Anda di halaman 1dari 21

1.

4.

5.

A.

TOKOH-TOKOH ILMUWAN MUSLIM DAN PERANNYA PADA MASA DINASTI ABBASIYAH


TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN.
Masa kekuasaan DinastiAbbasiyah merupakan masa keemasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Pemikiran filsafat masuk ke dalam Islam melalui filsafat Yunani yang dijumpai kaum muslimin pada abad ke-8
M di Suriah, Mesopotamia, Persia, dan Mesir.
Di antara penguasa Abbasiyah yang termasuk tokoh ilmuwan muslim adalah Abu Jafar Al-Manshur, Harun ArRasyid, dan Al-Makmun. Peranan mereka selain melakukan kegiatan penerjemah, juga mendukung dan
memfalitasi kegiatan penerjemah yang dilakukan ilmuwan-ilmuwan yang lain.

Bidang Kedokteran.
Ilmu kedokteran mulai berkembang pada akhir masa Abbasiyah I, yaitu masa Khalifah Al-Watsiq,
sedangkan puncaknya terjadi pada masa Abbasiyah II, III, dan IV. Pada buku-buku karya Ar-Arazi banyak
dijumpai di museum-museum Eropa dan banyak digunakan sebagai buku rujukan untuk dunia kedokteran.
Tokoh-tokohnya adalah :
a.

Abu Zakaria Ar-Arazi seorang dokter yang paling termasyur di zamannya beliau seorang kepala Rumah Sakit di
Baghdad.

b.

Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan muslim yang dikenal dengan julukan Raja diraja Dokter dan Raja Obat
serta dianggap sebagai perintis tentang penyakit syaraf dan berbagai macam penyakit. Selain di bidang
kedokteran, Ibnu Sina juga terkenal sebagai saintis ulung dan sebagai filosof. Karya-karya Ibnu Sina sangat
terkenal di Barat terutama di berbagai perguruan tinggi di Prancis, salah satu karyanya yaitu Al-Qanun fi AtTibb dan Asy-Syifa.

c.

Ibnu
2.

Saha

adalah

saeorang

direktur

Rumah

Sakit

Yudisapur

Bidang Filsafat.

a.

Al-Kindi banyak menjelaskan pikiran-pikiran filsafat Aristoteles. Maka tidak heran jika ada yang

memberinya gelar sebagai penggerak filosof Arab.


b.

Al-Farabbi lebih dikenal sebagai seorang filosof daripada ilmuwan.

c.

Ibnu Sina selain seorang tokoh di bidang kedokteran dia juga sorang filosof.

3.
a.

Bidang Matematika.

Al-Khawarizmi adalah tokoh utama dalam kajian matematika Arab, penyusun tabel astronomi, dan penemu
Aljabar pada masa Khalifah Al-Makmun.

b.

Abu Kamil Sujak telah mengetahui perkembangan aljabar di eropa. Tulisan-tulisannya tentang geometri telah
memberikan pengaruh dan konstribusi besar terhadap geometri barat. Terutama uraian-uraian aljabar terhadap
geometri.

Bidang Astronomi.
a.

Musa Ibrahim Al-Farazi di tugaskan oleh Khalifah Al-Manshur untuk menerjemahkan berbagai risalah

astronomi dan India yaitu Brahmasoutrasidanta dan hasil risalahnya berjudul Al-Magest yang mengalami dua
kali penyempurnaan. Para astronom Muslim berhasil menciptakan teropong bintang dengan peralatan lengkap
di kota Yundhisyapur, Iran.
b.

Al-Farghani adalah seorang tokoh yang turut ambil bagian dalam pengukuran derajat garis lintang bumi

dan pada masa Khalifah Al-Mutawakkil ia ditugaskan untuk mengawasi pembangunan Nilometer di Fustat,
Mesir.
c.

Al-Battani yaitu seorang tokoh astronom Arab terbesar penerus Al-Farghani, ia berhasil menemukan

garis lengkung dan kemiringan ekliptik, panjangnya tahun tropis, lamanya satu musim, dan tepatnya orbit
matahari serta orbit utama planet.
Bidang Bahasa dan Sastra.

6.

a.

Ibnu Muqaffa sebelum masuk Islam bergelar Abu Amir, ia adalah orang pertama yang menerjemahkan

karya-karya sastra dari luar ke dalam bahasa Arab.


b.

Imam Sibawayhi adalah seorang ahli gramatika pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid, ia juga dikenal

sebagai imam ahli nahwu.


c.

Abu Nawas adalah penyair Arab termashur di zaman Harun Ar-Rasyid. Syair-syairnya dihimpun

dalam Diwan Abu Nawas.


Bidang Sejarah dan Geografi.
a.

Al-Masud adalah seorang sejarawan yang dijuluki sebagai pemimpin para sejarawan, ia juga seorang

ahli geografi.
B.

TOKOH-TOKOH ILMUWAN MUSLIM DAN PERANNYA PADA MASA DINASTI ABBASIYAH


TERHADAP PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM.

1.

Bidang Tafsir Al-Quran.


Pada masa sebelumnya para ulama enggan menafsirkan Al-Quran karena takut salah. Di masa
Abbasiyah, mereka bersedia menafsirkan Al-Quran karena tuntutan generasi penerus. Dalam ilmu tafsir,
terdapat dua pola yaitu tradisional dan rasional.

a.

Tafsir bil Masur.


Yaitu Al-Quran yang ditafsirkan dengan hadis-hadis nabi. Adapun para Mufassirinnya adalah:
1)

Ibnu Jarir At-Tabari.

2)

Ibnu Atiyah Al-Andalusy(Abu Muhammad Abdul Haq bi Atiyah).

3)

As-Sudi yang berdasarkan tafsirnya pada Ibnu Abbas dan Ibnu Masud.

4)

Muqatil bin Sulaiman, tafsirnya sangat terpengaruh kitab Taurat.

5)

Muhammad bin Ishaq, tafsirnya banyak mengutip cerita israilah.

b.

Tafsir Bir Rayi


yaitu AL Quran yang di tafsirkan berdasarkan pada akal pikiran (rasional).
1)

Abu Bakar Asam

2)

Abu Muslim Muhammad bin Bihr Isfahani.

3)

Ibnu Jaru Al-Asadi.

4)

Abu Yunus Abdussalam (Penafsiran Al-Quran yang sangat luas sehingga ia menafsirkan Surah Al-Fatihah saja
sampai 7 jilid)

2.

Ilmu Hadis.
Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Sedangkan kitabnya terbagi kepada 7
kategori, yaitu berdasarkan gaya bahasa, gramatika bahasa, kisah-kisah, ilmu hukum, ilmu kalam, tasawuf, dan
kata-kata asing dalam Al-Quran.
Untuk menentukan keabsahan dan keontetikan suatu hadist para ulama meneliti dan mengkaji dengan
sungguh-sungguh hadist dari segi sanad, rawi, dan matan(sifat dan bentuk hadist). Pada masa Dinasti Abasisiyah
muncul para ahli hadis yang termashur.

a)

Imam Bukhari, karyanya adalah kitab Jami Sahih Al-Bukhari.

b)

Imam Muslim, kitab karangan Sahih Muslim.

c)

Ibnu Majah, karyanya Sunan Ibnu Majah.

d)

Abu Dawud, karyanya Sunan Abu Dawud.

e)

Imam Tirmizi, karyanya Sunan At-Tirmizi.

f)

Imam NasaI, karyanya Sunan An-Nasai.

3.

Ilmu Tasawuf.
Ilmu tasawuf adalah ilmu syariat yang inti ajarannya menjauhkan diri dari kesenangan dunia dan
mendekatkan diri kepada Allah. Diantara ulama ahli tasawuf adalah:

a)

Al-Qusyairi, karyanya Risalatul Qusyairiyah.

b)

Syihabuddin, karyanya Awariful Maarif.

c)

Imam Gazali, karyanya Ihya Ulumuddin.

4.

Ilmu Kalam.
Perkembangan ilmu kalam terjadi seiring dengan genjarnya serangan orang-orang non-muslim yang
ingin menjatuhkan Islam melalui olah fikir filsafat. Dan ulama yang terkenal di bidang ini adalah Hasan AlAsyari, Washil bin Atha, dan Imam Syafii.

5.

