Anda di halaman 1dari 25

SISTEM AL-ISLAM

LAPORAN TUTORIAL MODUL 3


PORNOGRAFI

KELOMPOK III
Ketua

:
Mutiara Putri
Camelia (2013730157)

Sekretaris

Sonia Irene Elsyah

(2013730180)

Anggota

Bayu Setyo Nugroho

(2013730130)

Carissa Gayatri Putri (2013730131)


Citra Anestya

(2013730132)

Deni Nelissa

(2013730133)

Harisal Aryaputra

(2013730147)

M. Hakam Al Hasbi

(2013730150)

Putri Desti Juita Sari (2013730164)


Rafhani Fayyadh

(2013730167)

Virni Tiana Aprielia

( 2013730186)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memeberikan rahmat dan karuniaNya pada kelompok kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan PBL modul 3
PORNOGRAFI sistem AL-ISLAM II tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga
tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga serta pengikutnya hingga akhir zaman. Amien
ya robbal alamin.
Laporan ini kami buat dengan tujuan untuk memenuhi tugas wajib yang dilakukan setelah
selesai membahas kasus PBL. Pembuatan laporan inipun bertujuan agar kita bisa mengetahui
serta memahami mekanisme serta aspek lain tentang sistem AL-ISLAM II.
Terimakasih kami ucapkan pada tutor kami bapak Mahmuddin yang telah membantu kami
dalam kelancaran pembuatan laporan ini. Terimakasih juga kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam mencari informasi, mengumpulkan data dan menyelesaikan laporan ini.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kelompok kami pada khususnya dan bagi pada
pembaca pada umumnya.
Laporan kami masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun
dari para pembaca sangatlah kami harapkan untuk menambah kesempurnaan laporan kami.

Jakarta, 30 juli 2015

Kelo
mpok 3

BAB I
PENDAHULUAN
I.

II.
III.

SKENARIO
Dalam suatu kasus terjadi hubungan antara seorang anggota dewan dengan seorang
perempuan yang direkam HP. Suatu saat diketahui oleh public dan tayangan tersebut
disebarkan sehingga diketahui banyak orang. Apakah adegan mesum yang ada dalam
HP dapat dikatagorikan pelanggaran terhadap undang-undang pornografi?
Bagaimanakah menurut ajaran islam terhadap orang yang ikut mendownload dan
menyebarkan gambar tesebut?
KATA / KALIMAT KUNCI
1. Hubungan mesum seorang laki-laki dan perempuan yang direkam HP.
2. Penyebaran tayangan video porno
PERTANYAAN
1. Jelaskan definisi pornografi dan asal muasalnya !
2. Jelaskan jenis-jenis pornografi !
3. Jelaskan dalil-dalil mengenai pornografi !
4. Jelaskan perbuatan-perbuatan yang termasuk pornografi ditinjau dari segi agama
islam beserta batasan pornografi !
5. Jelaskan undang-undang yang mengatur pornografi di Indonesia !
6. Jelaskan apakah pornografi itu mengundang perbuatan asusila yang lainnya !
7. Bagaimana upaya preventif terhadap pornografi !
8. Bagaimana pandangan islam terhadap orang yang mendownload dan
menyebarkan pornografi !
9. Jika tidak sengaja melihat pornografi, apa hukumnya !
10. Tergolong sebagai dosa apakah tindakan pornografi? Apakah termasuk dosa yang
terampuni ?
11. Jelaskan perbedaan pornografi dan porno aksi beserta contohnya !

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Jelaskan definisi pornografi dan asal muasalnya !


Oleh : VIRNI TIANA APRIELIA
Pornografi (dari bahasa Yunani pornographia secara harafiah tulisan
tentang atau gambar tentang pelacur) (kadang kala juga disingkat menjadi "porn," "pr0n," atau
"porno") adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksualitas manusia secara terbuka
(eksplisit) dengan tujuan membangkitkan gairah seksual. Pornografi berbeda dari erotika. Dapat
dikatakan, pornografi adalah bentuk ekstrem/vulgar dari erotika. Erotika sendiri adalah
penjabaran fisik dari konsep-konsep erotisme. Kalangan industri pornografi kerap kali
menggunakan istilah erotika dengan motif eufemisme namun mengakibatkan kekacauan
pemahaman di kalangan masyarakat umum.
Pornografi dapat menggunakan berbagai media, teks tertulis maupun lisan, foto-foto,
ukiran, gambar, gambar bergerak (termasukanimasi), dan suara seperti misalnya suara orang
yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik
yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah seringkali
menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis,
kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno.
Pornografi secara harfiah berarti "tulisan tentang pelacur", dari akar kata Yunani klasik
"" (porne) dan "" (graphein). Mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara
harafiah berarti '(sesuatu yang) dijual.' Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orangorang yang mencatat "pornoai", atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan
tertentu dari Yunani kuno. Pada masa modern, istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk
menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton, yang pada
abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran. Istilah ini tetap
digunakan dengan makna ini dalam Oxford English Dictionary hingga 1905.
Belakangan ini istilah digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual,
khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral, apabila pembuatan, penyajian
atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual.
Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun
grafis. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang
rendahan. Meskipun demikian, definisi pornografi sangat subyektif sifatnya. Karya-karya yang
umumnya diakui sebagai seni seperti misalnya patung "Daud" karya Michelangelo dianggap
porno oleh sebagian pihak.
Kadang-kadang orang juga membedakan antara pornografi ringan dengan pornografi berat.
Pornografi ringan umumnya merujuk kepada bahan-bahan yang menampilkan ketelanjangan,
adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual, atau menirukan adegan seks, sementara
pornografi berat mengandung gambar-gambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan
kegiatan seksual termasuk penetrasi. Di beberapa wilayah hukum di Amerika penampilan

