Anda di halaman 1dari 4

Upacara Hardiknas, Wali Murid Demo Kasus

Korupsi Dana Pendidikan

PONOROGO - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman


Pendopo Kabupaten Ponorogo diwarnai aksi demontrasi, pada Senin pagi (2/5/2016). Di
mana M Yani seorang wali murid berusaha menerobos masuk lokasi upacara bendera yang
dipimpin Bupati Ponorogo.
Aksi ini digelar karena kecewa atas penanganan kasus korupsi dana pendidikan sebesar
Rp2,1 miliar di Kabupaten Ponorogo. Namun karena lokasi tertutup wali murid ini hanya bisa
berorasi di depan Gapura Pendopo Kabupaten Ponorogo dengan pengawalan ketat petugas
kepolisian.
Menurut M Yani warga Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo dia kecewa atas kasus
korupsi dana pendidikan sebesar Rp2,1 miliar. Karena akibat korupsi tersebut alat peraga
pendidikan di sekolah dasar rusak dan tak bisa digunakan.
Kasus tersebut sudah diusut namun hingga sekarang belum tuntas. Dia menuntut agar
kasus tersebut segera dituntaskan dan mantan Wakil Bupati Yuni Widyaningsih salah satu
pelaku yang belum ditahan agar segera ditahan dan diadili.
Sarana pendidikan rusak, karena kualitasnya rendah. Korupsi ini melibatkan kepala dinas
dan mantan wakil bupati. Bersamaan dengan peringatan hari pendidikan ini saya minta agar
kasus korupsi dana pendidikan diusut tuntas," kata dia.
Sementara proses peringatan upacara peringatan Hardiknas di halaman Pendopo Kabupaten
Ponorogo berjalan lancar. Upacara diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, guru anggota TNI dan
Polri.

Peringati Hardiknas, Kota Medan


Pecahkan Rekor MURI

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini (2/5/2015) diperingati dengan
beragam cara. Salah satunya, gerak jalan yang diikuti 960 grup dari sekolah-sekolah di Kota
Medan. Aksi tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai gerak jalan yang
diikuti oleh peserta terbanyak.
Gerak jalan yang diikuti oleh 960 grup dengan jumlah grup terbanyak ini diikuti ribuan siswa
yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga
Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dengan jarak tempuh sejauh 10 Kilometer (Km).
Gerak jalan dimulai dari Jalan Pulau Pinang, Jalan Tembakau Deli, Jalan Guru Patimpus, dan
kembali lagi ke Jalan Pulau Pinang.
Penghargaan Museum Rekor Indonesia untuk grup peserta gerak jalan terbanyak di
Indonesia tersebut diserahkan langsung oleh Manajer MURI Awan Raharjo dan diterima
Walikota Medan Dzulmi Eldin.
"Gerak jalan dengan jumlah grup terbanyak yang dibuat Pemko Medan ini telah
mengalahkan Rekor MURI yang sebelumnya dipegang oleh pemerintah Kota Tanjung Pinang,
Kepulauan Riau, yaitu sebanyak 462 grup," kata Awan.
Awan mengatakan, jumlah peserta yang ikut dalam gerak jalan dengan grup di Kota Medan
kali ini mencapai 6.912 orang. Hampir 2 kali lipat dibandingkan dari gerak jalan Pangkal
Pinang.

Gerak jalan tersebut dimeriahkan penampilan Marching Band serta pawai sepeda dan baju
hias kategori pelajar. (Mvi/Ali)

Peringatan Hardiknas Diwarnai Kericuhan


di UNM

Ulah mahasiswa dari PMII yang merobohkan pagar saat berdemo di depan kantor Bupati
Jember, Jawa Timur, membuat berang polisi. Saling dorong dan pukul pun sempat
berlangsung, hingga kericuhan pun tak terhindarkan. Beruntung ke-2 belah pihak mampu
mengendalikan emosi, sehingga tidak terjadi bentrokan.
Seperti ditayangkan Liputan 6 malam SCTV, Sabtu (3/5/2014), dalam aksi memperingati Hari
Pendidikan Nasional ini, mahasiswa tersinggung dengan bupati yang tak mau menemui
pendemo. Mahasiswa kecewa dengan bupati Jember, yang tidak mampu menurunkan angka
buta aksara yang masih mencapai ratusan ribu lebih.
Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) memilih berdemo di depan gedung
DPRD Sulawesi Selatan pada peringatan Hardiknas. Mereka menuntut pencabutan undangundang perguruan tinggi karena sarat dengan komersialisasi sehingga merugikan
mahasiswa.
Setelah diterima Ketua DPRD Alwi Roem, mereka pindah aksi ke kantor kejaksaan tinggi
Sulselbar. Dalam aksinya, pendemo mendesak pihak kejaksaan menuntaskan kasus korupsi
di lingkungan Universitas Negeri Makassar karena telah mencederai dunia pendidikan.
Di Semarang, sejumlah mahasiswa yang mengaku dari HMI menuntut Mendiknas M Nuh
harus bertanggung jawab terhadap rendahnya mutu pendidikan di semua jenjang dan
tingkat pendidikan.

Saat berdemo di depan kantor DPRD Jawa Tengah, pendemo menilai penyebab mutu
pendidikan rendah akibat kurikulum yang selalu berubah. Sehignga peserta didik
kebingungan mengikuti perubahan kurikulum yang tidak sesuai dengan kondisi pendidikan
saat ini.