan tunas air dilakukan agar nutrisi
tanaman yang diberikan dapat terfokus pada daun, buah pada pohon utama dan tidak
18

menibulkan tumbuhnya cabang lain yang dapat merusak dan mengakibatkan hasil
tidak maksimal.

Kegiatan pelilitan tanaman, pembuangan tunas air serta sulur

tanaman timun dilakukan pada waktu yang sama yaitu setiap tiga minggu satu kali
dimulai pada minggu ke-tiga setelah tanam.

a. Pembuangan sulur

b. Pelilitan
tanaman

Gambar 12. Pembuangan sulur dan pelilitan tanaman

6. Lay down
Lay down merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjaga ketinggian tanaman
timun tetap terjangkau, dimana ketinggan timun di usahakan setinggi 150 cm. Lay

down dilakukan dengan cara mengulur tali keatas agar tanaman turun kebawah.
Kelebihan atau sisa batang yang jatuh dililitkan pada pot mengikuti arah jarum jam.
Tujuan dari kegiatan lay down selain menjaga ketinggian tanaman juga digunakan
untuk memperpanjang usia tanaman. Dimana dengan kegiatan lay down kita tidak
perlu memotong bagian atas tanaman yang dapat merusak dan memperpendek usia
tanaman. Kegiatan lay down dilakukan setelah kegiatan perompesan dan pelilitan,
hal ini dilakukan untuk mempermudah kegiatan atau proses lay down. Ketika kegiatan

lay down selesai maka akan terlihat tinggi tanaman timun sama dalam satu ghebel.

19

a. Lay down

b. Pelilitan batang

c. Ghebel yang
selesai dilakukan

Lay down
Gambar 13. Kegiatan lay down
7. Sensus tanaman dan pencabutan tanaman rusak atau layu
Sensus tanaman merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui nilai
presentase tanaman hidup serta memperkirakan hasil produksi tanaman per-ghebel
maupun per-greenhouse serta dapat digunakan untuk memperkirakan kerugian yang
didapatkan. Sensus tanaman ini dilakukan setiap enam minggu sekali yang diikuti
dengan pencabutan tanaman mati atau rusak berat.
3.1.7. Pengendalian OPT
Tanaman timun kyuri milik PT Momenta Agrikultura pada dasarnya tidak mengalami
banyak serangan OPT, hal ini dikarenakan perawatan dan pencegahan yang dilakukan
secara intensif. Dalam penanganan atau pencegahan serangan OPT timun kyuri PT
Momenta Agrikultura dilakukan dengan beberapa cara, seperti berikut ini :
1) Pemasangan yellow trap

Yellow trap merupakan suatu alat yang digunakan untuk menanggulangi serangga
atau OPT dengan memanfaatkan spectrum warna yang banyak disukai serangga
yaitu warna kuning, dimana dalam warna tersebut dilapisi lem yang dapat
mengikat serangga agara tidak dapat terbang kembali. Pada timun kyuri
pemasangan yellow trap per-bedengan adalah sebanyak 1-3 buah. Yellow trap
akan di ganti denga yellow trap yang baru saat lem atau perekatnya tidak lagi
berfungsi.

20

a. Yellow trap

b. Pemasangan yellow trap

Gambar 14. Pemasangan yellow trap


2) Spraying Pestisida di dalam Greenhouse
Pestisida merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan dalam
menangani

serangan

OPT

PT

Momenta

Agrikultura

dalam

budidayanya

menggunakan pestisida dalam menangani serangan OPT baik dalam serangan


sekala kecil maupun besar bahkan dalam pencegahannya. Dalam timun kyuri yang
memiliki serangan OPT rendah dilakukan pencegahan dengan melakukan spraying
pestisida setiap dua bulan sekali. Pestisida yang digunakan pada PT Momenta
untuk tanaman tomat adalah pestisida yang berbahan aktif Diafentiuron dengan
merek dagang Pegasus yang bersifat kontak. Pestisida ini digunakan untuk
mencahah dan membunuh hama trips, ulat grayak, dan kutu daun. Dalam
aplikasinya penggunaan pestisida ini dicampur dengan bahan perekat.

C. Pengadukan bahan yang


digunakan

a.

Bahan yang
digunakan

b.

