Anda di halaman 1dari 13

Anatomi dan Fungsi Otak Manusia

Otak Anda mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Otak merupakan pusat dari
keseluruhan tubuh Anda. Jika otak Anda sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh
serta menunjang kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu,
maka kesehatan tubuh dan mental Anda bisa ikut terganggu.

Seandainya jantung atau paru-paru Anda berhenti bekerja selama beberapa menit, Anda
masih bisa bertahan hidup. Namun jika otak Anda berhenti bekerja selama satu detik
saja, maka tubuh Anda mati. Itulah mengapa otak disebut sebagai organ yang paling
penting dari seluruh organ di tubuh manusia.

Selain paling penting, otak juga merupakan organ yang paling rumit. Membahas tentang
anatomi dan fungsi otak secara detail bisa memakan waktu berhari-hari. Oleh karena itu
disini kita akan membahas anatomi dan fungsi otak secara garis besarnya saja sekedar
membuat Anda paham bagian-bagian dan fungsi otak Anda sendiri.

Seperti terlihat pada gambar di atas, otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1.

Cerebrum (Otak Besar)

2.

Cerebellum (Otak Kecil)

3.

Brainstem (Batang Otak)

4.

Limbic System (Sistem Limbik)

1. Cerebrum (Otak Besar)

Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama
Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang
membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki
kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan
kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas
bagian ini.

Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus
yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus.
Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus
Occipital dan Lobus Temporal.

Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar.
Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak,
kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas,
kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.

Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan


seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.

Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan


pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.

Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan


rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi
terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

Apabila diuraikan lebih detail, setiap lobus masih bisa dibagi menjadi beberapa area yang
punya fungsi masing-masing, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Selain dibagi menjadi 4 lobus, cerebrum (otak besar) juga bisa dibagi menjadi dua
belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung
oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan
mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh. Otakkanan
terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan
berpikir rasional. Mengenai fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri sudah kami bahas pada
halaman tersendiri. Anda bisa membacanya dengan klik disini.

2. Cerebellum (Otak Kecil)


Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher
bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya:
mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan
gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan
otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat
menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.

Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan
koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut
tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu
mengancingkan baju.

3. Brainstem (Batang Otak)


Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian
dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang.
Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung,
mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting
dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.

Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena itu, batang
otak sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur perasaan teritorial
sebagai insting primitif. Contohnya anda akan merasa tidak nyaman atau terancam
ketika orang yang tidak Anda kenal terlalu dekat dengan anda.

Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian
teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak
tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata,
pembesaran pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.

Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri
badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol
funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan
pencernaan.

Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak


bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga
atau tertidur.

Catatan: Kelompok tertentu mengklaim bahwa Otak Tengah berhubungan dengan


kemampuan supranatural seperti melihat dengan mata tertutup. Klaim ini ditentang oleh
para ilmuwan dan para dokter saraf karena tidak terbukti dan tidak ada dasar ilmiahnya.

4. Limbic System (Sistem Limbik)


Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak ibarat kerah
baju. Limbik berasal dari bahasa latin yang berarti kerah. Bagian otak ini sama dimiliki

juga oleh hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Komponen
limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik.
Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon,
memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang,
metabolisme dan juga memori jangka panjang.

Bagian terpenting dari Limbik Sistem adalah Hipotalamus yang


salah satu fungsinya adalah bagian memutuskan mana yang perlu
mendapat perhatian dan mana yang tidak. Misalnya Anda lebih
memperhatikan anak Anda sendiri dibanding dengan anak orang yang tidak Anda kenal.
Mengapa? Karena Anda punya hubungan emosional yang kuat dengan anak Anda. Begitu
juga, ketika Anda membenci seseorang, Anda malah sering memperhatikan atau
mengingatkan. Hal ini terjadi karena Anda punya hubungan emosional dengan orang
yang Anda benci.

Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang
lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran.
Carl Gustav Jung menyebutnya sebagai "Alam Bawah Sadar" atau ketidaksadaran
kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang dan perilaku tulus
lainnya. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua
nafsu manusia, tempat bermuaranya cinta, penghargaan dan kejujuran.

Perbedaan Fungsi Otak Kanan & Otak Kiri

Gambar Ilustrasi Fungsi Otak Kanan & Otak Kiri


Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik
dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan
otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil penelitian Roger Sperry.
Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah
bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir,
menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.

Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal
dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang
berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio,
kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa
pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ).
Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian
emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan,
memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis
kegiatan kreatif lainnya.

Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi
masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut
penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya.
Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah
kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.

Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis,
namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga
kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki
kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang
pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.
Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak kanan atau
dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari, cara berpakaian,
dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus atau dengan peralatan
Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak mana yang paling aktif.
Disekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan, tapi tidak
pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai bergaul, tapi kurang pandai di
sekolahnya. Keadaan semacam ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara otak
kanan dan otak kiri.
Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan semuanya berfungsi secara
optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya seimbang, maka dia bisa menjadi
orang yang cerdas sekaligus pandai bergaul atau bersosialisasi.
Untuk mengoptimalkan dan menyeimbangkan kinerja dua belahan otak, Anda bisa
menggunakan teknologi CD Aktivasi Otak. Metode ini sangat mudah diikuti karena Anda
hanya perlu mendengarkan semacam musik instrumental yang dirancang khusus untuk
menyelaraskan dan mengaktifkan kedua belahan otak Anda.
CATATAN: Artikel ini ditulis oleh Tim Pusat Riset Terapi Musik & Gelombang Otak
(www.terapimusik.com). Hak cipta dilindungi hukum. Mohon tidak menyalin sebagian
atau seluruh isi artikel ini tanpa izin dari TerapiMusik.Com yang merupakan induk dari
situs AktivasiOtak.Com

SEPERTI APA SIH POLA ASUH YANG BENAR?


No comments

SEPERTI APA SIH POLA ASUH YANG BENAR?


Salah menerapkan pola asuh berarti menghambat perkembangan anak.
Pola berarti bentuk / tata cara. Sedangkan asuh berarti menjaga, merawat dan
mendidik. Pola asuh berarti tata cara untuk mendidik anak.
MACAM-MACAM POLA ASUH :
Pola asuh otoriter (anak tidak punya hak untuk bersuara)
Dalam pola asuh ini anak dituntut untuk berdisiplin dan berprestasi tinggi, tetapi
dia tidak boleh mengungkapkan pendapat apalagi mengutarakan keberatankeberatannya. Orang tua ingin anak mengikuti kehendaknya tanpa banyak
bertanya alias manut saja pada apa pun yang dikatakan orang tua. Selain
membuat anak terkekang, kreativitas dan kebebasannya juga terpasung. Anak
menjadi tidak berani mencoba hal-hal baru. Anak cenderung tumbuh menjadi
pribadi yang tidak percaya diri, rendah diri,tertutup, dan sulit bersosialisasi.
Pola asuh permisif (anak tidak diberi batasan yang jelas)
Kebalikan dari pola asuh otoriter, disini orang tua justru memberikan kebebasan
pada anak untuk melakukan keinginannya sehingga kreativitasnya dapat
berkembang. Sayangnya, orang tua tidak memberikan batasan yang jelas
tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sehingga anak sulit
membedakan mana yang benar dan salah, yang baik dan buruk. Dalam benak
anakyang ada hanyalah pemahaman, dia boleh melakukan apa yang disukai
tanpa memperhatikan akibatnya buat diri dan orang lain. Kebebasan yang di
berikan tanpa beban kewajiban atau target apapun, juga membuat anak rendah
berprestasi.
Pola asuh otoritatif (menerapkan pola asuh demokratis)
Dalam pola asuh ini disiplin dan tuntutan, tetapi juga ada kebebasan. Jadi, anak
boleh melakukan apapun yang dia inginkan sepanjang hal itu memang positif,
dan akan dilarang bila merugikan. Orang tua hanya memonitor dan menjelaskan
standar yang mereka inginkan kepada anaknya tanpa membatasi kebebasan

anak berekspresi. Pintu diskusi pun terbuka lebar. Anak-anak yang dibesarkan
dalam suasana demokratis ini akan tumbuh dan berkembang optimal, baik dalam
hal kreativitas maupun kepribadiannya.
Anak nakal tidak dilahirkan; mereka di bentuk oleh orang tua yang tak
pernah menindak lanjuti tingkah laku yang buruk dengan konsekuensi
yang tegas, dan di pertegas dengan ketidak mampuan orang tua
berkomunikasi
(Debora Carrol &Stella Reid-Nanny 911)
beberapa perilaku orang tua yang salah :
1. Ketika orangtua membentak dan berteriak, maka si anak akan melakukan hal
yang sama.
2. Ketika orang tua tidak mau bekerja sama dan meremehkan anak, maka anak
tidak akan mau lagi bekerjasama.
3. Ketika tidak ada konsekuensi terhadap kenakalan, anak-anak menjadi tidak
bisa mengendalikan diri.
4. Ketika orang tua memanjakan anak karena merasa bersalah, anak akan
berubah menjadi putri dan diva yang manja
5. Ketika orang tua tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka anak akan
menentukan sikapnya sendiri.
Kesalahan dalam mengasuh dan dampak negatifnya :
1. Sengaja tidak memberikan ASI
Anak akan tumbuh lebih ringkih, IQ mengalami hambatan dalam perkembangan,
hubungan emosi dan kelekatan anak dan orang tua jadi berjarak.
2. Tidak menyapih dari susu botol
menjadi bahan ledekan teman, menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam
pada anak menjadikan anak gelisah dan rewel sehingga mempengaruhi rasa
percaya diri.
3. Terlambat memberi makanan padat
kebutuhan gizi anak tidak tercukupi, anak jadi susah makan dan pemilih
makanan, mempengaruhi mentalitas anak; terbiasa instan, serba cepat dan tidak
sulit. Mempengaruhi tingkat motivasi, ketekunan, daya tahan, mempengaruhi
kemampuan adaptasi sehingga kedepannya anak menjadi pribadi yang kaku
dalam bergaul.
4. Masih menyuapi anak
tidak tumbuh tanggung jawab, penguasaan keterampilan makan menjadi
terlambat, dapat menjadi bahan ledekan.
5. Memaksa anak makan
muntah, membenci makanan, berbohong.
6. Gonta-ganti pramusiwi