Ilmu Fikih.
Ilmu fikih dimasa Abbasiyah mengalami perkembangan yang cukup baik, ulama-ulama yang muncul
pada saat itu dikenal dengan sebutan dengan Imam Mazhab. Karena kekuatan dan kemampuan mereka dalam
menyimpulkan hukum-hukum dari berbagai masalah yang ada.
Mazhab-mazhab fikih yang banyak diikuti oleh kaum muslimin di dunia yang muncul pada masa
Abbasiyah adalah:

a)

Imam Abu Hanifah, karyanya Fiqhu Akbar, Al-Alim Wal Mustaan, dan Al-Masad.

b)

Imam Malik, karyanya Kitab Al-Muwatta, dan Al-Usul As-Sagir.

c)

Imam SyafiI, karyanya Al-Umm, Al-Isyarah, dan Usul Fiqih.

d)

Imam Ahmad Ibnu Hambal, karyanya Al-Musnad, Jami As-Sagir, dan Jami Al-Kabir.

Tokoh Ilmuwan Pada Masa Dinasti Abbasiyah


2 Maret 2014 pukul 21:01

1.Bidang Astronomi
Ilmu Perbintangan/Astronomi
juga mendapat perhatian serius dari
para ilmuan muslim ketika itu. Karena
itu mereka terus melakukan kajian
untuk mengembangkan ilmu tersebut.
Sementara itu, Habasyi al-Hasib alMarwazi telah melakukan observasi
sejak usia 15 tahun. Ia memimpin
penyusunan 3 tabel Zij Al-Makmun
(Tabel Al-Makmun) pada masa
pemerintahan khalifah Al-Makmun.
Tabel pertama mengkritik metode alKhawarizmi, kedua menulis tentang alZiz Al-Mumtahan, ketiga al-Zij As-Syah.
Al Marwazi juga menulis beberapa
karya astromoni yang dikutip dalam
Fihrist (indeks) karya al-Nadim.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Astronomi :
a. Al-Fazari, astronom Islam
yang pertama kali menyusun
astrolabe
b. Al- Fargani (Al-Faragnus),
menulis ringkasan ilmu
astronomi yang
diterjemahkan ke

dalam bahasa Latin oleh


Gerard Cremona dan
Johannes Hispalensis.
c. Jabir Batany
d. Musa bin Syakir
e. Abu Jafar Muhammad
2.Bidang Kedokteran
Ilmu kedokteran merupakan
salah satu ilmu yang mengalami
perkembangan yang sangat pesat pada
masa Bani Abbasiyah. Pada masa itu
telah didirikan apotik yang pertama
didunia yaitu yaitu tempat menjual
obat.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Kedokteran :
a. Ibnu Sina (Avicenna),
bukunya yang fenomenal
yaitu al-Qanun fi al-Tiib. Ia
juga berhasil menemukan
sistem peredaran darah
pada manusia.
b. Ibnu Masiwaihi
c. Ibnu Sahal
d. Ali bin Abbas
e. Al-Razi, tokoh pertama
yang membedakan antara
penyakit cacar dengan
measles. Dia juga orang
pertama yang menyusun
buku mengenai kedokteran
anak.
3.Bidang Optika
Abu Ali al-Hasan ibn alHaythani (al-Hazen), terkenal sebagai
orang yang menentang pendapat
bahwa mata mengirim cahaya ke
benda yang dilihatnya. Menurut
teorinya, bendalah yang mengirim
cahaya ke mata.
4.Bidang Kimia
Ilmu kimia yang termasuk
salah satu ilmu pengetahuan ynag
dikembangkan oleh kaum muslimin.
Mereka melakukan pemeriksaan dari
gejala-gejala dan mengumpulkan
kenyataan-kenyataan untuk membuat
hipotesa dan untuk mencari
kesimpulan-kesimpulan yang benarbenar berdasarkan ilmu pengetahuan.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Kimia :
a. Jabir ibn Hayyan, ia
berpendapat bahwa logam
seperti timah, besi, dan
tembaga dapat diubah
menjadi emas atau perak
b. Ibn Baitar
5.Bidang Matematika
Diantara ilmu lain yang

dikembangkan pada masa


pemerintahan Bani Abbas yaitu adalah
ilmu hisab / Matemaika. Ilmu ini
berkembang karena kebutuhan dasar
pemerintah untuk menenukan waktu
yang tepat dalam setiap pembanunan.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Matematika :
a. Muhammad ibn Musa alKhawarizmi, yang juga
mahir dalam bidang
astronomi.
Dialah yang menciptakan
ilmu al-Jabar.
b. Tsabit ibn Qurrah alHirany
c. Musa bin Syakir
6.Bidang Sejarah
Pada masa ini, kajian sejarah
masih terfokus pada tokoh atau /
peristiwa tertentu misalnya, sejarah
hidup nabi Muhammad SAW. Dalam
perkembangan pada ilmuan/
sejarawan tidak menjadikan hadist
berupa perkataan. Perbuatan Nabi
Muhammad SAW, dan menentukan
suatu hukum, juga masalah logis /
rangkaian peristiwa.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Sejarah :
a. Al-Masudi, diantara
karyanya adalah Muruj alZahab wa Maadin alJawahir
b. Ibn Saad
7.Bidang Filsafat
Proses penerjemahan yang
dilakukan umat islam pada masa
pemerintahan dinasti bani Abbasiyah
mengalami kemajuan cukup besar.
Penerjemah tidak hanya melakukan
ilmu pengetahuan dan peradaban
bangsa-bangsa Yunani, Romawi,
Persia, India, Syiria, saja, juga
mencoba mentransfernya kedalam
bentuk pemikiran. Proses ini biasanya
disebut dengan istilah Hellenisasi.
Tokoh-Tokoh Penting Didalam
Perkembangan ilmu Filsafat islam
adalah :
1.Al Kandi (185-260 H / 801
873 M)
Ia adalah filosuf
muslim pertama yang berasal
dari suku Kinbad. Ia
mengatakan antara filsafat
dan dengan agama tidak ada
pertentangan dan tidak perlu
dipertentangkan, karena
keduanya sama-sama mencari

kebenaran.
Dalam catatan M. M
Syarif, al Kindi memiliki
karya sejumlah 270 buah,
berupa tulisan yang
mencakup pemikiran ilmu
pengetahuan lain, seperti
filsafat, kedokteran, logika,
ilmu hitung, music,
astronomi, psikologi, politik
dan lain-lain.
2.Abu Nasr al-Faraby
Ia merupakan salah seorang
filosuf yang memiliki wawasan
pengetahuan cukup luas.
3.Ibnu sina
Ibnu sina adalah salah seorang
ilmuan dan filosuf muslim yang
gemar mencari ilmu
pengetahuan. Diantara
kedokteran, yang kemudian
dituangkan dalam bentuk karya
yang sangat monumental yaitu
al Qanunfi al Thibb
(ensiklopedia kedokteran)
karya ini menjadi bahan
rujukan para ilmuan dan
dokter dunia hingga abad ke 18
M. diantara pemikiran filsafat
yang dikembangkannya adalah
filsafat jiwa, filsafat wahyu dan
nabi, serta filsafat wujud.
4.Ibnu Bajjab (533 H / 1138 H)
Selain menguasai filsafat, Ibnu
Bajjah juga menguasai tata
bahasa dan sastra arab.
5.Ibnu Tbufail (581 H / 1186 H)
Ia adalah seorang ilmuan
filosuf kenaman pada masa itu,
selain menguasai bidang filsafat
ia ia juga menguasai ilmu
pengetahuan, seperti
kedokteran, matematika dan
sastra arab.
6.Al Ghazali (1059 1111 M)
Al Ghazali dalam karya ini
sebenarnya ia ingin mencari
kebenaran yang hakiki ia tidak
mau percaya beitu saja dengan
pemikiran orang lain dalam
bidang kalam dan juga dalam
bidang Filosifis tidak
menemukan, dan yang
dikatakannya telah
Rancu.Ketika Al Ghazali tidak
menemukan argumen yang
kuat dalam kedua bidang
tersebut, akhirnya melakukan
pencarian diri mengenai
hakikat yang sebenarnya,