Pecampuran bahan

d. Penyemprotan

pestisida

Gambar 15. pelarutan dan pengaplikasian pestisida yang digunakan

21

3.1.8. Pemanenan buah timun Kyuri


Pemanenan merupakan kegiatan mengambil hasil atau buah yang telah siap untuk
dipasarkan. Timun kyuri yang siap dipanen pada umumnya memiliki usia 45-50 HST,
dimana timun yang dipanen pada umumnya memiliki warna hijau tua dan memiliki
panjang lebih dari 16 cm. Kegiatan pemanenan dilakukan setiap hari pukul 07.00 hingga
pukul 10.00. Buah dipanen dengan menggunakan bantuan gunting untuk memotong
tangkai buah dari batang utama timun kyuri, hal ini dilakukan agar pemotongan tidak
melukai buah maupun tanaman, kemudian buah dikumpulkan dan disortasi antara buah
yang layak pasar dan buah yang tidak layak pasar. Buah yang layak pasar kemudian
disusun rapi pada kotak panen dan dianggkut menggunakan truk angkut hasil panen dan
dikirim ke packing house untuk di packing dan didustribusikan.

Gambar 16. Buah timun kyuri yang dipanen


3.1.9. Pembongkaran tanaman
Pembongkaran merupakan kegiatan pencabutan tanaman dari media tanam atau
polybag untuk digantikan dengan tanaman baru. Kegiatan pembongkaran ini dilakukan
pada saat tanaman telah mencapai tingkat produksi maksimum yaitu saat tanaman timun
kyuri telah berusia 90 HST. Sebelum dilakukan kegiatan pembongkaran sebaiknya
tanaman timun di panen dahulu. Pembongkaran tanaman diawali dengan memotong
batang tanaman (gambar 17a) yang mendekati akar ( 10 cm dari pangkal akar),
kemudian batang atas dilepaskan dari lilitan tali kasur dan dilanjutkan dengan mencabut
akar

tanaman

pada

polybag.

Setelah

itu

lakukan

pembuangan

sampah

sisa

pembongkaran dan melakukan penambahan skam pada polybag hingga penuh serta
lakukan kegiatan perapian V-hook dan tali kasur yang ada (gambar 17c).

22

a.

Pemotongan pangkal batang

b. Sisa tanaman yang dibongkar

timun kyuri

c. Merapikan tali kasur


dan v-hook

d. Lahan yang telah dirapikan dari sisa


pembongkaran

Gambar 17. Pembongkaran tanaman


3.1.10. Pasca panen
Pasca panen merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan
kualitas dan harga jual produk atau tanaman yang telah di panen. Kegiatan pasca panen
dilakukan di gedung atau rumah PH (Packing House) yang merupakan tempat pencucian,
pengepakan hingga pengolahan produk. Pada produk timun kyuri sendiri, kegiatan
setelah panen yang dilakukan adalah sortasi kedua. Dimana dalam kegiatan sortasi ini
dipilih secara lebih spesifik dan sesuai permintaan pasar. kemudian dilakukan
pengepakkan, dimana dalam hal ini timun kyuri dimasukkan kedalam kardus berlabel

Amazing Farm kemudian di tutup dan di timbang. Selain penimbangan timun kyuri yang
akan di jual, dilakukan pula penimbangan timun kyuri yang terbuang, kemudian hasil
penimbangan dicatat dan diserahkan kepada supervisor untuk dilakukan analisis hasil
produksi. Dari catatan ini dapat diketahui hasil produksi harian hingga keseluruhan timun
kyuri PT Momenta Agrikultura.

