Anda di halaman 1dari 55

AUDIT PENCEGAHAN

DAN
PENGENDALIAN INFEKSI DI
RS

DISAMPAIKAN PADA PELATIHAN PPI


DASAR
WISMA BIDAKARA HARAPAN
KITA

25 28 APRIL
2016

Audit PPI penting karena PPI adalah untuk melihat


kepatuhan petugas kesehatan dalam pelaksanaan PPI

Bertujuan meningkatkan mutu secara komprehensif


dan menyeluruh dalam sistem pelayanan kesehatan di
RS

Audit perlu isu yang sudah memiliki standard


prosedur operasional

Tidak berhenti hanya pengamatan berlanjut pada


intervensi (upaya perbaikan) dan evaluasi keberhasilan

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti sesi ini
diharapkan peserta latih
memahami cara melakukan
audit pencegahan dan
pengendalian infeksi di RS
dengan baik dan benar

HAIs

Mortalitas
Morbiditas

MASALAH

HH
APD
Limbah
Lingkungan
Peralatan
Linen
Kes. Karyawan
Penempatan Pasien
Etika batuk
Penyuntikan yang aman
Praktil lumbal punksi

VAP,IAD
P
ILO,ISK

Airborne
Droplet
Contact

Menerapkan
Bundles of
HAIs

Komite PPI
Tim PPI
Monev
Audit

Eksternal
Internal

Struktur organisasi
Uraian tugas

PENGERTIAN AUDIT
Memeriksa/mencek

penerapan praktek
sesuai standar
Menilai

kondisi
sebenarnya
bandingkan terhadap
kebijakan tertulis
(dokumen SPO dan IK)

Proses

Action)

PDSA (Plan-Do-Study-

Membantu

perbaiki sistem

dengan
melakukan perubahan
tanpa mencari
kesalahan individual
Sebagai

alat untuk
asesmen risiko,
perencanaan (strategic

planning) dan RCA (Root


Cause Analysis)

Tim

Audit yang kompeten

Perencanaan
Monitoring

yang baik

dan evaluasi

yang cermat
Pelaporan

yang
objektif identifikasi
masalah yang perlu
perbaikan

Plan : perencanaan tindakan


berdasarkan hasil
asesmen risiko tahunan

Do : menerapkan rencana tindakan


perbaikan atau perubahan sesuai hasil
asesmen risiko

Study/Check : menilai bagaimana hasil


pelaksanaan perbaikan atau perubahan

Action : menetapkan tindakan


selanjutnya atas hasil penilaian
pelaksanaan perbaikan / perubahan

PDSA: Angka Kejadian VAP


Penerapan bundle VAP (HH,
patient positioning 30
manajemen sekresi, oral care)
Monitoring tindakan
pemasangan dan
pemeliharaan Ventilator.
Melengkapi sarana.

Hasil Evaluasi dianalisa


dan dilakukan tindak
lanjut sesuai dengan
masalah yang ada.

Menurunkan
angka VAP dgn
melakukan evaluasi
terhadap faktor
penyebab terjadinya
VAP diruang
ICU,NICU,PICU

Melakukan
evaluasi terhadap
pelaku tindakan
maupun lingkungan,
alat sarana dan
prasarana diruang
ICU,NICU,PICU

Kewaspadaan Isolasi Kewaspadaan


Standar dan

Kewaspadaan Berdasar Transmisi


Kebersihan tangan
Kebersihan lingkungan
Proses sterilisasi dan disinfeksi alat
Pengelolaan linen dan laundry
Pengelolaan limbah infeksius dan benda tajam
Penggunaan APD

Tindakan pemasangan dan perawatan


kateter

vaskuler
Tindakan pemasangan dan perawatan
alat bantu

napas
Tindakan pemasangan dan perawatan
kateter urin

Tindakan perawatan luka / wound care

Persiapan

pasien yang benar

Pencukuran
Prosedur

rambut

cuci tangan bedah

operator
Pemberian

antibiotik

profilaksis
Prosedur

antisepsis

Penerapan

safety check list

Lalu

lintas keluar-masuk OK

Tim : wakil dari aspek yang akan di audit

Unit Mutu/KP, PPI-RS, IPCN, IPCLN, Bid


Keperawatan
Unit Sanitasi Lingkungan, Inst Pusat Sterilisasi, Inst
Penunjang Sarana, Bag Teknik (sesuai sasaran )
Dasar : pemahaman menyeluruh bahwa audit sematamata untuk perbaikan

Sifat : konsisten, objektif, anonim, tidak


mencari kesalahan

1.

