Anda di halaman 1dari 5

NAMA : WAODE AULIA KAHAR

NIM: H22112266
REVIEW BIOSTRTIGRAFI
Pengertian biosratigrafi
Biostratigrafi merupakan ilmu penentuan umur batuan dengan menggunakan fosil
yang terkandung didalamnya. Biasanya bertujuan untuk korelasi, yaitu menunjukkan bahwa
horizon tertentu dalam suatu bagian geologi mewakili periode waktu yang sama dengan
horizon lain pada beberapa bagian lain. Fosil berguna karena sedimen yang berumur sama
dapat terlihat sama sekali berbeda dikarenakan variasi lokal lingkungan sedimentasi. Sebagai
contoh, suatu bagian dapat tersusun atas lempung dan napal sementara yang lainnya lebih
bersifat batu gamping kapuran, tetapi apabila kandungan spesies fosilnya serupa, kedua
sedimen tersebut kemungkinan telah diendapkan pada waktu yang sama. Ilmu biostratigrafi
muncul di Britania Raya pada abad ke-19. Perintisnya adalah William Smith. Kala itu diamati
bahwa beberapa lapisan tanah muncul pada urutan yang sama (superposisi). Kemudian ditarik
kesimpulan bahwa lapisan tanah yang terendah merupakan lapisan yang tertua, dengan
beberapa pengecualian. Karena banyak lapisan tanah merupakan kesinambungan yang utuh
ke tempat yang berbeda-beda maka bisa dibuat perbandingan pada sebuah daerah yang luas.
Setelah beberapa waktu, ada sebuah sistem umum periode-periode geologi yang umum
dipakai meski belum ada penamaan waktunya.Dari hasil perbandingan atau korelasi antar
lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi
(litobiostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya
(kronobiostratigrafi). Jadi biostratigrafi adalah ilmu yang mempelajari gambaran lapisan
batuan pada kulit bumi. Secara luas biostratigrafi merupakan salah satu cabang ilmu geologi
yang membahas tentang urut-urutan, hubungan dan kejadian batuan di alam (sejarahnya)
dalam ruang dan waktu geologi.
Azas tujuan
Pembagian biostratigrafi dimaksud untuk menggolongkan lapisan-lapisan batuan di
bumi secara bersistem menjadi satuan satuan bernama berdasar kandungan dan penyebaran
fosil. Satuan biostratigrafi ialah tubuh lapisan batuan yang dipersatukan berdasar kandungan
fosil atau ciri-ciri paleontologi sebagai sendi pembeda terhadap tubuh batuan sekitarnya.
Satuan Resmi dan Tak Resmi: Satuan biostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi

persyaratan Sandi sedangkan satuan biostratigrafi tak resmi adalah satuan yang tidak
seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi.
Tingkatan satuan biostratigrafi
Urutan tingkat satuan biostratigrafi resmi, masing-masing dari besar sampai kecil adalah :
Super zona
Zona adalah suatu lapisan atau tubuh batuan yang dicirikan oleh satu takson fosil atau
lebih.
Sub zona
Zonula
Prinsip biostratigrafi
A. Hukum Steno
Prinsip Superposisi (Superposition Of Strata), Dalam suatu urutan pelapisan batuan,
maka lapisan paling bawah relatif lebih tua umurnya daripada lapisan yang berada
diatasnya selama belum mengalami deformasi. Konsep ini berlaku untuk pelapisan
berurutan.
Prinsip Kesinambungan Lateral (Lateral Continuity), Lapisan yang diendapkan oleh
air terbentuk terus-menerus secara lateral dan hanya membagi pada tepian pengendapan
pada masa cekungan itu terbentuk.
Prinsip Akumulasi Vertikal (Original Horisontaly), Lapisan sedimen pada mulanya
diendapkan dalam keadaan mendatar (horizontal), sedangkan akumulasi pengendapannya
terjadi secara vertikal (principle of vertikal accumulation)
B. Hukum yang dikemukakan oleh James Hutton
Hukum atau prinsip ini lebih dikenal dengan azas uniformitarisme, yaitu proses-proses
yang terjadi pada masa lampau mengikuti hukum yang berlaku pada proses-proses yang
terjadi sekarang, atau dengan kata lain masa kini merupakan kunci dari masa lampau
(the present is the key to the past).
Maksudnya adalah bahwa proses-proses geologi alam yang terlihat sekarang ini
dipergunakan sebagai dasar pembahasan proses geologi masa lampau.

