Anda di halaman 1dari 5

Pengembangan ES dengan ES-Shell

PERHATIKAN!!!
Handout ini tidak lengkap. Untuk Dependency diagram dan
tabel-tabel yang melengkapi langkah 3 dan 4, serta script KBS
yang dihasilkan pada langkah 5, silakan memperhatikan
referensi yang digunakan.
Referensi:
"Developing Knowledge-based Systems using VP-Expert", Dr. Dorothy G. Dologite,
Maxwell Maxmillan, 1993. Penulis adalah seorang Profesor Sistem Informasi dari Baruch
College, City University of New York.

Langkah-langkah perancangan sebuah ES dengan ES-Shell:


secara prinsip tidak berbeda dengan sejumlah tindakan dalam membangun sebuah
application system untuk sistem informasi berbasis komputer (CBIS).
Selain software yang diperlukan pada tahap implementasi, diperlukan pula sejumlah
design tools - seperti flowchart - yang berbentuk diagram ataupun sejumlah tabel sebagai
sarana dokumentasi yang baik untuk pemeliharaan dan perancangan lebih lanjut.
Yang lebih banyak menyita waktu: menyarikan pengetahuan dari pakar oleh seorang
knowledge engineer.
Langkah 1-4 berupa disain yang tidak tergantung software ES-Shell yang dipakai, sedang
langkah 5-8 adalah implementasi yang sangat tergantung software, dalam pengembangan
ini yang dipakai adalah VP-Expert.

Contoh area perancangan:


Health Maintenance Organization (HMO) adalah lembaga pemeliharaan kesehatan (klinik
medis) yang bersifat komersil. HMO memberlakukan sistem keanggotaan, dimana
seseorang yang ingin menjadi anggotanya harus mendaftarkan diri terlebih dahulu dan
membayar iuran secara rutin dalam periode waktu tertentu, supaya status keanggotaannya
tetap sah. Karena keterbatasan sumber daya HMO, layanan yang diberikan kepada
anggotanya didahulukan untuk prioritas yang tinggi, sehingga sejumlah kriteria lain juga
perlu diperhatikan pada screening awal untuk menentukan level pelayanan yang diberikan,
serius tidaknya penyakit klien, jenis kasusnya baru atau lanjutan. Layanan yang diberikan
tentu saja juga perlu memperhatikan keperluan seorang klien yang datang ke HMO,
berobat atau hanya untuk mendapatkan informasi.

Berikut ini adalah sejumlah langkah yang harus dilakukan secara berurutan untuk
mengembangkan Rule-based ES dengan ES-Shell.

Langkah 1: Batasi Area Perancangannya


tunjukkan sebuah subarea - dari keseluruhan area (HMO) - yang dipilih sebagai sebagai
titik awal perancangan prototype ES dengan menggambar sebuah blok diagram.
Subarea yang dipilih adalah dukungan pengambilan keputusan sederhana pada fungsi-fungsi
pelayanan sebagai bagian dari pengelolaan fasilitas di dalamnya (lihat gambar 1). Alasan

www.hansmichael.com - Pengembangan ES dengan ES-Shell 1 of 5


pemilihan front-office: bagian ini merupakan bagian yang sangat strategis dan vital dari HMO.
Telah diketahui bahwa usaha jasa selalu memusatkan perhatiannya pada aspek-aspek Total
Customer Service.
fokuskan permasalahan pada subarea ini dengan menggambar beberapa layer di dalamnya
secara lebih rinci (lihat gambar 2).

Langkah 2: Sasarkan Pengambilan Keputusan yang Diprototypekan


Sistem yang dirancang akan mendukung pengambilan keputusan petugas jaga front office
dengan memberi rekomendasi tentang level pelayanan apa yang akan diberikan kepada
seorang klien.
Tunjukkan faktor-faktor kritis yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah rekomendasi
(lihat gambar 3). Pada contoh ini terdapat 3 faktor kritis yang digunakan untuk screening
awal klien:
Status keanggotaan HMO:
Bukan anggota atau anggota? Sah tidaknya kartu anggota perlu diperiksa lebih lanjut dengan
membuka log-book keanggotaan
Keperluan:
Apakah keperluan seseorang mengunjungi HMO? Untuk kasus baru, kasus lanjutan, atau untuk
memperoleh informasi?
Masalah:
Sejauh mana kondisi klien saat itu? 2 (dua) kriteria dipakai untuk menentukan serius tidaknya
keadaan klien. Suhu tubuhnya abnormal? atau terdapat gejala lain?

Tergantung dari jawaban yang diberikan, disarankan untuk memberikan salah satu pelayanan
berikut kepada klien:
Level 1: Untuk anggota dengan kasus yang serius.
Level 2: Untuk anggota dengan kasus baru yang tidak serius.
Level 3: Untuk anggota dengan kasus lanjutan yang tidak serius.
Informasi atau layanan lain untuk anggota.
Layanan Non-anggota.

Langkah 3: Membentuk Diagram Ketergantungan


Sasaran pengambilan keputusan yang akan dibuat prototypenya (gambar 3) ditransformasikan
ke dalam sebuah diagram ketergantungan (dependency diagram), yang adalah higest-level
diagram dalam pengembangan ini. (gambar 4).

Diagram Ketergantungan untuk menunjukkan semua pertanyaan input yang diperlukan,


jumlah rule dan rule set yang harus dibuat, kemudian semua alternatif jawaban yang
disediakan (values). Termasuk ke dalam values adalah jenis rekomendasi yang disarankan
sebagai output prototype ini.

Diagram ketergantungan dibuat melalui urutan tindakan berikut ini:


menjungkirkan secara horizontal blok diagram yang dihasilkan pada langkah 2 (gambar
3).
menggambar segitiga yang dihubungkan dengan persegi panjang pada semua faktor kritis
dari blok diagram yang dijungkirkan.
Pada contoh ini faktor kritisnya adalah status keanggotaan; masalah; dan rekomendasi level
pelayanan. Faktor keperluan tidak dianggap sebagai faktor kritis, karena tidak membutuhkan

www.hansmichael.com - Pengembangan ES dengan ES-Shell 2 of 5


pengambilan keputusan lebih lanjut. Akibatnya faktor ini dapat diarahkan langsung ke
rekomendasi akhir.
menulis semua variable dan value pada setiap garis yang masuk ke dalam segitiga.
Biasanya variable di atas garis dan value di bawah garis (gambar 4).
memberi keterangan pada setiap segitiga mulai dari kanan ke kiri. Biasanya nomor rule
(pada contoh adalah 1-5, 6-8 dan 9-11) baru ditulis saat semua rule yang diperlukan telah
diperoleh secara lengkap.

Langkah 4: Membentuk Tabel-tabel Pengambilan Keputusan


Tabel-tabel pengambilan keputusan (decision tables) diperlukan untuk menunjukkan
hubungan antara nilai-nilai yang keluar dan masuk dari/ke fase-fase bagian tengah atau
rekomendasi akhir ES. Sebuah segitiga yang dihasilkan pada langkah sebelumnya harus
ditransformasikan menjadi sebuah tabel, sehingga prototype ES untuk HMO ini diperlukan 3
(tiga) tabel .
Seperti dapat dilihat pada semua tabel, penyusunan setiap tabel pada langkah ini memerlukan
3 (tiga) tindakan yang juga harus dilakukan secara berurutan:
Perencanaan
Jumlah baris rule diperoleh dengan memperhatikan jumlah garis yang masuk ke dalam sebuah
segitiga, kemudian mengalikan masing-masing jumlah value yang terdapat pada setiap garis input.
Sebagai contoh pada segitiga rekomendasi akhir gambar 4 terdapat 3 buah garis masuk, yang
jumlah value inputnya masing-masing adalah 2 (anggota, bukan_anggota), 3 (kasus_baru,
kasus_lanjutan, informasi) dan 2 (serius, non_serius). Dengan demikian jumlah barisnya adalah 2
x 3 x 2 atau 12.
Menyusun tabel pengambilan keputusan yang lengkap
Tabel ini diperoleh dengan mendaftar semua kombinasi input yang mungkin dan menuliskan
semua value output yang sesuai dengan setiap barisnya.
Mereduksi tabel pengambilan keputusan
Tindakan reduksi pada dasarnya serupa dengan penyederhanaan gate pada disain rangkaian logika.
Misalnya dapat dilihat pada rule A7 sampai A12. Status keanggotaan yang bukan_anggota selalu
menghasilkan layanan_bukan_anggota, sehingga keenam rule ini dapat direduksi menjadi rule B6
saja.
Setelah reduksi selesai dilakukan, barulah setiap kelompok nomor rule (pada contoh adalah
1-5, 6-8 dan 9-11) ditulis ke dalam setiap segitiga pada diagram ketergantungan yang dibuat
sebelumnya untuk keperluan dokumentasi yang baik. Sampai disini Knowledge Engineer
sesungguhnya telah siap dengan hasil disainnya. Yang dilakukan kemudian adalah memilih
ES-Shell yang tepat untuk keperluan implementasinya.