anak menjadi bingung, mengalami rasa kehilangan, anak menjadi tidak terurus
7. Tidak melatih ke toilet
keterlambatan dalam bertanggung jawab, ketidak pedulian terhadap kebersihan,
anak menjadi kurang peka / antisipasi kurang, menjadi bahan ledekan teman.
8. Tidak mengajarkan disiplin
ketidak disiplinan sejak dini menyebabkan anak sulit memfokuskan diri pada satu
kegiatan sampai usai. Dia pun sulit untuk berfikir dan mencari solusi dari setiap
masalah yang di jumpai.
9. Tidak memberi stimulasi
perkembangan anak menjadi terhambat, misal; perkembangan motorik kasar dan
halus anak tidak optimal, kemampuan berbahasa anak kurang berkembang,
kemampuan mencari solusi, kreativitasnya berkembang tidak optimal.
10. Terlalu mengkhawatirkan kesehatan anak
diberikan vitamin secara berlebihan, anak dipaksa makan, terlalu ekstrim pada
kebersihan sehingga jadi paranoid terhadap lingkungan anak.
11. Tak membolehkan main kotor-kotoran
Motorik halus anak kurang terlatih terutama pada perkembangan rangsang
sentuh, kreativitasnya terhambat karena kurang dapat berimajinasi dan
membayangkan sesuatu dari bahan yang digunakan bermain, kemampuan
mengopservasi dan memahami hal atau obyek tertentu kurang terlatih, kurang
kesempatan belajar mengenahi konsep dasar matematika seperti, ukuran,
bentuk, banyak-sedikit, kosong-penuh, klasifikasi, membuat urutan dan
sebagainya.
12. Terlalu mengkhawatirkan lingkungan sosialisasi anak
Anak jadi takut/kepercayaan anak terhadap lingkungan sangat rendah, anak jadi
pengekor, anak menjadi kurang percaya diri, kemandirian anak terhambat, anak
tunbuh menjadi anak yang pasif , anak menjadi sulit bersosialisasi.
Kunci sukses pengasuhan anak terletak pada perasaan cinta dan kasih sayang
orang tua yang paling dalam untuk anak

Menurut Ary Ginanjar dalam bukunya (ESQ) New Edition dan Nasehat Asmaul
husna; kunci sukses yang penting dalam berinteraksi dengan anak:
1. Menyayangi dan mengasihi anak
Memberikan perhatian dengan setulus hati tanpa mengharap balasan, selalu ada
ketika di butuhkan anak.
2. Meluruskan niat
terus memperbarui niat, agar kita dapat menerima dengan ikhlas setiap perilaku
yang di tunjukkan anak
3. Menjaga kepercayaan mereka
hindarkan menjadikan rahasia anak bahan olok-olok, meskipun anak tidak dapat
mendengar langsung. Laksanakan janji kita untuk menjaga rahasia.