gambar atau film tentang orang yang sedang membuang hajat ikut dimasukkan dalam definisi
pornografi.
Pornografi mempunyai sejarah yang panjang. Karya seni yang secara seksual bersifat
sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang
lainnya. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. Karya-karya
film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran
lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit.
Manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni
paleolitik (mis. patung Venus), namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan
rangsangan seksual. Sebaliknya, gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. Ada
sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. Salah satu
contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai
pelayanan seksual di dinding di atas masing-masing pintu. Di Pompeii orang pun dapat
menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan, menunjukkan jalan ke
wilayah pelacuran dan hiburan, untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung (lihat Seni
erotik di Pompeii). Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah
menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang
berusia 7.200 tahun yang melukiskan seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas
seorang perempuan dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. Gambaran
laki-laki itu diberi nama Adonis von Zschernitz.
Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada
tahun 1920-an.
Pornografi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti
Playboy dan Modern Man pada 1950-an. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang
telanjang atau setengah telanjang, kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi,
meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan.
Namun pada akhir 1960-an, majalah-majalah ini, yang pada masa itu juga termasuk majalah
Penthouse, mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit, dan pada akhirnya pada
1990-an, menampilkan penetrasi seksual, lesbianisme dan homoseksualitas,seks kelompok,
masturbasi, dan fetishes.
Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. Menurut buku Patrick
Robertson, Film Facts, "film porno yang paling awal, yang dapat diketahui tanggal
pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge", yang dibuat di Prancis pada 1908.
Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan
dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. El Satario dari Argentina mungkin
malah lebih tua lagi. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. Robertson mencatat
bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika.
Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Film
Jerman Am Abend (sekitar 1910) adalah, demikian tulis Robertson, "sebuah film pendek sepuluh

menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya
dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang
laki-laki, melakukan fellatio dan penetrasi anal.
Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya, namun
karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi, keterangan
dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh.
Mona (juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph), sebuah film 59-menit 1970 umumnya
diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot, yang diedarkan di
bioskop-bioskop di AS. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm, yang kemudian
membuat film porno berat (atau ringan, tergantung versi yang diedarkan), dengan anggaran
yang relatif tinggi, yaitu film Flesh Gordon.
Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam
sejumlah hal yang menyangkut pornografi. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama
yang menggambarkan adegan porno homoseksual. Film ini juga merupakan film porno pertama
yang mencantumkan nama-nama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya
menggunakan nama samaran). Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul
film biasa (judul film ini The Boys in the Band). Dan ini adalah film porno kelas pertama yang
dibuat tinjauannya oleh New York Times.
Jadi Pornografi sesungguhnya memiliki sejarah panjang seiring dengan perjalanan umat
manusia. Terdapat bukti-bukti historis yang menguatkannya sekalipun tidak berasal dari
masa yang paling awal. Berdasarkan sejumlah bukti, abad ke-20 mencatat telah terjadinya
ledakan dan pengembang-biakan (proliferasi) pornografi yang luar biasa. Proliferasi
pornografi ini ternyata tidak bisa dilepaskan dari perkembangan kebudayaan manusia itu
sendiri, sejak dari adanya kebebasan berekspresi, ditemukannya mesin cetak, alat fotografi,
dan teknologi komunikasi. Sehingga akhirnya, pornografi menjadi bagian komoditi yang
menghasilkan milliaran rupiah. Perkembangan pornografi yang demikian luar biasa ini
telah mengundang respon masyarakat. Telah muncul reaksi yang beraneka ragam dari
masyarakat terhadap fenomena ini. Sejumlah negara telah berusaha membatasi beredarnya
pornografi dengan menetapkan perundang-undangan anti pornografi. Sementara itu, reaksi
dari masyarakat luas tercermin dari adanya arus pemikiran yang menentang peredaran
bahan-bahan yang berbau pornografik dengan melakukan sensor yang ketat. Meskipun
demikian, ada sebagian masyarakat yang menginginkan agar pornografi itu dibiarkan saja,
selama tidak terkait dengan unsur-unusru kriminal, kekerasan seksual misalnya.

2. Jelaskan jenis-jenis pornografi !


Oleh : SONIA IRENE ELSYAH

Video porno yang menyebar di seluruh dunia bemacam macam. Terdapat jenis jenis pornografi
yang dibedakan menurut pasangan dan gendernya. Bentuk pornografi itu dibedakan menjadi
lima, antara lain :
a.

Homoseksualitas

Homoseksual merupakan hubungan antar sejenis yang dilakukan oleh kaum pria. Biasanya pada
hubungan ini dilakukan anal sex antar pria. Anal sex adalah suatu keadaan dimana penis sedang
ereksi dan dimasukkan kedalam anus pasangannya.
b.

Lesbian

lesbian merupakan hubungan antar sejenis yang dilakukan oleh kaum wanita. Biasanya pada
hubungan ini dilakukan dengan segala cara untuk mencapai tingkat kepuasan antar pasangan
yang satu dengan yang lain.
c.

Group sex (seks kelompok)

Group sex merupakan seks yang dilakukan oleh lebih dari 2 orang. Group sex sering dinamakan
seks kelompok karena dilakukan oleh orang banyak. Biasanya orang yang melakukan hal ini
termasuk orang yang hipersex atau seks yang berlebihan. Berlebihan yang dimaksud adalah
orang yang kecanduan dengan seks.
d.