semua itu ditemukan dalam


bidang tasawuf.
7.Ibnu Rusyd (520-595 H / 1126
1196 M)
Nama lengkapnya adalah Abu
al Khalid Muhammad bin
Ahmad bin Muhammad bin
Rusd, ia lahir di Cordova pada
tahun 520 H / 1126 H, ia lahir
dan dibesarkan dalam
lingkungan keluarga tedidik,
sehingga ia menjadi orang yang
terdidik pula. Diantra karyanya
yang hingga kini masih dapat
ditemukan adalah Bidayah al
Mujtahid, yang bahasa ilmu
hukum, dan kitab al Kulliya,
yang membahas ilmu
kedokteran. Selain itu ia juga
banyak melakukan komentar
terhadap hasil karya pemikiran
Aristoteles, sehingga ia dikenal
sebagai seorang komentator
Aristoteles kenamaan, karena
kritik dankomentarnya sangat
tajam.Kalau dibarat (Spanyol)
Ibnu Rusyd dikenal sebagai
komentator terhadap
pemikiran Aristoteles, didunia
timur ia dikenal sebagai filosuf
yang membela pemikiran para
Filosuf dari serangan Al
Ghazali. Karyanya dalam
bidang ini tertuang dalam Fashl
al Maqail fi ma Baina al
Hikmah wa al Syariyyah min
al Ittishal
Dari karya mereka inilah
kemudian bangsa-bangsa barat
mencapai masa kejayaan,
karena mereka mulai terbuka
pemikiran dan wawasanya
semakin bertambah dengan
menerjemahkan karya umat
islam kedalam bahasa Yunani
(Eropa). Dari situlah dikenal
masa Aufklarung, Renesaince,
yang melahirkan suatu zaman
industri yang disebut revolusi
industry.
8.Bidang Tafsir
Metode ke-2 disebut tafsir
Dirayah Tafsir bir al-Rayi atau bi alAqli yaitu menafsirkan al-Quran
dengan menggunakan akal lebih
banyak daripada hadis. Pada masa
Bani Abbasiyyah ini ditandai degan
munculnya kelompok Mutazilah yang
tidak terikat oleh Al-Hadis maupun
perkataan sahabat atau aqwal al-

Sahahah
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Sejarah :
a. Ibn Jarir ath Tabary
b. Ibn Athiyah alAndalusy
c. Abu Bakar Asam
d. Ibn Jaru al-Asady
e.
9.Bidang Hadist
Pada abad ke-2 dalam
pembukuan hadits yaitu pembukuan
yang berdiri sendiri terlepas dari
sistematika fiqih dan tidak dimasukkan
ke dalam aqwal Al-Shahahah dan
fatawa Al-Tabiin.Tokoh yang terkenal
di bidang ini adalah Abu Abdullah
Muhammad bin Ismail bin Ibrahim AlMughiroh bin Mardizah al-Bukhori. Ia
lahir di kota Bukhara pada tahun 194
H.
Sanad adalah orang yang mendengar
atau menerima hadis dari Rasulullah
SAW, lalu menceritakannya kembali
kepada orang lain. Matan adalah isi
atau kalimat dari sabda atau hadis
Rasulullah SAW. Rawi adalah orang
yang meriwayatkan hadis-hadis
Rasulullah SAW.
Diantara guru hadis yang sempat
didatangi adalah Ishak bin Rahwi dan
Ali Al-Madaini. Imam Al-Bukhori
menghasilkan sebuah karya dlaam
bidang ilmu hadis yang sangat manual
yaitu kitab Al-Shahih Al-Bukhori.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Hadist :
a. Imam Bukhori
b. Imam Muslim
c. Ibn Majah
d. Baihaqi
e. At-Tirmizi
10.Bidang Kalam
Akulturasi budaya yang
disebabkan oleh mengglobalnya islam
sebagai agama peradaban
menimbulkan tantangan tantangan
baru bagi para ulama.
Menurut A. Hasymy, lahirnya
ilmu kalam karena 2 faktor
1.Untuk membela islam dengan
bersenjatakan filsafat
sepetihalnya musuh memati
senjata itu
2.Karena semua masalah
termasuk masalah agama, telah
berkisar dari pola rasa kepada
pola akal dan ilmu.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Kalam :

a.Al-Asyari
b.Imam Ghozali
c.Washil bin Atha
11.Bidang Geografi
Dalam tradisi islam, ilmu bumi
tidak bisa dipisahkan dengan
astronomi. Ahli bumi pertama dalam
sejarah islam adalah al Kalbi, yang
termasyur pada abad ke 9M
khususnya dalam studinya dikawasan
Arab. Kemudian pada masa Abad ke
10 M, al Astakhri menerbitkan buku
geografi negeri-negeri islam dengan
peta berwarna. Al-Biruni pada awal
abad ke 11 M melengkapi karya alAstakhri ini dengan menerbitkan buku
geografi Rusia dan Eropa Utara.
Tokoh tokoh Ilmuan dalam
bidang Geografi :
a.Syarif Idrisy
b.Al-Masudi
12.Bidang Tasawuf
Berusaha mendekatkan diri
pada Tuhan melalui jalan atau
tahapan-tahapan yang disebut
maqam.
Tahapan atau maqam yang
mesti dilalui oleh para sufi adalah :
a. Zuhud adalah
kehidupanyang telah
terbebas dri mentari
duniawi. Tokoh yang
masuk kategori ini
adalah Sufyan As-Sauri
(97-161 H/716-778 M),
Abu Hasyim (w. 190 H).
b. Muhabbah adalah rasa
cinta yang sangat
mendalam kepada Allah
SWT. Tokoh terkenal
adalah Rabiah AAdawiyah (w. 185 H/801
M)
c. Marifat adalah
pengalaman ketuhanan.
Pada ucapan Zun Nun
Al-Misri dan Junaid AlBaghdadi. Zun Nun Al
Misri lahir di Akhmim
pada tahun 155-245 H /
772-860 M.
d. Fana dan baqa adalah
suatu keadaan dimana
seorang sufi belum
dapat menyatukan
dirinya dengan Tuhan
sebelum
menghancurkan dirinya.
Tokoh pertama kali
adalah Abu Yazid al-

Bustami (w.874 M).


e. Ittihad dan hulul
adalah fase dimana
seorang sufi telah
merasakan dirinya
bersatu dengan Tuhan.
Tokohnya adalah Abu
Yazid al-Bustami
Tokoh tokoh Ilmuan
dalam bidang Tasawuf :
a.Shabuddin
Sahrawardi
b.Al-Qusyairi
c.Al-Ghozali
13.Bidang Fiqih
Para Fuqaha yaitu ahli fiqih
yang mampu menyusun kitab-kitab
fiqih. Penyusun kitab al-Musnad alImam al-itdham atau fiqih Al-Akbar
(Imam Malik) 97-179 H, Penyusun
kitab Al-Muwatha (Imam Syafii)
150-204 H, penyusun kitab al-Ilm dan
al-Fiqh al-Akbar fi al-Tauhid (Ibnu
Hanbal) 780-855 M. menyusun kitab
Al-Musnad.
Fuqaha dibagi menjadi dua
golongan yaitu :
1.Ahl al-hadis yaitu golongan
yang menyadarkan kepada
hadis dalam mengambil hukum
(istinbath al-hukm)
2.Ahl-al-Rayi adalah golongan
yang menggunakan akal di
dalam mengambil hokum
(istinbath al-hukm). Tokoh
dalam bidang ini adalah Imam
Abu Hanifah.
Adapun para Imam Mahzab
fiqih empat yang dikenal hingga
kini.
1.Imam Abu Hanifah (80 150
H / 699 767 M)
Nama lengkapnya adalah
Numan bin Tsabit bin Zautby.
Lahir di Kufah pada tahun 80
H/699 M dikenal sebagai
saudagar penjual pakaian di
Kufah, hidup diantara dua
masa yaitu penghubung dinasti
Bani Umayyah dan di awal Bani
Abbasiyah.
2.Imam Malik (93 179 H / 716
0 795)
Nama lengkapnya adalah Abu
Abdullah Malik bin Anas bin
Amir bin Amr bin Haris bin
Gaiman bin Kutail bin Amr bin
Haris al-Asbahi. Lahir di
Madinah pada masa khalifah alWalid bin Abdul Malik tahun 93

H/716 M, Wafat pada masa


Harun Al-Rasyid tahun 179
H/795 M. Terkenal dengan
sebutan Imam Dar-al-Hijrah.
3.Imam Syafii
Nama lengkapnya adalah Abu
Abdullah Muhammad bin Idris
al-Hasyimi al-Muthalibi bin
Abbas bin Usman bin As-syafii.
Lahir di Gaza palestina pada
tahun 150/767 M dan wafat di
Mesir pada tahun 204 /820 M.
4.Imam Hanbali (164-241 H /
780-855 M)
Nama lengkapnya adalah Abu
Abdullah atau Ahmad bin
Muhammad bin Hanbal. Lahir
di Bagdad pada tahun 164
H/780 M. Ia dikenal sebagai
penulis kitab hadis yaitu
Musnad Ahmad bin Hanbal
yang memuat 40.000 hadis.