4. Jadilah orang tua yang pantas di segani


anak akan lebih mudah diajak bekerja sama jika dia menghormati kita, yaitu
dengan tidak omdo omong doang tapi langsung memberi contoh bagaimana
bersikap yang baik dan benar.
5. Berfikir besarlah tentang anak
ketika anak berperilaku tidak baik janganlah kita mengecilkan potensinya, tetap
berfikir besar tentang potensi yang anak miliki.
6. Didik dan berilah bimbingan
Mendidik
tidak
sama
dengan
mengajar, mengintruksikan,
apalagi
memerintahkan. Untuk mengubah perilaku yang buruk menjadi baik, anak tidak
cukup di beri pengetahuan soal baik buruk. Dia juga harus dikenalkan dan
dibiasakan dengan nilai-nilai kebaikan. Pembiasaan hanya bisa dicapai melalui
pemberian contoh dan bimbingan terus-menerus.
7. Berbesar hati dan kuatkan mental
orangtua perlu latihan berbesar hati dalam setiap keadaan, terutama saat
kecewa; tidak mudah mengeluh, putus asa, mengomel, ngambek ketika anak
berperilaku negatif serta bersikap tenang dan berfikir positif.
8. Berikan perhatian
perhatian adalah pemberian yang tak ternilai harganya bagi anak, cobalah
berikan perhatian secukupnya terutama pada perasaan mereka.
9. Jadilah orangtua pemaaf
seperti apapun menjengkelkan sikap anak kita, maafkanlah, jika merasa sulit
maka ingatlah perilaku-perilakunya yang baik.
10. Berkolaborasilah
meski anak tanggung jawab orang tua sepenuhnya, Bukan berarti kita tidak boleh
bekerja sama dengan orang lain. Untuk memperbaiki perilaku anak, justru perlu
bekerja sama dengan siapa saja yang perlu diajak bekerja sama: pengasuh
anak, pembantu, guru disekolah, tetangga,kerabat, bahkan kalau perlu ke
psikolog.
11. Buatkan perencanaan
bimbing anak untuk membuat jadwal tentang apa yang akan mereka lakukan
kedepannya, untuk mendapatkan gambaran kegiatan anak.
12. Pelajari perilaku anak
setiap kali anak berperilaku buruk, amati kronologinya dan buat catatan. Setelah
beberapa kali kita bisa menemukan pola , apa saja pemicunya, berapa lama
perilaku tersebut terjadi, apa saja yang bisa meredakan tingkah buruknya,
sebagai bahan antisipasi.
13. Kendalikan keinginan mereka
keinginan berbeda dengan kebutuhan, jangan setiap keinginannya dikabulkan,
jelaskan pada anak bahwa setiap keinginan tidak harus dituruti.
14. Angkat derajat anak

setiap anak punya kemampuan yang berbeda maka hindarilah untuk


membandingkan meskipun dengan saudara (kakak/adik) karena hal tersebut
dapat menimbulkan perasaan minder pada anak.
15. Dengarkan dengan empati
ketika anak marah, bantu mereka memahami perasaan mereka, menemukan
kata-kata yang tepat untuk menahan emosi mereka, tetapkan batasan, sambil
mencari strategi pemecahan masalah anak.
16. Buat keputusan atas perilaku buruk anak
kita perlu menyatakan sikap dan penilaian kita terhadap perilaku buruknya
dengan konsekuensi, agar anak tidak semakin memperburuk perilakunya.
17. Bersikap adil
sejengkel apapun kita terhadap perilaku buruk anak, tetaplah bersikap adil
terhadapnya.
18. Hargai setiap kemajuan anak
untuk sebagian anak, memperbaiki perilaku terasa berat, maka penting sekali
menyemangati anak dengan menghargai setiap kemajuan; lewat pujian, ucapan
terima kasih, hadiah atau bonus, dll.
19. Dorong anak untuk menyukai keindahan
tumbuhkan rasa suka terhadap keindahan dengan melihat keindahan melalui
gambar, mengunjungi tempat yang indah, bersih dan rapi, jelaskan bahwa
kerapian dan keindahan dapat membuat kita merasa nyaman. Hal itu untuk
mengurangi kecenderungan anak untuk merusak barang dan membuat rumah
menjadi berantakan.
20. Perhatikan pengaduan orang tentang sikap anak
jangan marah, kesal, atau menunjukkan sikap bosan, tiap kali orang lain
mengadukan perilaku buruk anak. Terima semua pengaduan dengan sikap
netral, lalu cek kebenarannya kepada anak.
21. Kokohkan hubungan persaudaraan
jelaskan pada mereka tentang keuntungannya mempunyai saudara, dan betapa
rugi bila keuntungannya tidak jadi di peroleh hanya gara-gara bermusuhan.
22. Gigih dan konsisten dalam mendidik
sikap ini penting untuk menegakkan peraturan dirumah, jangan gampang mundur
saat menghadapi anak berulah.
23. Jadilah orang pertama yang menerima anak apa adanya
pastikan anak tahu kita orang tuanya, kita yang pertama menerima dirinya apa
danya, termasuk ketika dia melakukan kesalahan.
24. Instropeksi
anak terus tumbuh dan berkembang. Perilakunya bisa berubah dari waktu ke
waktu, tergantung situasi dan kondisi. Evaluasi terus pola asuh yang kita
terapkan. Apakah masi cocok dengan kebutuhan anak? Evaluasi juga perilaku
yang kita contohkan sehari-hari kepada anak.
25. Jadilah orang tua yang smart

tidak hanya cerdas secara intelektual, orang tua juga harus terus mengasah
kecerdasan emosi dan spritualnya. Orang tua perlu banyak menyerap
pengetahuan dari berbagai sumber.
26. Berdoa dan bersabar
teruslah berusaha dan berdoa. tuhan tidak pernah tidur. Tuhan melihat semua
usaha kita dan mendengar semua permohonan kita.