Anda di halaman 1dari 5

INTERPRETASI LOG KOMBINASI UNTUK MENENTUKAN JUMLAH

CADANGAN HIDROKARBON PADA INTERVAL 5650 5700 ft DI SUMUR


LOG_2
HELIX ENERGY

Abstrak
Kombiasi Log adalah kegiatan mengkorelasikan data beberapa hasil logging untuk mendapatkan data
pengukuran yang lebih akurat. Fungsi utama dari kombinasi log adalah untuk menentukan pada kedalaman berapa
hidrokarbon itu terakumulasi. Yang perlu diperhatikan dalam kombinasi log adalah pemilihan alat logging yang
akan dikombinasikan. Dalam kegiatan ini harus dipilih kombinasi log yang optimal, yaitu kombinasi log
menggunakan jumlah alat yang minimum tetapi dengan hasil yang akurat. Karena pada akhirnya, cost adalah hal
yang paling dipertimbangkan. Di sini akan mengkombinasikan beberapa log sekaligus untuk menentukan litologi
batuan, resistivitas batuan, porositas batuan, dan lain sebagainya yang nantinya akan digunakan untuk menentukan
di mana letak dirokarbon. Dala kombinasi log ini minimal log-log yang harus ada adalah Log Lithology, Log
Resistivity, dan Log Porosity. Kombinasi Log ini sangat diperlukan dalam proses logging. Karena tanpa proses ini,
pentuan tempat teakumulasinya hirdokarbon tidak akan akurat. Paper ini menganalisa kombinasi log di kedalaman
5650-5700 ft pada well 2. Dan perhitungannya akan dilakukan per kedalaman 10 ft. Di sini juga akan membahas
lebih rinci informasi apa saja yang didapat pada kombinasi log.
Key words: Logging, Resistivity, Porosity, dan Lithology.
Pendahuluan

Tinjauan Pustaka

Pengkombinasian log pada dasarnya


merupakan suatu upaya mendapatkan informasi yang
akurat
mengenai
data
bawah
permukaan.
Pengkombinasian ini meliputi seluruh data penilaian
formasi karena semuanya memberikan informasi
masing-masing dan memacu kita untuk melakukan
interprestasi lebih dalam karena tidak semua
informasi log mendukung data satu dengan yang lain
sehingga kita bisa juga mengetahui kejadian yang
khusus yang tejadi pada bawah permukaan. Informasi
mengenai lapisan batuan, formasi, maupun fluida
yang dikandungnya juga dapat dibaca dari informasi
kombinasi penilaian formasi sehingga kita bisa
mengestimasi keberadaan formasi produktif.

Dalam melakukan kombinasi log, hal yang


perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis log yang
akan dikombinasikan, sehingga dapat memperoleh
hasil yang akurat. Untuk mendapatkan suatu
kombinasi log sumuran yang optimum, maka perlu
dilakukan pemilihan terhadap berbagai jenis log
sumuran yang tersedia di lapangan. Faktorfaktor
yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
kombinasi logging open hole yang optimum adalah :
1. Jenis fluida (lumpur) pemboran yang digunakan
(salt mud, water base mud, oil base mud).
2. Jenis formasi batuan yang ditembus lubang bor
(sandstone, carbonate, vulcanic/tuff).
3. Karakteristik invasi filtrat lumpur.
4. Kondisi lubang bor (diameter lubang bor, cased
hole, dan lain sebagainya).
5. Ketebalan lapisan batuan yang akan diukur
logging.
6. Distribusi porositas dan resistivitas batuan.
7. Kondisi optimum dari setiap peralatan logging
sumur yang ada.

Untuk menentukan sebuah kesimpulan dari


kombinasi log tidak mudah, dibutuhkan perhitungan
yang spesifik agar dapat mengetahui informasiinformasi yang bisa didapat dari kombinasi log.
Dalam perhitungan dari kombinasi log juga harus
dilakukan suatu koreksi. Karena ada beberapa
peralatan logging yang memiliki akurasi kurang baik.
Sehingga hasil yang didapat perlu dikoreksi sebelum
diinterpretasikan.

Komposisi kombinasi log minimal harus meliputi


tiga jenis log, yaitu:
1. Log lithologi

2. Log resistivitas
3. Log porositas
Dari ketiga kelompok log di atas, yang paling
banyak dipengaruhi oleh fluida pemboran adalah log
resistivitas (listrik). Dan alat logging dipergunakan
untuk memperoleh data yang diperlukan dalam
evaluasi formasi serta menentukan potensial
produktivitas yang dimiliki. Potensial produksi
dilakukan dengan cara pengujian terhadap lapisan
yang diperkirakan mempunyai prospek kandungan
hidrokarbon. Penilaian suatu lapangan ditujukan pada
penentuan paramater fisik yang terdiri dari ketebalan
lapisan, permeabilitas, porositas, dan kandungan
minyak. Metode interpretasi log ada dua :
1. Metode kualitatif, yaitu analisa dengan
pengamatan secara langsung pada chart
untuk mengetahui lapisan porous dan
permeabel kandungan fluida.
2. Metode kuantitatif (Quick look dan
Detailed Evaluation), yaitu analisa
melalui perhitungan untuk mengetahui
besarnya
porositas,
resistivitas,
permeabilitas, Rw.
Preparasi Data
o
o
o
o