Menyusun rencana audit

2. Menetapkan tujuan dan sasaran


audit
3. Membuat daftar tilik
4. Menetapkan kerangka waktu
5.Tatacara pelaksanaan
6. Penunjukkan para auditor
7.Tatacara pelaporan hasil audit

Mengumpulkan anggota terpilih untuk


bekerjasama
dalam penyusunan rencana kerja

Ketua Tim dapat berasal dari PPI, Mutu


atau KP sesuai kesepakatan

Menetapkan prioritas audit sesuai


temuan masalah hasil surveilans, RCA
atau asesmen risiko

Menetapkan kerangka waktu pelaksanaan


Menunjukkan para auditor
anggota Tim dan petugas di
lapangan

Menjalin komunikasi aktif dengan


Kepala / Ketua area yang di audit

Sasaran perlu disepakati bersama atas dasar


data nyata

hindari pemborosan waktu, tenaga, biaya


Menetapkan sasaran dapat menggunakan
metode seperti :

Root Cause Analysis (RCA) :


Flowcharts
Cause and Effect Diagrams (Ishikawa,
Fishbone)
Pareto charts
Run charts

Fish Bone - VAP


Faktor Pasien
Manajemen

Faktor Staff

Pasien dengan kondisi kritis


Pasien dengan
Kepatuhan HH masih
hemodinamik tidak
rendah
stabil
Pasien imuno
Belum semua
compromise
Implementasi
Kebersihan mulut yang
Bundle VAP dilakukan
kurang baik
Kebocoran pada cuff
Malnutrisi
Intubasi tidak sesuai
Kontra indikasi untuk
SPO
posisi
head up

Persiapan alat
intubasi tidak
menggunakan duk
steril

Faktor Lingkungan

Faktor

Belum ada SPO


pemantauan VAP
Belum ada SPO
intubasi
Kurangnya sosialisasi
formulir pemantauan
pasien dengan
ventilator
VAP
Beban kerja perawat
overload, rasio
perawat dan pasien
tidak sesuai
Belum adanya tim
monitoring
pelaksana bundle
VAP

Faktor Tim

Chlorhexidine
belum tersedia
Oral hygiene set
jumlah
belum sesuai
kebutuhan
Tempat tidur rusak
tidak bisa posisi head
up
Faktor Fasilitas

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271 -283
(May 2007)

Audit Lingkungan

Audit hand Hygiene

Audit kamar operasi

Audit Instalasi gizi

Audit CSSD

Audit ruang isolasi

Audit
Lingkungan
area
pengunjung

Bundle
pencegahan
ISK

Contoh daftar tilik K.


Standar

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283

(May 2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283


(May 2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283 (May
2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283 (May
2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283 (May 2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283


(May
2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283


(May 2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283


(May 2007)

Sasaran
Audit
HH

Lingkung
an
Kateter
vaskuler
Kateter
urin

Area
Audit
ICU

NICU
HCU
ULB

Lakukan

manfaat

pada fokus area tidak

secara acak (gambaran


menyeluruh)
tidak mewakili keadaan
sebenarnya
Lakukan

anonim

kuesioner awal secara

untuk pertajam fokus audit

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271 283 (May
2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283 (May
2007)

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283 (May
2007)

Contoh Kuesioner awal

American Journal of Infection Control, Vol 35, Issue 4, Pages 271-283


(May 2007)

1. Menunjuk para auditor :


Anggota Tim
Petugas lapangan

2. Menyamakan tatacara
penilaian dan persepsi
3. Bila perlu, melakukan
pelatihan /
simulasi audit

Kepatuhan = ya / ya +tidak x
100=.%

Kepatuhan baik jika 85% %

Kepatuhan sedang jika 76 84 %

Kepatuhan kurang jika < 76 %

Hasil audit dilaporkan ke


komite mutu, pimpinan RS

Hasil diumpan-balikkan ke unit


yang diaudit

Laporan berbentuk diagram atau

grafik

Laporan disertai saran/rekomendasi

Keselamatan
pasien/
Kepuasan
pelanggan
Proses
Perubahan /
Perbaikan
Masalah yang ada

1.The Infection Control Audit:The


Standardized audit as
a tool for change
Elizabeth Ann Bryce,MD,FRCPC,
Sydney Scharf,RN,CIC,
Moira Walker,RN,CIC,Anne
Walsh,RN
American Journal of Infection Control,Vol
35, Issue 4, Pages 271-283 (May 2007)
DOI: 10.1016/j.ajic.2006.05.293
2. Audit in Infection Prevention and Control
Nagwa Khamis, Gertie van Knippenberg
Gordebeke
Basic Concepts of Infection Control, 2nd ed,

pages 7180 (2011)