Anda di halaman 1dari 12

Asas dan Dasar

Hukum Kepailitan
Dr. Freddy Harris
Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Sumber Hukum Kepailitan di Indonesia




BW secara umum
Khususnya pasal 1131, 1132, 1133 dan 1134

HIR (Peraturan Acara Perdata)

Undang undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang


Perseroan Terbatas

Undang Undang No. 37 Tahun 2004 tentang


Kepailitan dan PKPU
2

Pengaturan Kepailitan dalam


UU Perseroan Terbatas


Direksi perseroan terbatas hanya dapat mengajukan


permohonan ke pengadilan (niaga) agar perusahaan
dinyatakan pailit berdasarkan RUPS (pasal 90 ayat 1)

Dalam hal kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian


direksi dan kekayaan perusahaan Debitor tidaj cukup untuk
menutup kerugian akibat kepailitan tersebut, anggota Direksi
bertanggung jawab secara tanggung renteng (pasal 90 ayat 2)

Anggota direksi yang dapat membuktikan bahwa kepailitan


bukan karena keslahan atau kelalaiannya, tidak bertanggung
jawab secara tanggung renteng. (Pasal 90 ayat 3)

Asas UTAMA Undang Undang Kepailitan




Cepat
Proses Kepailitan lebih sering digunakan oleh pelaku usaha, sehingga memerlukan
keputusan yang cepat

Adil
Melindungi kreditor dan debitor yang beritikad baik serta pihak ketiga yang
tergantung dengan usaha debitor

Terbuka
Keadaan insolven suatu badan usaha harus diketahui oleh masyarakat sehingga
tidak akan menimbulkan efek yang negatif dikemudian hari, dan mencegah
debitor yang beritikad buruk untuk mendapatkan dana dari masyarakat dengan
cara menipu

Efektif
Keputusan Pengadilan harus dapat dieksekusi dengan cepat, baik keputusan
penolakan permohonan pailit, keputusan pailit, keputusan perdamian, maupun
keputusan PKPU
4

Asas Undang Undang Kepailitan




Mendorong investor untuk ber-investasi

Memberikan perlindungan yang seimbang antara Debitor


dengan Kreditor

Pernyataan pailit seharusnya berdasarkan persetujuan para


Kreditor mayoritas

Permohonan pailit hanya dapat diajukan terhadap Debitor


yang insolven

Mengakui hak hak separatis dari Kreditor pemegang jaminan

Asas Undang Undang Kepailitan




Pernyataan pailit harus diputus dalam waktu yang tidak


berlarut larut

Pengurus perusahaan yang pailit harus bertanggung jawab


kecuali dapat membuktikan tidak bersalah

Memungkinkan utang Debitor diupayakan direstrukturisasi


sebelum diajukan permohonan pailit

Kriminalisasi terhadap kecurang Debitor

Tujuan Hukum Kepailitan (1)




Memberikan forum kolektif untuk memilah-milah hak-hak dari


berbagai penagih terhadap aset seorang Debitor yang tidak
cukp nilainya

Menjamin pembagian yang sama terhadap harta kekayaan


Debitor di antara para Kreditornya sesuai dengan asas Pari

passu


Mencegah agar Debitor tidak melakukan perbuatan perbuatan


yang dapat merugikan kepentingan para Kreditor

Melindungi Kreditor Konkuren untuk memperoleh hak mereka

Tujuan Hukum Kepailitan (2)




Memberikan kesempatan kepada Debitor dan para


Kreditor untuk berunding dan membuat kesepakatan
mengenai restrukturisasi utang Debitor

Menghukum pengurus yang karena kesalahannya


telah mengakibatkan perusahaan mengalami
keadaan keuangan yang buruk sehingga perusahaan
mengalami keadaan insolvensi

Memberikan perlindungan kepada Debitor yang


beritikad baik dari para Kreditornya dengan cara
memperoleh pembebasan utang (US)
8

Fungsi Undang Undang Kepailitan (1)




BW : Mengatur tingkat prioritas dan urutan masing masing


piutang para Kreditor.

Mengatur tatacara agar seorang Debitor dapat dinyatakan


pailit

Mengatur tatacara menentukan kebenaran mengenai adanya


suatu piutang seorang Kreditor.

Mengatur tentang sahnya piutang atau tagihan.

Mengatur mengenai jumlah yang pasti dari dari piutang

Fungsi Undang Undang Kepailitan (2)




Mengatur tata cara melakukan pencocokan atau verifikasi


piutang piutang para Kreditor

Mengatur bagaimana cara membagi hasil penjualan harta


kekayaan Debitor untuk pelunasan piutang masing masing
Kreditor berdasarkan urutan tingkat prioritasnya

Untuk eksekusi sita umum oleh pengadilan terhadap harta


Debitor sebelum pembagian hasil penjualan.

Mengatur upaya perdamaian yang ditempuh oleh Debitor


dengan para Kreditor, sebelum pernyataan pailit dan sesudah
pernyataan pailit
10

Perlindungan kepentingan kepailitan


perseroan


Kepentingan perseroan

Kepentingan pemegang saham minoritas

Kepentingan karyawan perseroan

Kepentingan persaingan usaha yang sehat

Kepentingan masyarakat
11

Kepentingan masyarakat


Pajak yang dibayar Debitor oleh negara

Masyarakat yang memerlukan kesempatan kerja dari Debitor

Masyarakat yang memasok barang dan jasa ke pada Debitor

Masyarakat yang tergantung hidupnya dari pasokan barang


dan jasa (konsumen atau pedagang)

Kepailitan Bank



Nasabah penyimpan dana


Nasabah yang memperoleh kredit

12

Anda mungkin juga menyukai