Tokoh Ilmuwan Muslim Pada Masa Dinasti Abbasiyah

Ilmuwan Muslim dan Penemuannya


Berikut merupakan Tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim beserta penemuannya :
1. Salman Al Farisi; pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.
2. Miqdad bin Amru; pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.
3. Al Nadim (wafat thn 990, abad ke 10); pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
4. Mamun Ar Rasyid (thn 815, abad 9); pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di
Baghdad.
5. Nizam Al Mulk (thn 1067); pelopor pendiri universitas modern pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah (ditiru sistemnya
oleh Oxford Univ. Inggris).
6. Al Ghazali (wafat thn 1111); pelopor pembuat klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah
timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli tasawuf.
7. Al Khindi (wafat thn 866); ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi,
geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
8. Al Farabi (wafat thn 950); ahli musik dan filsafat Yunani, (salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
9. Ibnu Sina (wafat thn 1037) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena; ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah
kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit
TBC, Diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
10. Ibnu Rusydi (wafat thn 1198) dikenal oleh barat dengan nama Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
11. Fakhruddin Razi (wafat thn 1290); ahli matematika, ahli fisika, tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan
modern.
12. Ibnu Khaldun (wafat thn 1406); sejarahwan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiologi.
13. Ibnu Thufail (wafat thn 1185); dokter, filosof, penulis novel filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak habishabisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
14. Ibnu Al Muqaffa (wafat thn 757); pengarang kitab Al Hayawan atau kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
15. Ikhwan Ash Shafa (983); pembuat serial pertama dan ensiklopedi pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui
sekarang).
16. Al Khwarizmi (w.thn 850); menemukan logaritma (berasal dari nama Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi dengan
menyatakan bumi itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al Ardh.
17. Abu Wafa (w.thn 997); mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu
variasi dalam gerakan bulan.
18. Umar Khayyam (w.thn 1123); memecahkan persamaan pangkat tiga dan empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu
aljabar tertinggi dalam matematika modern, penyair.
19. Al Battani (w.thn 929); ahli astronom terbesar Islam, mengetahui jarak bumi matahari, alat ukur gata gravitasi, alat ukur
garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal, menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya,
mengukur keliling bumi. ( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit planet-planet.
20. Ibnu Al Haytsam (w.thn 1039); pelopor di bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger Bacon,
Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan pembiasan cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat
ukur ketinggian bintang kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
21. Al Tusi (w.thn 1274); Astronom kawakan dari Damaskus yang melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet, membuat

model planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.


22. Tsabit bin Qurrah (w.thn 901); penemu teori tentang getaran/trepidasi.
23. Jabir Ibnu Hayyan (w.thn 813); ahli kimia dengan berbagai eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat laboraturium
modern, system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut
logam dan air raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk cat.
24. Abu Bakar Ar Razi (w.thn 935); membagi zat kimia ke dalam kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh
sebelum Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia komplek.
25. Al Majriti (w.thn 1007); membuktikan hukum ketetapan massa (900 tahun sebelum Lavoisier)
26. Al Jahiz (w.thn 869); menulis penelitian tentang ilmu hewan (zoology) pertama kali.
27. Kamaluddin Ad Damiri (w.thn1450); mengembangkan system taksonomi/ klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang
kehidupan hewan.
28. Abu Bakar Al Baytar (w.thn 1340); pengarang buku tentang kedokteran hewan yang pertama.
29. Al Khazini (1121); ahli kontruksi, pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah
mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
30. Al Farghani (w.thn 870); pengarang buku tentang pergerakkan benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh Dante
jauh kemudian.
31. Al Razi (abad ke8); pengarang kitab Sirr Al Asrar (rahasianya rahasia) tentang penyulingan minyak mentah, pembuatan ekstrak
parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warnawarni, keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna, bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan penelitian
tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
32. Banu Musa bersaudara (abad ke 9); pengarang buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti
pengisi tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah (sekarang yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam,
tambang, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
33. Al Farazi (w. thn 790); perintis alat astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu astronomi
menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.
34. Taqiuddin (1565); merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang digerakkan dengan pegas.
35. Ibnu Nafis (w.thn 1288); menulis dan menggambarkan tentang sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey 1628
dianggap pertama yang menemukannya).

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada masa permulaan peradaban yang benar-benar membawa perubahan yang sangat besar, yang membawakan pula obor
kesejahteraan dan kemanusiaan, Muhammad SAW. Ia merupakan nabi penutup daripada nabi dan rosul, serta sebagai rahmatanlil
alamin bagi umat manusia dengan Islam sebagai ajaran agama yang baru. Sehingga Ia pula patut sebagai guru utama bagi
pembaruan. Setelah nabi wafat ajaran tersebut disebarluaskan oleh para sahabat, tabiin dengan memegang panji Islam yang kokoh.
Sehingga pasca nabi, ajaran Islampun juga disebarluaskan diseluruh penjuru dunia.
Dalam penyebaran syariat islam pasca Rosulullah Muhammad SAW, terdapat beberapa babakan, yakni mulai langsung dari Khulafaur
Rasyidin, yang dijalan kan oleh para sahabat dekat nabi (11-41 H) yakni dari Abu Bakar as-Shidiq, Umar bin Khatab, Ustman bin
Affwan, Ali bin Abi Thalib. Serta babakan Islam pada masa klasik (keemasan) yang terdapat dua penguasa besar pada saat itu, yaitu
pada masa Dinasti Umawiyah dan Dinasti Abbasiyah. Pada bahasan ini, kita akan membahas lebih luas tentang Dinasti Abbasiyah
yang diusungkan dari kerabat Rasulullah, yakni keluarga Abbas.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana proses terbentuknya Dinasti Abbasiyah?
b. Siapa saja Tokoh pada masa Dinasti Abbasiyah yang mempunyai peran penting dalam menggulingkan Dinasti Ummayah?
c. Bagaimana gerakan perjalanan Dinasti Abbasiyah?
d. Kemajuan dan kemunduran Daulah Abbasiyah?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Proses Terbentuknya Dinasti Abbasiyah
Dinasti ini pun berasal dari nama keluarga Bani Hasyim, yakni seleluhur dengan nabi Muhammad SAW. Yang diambil dari nama paman
beliau al Abbas, yang secara resmi diplokamirkan oleh Abd Allah Al Shaffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abd Allah ibn Abbas. Keturunan
paman nabi Muhammad inilah yang disebut dengan bani Abbas. Yang mana keturunan al Abbas ini mengklaim dirinya lebih baik
menggantikan posisi nabi ketika beliau wafat, dari pada Ali bin abi Thalib, yang mana mereka menganggap paman nabi inilah yang
lebih berhak, ketimbang keponakan nabi. Pada awal mula pemikiran ini belum muncul ketika nabi meninggal, tetapi mengemuka ketika
cucu Ali bin abi Thalib, yang kekaligus pemimpin syiah al Khaisaniyah, atau kelompok terbesar keturunan Ali yang melakukan
perlawanan kepada Ummawiyah. Dari Dinasti Abbasiyah ini tidak begitu terpengaruh dari peradaban Arab, seperti halnya pad masa
Dinasti Ummawiyah dikarenakan perpindahan ibukota dari Damaskus ke Bagdad.
B. Tokoh Pada Masa Dinasti Abbasiyah
Pada zaman Abbasiyah konsep kekhalifahan (pemerintahan) berkembang sebagai sistem politik. Pola pemerintahan yang diterapkan
berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, ekonomi dan budaya. Sistem politik yang dijalankan oleh Daulah Bani
Abbasiyah antara lain :
a. Para Khalifah tetap dari Arab, sementara para menteri gubernur, panglima perang dan pegawai lainnya banyak dipilih dari keturunan
Persia dan Mawali.
b. Kota Bagdad ditetapkan sebagai ibukota negara dan menjadi pusat kegiatan politik, ekonomi dan kebudayaan.
c. Kebebasan berfikir dan berpendapat mendapat porsi yang tinggi.
d. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting dan mulia.
e. Para menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintah.
Dalam dinasti Bani Abbasiyah ini terdapat 37 khalifah berkuasa kurang lebih selama lima abad (750-1258 M). Ada beberapa tokoh yang
sangat berjasa dan sukses dalam penggulingan Dinasti Ummawiyah, yakni;
1. Muhammad ibn Ali ibn Abd Allah ibn Al Abbas
Beliau adalah putra dari Ali ibn Abd Allah, yang merupakan seorang yang zuhud, meningkatkan kualitas ibadah, dan juga baik dalam
menjalin persahabatan dengan bani Ummawiyah, sehingga ia pun diberi daerah kekuasaan oleh khalifah Walid ibn Malik, yakni daerah
Hummayyah yang terletak didekat Damaskus, tetapi anaknya yakni khalifah Muhammad ibn Ali termasuk seseorang yang cerdas dan
Ambisius terhadap kekuasaan, ia pun dapat dikatakan sebagai perintis pergerakan.
2. Ibrahim al Imam
Ia adalah putra dari Muhammad ibn Ali, dan Ia adalah penerus kepemimpinan setelah sepeninggalan ayahnya. Semasa
kepemimpinannya mengalami kemajuan yang sangat pesat, akan tetapi dengan kekuasaannya ia pun bermain dengan leluasa dengan
kekuasaan yang dimilikinya. Setelah Abu Muslim memberikan seperlima dari hartanya, lalu diangkatnya Abu Muslim menjadi pemimpin
di Khurasan, dan memberikan kekuasaan kepada Abu Muslim untuk melakukan propaganda secar besar-besara, yaitu membunuh
siapa saja yang dicurigainya.
3. Abu al Abbas as shafah
Setelah saudaranya Ibrahim al Imam meninggal dunia, maka Abu al Abbas as Shafah menggantikan posisinya menjadi pemimpin,
sampai benar-benar Dinasti Umayyah dapat digulingkan. Ia pun langsung mengangkat dirinya menjadi khalifah pertama di Dinasti
Abbasiyah, dengan menggelari dirinya al Saffah yang berari sang penumpah darah.
4. Abu Muslim al Khurasani