o ma
o clay
o Rmf@Tukur
o BHT
o Depth BHT

gr
= 1,1
cc
gr
= 2,65
cc
gr
= 2,6
cc
= 1,2 m
= 172,4 F
= 6010,34 ft

Analisa dan Interpretasi


Perhitungan di paper ini menggunakan interval
kedalaman 6660 ft.
1. Menentukan Tf
172,4 - 90

5650 167,46 F
6010,34

Tf 90

2.

0,719 m

3. Menentukan Gamma Ray Log


GR = 78,947API
4. MenentukanVclay
VclayGR

78,947 - 3,947
0,452
169,74 - 3,947

5. Menentukan b
gr
b = 2,489
cc
6. Menentukan Dlog
D log

7.

2,65 - 2,489
0,104
2,65 - 1,1

Menentukan DC

DC 0,104 - 0,452 0,226 0,001


Dclay

8.
9.

2,65 - 2,3
0,226
2,65 - 1,1

Menentukan Nlog = 0,426


Menentukan N
N (1,02 0,426) 0,00425 0,47734

10. Menentukan Nclay


Nclay = 0,64
11. Menentukan NC

NC 0,47734 - 0,452 0,64

Ketebalan Lapisan Analisis = 5650-5700 ft


Interval Pengukuran
= 10 ft
Ts
= 90 F
gr
b
= 2,4
cc

o f

90 6,77

1,29375
167,46 6,77

Rmf @ Tf

Menentukan Rmf@Tf

= 0,188
12.Menentukan porositas FDL-CNL (*)
2 0,188 7 0,226

0,043
9
13. Menentukan Sxo
1

Sxo

0,452

5,3805

0,452
1
2

0,043

1 0,719

0,995 m

Rxo dari chart LLS (short


normal) = 5,3805 m
o
Rclay dar chart LLD
(Rtminimum) = 2 m
14. Menentukan Shr
o

Shr 1 - 0,995 0,05

15. Menentukan porositas FDL-CNL (*c)


*c

2 0,188 7 0,226
1 - 0,1 0,05
9
0,043

16. Menentukan Sw

Sw

0,452

5,8025

1-

0,45
2
2

0,043

1 0,298

= 0,43

4. Menentukan Porositas rata rata dari


matching antara dan Sw

* =
n
2,38
=
3
= 0,79333
5. Menentukan Saturasi Air rata rata dari
matching antara dan Sw
Sw* =

o Rt dari chart LLD = 5,8025 m

( Sw )
n

0,247
3
= 0,08233
Menentukan cadangan
=

Analisa Data dan Interpretasi Penentuan


Cadangan Pada Zona yang Dianggap Prospek
9.
Kedalaman 5678-5686 dengan interval 4 ft
1. Menentukan rata-rata luas permukaan
A0 avg = 800
A1 avg = 800
A2 avg = 800
A3 avg = 800
2. Menentukan Ratio
An 1
An
A0 = 0
A1 = 1
A2 = 1
A3 = 1
3. Menentukan Vb dengan metode Trapezoidal
dan Pyramidal. jika Ratio > 0,5
menggunakan metode Trapezoidal, jika < 0,5
menggunakan metode Pyramidal.
a. A1
h
Vb =
( An + An+1 )
2
4
=
( 800 + 800 )
2
= 3200
b. A2
h
Vb =
( An + An+1 )
2
4
=
( 800 + 800 )
2
= 3200
c. A3
Vb

h
( An + An+1 )
2
4
=
( 800 + 800 )
2
=

= 3200

IGIP
IGIP

43560 Vb 1 Sw
Boi

43560 9600 0,793 (1 0,08233)

IGIP = 304438633 Bbl


Kedalaman 5692-5694 dengan interval 2 ft
6. Menentukan rata-rata luas permukaan
A0 avg = 800
A1 avg = 800
A2 avg = 800
7. Menentukan Ratio
An 1
An
A0 = 0
A1 = 1
A2 = 1
A3 = 1
8. Menentukan Vb dengan metode Trapezoidal
dan Pyramidal. jika Ratio > 0,5
menggunakan metode Trapezoidal, jika < 0,5
menggunakan metode Pyramidal.
a. A1
h
Vb =
( An + An+1 )
2
4
=
( 800 + 800 )
2
= 3200
b. A2
h
Vb =
( An + An+1 )
2
4
=
( 800 + 800 )
2
= 3200

