Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN RESMI III PRAKTIKUM PETROGRAFI

ANALISA PETROGRAFI DAN PETROGENESA


BATUAN BEKU DAN GUNUNG API

OLEH
NAMA

: FITRI INDRIANI

NIM

: 410014181

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
S1
2016
1 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

1.1

Bentukhubungandistribuispasialantarabutiratau Kristal ( Hinggis, 2006 ) yang di


amatipadapengamatanpertamapetrografiyaitu random.

1.2

Modal Analisa
A. TeknikPenyamaan Visual (Kualitatif)

Gambar.PenentuanVolumentrikSecara Visual (Dalam best, 20013)

2 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

PLAGIOKLAS

PIROKSIN

QUARSA

Komposisi mineral yang diamatidanpresentasisecaravisual :


Plagioklas
20%
Quarsa
35 %
Piroksin
45%
1.2.1

DEKSRIPSI MIKROSKOPIK

Padapengamatanygdilakukanpadasayatan Tipis padaMikroskopdijumpaibeberapa Mineral,


yaitu :
Mineral plagioklasdenganeuhedral-subhedralbentukdenganpersentasi 20%
Mineral piroksindenganbentukeuhedral subhedraldenganpersentasi 45 %
Mineral Quarsadenganbentukeuhedraldenganpersentasi35 %

B. TeknikPoint Counting (Kuantitatif)

3 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

No

POINT COUNTING DATA RECORD SHEET (ROCKS AND AGGREGATES)


Client:
Date:
Ro
Ro
Ro
Ro
Ro
Ro Row Ro
Ro
Ro
Ro
Ro
Ro
Ro
w
wa wb wc wd we
f
wg wh wi wj wk wl
wn
m

P
P
P

Ro
wo

10

11

12

PL

13

PL

PL

14

PL

PL

15

PL

PL

Keterangan :
4 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

1. PL
2. Q
3. P

: Plagioklas
: Quarsa
: piroksen

Berdasarkanhasilperhitunganpoint Counting, yang dilakukandenganmenentukannama


mineral atau material di sayatan yang terkenatitik, maka di
dapatjumlahperhitungannyaadalah :
Plagioklas 3,11% (7/225 x 100 % )
Warnapadapengamatan

PPL

abu-abukeputihandanpadapengamatan

XPL

berwarnaabu-abukeputihanmempunyaikembaranbentuksubhedral-anhedral relief tinggi


sedang.
Piroksin 18,22% (41/225 x 100%)
Warnapadapengamatan

PPL

putihkeabu-abuandanpadapengamatan

XPL

berwarnaorange kemerahandijumpaipecahan, relief tinggibentuksubhedral euhedral.


Quarsa 7,11% (16/225 x 100% )
Warnapadapengamatan

PPL

berwarnaputihdanpengamatanpadasaat

berwarnaputihdengantidakadapecahandanmempunyaibelahandengan

relief

XPL
rendah-

sedangkarenabatas-batasantara mineral tidakterlihatbentukeuhedral subhedraldenganorde 2


denganorientasiadisi.

5 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

1.3 ASOSIASI MINERAL


Mineral dalam batuan hasil krista lisasi magma, dapat terjadi dengan berbagai cara
sehingga menghasilkan keberagaman. Batuan beku sub alkalin yang berasosiasi dengan
fraksinasi kristalisasi seperti pada tatanan tektonik subduksi akan menghardirkan mineralogi
norma seperti pada seri reaksi bowen (Bowen,1922) yang merupakan rankaian seri reaksi
mineral secara fisik dan kimia, yang saling berasosiasi. Konsep asosiasi mineral dalam batuan
beku lebih tepat menggunakan seri reaksi bowen.

SERI REAKSI BOWEN

6 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Olivin

(TemperaturTinggi : Magma Basa)

7 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Anortit

8 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

OrtoPiroksen

Bitownit

9 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

KlinoPiroksen

Labradorit

10 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

11 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Amphibol

Andesin

12 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

13 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Biotit

Oligoklas

14 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Albit

15 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

16 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Potassium Feldspar

17 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

18 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

19 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Muskovit

20 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

21 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

22 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Kuarsa

23 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

(TemperaturRendah : Magma Asam)

1.4Tekstur batuan beku


Tekstur dalam batuan beku merupakan hubungan antar mineral atau mineral
dengan masa gelas yang membentuk masa yang merata pada batuan. Selama
pembentukan tekstur dipengaruhi oleh kecepatan dan stadia kristalisasi. Yang kedua
tergantung pada suhu, komposisi kandungan gas, kekentalan magma dan tekanan. Dengan
demikian tekstur tersebut merupakan fungsi dari sejarah pembentukan batuan beku. Dalam
hal ini tekstur tersebut menunjukan derajat kristalisasi, ukuran butir, granulitas, dan
kemas, ( Wiliams, 1982; Huang, 1962)
1.4.1 Derajat Kristalisasi
Derajat kristalisasi merupakan keadaan proporsi antara masa kristal dan masa
gelas dalam batuan.
Pada pengamatan ini batuan yang diamati mempunyai derajat kristalisasi
berupa : Hipokristalinyaitu batuan tersusun seluruhnya oleh massa kristaldangelas
1.4.2. Granulitas
Granulitas merupakan ukuran butir kristal dalam batuan beku, dapat sangat
halus yang tidak dapat dikenal meskipun menggunakan mikroskop, tetapi dapat pula
sangat kasar. Umumnya dikenal dua kelompok butir yaitu : afanitik dan fanerik.
Pada pengamatan ini batuan yang diamati mempunyai granulitas
berupa:Porfiroafanitikkarenakristalnyaadaygbesardankecil.
1.4.3. kemas
Kemas meliputi bentuk butir dan susunan hubungan kristal dalam suatu
batuan.
A.Bentuk Kristal
Batuan yang diamati mempunyai bentuk kristal Anhedral.
Apabila bentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh sebagian bidang kristal yang
tidak sempurna, dan dibatasi oleh bidang kristal mineral lainnya.
B. Relasi
Merupakan hubungan antara kristal satu dengan yang lainnya dalam satu
batuan dari ukuran.
Pada batuan yang diamati mempunyai relasi Hipiodiomorfik Granular, yaitu
sebagian besar mineralnya berukuran seragam dan subhedral.
1.4.4. Tekstur khusus batuan beku dan piroklastik.