VP-Expert
VP-Expert dikembangkan oleh Brian Sawyer dan dipasarkan oleh WordTech
menggunakan IBM PC, XT, AT, PS/2 dan kompatibelnya dengan memori minimal 512
KByte. Pada versi versi 3.0 sudah mendukung pembuatan user interface yang berbasis
grafik (GUI), termasuk penambahan fasilitas mouse.
Beberapa keterbatasan Educational Version dari VP-Expert versi 2.1:
akses pada DBF file maksimal 150 record
ukuran rule basenya yang maksimal sebesar 16 KByte.

www.hansmichael.com - Pengembangan ES dengan ES-Shell 3 of 5


Langkah 5: Menulis Rule-rule IF-THEN
Yang dilakukan adalah mengkonversikan tabel pengambilan keputusan hasil reduksi menjadi
sejumlah rule IF-THEN.
Satu baris tabel akan dikonversikan menjadi sebuah rule. Dengan demikian, yang harus
diketahui terlebih dahulu adalah syntax IF-THEN pada VP-Expert yang sebenarnya hampir
tidak berbeda dengan IF-THEN pada programming language manapun, kecuali pada klausa
BECAUSE yang diperlukan pada proses explanation. Syntaxnya adalah sebagai berikut:

RULE <label_rule>
IF <kondisi1> [AND/OR]
[kondisi2 [AND/OR]]
:
THEN <konklusi1> [CNF N]
[konklusi2 [CNF N]]
:
[klausa 1]
[klausa 2]
:
[ELSE <konklusi3> [CNF N]
[konklusi4 [CNF N]]
:
[klausa 1]
[klausa 2]
: ]
[BECAUSE <teks_penjelas>]
;

Sebuah rule harus diakhiri dengan semicolon (;). Kondisi dapat dilengkapi dengan operator
logika AND dan OR, yang masing-masing dapat menghubungkan sampai 20 dan 10 kondisi
yang berbeda.
Penulisan semua value dan variable dalam rule:
diawali dengan huruf
panjangnya sampai 40 karakter
tidak boleh menggunakan keyword
tidak menggunakan spasi. Untuk menggantikan spasi biasanya digunakan '_' (underscore)
Beberapa karakter khusus juga boleh digunakan ($^|%).

"Kebijaksanaan" khusus VP-Expert:


tidak menampilkan underscore yang dipakai suatu variabel atau value saat ditampilkan di
layar!

Klausa ELSE memungkinkan beberapa rule digabung menjadi satu, misalnya rule 6 dan 7
pada HMO1.KBS dapat digabung menjadi:

RULE gabungan
IF member = yes AND
valid_id = yes
THEN member_status = ok
ELSE member_status = not_ok;

www.hansmichael.com - Pengembangan ES dengan ES-Shell 4 of 5


Langkah 6: Menyusun User-Interface
Bagian yang ditulis ini akan mengkonstruksikan format tampilan pada layar yang dilihat atau
digunakan pemakai selama berkonsultasi.

Sebuah user-interface ES biasanya terdiri dari elemen-elemen:


Pesan Pembukaan (opening message)
Daftar semua pertanyaan yang mungkin diberikan pada saat user berkonsultasi dan semua alterntif
jawaban yang mungkin diberikan user dari setiap pertanyaan.
Pesan Penutup (closing message)
digunakan untuk memuat rekomendasi yang diberikan ES.

Pada HMO1.KBS dapat dilihat segment user-interface yang disusun untuk aplikasi HMO.
Untuk mendayagunakan GUI-style yang sedang trend, VP-Expert versi terbaru menyediakan
hampir 30 statement yang khusus disediakan untuk penanganan mode grafik, termasuk
hypertext dan mouse.

Langkah 7: Mengisikan Knowledge-Based ke dalam Komputer


Seperti sebagian besar software lain yang menerapkan konsep Integrated Development
Environment (IDE), VP-Expert juga merealisasikannya dalam executable file VPX.EXE.
Saat diketikkan VPX <cr>, yang akan muncul adalah format IDE dengan menu pada dua
baris terbawah (gambar tampilan awal). Baris pertama adalah menu utama dan baris
berikutnya adalah submenu dari setiap pilihan menu utama yang akan ditampilkan kemudian.

Pengisian KBS (termasuk user-interfacenya) dapat dilakukan dengan 2 cara:


Menggunakan submenu [3Edit] dari VP-Expert.
Berisi menu standard sebuah editor program yang lebih banyak memanfaatkan kombinasi
tombol-tombol <alt>, <F1-F10>, <ctrl> dan tombol khusus lainnya.
Menggunakan editor favorit user.

KBS akan disimpan dengan extension file-name (.KBS). Hal ini harus diperhatikan untuk
pemakaian editor alternatif.

Langkah 8: Mencoba Berkonsultasi


dilakukan dengan memilih sub menu <2Go> dari menu utama <4Consult>.
Langkah 7 dan 8 biasanya dilakukan berulang kali saat terjadi kesalahan penulisan (syntax
error) atau hasil yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan (logic error).

-------oOo-------

www.hansmichael.com - Pengembangan ES dengan ES-Shell 5 of 5