C. Hukum Intrusi / Penerobosan (Cross Cutting Relationship) oleh AWR Potter dan
Robinson,Suatu intrusi (penerobosan) adalah lebih muda daripada batuan yang
diterobosnya.
D. Hukum Urutan Fauna (Law of Fauna Succession) oleh De Soulovie, Dalam uruturutan batuan sedimen sekelompok lapisan dapat mengandung kumpulan fosil tertentu
dengan sekelompok lapisan di atas maupun di bawahnya.
E. Prinsip William Smith (1816), Urutan lapisan sedimen dapat dilacak (secara lateral)
dengan mengenali kumpulan fosil yang didiagnostik, jika kriteria litologinya tidak
menentu.
F. Prinsip kepunahan organik oleh George Cuvier (1769-1832), Dalam suatu urutan
biostratigrafi, lapisan batuan yang lebih muda mengandung fosil yang mirip dengan
makhluk yang hidup sekarang dibandingkan dengan lapisan batuan yang umurnya lebih
tua.
Satuan dan Korelasi Biostratigrafi
Satuan biostratigrafi merupakan satuan stratigrafi objektif yang dapat diamati dan
ditentukan keberadaannya berdasarkan fosil yang terkandung di dalamnya. Karena itu, satuan
biostratigrafi dapat ditelusuri dan di-match-kan dari satu tempat ke tempat lain dengan cara
yang lebih kurang sama dengan cara penelusuran satuan litostratigrafi. Satuan biostratigrafi
ada yang bisa maupun tidak bisa memiliki kebenaran waktu. Sebagai contoh, jika ditelusuri
ke arah lateral, zona kumpulan (assemblage zone) dan zona puncak (abundance zone) dapat
memotong garis-garis waktu. Di lain pihak, zona selang (interval zone), yang terutama
ditentukan keberadaannya berdasarkan pemunculan pertama suatu taksa, memiliki batasbatas yang pada umumnya berimpit dengan garis waktu.
Satuan biostratigrafi dapat dikorelasikan, tanpa tergantung pada kebenaran waktu-nya,
dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sangat mirip dengan prinsip-prinsip korelasi
litostratigrafi, misalnya berdasarkan ke-match-an menurut kandungan fosil dan posisi
stratigrafinya.
Beberapa zona dalam korelasi biostratigrafi adalah sebagai berikut:
A. Korelasi berdasarkan Zona kumpulan
Zona Kumpulan ialah kesatuan sejumpah lapisan yang terdiri oleh kumpulan alamiah fosil
yang hkas atau kumpulan sesuatu jenis fosil. Kegunaan Zona Kumpulan, selain sebagai

penunjuk lingkungan kehidupan purba dapat juga dipakai sebagai penciri waktu. Batas dan
kelanjutan zona Kumpulan ditentukan oleh batas terdapat bersamaannya (kemasyarakatan)
unsur-unsur utama dalam kesinambungan yang wajar. Nama Zona Kisaran harus diambil
dari satu unsur fosil atau lebih yang menjadi penciri utama kumpulannya.
B. Zona Rombakan: Zona Rombakan adalah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh
banyaknya fosil rombakan, berbeda jauh dari pada tubuh lapisan batuan di atas dan di
bawahnya.
C. Zona Padat Zona Padat ialah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh melimpahnya fosil
dengan kepadatan populasi jauh lebih banyak dari pada tubuh batuan di atas dan
dibawahnya.
D. Korelasi Berdasrkan zona puncak
Seperti yang telah diketahui, zona puncak (abundance zone; acme zone) ditentukan
keberadaannya berdasarkan jumlah maksimum relatif dari satu atau lebih spesies, genus,
atau taxon lain; bukan berdasarkan kisaran taxon. Kegunaan Zona Puncak dalam hal
tertentu ialah untuk menunjukkan kedudukan kronostratigrafi tubuh lapisan batuan dan
dapat dipakai sebagai petunjuk lingkungan pengendapan purba, iklim purba. Batas vertikal
dan lateral Zona Puncak sedapat mungkin bersifat obyektif. Nama-nama Zona Puncak
diambil dari nama takson yang berkembang secara maksimum dalam Zona tersebut.
E. Korelasi berdasrkan fosil
Korelasi kronostratigrafi adalah matching up satuan-satuan stratigrafi berdasarkan
kesebandingan waktu. Penentuan kesebandingan waktu antar berbagai strata merupakan
tulang punggung dari stratigrafi global dan dianggap oleh kebanyak-an ahli stratigrafi
sebagai tipe korelasi yang terpenting.
Metode korelasi kronostratigrafi dapat dibedakan menjadi dua kategori: (1) metode
biologi;

dan

(2)

metode

fisika/kimia.

Sebagaimana

telah

diketahui,

korelasi

kronostratigrafi berdasar-kan metode biologi terutama didasarkan pada penggunaan


concurrent range zones dan zona selang lainnya.
Metode korelasi biologi juga mencakup penelaahan statistik terhadap data zona selang dan
pengkorelasian berdasarkan zona puncak yang merupakan biological events yang
berkaitan dengan fluktuasi iklim.
F. Korelasi berdasarkan zona selang
Zona selang adalah biozona yang membagi-bagi strata yang jatuh diantara saat-saat
dimana suatu taxon muncul untuk pertama kalinya dan saat-saat suatu taxon hilang untuk
pertama kalinya. Hingga dewasa ini dikenal adanya beberapa tipe zona selang, termasuk
zona yang dibentuk oleh kisaran taksa yang saling tumpang-tindih. Melukiskan beberapa
cara pemunculan pertama dan pemunculan terakhir suatu taxon dapat digunakan untuk
menentukan zona selang. Tipe-tipe zona selang yang dikenal adalah:

Zona selang antara pemunculan pertama dan pemunculan terakhir suatu taxon tunggal.

Zona selang seperti ini dikenal dengan sebutan zona kisaran taxon (taxon range zone).
Zona selang antara pemunculan pertama dua taksa yang berbeda atau pemunculan

terakhir dari kedua taksa tersebut.


Zona selang antara pemunculan pertama suatu taxon dan pemunculan terakhir taxon

yang lain.
Zona selang yang ditentukan oleh zona-zona kisaran yang saling bertumpang tindih.

Zona selang seperti ini dikenal dengan sebutan concurrent range zone.
G. Korelasi berdasarkan zona kisaran Takson
Zona kisaran takson mungkin berguna untuk kronokorelasi jika taksa yang dipakai sebagai
dasar penentuannya memiliki kisaran stratigrafi yang pendek. Namun, zona ini tidak
terlalu bermanfaat jika taksa yang dipilih sebagai dasar penentuannya memiliki kisaran
yang panjang (misalnya beberapa jaman). Korelasi berdasarkan zona kisaran taxon
seringkali dirujuk sebagai korelasi berdasarkan fosil penunjuk. Fosil penunjuk (index
fossil) adalah taxon yang memiliki kisaran stratigrafi yang pendek, memiliki penyebaran
geografis yang luas, cukup melimpah untuk dapat ditemukan dengan relatif mudah dalam
rekaman stratigrafi, dan mudah dikenal. Sayang sekali, istilah fosil penunjuk juga
digunakan dengan mendasarkan pada konsep lain dan mengandung konotasi lain. Karena
itu, akan lebih jelas apabila kita menyatakan bahwa suatu korelasi didasarkan pada
keseluruhan kisaran suatu taxon daripada menyatakannya sebagai korelasi yang
didasarkan pada zona kisaran.
Perbedaan antara litostratigrafi dan biostratigrafi
Penggolongan lapisan-lapisan batuan pada litostratigrafi didasarkan pada ciri-ciri fisik
batuan dan litologi tanpa memperhatikan waktu atau kandungan fosil,

sedangkan

penggolongan lapisan-lapisan batuan pada biostratigrafi didasarkan pada kandungan dan


penyebaran fosilnya yang memiliki ciri-ciri khusus. Tingkatan satuannya. Pada litostratigrafi,
tingkatan satuannya dari besar ke kecil meliputi Kelompok Formasi Anggota
Perlapisan, sedangkan pada biostratigrafi, tingkatan satuannya dari besar ke kecil meliputi
Super Zona Sub-Zona Zonula. Kombinasi antara lithofacies, biofacies, dan ichnofacies
menyusun fasies-fasies sedimen, yang nantinya akan digunakan untuk merekonstruksi
lingkungan pada saat pengendapan sedimen. Sebagai contoh, struktur sedimen wave ripples
pada lithofacies, keterdapatan hermatypic corals pada biofacies dan ichnofacies menunjukkan
bahwa sedimen terendapkan di air laut yang dangkal.