24 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Pada batuan yang diamati mempunyai tekstur khusus yaitu : PORFIRITIK


(VITROPHYRIC)
YaituTeksturbatuan
dikelilingioleh

yang

dicirikanolehadanya

Massa

Dasar

Kristal

besar
Kristal

(fenokris)

yang
yang

lebihhalusdangelas.DisebutVitrophyrickarena,Massa dasarseluruhnyagelas.

1.4 PRINSIP KLASIFIKASI BATUAN BEKU

25 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Batuanbeku

(igneous

rocks)

merupakanbersumberdariKristalisasi

terbentuksecaracumulate,deuteric,

matasomaticatau

proses

magma

yang

metamorfosa.

Klasifikasiutamabatuanbekuharus di dasarkanpadakeberadaan mineral atau mode,


jikatidakmemiliki

Kristal

ataugelasmakadigunakankalsifikasiberdasarkankomposisikimianya.

1.4.1 KlasifikasiBatuanBekuVulkanik
Klasifikasi QAPFvulkanikharusdipakaiuntukbatuanteksturteridendifikasisebagaibatuanvulkanikdanjika
mineral telahteridentifikasikehadirannya.
Untukkolom basalt danAndesit,
makapenamaandibedakanberdasarkanindekswarnadanpersentase SIO2.

26 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Batuaninitermasukbatuanbekuvulkanik.

Dari

Hasil

mineral

yang

sudahdilakukanPoint Counting didapatipersentase mineral denganhasil:


1. Plagioklas 3,11% (7/225 x 100 % ),
2. Piroksin 18,22% (41/225 x 100%),
3. Quarsa 7,11% (16/225 x 100% ).
Dari
hasilpersentasetersebutuntukpengklasifikasiannamabatuandigunakanKlasifikasiberda
sarkankecerahanataukimiaBatuan( parameterwarnaatautingkatkecerahanbatua
n).

Dilihatdariindekswarnadanpersentase SIO2 nya (table 4.1) karenakandungan


SIO2 <52,didapatiNamaBatuanyaituBASALT.

PRAKTIKUM PETROGRAFI
Laboratorium Hard Rock TeknikGeologi STTNAS Yogyakarta
ACARA
: PETROGRAFI KUALITATIF DAN KUANTITATIF
27 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Nama

: AHSAN N.A. DEKY

Kelompok

: SENIN (11.00-

NIM

:410014202

Tanggal

: 02-05-2016

KodeSampel :plg p.6.3

PerbesaranOkuler

JenisBatuan

: 4x

: BatuanBekuPerbesaranObjektif
PPL

: 4X0,10

XPL

KetranganGambar :
1. Plagioklas 35% 2. Piroksin 45 %
2. Quarsa 20 %

3.Massa Dasar (Glassy)

DeskripsiMikroskopik : Padapengamatanygdilakukanpadasayatan Tipis


padaMikroskopdijumpaibeberapaMineral, yaitu :Mineral Plagioklaspadapengamatan PPL
berwarnaputihdanpadapengamatan XPL berwarnaabu-abukeputihan ,terlihatadanyakembaran.
Mineral Piroksinpadapengamatan PPL berwarnaputih, relief tinggi, denganbelaha 2
arahdanpadapengamatan XPL berwarna orange kemerahanadadijumpaipecahan. Mineral
quarsapadapengamtan PPL berwarnaputih, reliefnyarendahdanpadapengamatan XPL
berwarna XPL berwarnaputih,bentukanhedral-subhendral

PRAKTIKUM PETROGRAFI
Laboratorium Hard Rock TeknikGeologi STTNAS Yogyakarta
Deskripsi Mineral

28 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II

Mineral

plagioklaspersentasi

abukeputihandanpadapengamatan

(35%)Warnapadapengamatan
XPL

PPL

abu-

berwarnaabu

abu

keputihanmempunyaikembaranbentuksubhedral-anhedral relief tinggi sedang.Mineral


piroksinpersentasi (45%)Warnapadapengamatan PPL putihkeabu-abuandanpadapengamatan
XPL

berwarnaorange

euhedral.Mineral

kemerahandijumpaipecahan,
quarsapersentasi

relief

tinggibentuksubhedral

(20%)Warnapadapengamatan

berwarnaputihdanpengamatanpadasaat

PPL

XPL

berwarnaputihdengantidakadapecahandanmempunyaibelahandengan

relief

rendah-

sedangkarenabatas-batasantara mineral tidakterlihatbentukeuhedral subhedraldenganorde 2


denganorientasiadisi.
NamaBatuan I:Basalt (batuanBeku)NamaBatuan II

:-

Pada batuan yang diamati mempunyai tekstur khusus yaitu : PORFIRITIK


(VITROPHYRIC)
YaituTeksturbatuan yang dicirikanolehadanya Kristal besar (fenokris) yang
dikelilingioleh Massa Dasar Kristal yang lebihhalusdangelas.Di sebut Vitrophyric karena
Massa dasar seluruhnya gelas.
.

()
ASISTEN LABORATORIUM

29 | LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI II