Anda di halaman 1dari 5

Nama Kelompok:

1.
2.
3.
4.
5.

Aafif Amirul Amin (1413206001)


Aldila Putra Trisna (1413206002)
Alfrida Kumala Dewi (1413206003)
Alfi Mardiana (1413206004)
Anggiti Ambarsari

SULFONILUREA
(METFORMIN)

1.

FARMAKOLOGI
Meftormin merupakan obat antidiabetik oral yang berbeda dari golongan sulfonilurea
baik secara kimiawi maupun dalam cara bekerjanya. Obat ini merupakan suatu biguanida
yang tersubsitusi rangkap yaitu Metformin (dimethylbiguanide) Hydrochloride. Mekanisme
kerja Metformin antara lain :

Metformin merupakan zat antihiperglikemik oral golongan biguanid. Mekanisme kerja


Metformin menurunkan kadar gula darah dan tidak meningkatkan sekresi insulin.

Metformin tidak mengalami metabolisme di hati, diekskresikan dalam bentuk yang tidak
berubah terutama dalam air kemih dan sejumlah kecil dalam tinja.

2.

FARMAKODINAMIKA

Menurunkan kadar gula darah lebih rendah yang nyata pada pasien DM tipe 2.
Prinsip kerja dari metformin adalah menurunkan glukosa darah tidak tergantung pada
adanya fungsi pankreatik sel-sel B.
3.

FARMAKOKINETIKA
Metformin diperkirakan 50%-60% bioavalabilitasnya oral, kelarutannya dalam lipid
rendah, dan volume distribusinya pada cairan tubuh. Metformin mempunyai t 1,5-3 jam,
tak terikat protein plasma, tidak dimetabolisme, dan dieksresi oleh ginjal sebagai senyawa
aktif. Kerja metformin pada glukoneogenesis di hati di duga mengganggu pengambilan asam
laktat oleh hati. Pada pasien insufisiensi ginjal (terjadi akumulasi Metformin) dapat
meningkatkan risiko asidosis laktat sehingga dapat berakibat fatal
Absorpsi metformin relatif lambat dan dapat diperpanjang jadi sekitar 6 jam. Obat ini
diekskresikan dalam urin dengan kecepatan klirens ginjal yang tinggi yaitu 450 ml/menit.
Eliminasi awal metformin adalah cepat dengan waktu paruh bervariasi antara 1.7 dan 3 jam.
Terminal fase eliminasi diketahui selama 4 sampai 5% dari dosis terserap lambat dengan
waktu paruh antara 9 17 jam. Tempat utama konsentrasi obat adalah mukosa usus dan
kelenjar liur. Konsentrasi plasma pada keadaan tunak berkisar sekitar 1 hingga 2 mcg / mL
Metformin tidak dimetabolisme dan tidak berikatan dengan protein-protein plasma.
Metformin dieliminasi melalui sekresi tubular ginjal dan filtrasi glomerulus. Waktu paruh
metformin rata-rata adalah 6 jam, meskipun secara farmakodinamik, efek antihiperglikemik
pada metformin > 24 jam.

4.

INDIKASI
Untuk terapi pada pasien diabetes yang tidak tergantung insulin dan kelebihan berat

badan dimana kadar gula tidak bisa dikontrol dengan diet saja.
Dapat dipakai sebagai obat tunggal atau dapat diberikan sebagai obat kombinasi dengan

Sulfonilurea.
Untuk terapi tambahan pada penderita diabetes dengan ketergantungan terhadap insulin
yang simptomnya sulit dikontrol.

5.

KONTRA INDIKASI

Koma diabetik dan ketoasidosis.

Gangguan fungsi ginjal yang serius, karena semua obat-obatan terutama dieksresi melalui
ginjal.

Penyakit hati kronis, kegagalan jantung, miokardial infark, alkoholisme, keadaan


penyakit kronik atau akut yang berkaitan dengan hipoksia jaringan. Keadaan yang
berhubungan dengan laktat asidosis seperti syok, insufisiensi pulmonal, riwayat laktat
asidosis, dan keadaan yang ditandai dengan hipoksemia.

6.

Hipersensitif tehadap obat ini.

Kehamilan dan menyusui.

DOSIS
Dosis awal 500 mg : 1 tablet 3 kali sehari.

