Anda di halaman 1dari 5

Penilaian Formasi:

Well loging adalah proses mengumpulkan data-data di bawah permukaan dengan


menggunakan alat-alat logging untuk memperoleh parameter-parameter yang dibutuhkan
dalam menentukan zona interest, menghitung jumlah cadangan hidrokarbon di zona interest
dan untuk perencanaan pengembangan sumur.
Log Natural Gamma Ray
a. Karakteristik GR Log:
Bisa digunakan pada kondisi pen hole maupun cased hole.
Optimum digunakan pada ukuran lubang 8 inchi dan dapat dgunakan pada
semua jenis lumpur dengan densitas 10 ppg.
Merupakan pengganti SP log dalam menentukan lapisan shale atau non shale.
b. Prinsip pengukuran
Merekam radiasi unsur-unsur radioaktif yang terdapat dalam formasi (Uranium,
Thorium, Potassium) di mana unsur-unsur radioaktif ini banyak terdapat di batuan
shale.
c. Fungsi
Membedakan lapisan shale dan non shale.
Sebagai pengganti SP log untuk mendeteksi zona permeable, sebab untuk
formasi yang tidak terlalu resesif (perbandingan Rw/Rmf) kecil), hasil SP log
tidala akurat.
Untuk korelasi antar sumur.
Untuk mengetahui prosentasi kandungan shale dalam formasi produktif.
Untuk mendeteksi mineral-mineral radioaktif.

SP Log
a. Prinsip pengukuran
Mencatat beda potensial antara elektroda yang diam di permukaan dengan elektroda
yang bergerak di dalam lubang bor. Beda potensial ini terjadi akibat perpindahan ionion Cl- dari formasi ke lumpur pemboran atau dari lumpur pemboran ke formasi.
b. Fungsi SP
Membedakan lapisan permeable dan non permeable.
Mengidentifikasi lapisan shale.
Korelasi antar sumur.
Menentukan prosentasi kandungan clay dan harga Rw.
c. Kekurangan
a. Untuk formasi yang tidak terlalu resesif (Rw/Rmf kecil), hasil pembacaan SP log
tidak akurat.
b. Hasil pembacaan akurat hanya pada lumpur yang conduktif (air asin) dengan
invasi yang dangkal dan porositas formasi yang besar.
c. Tidak akurat pada kondisi cased hole.

Caliper Log
a. Fungsi
Menentukan atau memperkirakan litologi batuan.
Untuk perhitungan kecepatan lumpur di annulus, terkait laju pengangkatan
cutting.
Menghitung volume semen yang diperlukan dalam operasi penyemenan.
Membantuk interpretasi log listrik dengan memberikan ukuran lubang bor
yang tepat.
Untuk estimasi ketebalan mud cake di depan zona permeable.
b. Prinsip kerja
Menyesuaikan kondisi lubang bor, digunakan pegas yang dapat mengembang secara
fleksibel. Ujung bawah pegas dihubungkan dengan rod. Posisi rod tergantung
kompresi dari spring yang mana kompresi ini tergantung dari ukuran lubang bor.
Sehingga caliper log dapat mengidentifikasi perubahan ukuran lubang bor.
c. Deflekasi kurva caliper log
Acuannya adalah ukuran bit. Apabila defleksi menyimpang ke kanan dari bit size,
menunjukkan ada pelebaran ukuran lubang bor (caving). Apabila defleksi
menyimpang ke kiri maka menunjukan ada penebalan dinding lubang bor oleh mud
cake.

Density Log
a. Fungsi
Untuk mengukur porositas () bulk batuan.
Untuk mengidentifikasi mineral batuan.
Untuk mengevaluasi shally sand dan litologi yang kompak.
b. Prinsip kerja
Sumber dan detector dipasang pada suatu pad dan ditempelkan pada dinding
lubang bor.
Sinar gamma yang kuat dipancarkan ke formasi. Sinar gamma ray akan
bertabrakan dengan elektron, kemudian dipantulkan kembali dan terekam
dalam log.
Banyaknya energi yang hilang akibat tumbukan dengan elektron dalam
formasi menunjukkan densitas elektron dalam batuan.
c. Kondisi optimum
Poositas 20-40%
Formasi pasir unconsolidated
Open hole
Neutron Log
a. Fungsi
Menentukan porositas total batuan.
Korelasi porositas antar sumur.