Masturbasi

Masturbasi merupakan seks yang dilakukan dengan cara merangsang alat kelaminnya dengan
sengaja untuk mendapatkan atau memperoleh kenikmatan maupun kepuasan seksual.
Masturbasi bisa dilakukan dengan alat bantu yang berfungsi untuk mendapatkan tingkat
kenikmatan yang lebih tinggi sehingga kepuasan seksual bisa tercapai
e.

Seks suami istri

Seks suami istri adalah hubungan seksual antara kaum pria dengan wanita yang dilakukan oleh
pasangan yang telah resmi menikah. Seks semacam ini digunakan untuk mendapatkan
keturunan
Jika dilihat dari cara penyampaiannya, bentuk pornografi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a.

Audio visual porn

Bentuk bentuk kegiatan pornografi dapat dilakukan secara audio visual. Contoh yang
berhubungan dengan audio visual adalah membuat suatu video porno antara pasangan satu

dengan pasangan yang lainnya. Yang dimaksud audio visual adalah gambar hidup dengan
disertai suara dari si pemain.
b.

Visual porn

Bentuk bentuk kegiatan pornografi dapat dilakukan secara visual. Contoh yang berhubungan
dengan visual misalnya membuat foto foto atau gambar gambar syur antara pasangan satu
dengan pasangan yang lainnya. Biasanya pornografi visual ini dilakukan dengan teks secara
tertulis, misalnya komik porno, majalah porno, cerpen yang berisi porno, dan sebagainya.
Pornografi mengandung unsur unsur yang bersifat telanjang atau memperlihatkan alat
kelamin pada sebuah media elektronik maupun cetak.

3. Jelaskan dalil-dalil mengenai pornografi !


Oleh : DENI NELISSA
Pornografi Dalam Pandangan Al-Quran
Surat An Nuur ayat 2
Perempuan yang berzina dengan laki-laki yang berzina, hendaklah kamu dera tiap-tiap satu
dari keduanya itu dengan seratus kali deraan.Dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan
kasihan kepada keduanya di dalam menjalankan (ketentuan) agama Allah yaitu jika kamu
sebenarnya beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah hukuman keduanya itu
disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman
Surat An Nuur ayat 30
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"
Surat An Nuur ayat 33
Dan orang-orang yang belum mampu berkawin hendaklah menjaga dia akan kehormatan
dirinya, hingga Allah memberinya kemampuan dengan limpahan kumiaNya. Dan orang-orang
yang hendak membuat perjanjian dari mereka yang dimiliki oleh tangan kanan kamu, maka
perbuatlah perjanjian itu dengan mereka, jika kamu ketahui bah ada baiknya untuk mereka, dan
berikanlah kepada mereka sebagian daripada harta Allah yang telah dianugerahkan Tuhan
kepadamu Dan janganlah kamu paksa hamba-hamba perempuan melacurkan diri karena
mengharapkan harta dunia, apabila dia ingin hidup bersih. Dan barang siapa yang memaksa

mereka, sesungguhnya Allah karena paksaan atas mereka itu, adalah Maha Memberi Ampun
lagi Maha Penyayang.
Pornografi dalam pandangan al-hadits
1. Hadis riwayat Abdullah ra., ia berkata :
Aku bertanya kepada Rasulullah saw : dosa apakah yang paling besar menurut Allah ?
Rasulullah saw. bersabda: engkau membuat sekutu bagi allah, padahal dialah yang
menciptakanmu. Aku berkata: Sungguh, dosa demikian memang besar. Kemudian apa
lagi ? beliau menjawab: engkau membunuh anakmu karena takut miskin. Aku tanya lagi:
kemudian apa lagi ? Rasulullah saw. menjawab : engkau berzina dengan istri tetanggamu
(HR Muslim)
2. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Pada masa Rasulullah saw. pernah terjadi gerhana matahari. Saat itu Rasulullah saw.
Melakukan shalat gerhana, ketika shalat usai matahari sudah nampak sempurna kembali.
Beliau berkhutbah di hadapan kaum muslimin, memuji Allah dan menyanjung-Nya, dan
bersabda: sesungguhnya matahari dan rembulan itu termasuk tanda-tanda kebesaran
Allah. Keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Oleh
sebab itu, jika kalian melihat keduanya gerhana, maka bertakbirlah, berdoalah kepada
Allah, kerjakan shalat dan bersedekahlah! Hai umat Muhammad, tidak seorang pun
lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina.
Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu
kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah
menyampaikan (HR Muslim).
3. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. Bersabda: tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman.
Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada
peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman (HR Muslim)
4. Jelaskan perbuatan-perbuatan yang termasuk pornografi ditinjau dari segi agama
islam beserta batasan pornografi !
Oleh : CITRA ANESTIA
Al-Quran Surat An-Nur ayat 30 :
30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".

Al-Quran Surat An-Nur ayat 31 :


31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah
Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara lakilaki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan
laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orangorang yang beriman supaya kamu beruntung.
Al-Quran Surat Al-Ahzab Ayat 33 :
33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku
seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah
Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,
Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
[1215] Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan
yang dibenarkan oleh syara'. perintah ini juga meliputi segenap mukminat.
[1216] Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum
Nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan,
yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[1217] Ahlul bait di sini, Yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.
Berdasarkan Al Quran tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa yang termasuk tindakan
Pornografi ditinjau dari segi agama islam adalah :

1. Berbuat intim, berdua-duaan, dan perbuatan sejenis lainnya yang mendekati dan/atau
mendorong melakukan hubungan seksual di luar pernikahan yang sah, antara laki-laki
dengan perempuan yang tidak terikat dalam pernikahan yang sah adalah haram.
2. Melakukan onani atau masturbasi seperti yang tercantum dalam QS. An-Nur ayat 30
dan 31

3. Memperlihatkan aurat, yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan
bagian tubuh selain muka, telapak tangan, dan telapak kaki bagi perempuan adalah
haram.
4. Memakai pakaian ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh bagi perempuan, di
hadapan laki-laki yang bukan suami atau mahramnya adalah haram.
5. Menggunakan kosmetika yang dapat membangkitkan nafsu birahi laki-laki yang
bukan suaminya, bagi perempuan, adalah haram.
6. Menggambarkan, secara langsung atau tidak langsung, tingkah laku secara erotis, baik
dengan lukisan, tulisan, suara maupun ucapan yang dapat membangkitkan nafsu birahi
adalah haram.
7. Melakukan suatu perbuatan dan/atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya
perbuatan sebagaimana dimaksud angka 1 dan 2 adalah haram.
8. Membiarkan diri yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat sebagaimana dimaksud
angka 3 untuk diambil gambarnya, baik untuk dicetak atau divisualisasikan, dan
gambarnya tersebut akan diperlihatkan kepada laki-laki yang bukan suaminya adalah
haram.
9. Melakukan pengambilan gambar sebagaimana dimaksud angka 8 adalah haram
10. Melakukan hubungan seksual di hadapan orang, membiarkan diri yang sedang
melakukan hubungan seksual atau adegan seksual untuk diambil gambarnya, melakukan
pengambilan gambar hubungan seksual atau adegan seksual, melihat hubungan seksual
atau adegan seksual adalah haram.
11. Memperbanyak, mengedarkan, menjual, membeli dan melihat atau memperlihatkan
gambar, baik cetak atau visual, orang yang terbuka auratnya, perempuan berpakaian
ketat sebagaimana dimaksud angka 4, atau gambar hubungan seksual atau adegan
seksual adalah haram.
12. Membantu dan/atau membiarkan tanpa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang
diharamkan di atas adalah haram.
13. Memperoleh uang, manfaat, dan/atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang
diharamkan di atas adalah haram.
14.Melakukan tindakan pemerkosaan

5. Jelaskan undang-undang yang mengatur pornografi di Indonesia !


Oleh : RAFHANI FAYYAD
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008
TENTANG PORNOGRAFI. MEMUTUSKAN:
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PORNOGRAFI.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1

3
4
5

Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar
bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya
melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum,
yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan
dalam masyarakat.
Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang
perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi
teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat
kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.
Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum
maupun yang tidak berbadan hukum.
Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik
Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah
sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pasal 2
Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan
terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebinekaan, kepastian hukum,
nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.
Pasal 3

Undang-Undang ini bertujuan:


a. mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika,
berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,
serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;
b. menghormati, melindungi, dan melestarikan nilai seni dan budaya, adat
istiadat, dan ritual keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk;
c. memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak
masyarakat;
d. memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari
pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan
e. mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.
BAB II
LARANGAN DAN PEMBATASAN
Pasal 4
1. Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak,
menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor,
menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi
yang secara eksplisit memuat:
a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b. kekerasan seksual;
c. masturbasi atau onani;
d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
e. alat kelamin; atau
f. pornografi anak.
2. Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:
a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan
ketelanjangan;
b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;
c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau
d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung
layanan seksual.
Pasal 5
Setiap orang dilarang meminjamkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).
Pasal 6

atau

mengunduh

pornografi

Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan,


memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundangundangan.
Pasal 7
Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4.
Pasal 8
Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi
objek atau model yang mengandung muatan pornografi.
Pasal 9
Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang
mengandung muatan pornografi.
Pasal 10
Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam
pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan,
eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.
Pasal 11
Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau
Pasal 10.
Pasal 12
Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan,
menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk
atau jasa pornografi.
Pasal 13
(1) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi yang memuat selain
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajib mendasarkan pada peraturan
perundang-undangan.
(2) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus.

Pasal 14
Ketentuan mengenai syarat dan tata cara perizinan pembuatan,
penyebarluasan, dan penggunaan produk pornografi untuk tujuan dan
kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan ketentuan
Pasal 13 diatur dengan Peraturan Pemerintah.
BAB III
PERLINDUNGAN ANAK
Pasal 15
Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan
mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.
Pasal 16
(1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga,
dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta
pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban
atau pelaku pornografi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan
sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan Peraturan Pemerintah.

6. Jelaskan apakah pornografi itu mengundang perbuatan asusila yang lainnya !


Oleh :CARISSA GAYATRI PUTRI
Pornografi mengundang asusila
Menurut definisi agama (Islam), segala sesuatu yang mengakibatkan
seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila (fakhisyah) adalah berdosa.
Sebagaimana disebutkan dalam QS 17/Al-Isra 32: "Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu ada lah s uatu perbuatan yan g kej i. D an s uatu jalan
ya ng buruk". Pornografi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus

dilarang, dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap
berdosa.
Apalagi
sampai
berbuat
zina
maka
dia ngga p te lah me l aku kan dos a bes ar.
J ik a pelakun ya ma s ih buj angan mak a harus
dicambuk sebanyak
seratus kali (mi'ata jaldah), dan jika pelakunya dalam status sudah menikah
maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal (rajam). Dari sudut
pandang mana kita akan meneropong berbagai definisi tersebut? Jika kita
melihatnya secara parsial hanya dari satu sudut pandang saja apakah sudut pandangan
agama, sosial-budaya, ekonomi, politik, atau lainnya, maka akan menghasilkan
pandangan berbeda-beda dan sama benarnya.
Bil a def ini s i itu dala m konteks ru m us a n unda ng- undang , harus
dil ihat s ecar a kompr ehens if dengan berbagai pers pekt if dan dirumus kan
dengan kal i ma t ya ng j elas dan tegas . Ini penting mengingat subyek hukum
di Indonesia adalah semua warga Negara yang memiliki berbagai agama, suku,
tradisi dan kepentingan bermacam-macam.
P ers oalan s ebenarn ya bukan pada tid ak adan ya aturan hukum
s ehingga perlu aturan hukum atau undang-undang baru, tetapi persoalan
paling mendasar adalah pada lemahnya pelaksanaan hukum oleh aparat
penegak hukum kita serta rendahnya kualitas pendidikan moral dan pembinaan
agama pada keluarga. Kenyataannya fenomena pornografi telah mengekspresikan
tingginya tingkat eksploitasi terhadap perempuan.
Perempuan menjadi obyek seks, obyek pelecehan, bahkan kekerasan. Seksualitas
perempuan pun kemudian hanya dikuasai, diekspresikan, dan direproduksi dengan nilainilai dan perspektif kepentingan laki-laki. Produsen yang membuat materi
porno, baik mereka perempuan maupun laki-laki, berada dalam budaya patriarkhi.
Seksualitas perempuan dikendalikan laki-laki, dengan selera laki-laki. Dalam hal ini
pornografi layak didefinisikan sebagai kekerasan terhadap hak-hak perempuan karena
yang menjadi korban baik yang dieksploitasi untuk pornografi maupun akibat menikmati
pornografi tersebut selalu kaum perempuan.
M es kipun belu m ada penelitian mengenai hal tersebut, namun dapat
dipastikan 99,9 % korbannya adalah perempuan, baik berupa pelecehan
seksual, kekerasan seksual dalam rumah tangga, maupun pemerkosaan. Disadari
ataupun tidak, disukai maupun tidak, konsumen pornografi sesungguhnya adalah lakilaki. Jadi, yang perlu ditata terlebih dahulu sebelum diputuskan perlu tidaknya
undang-undang
antipornografi
adalah
pola
berpikir
laki-laki,
pikir an kotor laki- laki ya n g sel ama ini mendo minas i ins piras i para
produs en dan kons u men pornografi.
Fenomena tersebut perlu disikapi secara bijaksana. Upaya pencegahan tidak
cukup hanya dengan aturan atau undang-undang bila para pembuat UU, pelaksana UU,

para aparat atau penegak hukum dan masyarakat tidak memiliki persepsi yang sama dan
kesadaran yang sama mengenai pornografi. Oleh karena itu, fenomena pornografi
harus dilihat dari berbagai sudut pandang dengan mengajak seluruh lapisan
masyarakat bersama-sama memberi masukan positif dan konstruktif tidak
hanya sebatas pada materi undang-undang, tetapi dipikirkan juga bagaimana
implementasinya. Terlalu banyak UU yang sudah kita miliki dalam mengatur kehidupan
warga negara, tetapi implementasinya sering kali jauh dari yang diharapkan.
Supaya UU Pornografi tidak terjebak pada kepentingan sesaat dan tumpang
tindih diantara carut-marutnya perundang-undangan di republik ini, sebaiknya dibedah
dengan perspektif yang komprehensif dan berjangka panjang. Selain itu,
meskipun perlu dibuat aturan, tetapi harus memperhatikan nilai-nilai demokrasi dan
nilai-nilai lain yang dianut masyarakat baik yang bersumber dari agama maupun
budaya yang tidak bertentangan dengan hak-hak asasi manusia.

7. Bagaimana upaya preventif terhadap pornografi !


Oleh : MUTIARA PUTRI CAMELIA
Cara Meningkatkan Kesadaran dan Penanggulangan Terhadap Bahaya Pornografi dan
Kepada Masyarakat.
Berikut ini adalah dua upaya penanganan terhadap bahaya Pornografi ini. Pertama,
penganganan Internal dan Kedua, penanganan Eksternal .
Dalam penanganan Internal, para orang tua diharapakan mampu menelaah kembali pendidikan
dasar agama yang bukan hanya teori di dalam setiap rumah tangga, namun lebih menitik
beratkan kepada praktek. Orang tua seharusnya tidak gagap teknologi, dan mengevaluasi
kembali cara berkomunikasi dengan anaknya. Ketersediaan waktu untuk anak juga merupakan
unsur yang selayaknya menjadi prioritas. Untuk mengatasi badai pornografi yang semakin
mengganas, orang tua tidak bisa bekerja sendiri, tanpa mengalang kerjasama dengan berbagai
pihak, yaitu : sesama anggota keluarga, pihak sekolah, masyarakat, dan komunitas tempat anak
bersosialisasi dan beraktifitas.
Selain itu, setiap individu hendaknya memiliki kesadaran pribadi mengenai dampak dari
pornografi dan pornoaksi. Dengan adanya kesadaran masing-masing individu diharapkan setiap
pribadi memiliki pengendalian terhadap diri sendiri untuk tidak melakukan perbuatan yang
tidak senonoh dan melanggar norma agama dan kesopanan.

Dalam penanganan eksternal , diperlukan adanya regulasi yang tegas dan payung hukum yang
memadai dalam bentuk sebuah UU. Adanya UU pornografi dapat menciptakan lingkungan dan
masyarakat yang lebih aman.Kepolisian dan kehakiman dapat menjerat pelaku dengan
ketentuan yang jelas, dan membuat pelaku jera. Kelompok Penanggulangan Masalah Pornografi
dan Pornoaksi oleh para perwakilan dari instansi terkait seperti Menko, Kesra, Meneg PP.
Menkominfo, Departemen Agama, Kepolisian, Elemen Masyarakat Tolak Pornografi dan
Kejaksaan Agung, pada bulan Januari 2006 telah merumuskan beberapa upaya terhadap
penanggulanagan pornografi di Indonesia yaitu :
Teguran terhadap tayangan, barang cetakan, pelaku pornografi oleh penegak hukum (Polri dan
Jaksa Agung)
Perlunya aksi nyata pemerintah yang bersinergi dengan masyarakat secara terpadu dan
terkoordinasi dengan baik.
Rencana Aksi Nasional Penghapusan Pornografi yang didukung oleh dana dan sarana yang
memadai.upaya rehabilatasi dengan melakukan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat
yang telah menjadi korban tayangan-tayangan dan gambar-gambar pornografi di tingkat
nasional dan daerah.
Meningkatkan koordinasi dan kemitraan antar pemangku kepentingan (stakeholders) dalam
penanggulangan pornografi serta meningkatkan upaya pencegahan dan perlindungan terhadap
korban pornografi.
Kegiatan-kegiatan rencana aksi nasional yang akan dilakukan di antaranya mengharmoniskan
standar hukum internasional ke dalam hukum nasional di bidang pencegahan, pemberantasan,
dan penghukuman terhadap pornografi dan pornoaksi.
Melakukan konsultasi dan lobi dalam rangka pengesahan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi
dan UU Telematika; meninjau dan mengevaluasi berbagai peraturan perundang-undangan
maupun peraturan daerah yang merugikan upaya penanggulangan pornografi, penetapan fatwa
berbagai agama untuk penanggulangan pornografi serta memperkuat koordinasi kepolisian,
kejaksaan dan kehakiman dalam menangani dan menuntaskan kasus-kasus pornografi.

8. Bagaimana pandangan islam


menyebarkan pornografi !

terhadap

orang

yang

mendownload

dan

Oleh : PUTRI DESTI JUITA SARI

Sebagaimana mengatur tatacara shalat, zakat, puasa, dan haji, demikian


teliti dan cermat pula Islam mengatur segala aktivitas manusia lainnya,
diantaranya adalah dalam hal pandangan.
Dengan jelas Islam telah mewajibkan kepada kaum mukmin laki-laki dan
kaum mukmin perempuan untuk menjaga pandangannya dari hal-hal yang
diharamkan oleh Syara. Allah swt Berfirman:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka


menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; Katakanlah
kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. (TQS. Al-Nur [24]: 30-31)

Artinya Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu
tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan
di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (QS: An-Nur :19

Al-Quran Surat An-Nur ayat 19 dengan tegas menyatakan bahwa balasan


yang sangat pedih baik itu di dunia maupun di akhirat kelak teruntuk orangorang yang suka menyebarluaskan aib di komunitas muslim khususnya dan
komunitas manusia secara umum. Di dunia dengan balasan celaan manusia
dan di akhirat berupa adzab pedih di neraka.
Haramnya menceritakan adegan ranjang suami-istri kepada orang lain (baik
berupa cerita, tulisan, rekaman suara, atau rekaman video),
Dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya manusia
yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah
seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan
suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya. (THR. Muslim)
[14]
Maka haram pula mencari tahu tentangnya. Dengan sengaja melihat video
porno, berarti sengaja mencari tahu adegan ranjang orang lain dengan
pasangannya. Terlebih jika yang dilihat adalah adegan porno berupa
perzinahan (pemerannya bukan suami-istri), maka mengambil manfaat
darinya tergolong menyetujui atau ridha terhadap perilaku tersebut.

Aurat adalah aib, dan mengetahui aib orang lain dengan sengaja adalah
haram, dalam sebuah riwayat dinyatakan:
Dari Muawiyah ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib
tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka.
(THR. Ibn Hibban)[7]

9. Jika tidak sengaja melihat pornografi, apa hukumnya !


Oleh : HARISHAL ARYA PUTRA
Bagaimana hukum untuk orang yang tidak sengaja melihat pornografi?

Untuk ketidak sengajaan melihat pornografi maka dimaafkan sesuai dengan firman allah:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat


pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami
lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang
berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami,
janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri
ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka
tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Lalu juga ada hadis dari Rasullulah SAW:

Sesungguhnya Allah memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa
dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan."
(HR. Ibnu Majah)

10. Tergolong sebagai dosa apakah tindakan pornografi? Apakah termasuk dosa yang
terampuni ?
Oleh: BAYU SETYO NUGROHO
Perbuatan zina termasuk sebagai perbutan Zina Al-Lamam, yang perbutan
tersebut adalah dosa-dosa kecil yang jarang orang selamat darinya kecuali orang yang
mendapat pemeliharaan dan penjagaan dari Allah. Abu Hurairah, Ibnu 'Abbasdan asy-Sya'bi
mengatakan: al-Lamam adalah semua maksiat di bawah zina. Ibnu Mas'ud, Abu Sa'id al Khudri,
Hudzaifah dan Masruq mengatakan: al-Lamam adalah maksiat di bawah bersetubuh (zina)
seperti mencium, menyentuh, melihatdan berpelukan (dalam posisi tidur).
Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
Maknanya: "Sholat lima waktu dan sholat Jum'at ke Jum'at berikutnya menghapus dosa yang dilakukan
di antaranya selagi tidak dilakukandosa-dosa besar" (H.R. Muslim)
Menuju Taubat Dari Perbuatan Zina
Setelah kita mengetahui besarnya kejahatan dosa zina serta pengaruhnya yang dapat menghancurkan
pribadi dan masyarakat, maka perlu sekali diperhatikan kewajiban untuk bertaubat dari perbuatan ini.
Wajib bagi mereka yang terperosok ke dalam lembah perzinaan, yang menjadi penyebab ataupun yang
membantu terjadinya perbuatan itu, untuk segera bertaubat kepada Allah dengan taubat sebenarnya.
Berikut ini beberapa poin cara bertaubat dari perbuatan zina:
1. Hendaklah mereka menyesali apa yang pernah mereka lakukan dan tidak kembali lagi pada
perbuatan tersebut walaupun sangat memungkinkan.

2. Tidak harus bagi mereka yang terperosok dalam lembah perzinaan, baik laki-laki ataupun
perempuan untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatan dosa yang dilakukannya. Bahkan,
cukup baginya dengan bertaubat kepada Allah dan menutup aib dirinya dengan tabir Allah azza wa
jalla.
3. Jika orang yang berzina tadi masih menyimpan gambar pasangannya, rekaman suara, atau fotonya,
maka hendaklah ia melepaskan diri dari itu semua. Apabila gambar atau rekaman suara tadi sudah
diberikan kepada orang lain, maka hendaklah ia tidak memintanya kembali dan segera
menyelamatkan diri darinya bagaimanapun caranya.
4. Apabila seorang wanita pernah direkam atau difoto, kemudian ia khawatir masalahnya akan tersebar,
maka hendaklah ia segera bertaubat kepada Allah taaladan tidak menjadikan hal itu sebagai
penghalang antara dirinya dengan Allah taala.
Bahkan, wajib baginya bertaubat kepada Allah. Janganlah ia terpengaruh oleh ancaman dan
intimidasi orang lain. Allah subhanahu wa taala yang akan mencukupi dan menguasai dirinya.
Sungguh orang yang mengancamnya hanyalah pengecut dan penakut. Orang ini akan membongkar
kejelekannya sendiri apabila menyebarkan gambar-gambar dan rekaman suara yang ada padanya.
Lalu apakah yang akan terjadi apabila ia melaksanakan ancaman itu? Manakah yang lebih mudah
antara terbongkarnya kejelekan di dunia yang disertai dengan taubat nasuha ataukah terbongkarnya
kejelekan di depan seluruh ummat yang menyaksikan pada hari Kiamat sehingga setelah itu ia masuk
Neraka yang merupakan sejelek-jelek tempat?
5. Apabila perempuan tadi khawatir aibnya akan tersebar, maka salah satu solusi yang dapat dilakukan
dalam menggapai taubat adalah meminta bantuan kepada salah seorang keluarga laki-laki yang bisa
diandalkan untuk menolongnya agar terlepas dari kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Mungkin
saja bantuan keluarga itu dapat berguna dan bermanfaat baginya.

11. Jelaskan perbedaan pornografi dan porno aksi beserta contohnya !


Oleh: M. HAKAM AL HASBY
Definisi pornografi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu porne (pelacur) dan
graphos(gambar atau tulisan) yang secara harafiah berarti tulisan atau gambar tentang pelacur.
Definisinya adalah upaya mengambil keuntungan, baik dengan memperdagangkan atau
mempertontonkan pornografi. Pornografi adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku
seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Hampir sama dengan
pornografi, mengenai hal-hal yang mengandung porno kita juga mengenal istilah pornoaksi
yang mungkin orientasinya sama dengan definisi dari pornografi, namun terdapat kata aksi