23

Dalam penjualannya timun kyuri di jual dalam bentuk curah atau kiloan, dimana dari
tim produksi harga timun kyuri per-kgnya adalah 8000, semantara dari tim marketing
penjualan timun kyuri dihargai sekitar Rp.19.000,00 per-kgnya. Setelah pengepakkan
selesai dilakaukan kegiatan pendistribusian menuju pasar atau supermarket. Di Indonesia
sendiri pasar bagi produk Amazing Farm adalah beberapa supermarket di bandung,
Jakarta dan makasar. Supermarket yang menjadi tempat penjualan diantaranya adalah
Carrefour, Giant, Hero, Hypermart, Jakarta Buah Segar, Kamome, Matahari Supermarket,
Food Mart, Papaya Supermarket, Ranch Market, Farmers Market, Rejeki Supermarket,
Raja Buah, Raja Fresh, Food Hall Supermarket, Total Toko Buah, Healthy Choice, Grand
Lucky Superstore, Lottemart, and Market City. Selain di supermarket produk PT Momenta
Agrikultura juga dipasarkan pada Hotel, resto dan caf seperti Shangrilla Hotel, Kristal
Hotel, Tamani Caf, Parama, Blekros Catering, Factory Bistro, Steak 21, Myeoungga
Korean Resto, Tobak Resti, Bless Resto, Bornga Resto, Gloria Resto, dan Soup Ikan
Batam.
3.2 Hasil Kegiatan Magang
Sebelum dilakukan kegiatan magang, mahasiswa melakukan perencanaan kegiatan
magang yang didalamnya terdapat tujuan dan rencana pencapaian yang bisa didapatkan
selama kagiatan magang. Dalam kegiatan yang dilakukan di perusahaan PT Momenta
Agrikultura mahasiswa mencoba, melakukan dan berusaha memahami praktek budidaya
tanaman timun kyuri secara hidroponik yang menjadi kajian selama kegiatan KKP.
Dimana kegiatan ini dilakukan mulai dari pagi hari pukul 07.00 hingga sore hari
pukul 15.00. dimana kegiatan yang dilakukan di mulai dari perencanaan tanam hingga
persiapan pemasarannya. Mahasiswa melakukan kegiatan tersebut selama satu bulan
dengan melakukan pendekatan kepada masing-masing petugas atau penanggung jawab
dan supervisor setiap bidangnya. Dimana kegiatan budidaya ini dibagi menjadi beberapa
tahapan seperti perencanaan, pembibitan, produksi tanaman hingga kegiatan pasca
panen.
Dari kegiatan tersebut mahasiswa memahami cara atau tehnik budidaya timun kyuri
secara hidroponik sekaligus memahami waktu kerja serta petingnya waktu dalam bekerja.
Dalam proses atau kerja yang dilakukan mahasiswa benyak melakukan kegiatan sosial
yang bertujuan mengolah kemampuan soft-skill. Dalam hal ini mahasiswa melakukan
komunikasi dimulai dari supervisor hingga pekerja harian bahkan untuk beberapa
masyarakat serta mahasiswa KKP lainnya atau mahasiswa yang tengah melakukan
kegiatan penelitian di PT Momenta Agrikultura
24

Dalam kegiatan magang atau KKP hal yang belum tercapai secara penuh adalah
kemampuan mahasiswa dalam merumuskan dan memecahkan masalah. Hal ini
dikarenakan mahasiswa tidak dilibatkan dalam perumusan ataupun pemecahan masalah
secara langsung yang terdapat diperusahaan terutama pada timun kyuri. Hal ini
dikerenakan pada timun kyuri permasalahan yang timbul tidak banyak atau dapat
dikatakan tidak ada. Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa
mahasiswa memiliki kemampuan yang cukup dalam menerapkan ilmunya di dalam dunia
kerja.
Dalam kegiatan produksi sayuran dalam perusahaan PT Momenta Agrikultura perlu
diperbaiki dan perlu dikaji kembali mengenai beberapa hal seperti penanggulangan OPT
yang dilakukan dengan pestisida meskipun OPT tidak terlihat atau intensitas kerusakan
belum begitu merugikan, selain itu perlu dilakukan pengolahan sisa-siaa bahan produksi
yang tidak layak pasar menjadi bentuk pangan olahan yang masih dapat dipasarkan
sehingga tidak terbuang percuma. Pembuangan sampah yang hanya dilakukan disekitar
area perkebunan tanpa dilakukan pengolahan perlu ditangani dengan pengolahan yang
tepat agar lebih bermanfaat.

25

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Dari hasil kegiatan magang atau Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang telah dilakukan
selama kurang lebih satu bulan (27 juli 2015 sampai 24 agustus 2015) diperoleh hasil
yang cukup memuaskan. Hal ini dikarenakan selama proses kegiatan dan pembelajaran
yang dilakukan banyak hal baru yang dipelajari sehingga diperolehnya pengalamanpengalaman yang menarik dan mampu menambah pengetahuan.
Selama kegiatan magang diperoleh suatu suasana pekerjaan yang nyata dan
berbeda dengan kehidupan perkuliahan pada umumnya. Dimana disini mahasisiwa
dituntut bekerja tepat waktu dengan tantangan pekerjaan yang cukup sulit. Mahasisiwa
diajarkan kegiatan dari perencanaan tanam hingga kegiatan panen. selain itu mahasisiwa
dituntut untuk melakukan kegiatan social dan berbaur dengan para pekerja dan juga
mahasisiwa magang lainnya. Hal ini dilakuakan dengan mengadakan perlombaan, kumpul
bersama hingga kegiatan perpisahan. Kegiat social tersebut membantu mahasisiwa dalam
mengasah soft-skill dan juga membantu meperbanyak teman dari berbagai daerah dan
tempat yang berbeda.
4.2. Saran
Selama satu bulan kegiatan magang yang dilakukan, diperoleh hasil analisis dan
juga penilaian. Dimana hasil analisis yang memberikan penilaian baik penilaian terhadap
mahasiswa maupun perusahaan. Penilaian tersebut menghasilkan sebuah saran seperti
berikut ini:
4.2.1 Saran bagi Perusahaan
Perusahaan PT Momenta Agrikultura secara garis besar memberikan pelung yang
cukup besar bagi mahasiswa dalam belajar mengenai sayuran terutama sayuran buah
timun kyuri. Dimana PT Momenta Agrikultura memberikan peluang bagi mahasiswa untuk
belajar secara lebih luas dan lebih banyak dimulai dari perencanaan tanam hingga
pemasarannya. Namun dalam kegiatannya PT Momenta Agrikultura tidak melibatkan
secara langsung mahasiswa dalam mengani masalah yang tengah dihadapi, melainkan
mahasiwa lebih kepada belajar bagaimana PT Momenta Agrikultura dalam mengelola atau
memproduksi tanaman. Selain itu mahasiswa lebih banyak melakukan kegiatan lapangan
26

(produksi) sehingga kurang memahami kondisi atau bagian perusahaan lainnya. Selain itu
penerimaan mahasiswa magang yang dilakukan perusahaan cukup besar dan kurang
adanya pembatasan, sehingga perhatian perusahaan terhadap peserta magang dirasakan
kurang, selain itu hal ini mengakibatkan pekerjaan yang dilakukan peserta magang terlalu
sedikit karena terlalu banyak peserta magang.
4.2.2 Saran bagi Mahasiswa PKL
Adapun saran bagi mahasiswa Praktek Kerja Lapangan selanjutnya dari penulis
adalah sebagai berikut :
a. Diharapkan bagi mahasiswa yang akan Praktek Kerja Lapangan di PT Momenta
Agrikultura Lembang lebih interaktif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
b. Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan harus lebih mampu membaur dan menyatu
dengan kondisi lingkungan sekitar dan tidak melupakan perusahaan magang.

27

DAFTAR PUSTAKA

Rina, yanti. 2012. Aspek Sosial Ekonomi Komoditas Sayuran Utama di Lahan Rawa. Terdapat di
http://pertanian.trunojoyo.ac.id/semnas/wp-content/uploads/ASPEK-SOSIAL-EKONOMIKOMODITAS-SAYURAN-UTAMA-DI-LAHAN-RAWA.pdf. (26-09-2015)
Rochintaniawati,

Diana.

2012.

Hidroponik

Sederhana.

Terdapat

pada

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/DIANA_ROCHINTANIAWATI/B
IOLOGY_TERAPAN/HIDROPONIK_SEDERHANA.pdf. (3-09-2015)
Saputro, Christophorus Aji . FastNews 2015. Tatan Tarjuna Kantongi Rp 200 Juta/Bulan dari

Budidaya Sayuran Jepang. Terdapat pada http://www.jitunews.com/read/3793/tatantarjuna-kantongi-rp-200-juta-bulan-dari-budidaya-sayuran-jepang. (3-09-2015)


Utama, I Made Supartha. 2010. Pentingnya Rantai Pendingin dan Teknologi Praktis Pasca Panen

Bagi

Pengembangan

Hortikultura

di

Indonesia.

terdapat

pada

http://staff.unud.ac.id/~madeutama/wp-content/uploads/2010/10/Artikel-Mataran-MadeUtama.pdf. (26-09-2015)

28

LAMPIRAN

lampiran 1. Setruktur Organisasi PT Momenta Agrikultura

29

lampiran 2. Dokumentasi hasil kegiatan Kuliah Kerja Profesi

Penyiraman media persemaian

Persemaian timun kyuri

Bibit timun kyuri

Greenhouse pembibitan

Bahan yang digunakan


untuk sterilisasi

Larutan sterilisasi

Sterilisasi media tanam

Kegiatan Penjenuhan

Bibit timun kyuri usia 14 HSP (Hari Setelah Persemaian)

Media siap tanam

30

Kegiatan penanaman bibit timun kyuri

Greenhouse yang telah ditanami

Toren dan Drum yang digunakan untuk Tempat air dan


larutan AB-MIX

Selang sekunder

Pemasangan mulsa

Selang drip

Peralatan untuk
pembuatan klip

Lahan yang telah diberi


mulsa
31

Greenhouse timun kyuri

Pemotongan sulur timun kyuri

Pembuatan pestisida

Perapian ajir atu


benang kasur

Penyemprotan pestisida

32

Pemasangan klip

Sanitasi atau pembersihan


lahan

Greenhouse hasil pembongkaran

Perompesan daun

Lahan yang telah


dibersihkan

33

lampiran 3. LOOGBOOK MAGANG

34

35