Anda di halaman 1dari 1

Porositas pada logam/alloy dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan penyebabnya:

1. Porositas akibat kesalahan proses:


Localized shrinkage porosity
Penyebabnya adalah karena kesalahan saat pemasangan sprue, atau sprue yang
terlalu kecil.
Microporosity
Penyebabnya adalah distorsi saat proses pengecoran, atau suhu mould yang terlalu
rendah saat pre-heating.
2. Porositas akibat gas yang terjebak:
Porositas jenis ini terjadi hanya pada alloy yang mengandung Copper, emas, perak,
platinum, dan paladium. Hal ini disebabkan karena logam-logam tersebut melarutkan
oksigen saat mencair, sehingga melepaskan gas saat mendingin dan beberapa gas itu
terjebak.

Pinhole porosity
Penyebabnya adalah gas yang terjebak saat pengerasan.
Gas inclusions porosity
Penyebabnya adalah gas yang terjebak saat pengerasan.
Subsurface porosity
Penyebabnya adalah timbulnya gelembung gas pada dinding cetakan saat alloy
membeku.
Entraped air porosity
Penyebabnya adalah udara dalam mould tidak dapat keluar melalui pori-pori bahan
invesment (tekanan balik).

Cara mencegah porositas pada logam/alloy antara lain:


1. Mencegah terjadinya oksidasi dengan cara menghindari overheating saat pemanasan.
2. Membersihkan sisa malam dengan sempurna pada mould, suhu pre-heating harus
tepat.
3. Memperhatikan rasio W:P pada bahan invesment. Bahan invesment harus berpori
supaya udara dapat keluar.
4. Menambahkan bahan flux, berupa Borax (Sodium tetraborate) untuk meminimalkan
pembentukan oksida.