Pemberian Metformin 500 mg dalam beberapa hari biasanya cukup dapat mengendalikan
penyakit diabetes, tetapi tidak jarang efek terlambat dicapai sampai dua minggu. Apabila
dosis yang diinginkan tidak tercapai, dosis dapat dinaikkan secara berhati-hati
(maksimum 3 gram sehari). Bila gejala diabetes telah dapat dikontrol, dosis dapat
diturunkan.

Pada pengobatan kombinasi dengan sulfonilurea, mula-mula diberikan 1 tablet


Metformin 500 mg, dosis dinaikkan perlahan-lahan sampai diperoleh kontrol optimal.
Dosis sulfonilurea dapat dikurangi, pada beberapa pasien bahkan tidak perlu diberikan
lagi. Pengobatan dapat dilanjutkan dengan metformin sebagai obat tunggal.

Apabila diberikan bersama insulin, dapat mengikuti petunjuk ini :


1. Bila dosis insulin kurang dari 60 unit sehari, permulaan diberikan satu tablet
metformin 500 mg, kemudian dosis insulin dikurangi secara berangsur-angsur (4
unit setiap 24 hari). Dosis Metformin dapat ditambah setiap interval mingguan.
2. Bila dosis insulin lebih dari 60 unit sehari, pemberian Metformin adakalanya
menyebabkan penurunan kadar gula darah dengan cepat. Pasien yang demikian
harus diobservasi dengan hati-hati selama 24 jam pertama setelah pemberian
Metformin. Setelah itu dapat diikuti petunjuk (1).

Tablet diberikan bersama makanan atau setelah makan. Dosis percobaan tunggal.
Penentuan kadar gula darah setelah pemberian suatu dosis percobaan tunggal tidak
memberikan petunjuk apakah seorang penderita diabetes akan memberikan respon

terhadap Metformin berminggu-minggu. Oleh karena itu dosis percobaan tunggal tidak
digunakan sebagai penilaian.
7.

EFEK SAMPING

Metformin dapat diterima baik oleh pasien dengan hanya sedikit gangguan
gastrointestinal yang biasanya bersifat sementara. Hal ini umumnya dapat dihindari
apabila metformin diberikan bersama makanan atau dengan mengurangi dosis secara
temporer. Biasanya efek samping telah lenyap pada saat diabetes dapat dikontrol.

Bila tampak gejala-gejala intoleransi, penggunaan Metformin tidak perlu langsung


dihentikan, biasanya efek samping demikian tersebut akan hilang pada penggunaan
selanjutnya.

8.

Anoreksia, mual, muntah, diare.

Berkurangnya absorbsi vitamin B12.

OVER DOSIS
Gejala-gejala : hipoglikemia dapat terjadi bila diberikan bersama Sulfonilurea, Insulin
atau alkohol. Pada dosis berlebih dapat terjadi asidosis.
Cara penanggulangan : Terapi penunjang dapat diberikan secara intensif terutama
memperbaiki hilangnya cairan dan gangguan metabolik.

9.

PERINGATAN DAN PERINGATAN


Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
Tidak dianjurkan penggunaan pada kondisi dimana menyebabkan dehidrasi atau pada
penderita yang baru sembuh dari infeksi serius atau taruma.
Dianjurkan pemeriksaan berkala kadar B12 pada penggunaan jangka panjang.
Oleh karena adanya kemungkinan terjadinya hipoglikemia pada penggunaan kombinasi
dengan Sulfonilurea, kadar gula dalam darah harus dimonitor.
Pada pengobatan kombinasi Metformin dan insulin, sebaiknya dilakukan di rumah sakit
agar tercapai rasio kombinasi pada kedua obat dengan mantap.
Hati-hati pemberian pada pasien usia lanjut yang mempunyai gangguan fungsi ginjal.
Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak-anak.

10. INTERAKSI OBAT


Kemungkinan terjadi interaksi antara Metformin dan antikoagulan tertentu. Dalam hal ini
mungkin diperlukan penyesuaian dosisi antikoagulan.
Terjadi penurunan kliren ginjal Metformin pada penggunaan bersama dengan simetidin,
maka dosis harus dikurangi.
11. LAIN-LAIN
Penyimpanan:
Simpan pada suhu 15-30oC.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Anda mungkin juga menyukai