Mendeteksi zona gas setelah dikombinasikan dengan density log.


b. Prinsip kerja
Neutron dipancarkan ke formasi kemudian bertabrakan dengan atom-atom dari
material formasi, dan mengakibatkan neutron akan kehilangan sebagian
energinya.
Kehilangan energi terbesar akan terjadi bila neutron bertabrakan dengan atom
Hidrogen. Karena hidrogen dalam formasi berada di pori-pori yang terisi
fluida, kehilangan energi akan berhubungan dengan porositas formasi.
c. Kondisi optimum
Cocok untuk semua jenis lumpur
Formase non shaly
Kondisi open hole
Porositas 0-25%

Sonic Log
a. Fungsi
Kalibrasi data seismic
Menghitung porositas yang diketahui jenis lithologinya.
Menentukan properti mekanika formasi, seperti poissons ratio.
Menghitung redaman dari sonic untuk evaluasi rekahan dan permeabilitas.
Untuk korelasi.
b. Prinsip kerja
Prinsip kerja dari Sonic log adalah sebuah transmitter melepaskan gelombang suara
ke formasi, setelah melewati formasi diterima dua receiver. Perbedaan waktu tiba
gelombang (two way travel time = t) diukur dan dibagi dengan jarak (s/ft).
c. Kondisi optimum
Semua jenis lumpur kecuali gas filled hole.
Open hole.
Porositas 15-25%.

Resisitivity Log
a. Fungsi
Menentukan harga Rt, Rxo, dan Rs (tahanan batuan di atas dan di bawahnya
dari laterlog).
Menentukan jenis fluida.
b. Prinsip kerja
Terdapat dua teknik utama dalam mengukur harga resistivitas:
Laterolog : Arus diinjeksikan ke dalam formasi (cocok untuk lapisan tebal)
Induction : Arus cincin masuk kedalam formasi (cocok untuk lapisan tipis)
c. Kondisi optimum
Laterolog:

Lumpur conduktif.
Untuk lumpu dengan salinitas tinggi digunakan skala yang lebih sensitive.
Cocok pada lapisan shale dan sand yang tebal.
Range resisittivity 0-500 ohm meter.
Induction log:
Jenis lumpur bebas.
Invasi lebih daro 40 inchi.
Lumpur bebas garam.
Porositas batuan medium-high.
Open hole.
Resistivitas formasi kuang dari 200 ohmm-meter.
Rmf lebih besar dari 2Rw.
Ketebalan formasi lebih dari 60 inchi.
Temperatur Log
Temperatur log merupakan catatan rekaman gradient suhu dalam sumur. Gradien ini
diinterpretasikan dengan melihat anomaly-anomali atau penyimpangan-penyimpangan dari
referensi gradient suhu yang tersedia (gradient panas bumi). Anomali-anomali pada
umumnya disebabkan oleh masuknya fluida ke formasi ke dalam lubang pemboran atau
masuknya fluida pemboran ke dalam formasi poroud permeable.
Fungsi:

Identfikasi zona produksi (zona yang mengandung fluida).


Evaluasi semen dan hydraulic fracture treatment.
Identifikasi zona lost dan kebocoran casing.

sumber: slb glossary.com

Nuclear Magnetic Resonance


a. Karakteristik
Panjang 14 ft dan disambungkan dengan alat log lain. Sensor ditempatkan pada skid
untuk mengikis kerak-kerak lumpur sehingga memiliki kontak yang baik dengan
formasi. Memberikan resolusi vertical yang baik. Antena berperan sebagai pengirim
sekaligus penerima pulsa magnetic.
b. Prinsip Kerja
Inti nuklir menyerap radiasi elektromagnetik dengan frekuensi tertentu di hadapan
medan magnet yang kuat.
c. Fungsi
Menentukan litologi batuan.
Menentukan indepen porosity.
Menentukan permeabilitas.
Menentukan free fluid index.

Cement Bond Log


Sebuah log yang menggunakan variasi amplitude dari gelombang suara untuk mendeteksi
kualitas ikatan semen pada dinding casing. Prinsip dasarnya sama seperti sonic, dimana
gelombang suara akan melemah ketika bertabrakan dengan semen yang ikatannya bagus
daripada ketika bertabrakan dengan semen yang porous.

Identifiksi lapisan permeable secara cepat dapat dilihat dari SP log, GR log atau Caliper
log. Apabila ada defleksi yang menyimpang dari shale base line (baik ke kiri maupun ke
kanan), hal tersebut menunjukkan adaya lapisan porous prmeabel. Begitu juga jika dafleksi
pada GR log yang mendekati defleksi sand line mengidentifikasi adanya zona porous
permeable. Dan defleksi kurva ke kiri pada caliper log menunjukan adanya penebalan lapisan
mud cake di depan zona porous permeable.

Identifikasi ketebalan lapisan produktif dapat dilihat secara kualitatif dan cepat dari
kombinasi litologi log pada zona permeable, resistivity log yang menunjukkan harga
resisitivitas yang tinggi pada zona uninvasi, serta log porositas yang menunjukkan cross over
antara density log dengan neutron log.