dalam pornoaksi yang bersifat porno namun tervisualisasikan bukan hanya melalui gambar
melainkan melalui dimensi tiga dimensi yaitu aksi-aksi yang menunjukkan perilaku seksual
manusia dengan tujuan seperti halnya pornografi. Dengan kata lain, pornografi dan pornoaksi
merupakan salah satu dari penyalahgunaan informasi yaitu persebaran informasi yang tidak
layak yang dapat dimuat dibeberapa media sehingga kita dapat dengan mudah mengaksesnya
seperti tayangan televisi, siaran radio, gambar- gambar atau ulasan-ulasan yang terdapat di
majalah, koran, tabloid, maupun media-media cetak lainnya. Secara manusiawi setiap orang
mempunyai dorongan seksual. Tapi, perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya adalah
masalah penyikapan dan penyalurannya. Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd (Guru Besar
kedokteran Universitas Udayana Bali) dalam kolom Keluarga koran Minggu Pagi terbitan
minggu kedua Mei 2006, mengungkapkan mengapa orang senang terhadap ketelanjangan,
pornografi khususnya Mendapat tambahan informasi tentang perilaku seksual, meskipun tidak
selalu benar secara ilmiah Pornografi memberikan kesempatan untuk melatih imajinasi tentang
sesuatu yang ingin diketahui.
Mereka mendapatkan sesuatu yang bersifat rekreasi. Rangsangan seksual yang diberikan
oleh pornografi dapat menimbulkan reaksi seksual, baik pada pria maupun wanita, baik secara
psikis maupun secara fisik. Lekak-lekuk tubuh pria atau wanita memiliki nilai estetis amat indah
sebagai seni teologis. Tuhan menyukai keindahan dengan maha karya indahNya. Problem etis
ini sudah menjadi perdebatan filosofis sejak zamannya Socrates. Ketertarikan seksual priawanita berkait apresiasi keindahan tubuh yang berfungsi bagi kelangsungan sejarah. Hidup
sosial memerlukan sejumlah batasan antara apa yang termasuk ruang publik dan privasi. Hasrat
seksual merupakan bakat bawaan manusia, juga hewan. Tapi, hasrat seksual tidak bisa
dilampiaskan di sembarang waktu dan tempat. Bagi pelaku, hubungan intim hingga orgasme
merupakan sesuatu yang indah dan bernilai spiritual tinggi, tapi menjijikan jika dipertontonkan
ke ruang publik. Alih-alih mengapai spiritualitas, sebaliknya justru mendegradasi martabat
kemanusiaan. Pornografi dan pornoaksi adalah wilayah publik yang bergantung pada apresiasi
banyak orang sebagai pengguna, tapi juga berhubungan dengan konsep martabat kemanusiaan
( Abdul Munir Mulkan dalam Koran Republika, Senin 13 Maret 2006).B. Dampak Pornografi
dan Pornoaksi seperti banyaknya tayangan seksual dalam video klip, majalah televisi, dan film
membuat remaja melakukan aktivitas seks secara sembarangan. Tidaklah mengherankan ketika
terjadi kasus pemerkosaan terhadap anak-anak oleh anak seusia SMP, adegan panas yang
dilakukan oleh siswa-siswa SMA, seperti kasus di Cianjur ( melakukan sex di dalam kelas, yang
turut melibatkan guru), dan banyak lagi kasus-kasus lain. Menurut Jane Brown, ilmuwan dari
Universitas North Carolina, semakin banyak remaja disuguhi eksploitasi seks di media, mereka
akan semakin berani mencoba seks diusia muda(Koran Minggu Pagi No 07 Th 59 Minggu II
Mei 2006). Mary Anne Layden, direktur Program Psikologi dan Trauma Seksual, Universitas
Pennsylvania, Amerika Serikat, menyatakan gamabar porno adalah masalah utama pada
kesehatan mental masyarakat dunia saat ini. Ia tak cuma memicu ketagihan yang serius, tapi
juga pergeseran pada emosi dan perilaku sosial. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pengaruh
kokain dalam tubuh bisa dilenyapkan. Ini berbeda dengan pornografi. Sekali terekam dalam
otak, image porno itu akan mendekam dalam otak selamanya(Koran Republika, sabtu 11

februari 2006). Secara gramatikal istilah pornografi berasal dari bahasa yunani, terdiri dari
istilah porne yang artinya prostitute dan graphein yang artinya to write. jadi secara harafiah
pornografi dapat diartikan writing about prostitutes yaitu tulisan atau gambaran mengenai
pelacur atau pelacuran. sedangkan pornoaksi dirumuskan sebagai sikap, perilaku, perbuatan,
gerakan tubuh, suara yang erotis dan sensual baik dilakukan secara perorangan (sendiri) atau
bersama-sama.
Merebaknya pornografi dan pornoaksi akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Hal
ini dapat kita lihat dari banyaknya beredar gambar-gambar porno. apakah itu melalui media
masa seperti majalah, koran, tabloid ataupun melalui media elektronik yang dapat berupa video
adegan mesum, seperti yang terdapat di dalam internet bahkan handphone yang banyak dimiliki
oleh semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Akibatnya untuk
mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi sangatlah mudah dan murah, tentu
saja hal ini akan menjadi kekhawatiran kita terhadap terjadinya penurunan moralitas dan
pergeseran sistem nilai di dalam kehidupan masyarakat kita sebagai akibat maraknya pornografi
dan pornoaksi tersebut dan dapat kita lihat sebagai dampaknya sekarang ini seperti maraknya
pemerkosaan, pencabulan, seks bebas, dan pelacuran. Mengenai dampak pornografi dan
pornoaksi sangat jelas sekali akan mempengarui perilaku dan cara berpikir seseorang sebagai
pengkonsumsi hal tersebut. seperti perilaku seks bebas yang marak dikalangan remaja kita saat
ini, hal tersebut disebabkan salah satunya oleh faktor gencarnya pornografi dan pornoaksi yang
ada disekitar kehidupan mereka, dengan kemajuan zaman dan teknologi informasi pada saat ini
seorang remaja khususnya para pelajar dan mahasiswa sangatlah mudah sekali untuk
mendapatkan gambar-gambar porno ataupun video-video mesum. hal ini akan menimbulkan
hasrat atau gairah remaja untuk melakukan hubungan seks akibatnya para remaja saat ini tidak
merasa malu dan canggung untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya sebelum
menikah. hal tersebut bisa kita lihat dari suatu penelitian tertentu menunjukan bahwa di kotakota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, sebesar 30% remaja sudah pernah melakukan
hubungan seks sebelum menikah. ditambah lagi menurut riset tertentu menunjukan bahwa
remaja banyak yang sudah melakukan hal-hal (seperti berciuman, meraba payudara ataupun alat
kelamin pasangannya) (Sarlito Wirawan.1998.di dalam Psikologi Remaja). Hal ini menunjukan
bahwa pornografi dan pornoaksi mampu menurunkan moralitas remaja kita sebagai elemen
penting di dalam kehidupan masyarakat.