9. Menentukan Porositas rata rata dari


matching antara dan Sw

* =
n
0,905
=
2
= 0,4525
10. Menentukan Saturasi Air rata rata dari
matching antara dan Sw

Hasil analisa pada kedalaman 5670


didapatkan nilai Vclay sebesar 0.667, Rt sebesar
7,413 , Rxo sebesar 2,329 , Sw 0,493 , dan Porositas
sebesar 0,112.
Hasil analisa pada kedalaman 5680
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.048, Rt sebesar
58,88, Rxo sebesar 20,7 , Sw 0,11 , dan Porositas
sebesar 0,628 .
Hasil analisa pada kedalaman 5690
( Sw )
Sw* =
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.048, Rt sebesar
n
0,382
58,14, Rxo sebesar 57,912 , Sw 0,097 , dan Porositas
=
3
sebesar 0,718.
= 0,191
Hasil analisa pada kedalaman 5700
9.
Menentukan cadangan
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.381, Rt sebesar 22,6
, Rxo sebesar 33,9 , Sw 0,176, dan Porositas sebesar
43560 Vb 1 Sw
IGIP
0,476.
Berdasarkan data diatas didapatkan lapisan
prospek
pada kedalaman 5692ft, 5694ft, 5678ft,
IGIP 43560 x 0,4525 x3200 x (1 0,191
)
5682, 5686ft.
IGIP = 51027577.92 Bbl
Hasil analisa pada kedalaman 5692
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.217, Rt sebesar 30 ,
Rxo sebesar 50 , Sw 0,136 , dan Porositas sebesar
0,663.
Pembahasan
Hasil analisa pada kedalaman 5694
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.362, Rt sebesar 20 ,
Kombinasi
log
dimaksudkan
untuk
Rxo sebesar 2,9 , Sw 0,297 , dan Porositas sebesar
mendapatkan gambaran lithologi batuan, harga
0,242.
porositas dan saturasi air untuk setiap kedalaman.
Hasil analisa pada kedalaman 5678
Dengan begitu akan dapat dikorelasikan antara
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.024, Rt sebesar
porositas dan saturasi air dalam batuan serta letak
59,05 , Rxo sebesar 4,0845 , Sw 0,085, dan Porositas
saturasi air minimum ataupun maksimum sehingga
sebesar 0,821.
dapat ditentukan lapisan yang prospek untuk
Hasil analisa pada kedalaman 5682
diproduksikan. Interpretasi log dapat saling
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.036, Rt sebesar
melengkapi, sehingga data yang didapat akan lebih
59,436 , Rxo sebesar 7,02 , Sw 0,091, dan Porositas
akurat. Dengan data yang akurat maka penentuan
sebesar 0,759.
lithologi batuan juga akan lebih akurat sehingga
Hasil analisa pada kedalaman 5686
kesalahan dalam perencanaan kedepan dapat
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.048, Rt sebesar
diminimalisasi.
87,884 , Rxo sebesar 3,46 , Sw 0,071, dan Porositas
Hasil analisa pada kedalaman 5650
sebesar 0,8
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.452, Rt sebesar
Dari data pada kedalaman 5692ft 5678ft
5,8025, Rxo sebesar 5,3805, Sw 0,9, dan Porositas
didapatkan harga rata-rata dari Porositas sebesar
sebesar 0,043.
0,793, Sw sebesar 0,0823, dan OGIP 304438633 bbl.
Hasil analisa pada kedalaman 5660
Sedangkan pada kedalaman 5682 5686ft
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.429 , Rt sebesar
didapatkan harga rata-rata dari Porositas sebesar
5,1499 , Rxo sebesar 2,4173, Sw 0,522 , dan
0,4525, Sw sebesar 0,191 , OGIP 51027577,92 bbl.
Porositas sebesar 0,263.
Hasil analisa pada kedalaman 5650
didapatkan nilai Vclay sebesar 0.452, Rt sebesar
5,8025, Rxo sebesar 5,3805, Sw 0,9, dan Porositas
sebesar 0,043.

Kesimpulan

1. Dari hasil kombinasi log di kedalaman


5650 sampai 5700 ft dapat dianalisa
bahwa terdapat zona prospek pada
kedalaman 5678-5686 ft dan 5692-5694
ft.
2. Berdasarkan analisa, pada zona prospek
diduga terdapat kandungan gas. Hal ini
dapat dilihat dari defleksi kurva ILD dan
MSFL yang jauh.
3. Lapisan prospek dapat diketahui dari
besarnya harga porositas, saturasi air dan
Vclay.

Daftar Pustaka
Buku Panduan Penialaian Formasi, Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
http://www.petrowiki.com/logginginterpretations
http://www.slb.com/welllogging

Anda mungkin juga menyukai