Biasa ia menyebuit dirinya sebagai gubenur keluarga Muhammad (Amir al Muhammad), kedudukan ini ia pangku sampai kekhalifahan
as Shaffah, lalu pada masa pemerintahan Abu Jafar al Manshur, kebesaran Abu Muslim di balas dengan kejahatan, karena
dikhawatirkan membawa pengaruh kepada masyarakat.
5. Abu salamah al Khalal
Beliau adalah salah satu tokoh yang dapat mempengaruhi ibrhim al Imam, yang mana pada tahun 744 H Bukhayr ibn Mahan wafat,
pada waktu ia mendapatkan persetujuan dari Ibrahim al Imam untuk pengankatan menantunya, maka ia pun memakai gelar Wazir al
Muhammad atau mentri keluarga Muhammad, ia meruopakan seorang yang kaya raya, dan ahli dalam perpolitikan, namun pada saat
kesuksesan hampir tergapai, maka Khalifah As shafah membunuhnya, atas persetujuan oleh Abu Muslim.

C. Gerakan Perjalanan Dinasti Abbasiyah


Pemerintahan Dinasti Abbasiyah dapat dibagi dalam dua periode. Periode I adalah masa antara tahun 750-945 M, yaitu mulai
pemerintahan Abu Abbas sampai al-Mustakfi. Periode II adalah masa 945-1258 M, yaitu masa al-Muti sampai al-Mutasim. Pembagian
periodisasi diasumsikan bahwa pada periode pertama, perkembangan diberbagai bidang masih menunjukkan grafik vertikal, stabil dan
dinamis. Sedangkan pada periode II, kejayaan terus merosot sampai datangnya pasukan Tartar yang berhasil mengancurkan Dinasti
Abasiyyah.
Pada Pemerintahan Abasiyyah periode I, telah mengembangkan kebijakan-kebijakan politik diantaranya adalah:
a. Memindahkan ibu kota dari Damaskus ke Bagdad
b. Memusnahkan keturunan Bani Umayyah
c. Merangkul orang-orang persia, dalam rangka politik memperkuat diri, Abasiyyah memberi peluang dan kesempatan yang besar
kepada kaum Mawali
d. Menumpas pemberontakan-pemberontakan
e. Menghapus politik kasta
Dalam menjalankan pemerintahan, Khalifah Dinasti Bani Abbasiyah pada waktu itu dibantu oleh wazir (perdana menteri) yang
jabatannya disebut wizaraat. Wizaraat ini dibagi menjadi 2 yaitu: pertama, wizaraat tafwid (memliki otoritas penuh dan tak terbatas),
waziraat ini memiliki kedaulatan penuh kecuali menunjuk penggantinya. Kedua, wizaraat tanfidz (memiliki kekuasaan eksekutif saja)
wizaraat ini tidak memiliki inisiatif selain melaksanakan perintah khalifah dan mengikuti arahannya.
Sedangkan untuk Model pemerintahan yang diterapkan oleh Abasiyyah bisa dikatakan asimilasi dari berbagai unsur. Ini terlihat jelas
dari adanya periodesasi atau tahapan pemerintahan Abasiyyah. Ciri-ciri yang menonjol pada masa pemerintahan Abasiyyah yang tidak
terdapat di zaman Umayyah adalah :
1. Dengan berpindahnya ibu kota ke Bagdad, pemerintah Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh arab, sedangkan dinasti Bani
Umayyah sangat berorientasi kepada Arab. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abaasiyyah, pengaruh kebudayaan
Persia sangat kuat, dan pada periode kedua dan keempat bangsa turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini.
2. Dalam penyelenggaraan negara, pada Bani Abbasiyyah jabatan wazir, yang membawahi kepala-kepala departemen. Jabatan ini
tidak ada di dalam pemerintahan Bani Umayyah.
3. Ketentaraan profesional baru terbentuk pada maasa pemerintahan Bani Abbas, sebelumnya belum ada tentara yang profesional.

D. Kemajuan dan Kemunduran Daulah Abbasiyah.


Kekuasaan pada periode Bani Abbas ini menerapkan pola pemerintahan berbeda-beda sesuai dengan kondisi politik, sosial, dan
budaya. Berdasarkan pola pemerintahan dan politik terbagi menjadi lima periode, yakni:
1. Periode Awal atau Pengaruh Persia Pertama (750-847), Ada 10 khalifah yang memimpin pada masa ini, telah dikatakan pada awal
pembahasan bahwa salah satu ciri pemerintahan Abasiyyah adalah adanya unsur non Arab yang mempengaruhi pemerintahannya
seperti Persia dan Turki. Pada awal pemerintahannya Abasiyyah lebih cenderung seperti pemerintahan Persia dimana raja mempunyai
kekuasaan absolut yang mendapat mandat dari tuhan. Masa inilah yang mengantarkan abasiyyah pada puncak kejayaannya.
Wilayah kekuasaannya membentang dari laut Atlantik hingga sungai Indus, dan dari Laut kaspia ke sungai Nil.
2. Periode Lanjutan atau Turki Pertama (847-945), Ada 13 khalifah yang memerintah pada masa ini, masa ini ditandai dengan
kebangkitan orang Turki salah satu cirinya adalah orang Turki memegang jabatan penting dalam pemerintahan, terbukti dengan
dibangunnya kota Samarra oleh al-Mutashim. Sepeninggal al-Mutawakkil, para jenderal Turki berhasil mengontrol pemerintahan,
sehingga khalifah hanya dijadikan sebagai boneka atau simbol seperti khalifah al-Muntanshir, al-Mustain, al-Mutazz, al-Muhtadi. Pada
masa ini pula dinamakan pada masa disintegrasi. Disintegrasi yang pada akhirnya menjalar kenegara yang lebih luas, sehingga banyak
negara yang memisahkan diri dari Dinasti Abbasiyah dan menjadi wilayah yang merdeka, misalnya Afrika Utara, Spanyol, Persia.
3. Periode Buwaihiyah atau pengaruh persia kedua (945-1055), Ada 5 khalifah yang memerintah pada masa ini, masa ini berjalan lebih
dari 150 tahun, namun secara de facto kekuasaan khalifah dilucuti dan bermunculan dinasti-dinasti baru. Kemunculan dinasti
Buwaihhiyyah ini, pada awalnya untuk menyelamatkan khalifah yang telah jatuh sepenuhnya dibawah kekuasaan para pengawal yang
berasal dari Turki. Dominasi bani Buwaihiyyah berasal dari diangkatnya Ahmad bin Buwaih oleh al-Muktafie sebagai jasa mereka dalam
menyingkirkan pengawal-pengawal Turki. Pengangkatan ini merupakan senjata makan tuan, dimana Ahmad bin Buwaih yang diangkat
sebagai amir umara dengan gelar Muiz ad daulah menurunkan khalifah Muktafie. Masa bani Buwaihiyyah ini, Abasiyyah menghadapi 2
polemik besar, yaitu:
a. Adanya pemerintahan tandingan, yaitu berdirinya Fatimah (967-1171), dinasti Samaniah di Khurasan (847-1055), dinasti hamidiah di
Suriah (924-1003), dinasti Umayyah di Spanyol (756-1030), dinasti Ghaznawiyah di Afganistan (962-1187).
b. Adanya perang ideologi antara syiah dan sunni. Sebenarnya, Buwaihiyyah merupakan dinasti yang beraliran syiah, sehingga sejak
awal pemerintahannya mereka memaksakan upacara-upacara syiah seperti upacara kematian Husain cucu Rasulullah harus

diperingati, jika tidak mau maka akan dihukum atau disiksa. Namun pemaksaan tersebut tidak berjalan lama karena herus berhadapan
dengan masyarakat Sunni ditambah dengan adanya manifesto Baghdad yang secara langsung menghentikan propaganda
Buwaihiyyah atas Syiah di Baghdad.
4. Periode Dinasti Saljukiyah Atau Pengaruh Turki Kedua (1054-1157 M). Masa ini berawal ketika Seljuk mengontrol kekuasaan
Abasiyyah dengan mengalahkan Bani Buwaihiyyah dan berakhir dengan adanya serbuan Mongol. Kekuasaan Saljuk berawal ketika
penduduk Baghdad marah atas tindakan jenderal Arselan Basasieri yang memaksa rakyat Baghdad untuk menganut syiah dengan
cara menahan khalifah al-Qaim dan menghapuskan nama-nama khalifah Abasiyyah diganti dengan nama khalifah Fatimiah. Kondisi ini
tidak berlangsung lama dengan dikalahkannya Arselan Basaseri oleh Tughrul Bey yang pernah menjadi tentara bayaran Abasiyyah.
Tughrul bey berhasil mendudukkan khalifah al-Qaim pada jabatannya sebagai penguasa yang sah dan resmi dengan gelar kehormatan
Sulthan wa Malik As Syirqi wa Maghrib dan juga mengawinkannya dengan putri khalifah al-Qaim, adapun khalifah yang memerintah
masa pengaruh Turki kedua ada 11. Khalifah-khalifah itu hanya mempunyai wewenang dalam bidang keagamaan saja, sedangkan
bidang lainnya dibawah dominasi Turki.
5. Bebas Dari Pengaruh Lain (1157-1258). Masa sesudah kekhalifahan Abasiyyah sebenarnya bebas dari pengaruh manapun namun
secara perlahan namun pasti menuju kehancuran dimana setelah berakhirnya Masud bin Muhammad yang menghabisi kekuasaan
Seljuk maka kekhalifahan Abasiyyah dikacau lagi dengan adanya kaum khuarzamsyah dari Turki yang dulunya menjaddi pembantu
Seljuk yang kemudian menamakan diri dengan Atabeg (bapak raja/amir). Berkuasanya kaum Khuarzamsyah dibawah kepemimpinan
sultan Alaudin Takash memaksa khalifah Nashir (khalifah ke-31) untuk mencari dukugan dari luar, dari bangsa Tartar Mongol untuk
menghancurkan lawan politiknya, dan inilah yang menjadi kesalahan terbesar Abasiyyah, karena selain menghancurkan Khurzamsyah
bangsa Tartar juga memusnahkan Baghdad dan kota Islam lainnya sehingga sampai masa hulagu khan cucu Jengis Khan Abasiyyah
sudah habis riwayatnya.
Pada masa Bani Abasiyyah dalam sistem pemerintahan mulai diadakan pembaharuan-pembaharuan dalam ketentaraan diantaranya
adalah dengan:
a. Membuka keanggotaan tentera bukan hanya untuk orang Arab saja akan tetapi juga kepada orang non Arab
b. Mengemas sistem pentadbiran dan struktur organisasi ketenteraan
c. Memberikan Gaji dan hadiah kepada tentera, misalnya: Khalifah hadiahkan sebidang tanah untuk menghargai jasa tentera. Cara ini
dikenali sebagai "Al-Iqtha'
Dengan melakukan beberapa pembaharuan-pembaharuan tersebut akhirnya tentara Islam pada masa Bani Abasiyyah pun mengalami
kejayaan.
Begitu juga bagian-bagian didalam kepemerintahan membentuk biro-biro pemerintah :
1. Diwanul Kitaabah (Sekretaris Negara) yang tugasnya menjalankan tata usaha Negara.
2. Nidhamul Idary al-Markazy yaitu sentralisasi wilayah dengan cara wilayah jajahan dibagi dalam beberapa propinsi yang dinamakan
Imaarat, dengan gubernurnya yang bergelar Amir atau Hakim. Kepala daerah hanya diberikan hak otonomi terbatas; yang mendapat
otonomi penuh adalah al-Qura atau desa dengan kepala desa yang bergelar Syaikh al-Qariyah.
3. Amirul Umara yaitu panglima besar angkatan perang Islam untuk menggantikan posisi khalifah dalam keadaan darurat.
4. Baitul Maal, dengan tiga dewan; Diwanul Khazaanah untuk mengurusi keuangan Negara, Diwanul al-Azrau untuk mengurusi
kekayaan Negara dan Diwan Khazaainus Sila, untuk mengurus perlengkapan angkatan perang.
5. Organisasi kehakiman, Qiwan Qadlil Qudha (Mahkamah Agung), dan al-Sutrah al-Qadlaiyah (jabatan kejaksaan), Qudhah alAqaalim (hakim propinsi yang mengetuai Pengadilan Tinggi), serta Qudlah al-Amsaar (hakim kota yang mengetuai Pengadilan Negeri).
6. Diwan al-Tawqi, dewan korespondensi atau kantor arsip yang menangani semua surat-surat resmi, dokumen politik serta instruksi
ketetapan khalifah, dewan penyelidik keluhan departemen kepolisian dan pos.
7. Diwan al-nazhar fi al mazhalim, dewan penyelidik keluhan adalah jenis pengadilan tingkat banding, atau pengadilan tinggi untuk
menangani kasus-kasus yang diputuskan secara keliru pada departemen administratif politik.
8. Diwan al-syurthah, departemen kepolisian yang dikepalai oleh seorang pejabat tinggi yang diangkat sebagai shahih al syurthah yang
berperan sebagai kepala polisi dan kepala keamanan istana.
9. Diwan al-barid, departemen pos, yang dikepalai oleh seorang pejabat yang disebut shahih al-barid, tugas departemen pos tidak
terbatas pada memberikan layanan terbatas untuk surat-surat pribadi akan tetapi juga dimanfaatkan untuk mengantar para gubernur
yang baru dipilih ke provinsi mereka masing-masing, juga untuk mengangkut tentara dan barang bawaannya.
Popularitas Dinasti Abbasiyah mencapai puncaknya pada masa Khalifah Harun ar Rasyid dan putranya Al Mamun. Kekayaan banyak
digunakannya dalam bentuk sosial, yakni dengan berbagai macam pembangunan tempat dan sarana Umum. Pada masanya pula
terdapat 800 tabib , dan pada masa inilah kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, kesusteraan
berada pada keemasannya. Dan pada masa inilah negara Islam, menjadi negara kuat yang tak tertandingi. Begitu pula dengan
putranya, yakni al makmun, ia sangat cinta sekali dengan berbagai macam ilmu pngetahuan, sehingga pada masa kekhalifahannya
bernagai macam buku ia terjemahkan, dan tak segan-segan menggaji berbagai penerjemah bahasa,pada masanya inilah yang
menjadikan kota Bagdad menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang di munculkan pada masa goldeng age ini, yang mana pendidikan pada masa daulah Muawiyah
hanya berada atau berpusat di masjid-masjid, maka pada periode ini madrasah-madrasah dari semua tingkatan dimunculkan, dengan
pelopor Nizam al Mulk, begitu juga dengan ilmu tafsir, ilmu Hadist, dan banyak lagi ilmu-ilmu, baik itu ilmu eksak dan yang lainnya.
Sedangkan pada periode kedua masa pemerintahan Abbasiyah justru malah menurun, wilayah-wilayah Islam satu persatu mulai
terpecah dan tercerai berai, di Andalusia, muncul Dinasti Ummawiyah kembali muncul yang mengangkat Abd al Rahman al Nashir
menjadi khalifah. Begitu juga di Afrika Utara, kelompok syiah al Islamiyah membentuk Dinasti Fathimiyah. Akibatnya pada periode
abad ke 10 M ini sistem kekhalifahan akhirnya menjadi terpecah menjadi tiga bagian, yakni Bagdad, Afrika Utara, dan Spanyol. Di
Mesir, Muhammad ikhsyid berkuasa atas nama Bani Abbas. Di Halb dan Mousil, Bani Hamdan muncul, begitu pula di Yaman, syiah
Zaydiyah semakin kuat dengan kelompoknya. Di Bagdad, bani Buhawiyah berkuasa secara de Facto dan menjalankan pemerintahan
Bani Abbas, sehingga khalifah hanya tinggal nama saja. Faktor-faktor yang menjadi sebab kemunduran Dinasti Abbasiyah adalah:

1. Pertentangan internal keluarga. Seperti halnya al manshur melawan Abd Allah ibn Ali pamannya sendiri. Konflik ini yang
mengakibatkan keretakan psikologis yang mendalamdan menghilangkan solidaritas keluarga, sehingga mengakibatkan campur tangan
kekuatan dari luar.
2. Kehilangan kendali dan munculnya dinasti-dinasti kecil. Dengan buaian gemilang harta dan kekuasaan yang mana setiap orang akan
lupa atas kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan, dengan semua kekuatan dan berbagai macam cara akan dilakukan untuk
mencapai kekuasaan. Dan juga pada perdadana mentri seenaknya menggunakan kebijakan dari khalifah, merekapun berturut-turut
melakukan kekuatan dari luar. Dengan kekuatan dari luar inii pun yang mengakibatkan kehancuran struktur kekuasaan dari dalam
kekhalifahn itu sendiri. Dengan lemahnya sistem pemerintahan pusat, sehingga telah menggoda penguasa daerah utnuk melirik
otonomisasi, seperti gubenur (amir) yang berdomisili di wilayah barat kota Bagdad seperti Idrisyah, Fathimiyah, Ummawiyah II, maupun
yang berdomisili di Timur Bagdad, Tahiriyah, Samaniyah, untuk tidak lagi taat kepada Khalifah pusat. Pada kekacauan ini Holagu Khan
keturunan dari Jengis Khan datang disertai dengan pasukan Tartar menghancurkan Bagdad dan meruntuhkan Bani Abbasiyah.

BAB III
PENUTUPAN
Kesimpulan
Dinasti Abbasiyah adalah pengubah peradaban dunia Islam setelah Dinasti Ummawiyah. Yakni selama lima abad, dari 750-1258 M.
Dinasti ini pun berasal dari nama keluarga Bani Hasyim, yang seketurunan dengan nabi Muhammad SAW. Pada zaman Abbasiyah
konsep kekhalifahan (pemerintahan) berkembang sebagai sistem politik. Pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai
dengan perubahan politik, sosial, ekonomi dan budaya. Selama lima abad, pemerintahan ini pun ada 37 khalifah yang menjalankan
amanah menjadi pemimpin muslimin. Pemerintahan Dinasti Abbasiyah dapat dibagi dalam dua periode. Periode I adalah masa antara
tahun 750-945 M, yaitu mulai pemerintahan Abu Abbas sampai al-Mustakfi. Periode II adalah masa 945-1258 M, yaitu masa al-Muti
sampai al-Mutasim. Dalam menjalankan pemerintahan, Khalifah Dinasti Bani Abbasiyah pada waktu itu dibantu oleh wazir (perdana
menteri) yang jabatannya disebut wizaraat. Wizaraat ini dibagi menjadi 2 yaitu: pertama, wizaraat tafwid (memliki otoritas penuh dan tak
terbatas), periode Bani Abbasiyah membawa peradaban keemasan Islam di penjuru dunia. Sedangkan pada abad ke 10 M ini sistem
kekhalifahan akhirnya menjadi terpecah menjadi tiga bagian, yakni Bagdad, Afrika Utara, dan Spanyol. Di Mesir, Muhammad ikhsyid
berkuasa atas nama Bani Abbas. Di Halb dan Mousil, Bani Hamdan muncul, begitu pula di Yaman, syiah Zaydiyah semakin kuat
dengan kelompoknya. Di Bagdad, bani Buhawiyah berkuasa secara de Facto dan menjalankan pemerintahan Bani Abbas, sehingga
khalifah hanya tinggal nama saja. Faktor-faktor yang menjadi sebab kemunduran Dinasti Abbasiyah adalah: 1. Faktor internal, dari
keluarga khalifah, untuk merebutkan kekuasaan. 2. Kehilangan kendali dan munculnya dinasti-dinasti kecil. Dengan ketidak
seimbangnya kekuasaan dalam negeri maka tibalah pasukan Tartar yang dipimpin oleh Hulagu Khan, menumbangkan Dinasti
Abbasiyah. Sehingga runtuhlah Dinasti yang telah berkibar selama lima Abad.

DAFTAR PUSTAKA
1. Hasan. Hasan Ibrahim,2001, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jakarta: Kalam Mulia
2. Syalabi,2003, Sejarah dan kebudayaan Islam 2, Jakarta: PT Pustaka Al Husna Baru
3. Rofiq, Choirul, 2009, Sejarah Peradaban Islam- Dari Masa Klasik Hinga Modern, Ponorogo: STAIN Press
4. Maryam. Siti,2004, Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hinga Modern,Yogyakarta:LESFI
5. Hitti.Philip K,2005.History of the Arabs,Jakarta: PT Serambi ilmu Semesta
6. Sulasman dan Suparman, 2013,Sejarah Islam di Asia dan Eropa-dari masa klasik hingga masa modern,Bandung:Pustaka Setia
7. Ratna ,2012, Sistem Pemerintahan dan Politik Pada Masa Abbasiyah, ratnatus.blogspot.com
8. Supriyadi.Dedi,2008,Sejarah Peradaban Islam. Bandung:Pustaka Setia
9. Wahid. N Abbas dan Suratno, 2009,Khazanah Sejarah Kebudayaan Islam,Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
10. Karim.Abdul,2006,Islam di Asia Tengah-Sejarah Dinasti Mongol Islam,Yogyakarta:Bagaskara

ILMUAN MUSLIM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH

Posted by asyam fawwaz | 19.56 | Islam

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Ilmuan Muslim pada Dinasti Abasiyyah. Berikut ini penjelasannya :

Pada masa dinasti abbasyah terjadi kemajuan yang sangat pesat sekali
dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayan.

A.TOKOH-TOKOH ILMUAN MUSLIM DALAM BIDANG


ILMU UMUM
1.

Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi.


Ia dilahirkan di Khawarizmi, Usbekistan pada th 194 H/780 M. Ia adalah ilmuan
muslim terbaik pada masa itu. Sartan juga mengatakan bahwa ia (al-Khawarizmi)
antara abad ke-4 sampai-5 sebagai ilmuan dan ahli MATEMATIKA terbesar pada
zaman itu. Pada masa KhaKA terbesar pada zaman itu. Pada masa Khalifah alMamun, ia berkerja di baitul ai-Hikmah di Baghdad. Di Eropa dan Barat alKhawarizmi dikenal sebagai Aigorismi atau Algorism. Algorism dipakai orang
barat dalam arti kata Aritmatika (ilmu hitung). Diantara karyanya adalah hisab
ai-jabr wa al mutaqobalan{perhitungan integrasi dan persamaan }
Selain itu, al Khawarizmi juga menciptakan angka 6,7,8,9 dan juga
mencipakan agka nol (0) yg dinamakan sifr atau kosong. Dengan angka inilah
kita biasa menghitung angka puluhan, ratusan, ribuan dan selanjutnya. Ia
menigal pada th 266 H/850 M di Baghdad.
2.
Al-Kindi
Nama lengkap ai-kindi adalah Abu Yusuf Yaqub bin Ishak bin Sabah bin Imran
bin Ismail bin
Muhammamad bin al-Asyats bin Qais al-Kindi. Ia adalah filsuf
besar Islam dan juga di kenal sebagai filsuf Arab. Ia dilahirkan di Kufah
(Irak)th801 M. Ayahnya bernama Ibnu as-Sabah, & ayahnya pernah menjabat
sebagai gubenur kufah pada masa Al-Mahdi &Harun ar-Rasyid. Nama al-Kidi
diambil dari nama suku arab, yaitu nsuku Kindah. Ia merupakan penyimpul
karya-karya Hellenisme. Ia
merupakan
orang
muslim
pertama
yang
menyelalaskan antara filsafat dengan agama karena filsafat adalah ilmu mulia
dan ia juga menuliskan filsafat sebagai ilmu dari segala ilmu dan kearifan dari
segala kearifan.
Karya-karyanya antara lain dikelompokan dalam bidang, filsafat, logika, ilmu
hitung,
musik,
astronomi,
geometri,
medis,
astrologi,

dialektika,& psikologi. Karya -karya banyak ditulis dalam bahasa latin, &bahasa
Eropa pada abat pertengahan.
3. Al-Fargani(Al-Faragnus)
Al-fargani atau al-faragnus adalah seorang astronom pada masa khalifah AlMamun sampai masa kematian Al-Muttawakil (847-881 M) yg berasal dari
Farghana, Transoxania, Usbekistan. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Abbas
Ahmad bin Muhammad bin Kathir Al-Fargani. Ia berhasil membuat
apogee(Apogeum) dan perige masing-masing planet dengan sistem koresponden
Episikel kedalam eksentrisitas-eksentritas & elips-elips yg terdapat dalam
astronomi modern.
Karya- karya antara lain: kitab harokat as-Samawiya wa jawami Ilm anNujum(asas ilmu bintang) usul Ilman an-Nujum, al-Madkal Ila Ilm Hayat alFalak(pengantar ilmu perbintangan) al-Fusul ats Tsalatsir, al-Kamil al-Astrurlab, Fi
Sariat al-Asturlab .
4. Ar-Razi
Ar-Razi dilahirkan di Rayy pada tahun 865 M. Ia adalah seorang dokter dan
juga seorang filsuf besar. Setelah selesai mempelajari ilmu matematika,
astronomi, logika, sastra, & kimia kemudian baru ilmu kedokteran & filsafat.
Karya ar-Raziantara lain: al-Halwi adalah sebuah ensiklopedia kedokteran yg
berjumlah 20 jilid ,& Fi al-Judari Wa al-Hasbat, yg membahas tentang penyakit campak
& cacar. Ar-Razi meninggal pada tahun 932 M.

5.

Al-Farabi
Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin
Tarkhan bin Uzlag al-Farabi. Ia adalah seorang filsuf yg tertemuka pada
zamanya. Karya-karyanya antara lain: Agrad al-Kitab ma Bada al-Tabiah(intisari
Buku Metafisika),Al-Jamu Baina Rayai al-Hakimaini(mempertemukan dua pendapat
filsuf:plato dan aristoteles),tahsil as-saadah(mencari kebahagian),uyun al masail(pokok
pokok permasalahan),arau ahli madinah (pemikiran-pemikiran penduduk kota),ihsa aluyum(statistic ilmu).Ia wafat pada tahun 339 H/950 M dalam usia 80 tahun.

6.

Ibnu Sina
Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al Husain Bin Abdullah. Didunia barat,ia sering
disebut Avicenna, ia lahir pada rtahun 980 M di Afsyanah. Ketika masih kecil ia
belajar ilmu al quran dan ilmu ilmu agama. Selanjutnya ia mempelajari ilmu
matematika, logika, geomatri, astronomi, metafisika, dan kedokteran. Ia adalah
seorang dokter yang terkenal dan juga seorang filsuf. Ketika berumur 17 tahun ia
dimintai untuk mengobati Pangeran Nuh Bim Mansyur. Karya-karyanya antara
lain : Asy-sufa(penyembuhan), al-Qunun fit Tibb(peraturan peraturan kedokteran), al
kauz al akbar(kemenangan besar), Al-Isyarat Wa at-Tibb(isyarat &penjelasan ), Mantiq
al-Masynqiyyin(logika Timur), Al-Asggor (kemenangan kecil), Tajarib al-Umam
(pengalaman bangsa-bangsa), uns al-Farid (kesenangan yg tiada tara), Tartrib asSaadan(ahlak & politik), As-Siyah (aturan hidup), Jawidah Khairad (ungkapan bijak),

Tahzib al-Ahlak (pembinaan ahlak). Ia wafat pada tahun 1030


M.

7.

Abu Hasan Ali Masud


Lahir di Bagdad, Irak menjelang ahir abad ke-9 M. ia adalah seorang
sejarawan ahli geografi
,geologi, dan juga zoology. Ia juga mempelajari ilmu kalam ,akhlak,politik,dan
ilmu bahasa. Ia adalah seorang tokoh ensiklopedia dalam sains islam. Selai itu
dia seorang ahli sejarah dan geografi. Dia di beri gelar oleh ibn khalikan menjadi
imam al-muarrikhin (pemimpin para sejarawan)
Beberapa karya-karyanya adalah:Zakharir al-Ulum wa makana fi sair al-Duhur
(khazanah ilmu pada setiap kurun), Al-Istizkar Lima Marrafi Salf al-Amar, Muruj azZahab wa Maadin (padang rumput emas & tambang batu permata), Tarikh fi Akhbar alUlum min al-arab Wa al-ajam (sejarah bangsa Arab & Persia), Tanbih wa al-Isyraf. Abu
Hasan Ali Masud meningal di Postat tahun 956 M.
8. Ibnu Haitam (al-Hazen)
Nama lengkapnya adalah: Abu Ali al-Husain bin al- Husain bin Haitam alBasri al-Misri. Ia di lahirkan di Basra pada tahun 354 H/965 M. di dunia barat ia
terkenal dengan nama Alhazen, Avennatan. Ia adalah seorang matikawan &
fisikawan yg paling disegani sejak abad ke-11. a
Karya-karyanya antara lain: Maqolah fi Istikhraj Samt al-Qiblah (dalam buku
ini ia menyusun teorama kota), Maqolah fi Hayat al-Alam (mengulas astronomi), Fi alManasit (sebuah kamus optik), Fi al-Maraya al-muhriqoh bi ad-Dawair (tentang cermin
yg membaqar), Maqolah fi Daw al-qomar (membahas cahaya, &garak langit), surah alKusuf (mengurai tentang pengunaan camera obscura).

DAFTAR PUSTAKA
Aen,Nurul. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Sunanto, Musyrifah. 2004. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Islam. Jakarta: Prenada Media.
Suwito, et l. 2005. Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta: Katalog Dalam Terbitan.
Suwito. 2008. Sejarah Sosial Pendidikan. Jakarta : Kencana
Nizar, Syamsul. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : Kencana Media Group.

http://ratih-nurafriani.blogspot.com/2012/03/pendidikan-islam-pada-masa-bani.html
Yunus, Mahmud. 1990. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Hidakarya Agung.
Yatim, Badri. 2000. Sejarah Peradaban Islam : Dirasah Islamiyah II. Jakarta : PT. Raja
Grafindo.
Nata, Abuddin, 2011, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Kencana Perdana Media Group
file:///F:/perkembangan-islam-periode-klasik.html