Anda di halaman 1dari 5

INVESTASI PENGADAAN ALAT ELEKTROMEDIK

ESU (ELECTRO SURGERY UNIT)

OLEH:
RAHMALISA SUHARTINA (P2.31.38.1.13.030)

KELAS : C

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II
2016

ELECTRO SURGERY UNIT (ESU)

ESU merupakan suatu alat medis yang memanfaatkan frequensi tinggi dari arus listrik yang
digunakan untuk memotong, mengental dan mengeringkan jaringan.
Esu memiliki frequensi berkisar 200 KHz 3,3 MHz
Esu diharapkan pada saat proses pasien tidak kehilangan banyak darah, karena alat ini dapat
digunakan untuk melakukan pembedahan juga dapat digunakan untuk menutup jaringan
setelah mengalami pembedahan.
Pengoperasian alat esu ada 2, yaitu :

Monopolar, dengan menggunakan 2 elektroda. Elektroda aktif dan pasif.


Bipolar, dengan elektroda yang berbentuk seperti pinset untuk menjepit jaringan.

Ditinjau dari aspek investasi perencanaan alat elektromedik Electro surgery unit, terdiri dari :
I.

Aspek teknis

Sebelum dijalankan alat tersebut harus adanya aspek teknis yang dibuat untuk alat
electro surgery unit. Bertujuan untuk mengetahui bagian dan aspek yang dibutuhkan
dari perencanaan alat electro surgery unit.
Aspek perencanaan melingkup yaitu :
1. Instalasi
Instalasi alat electro surgery unit berguna untuk mengetahui prosedur untuk
pelaksanaan penggunaan alat electro surgery unit tersebut.
SOP ESU :
1) Lepaskan penutup debu.
2) Periksa kondisi eksternal alat.
3) Hubungkan alat dengan terminal pembumian.
4) Hubungkan alat dengan catu daya.
5) Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
6) Lakukan pemanasan secukupnya minimal: 5 15 menit.
7) Cek fungsi-fungsi selector pemilihan cutting, coagulating, dan bipolar
8) Periksa sistem alarm
9) Pasang elektrode (loop elektrode, ball electrode, atau bipolar electrode) sesuai
keperluan pelayanan.
10) Atur selektor pemilihan (cutting, coagilating atau bipolar) sesuai keperluan.
11) Atur intensitas output sesuai keperluan.
12) Lakukan tindakan pembedahan.
13) Setelah selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF dan pastikan output selector keposisi minimum / nol.
14) Lepaskan kabel elektroda (active dan neutral) serta foot switch dari alat.
15) Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
16) Bersihkan alat. Pastikan alat dalam kondisi baik dan siap difungsikan pada
pemakaian berikutnya.
17) Pasang penutup debu.

2. Kebutuhan sarana dan prasarana ( Pendukung )


1)
2)
3)
4)

Ruangan tindakan
Listrik memadai dan sesuai dengan alat
Sumber daya manusia (pengguna)
Anggaran pemilharaan

3. Kebutuhan operasional
Merupakan kebutuhan yang diperlukan untuk operasional penggunaan alat electro
surgery unit. Terdiri dari :
1) Pemeliharaan alat electro surgery unit

Dengan penempatan alat esu tersebut maka penyimpanan alat juga sebagai
tindakan pemeliharaan. Prosedur setelah pemakaian alat esu :
Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi OFF
Lepaskan hubungan alat dari catu daya.
Bersihkan alat.
Pasang penutup debu.
Kembalikan alat ke tempat semula.
Prosedur Pemeliharaan

Petugas Elektromedis membersihkan keseluruhan alat, melakukan


pengecekan system catu daya, pengecekan tombol selector dan

indikator serta uji kinerja alat setiap 1 bulan sekali secara rutin.
Petugas Elektromedis melakukan pengecekan elektroda aktif dan

netral setiap 3 bulan sekali


Petugas Elektromedis melakukan pengecekan fungsi foot switch

setiap 6 bulan sekali secara rutin.


Petugas Elektromedis melakukan pengukuran arus bocor,
pengukuran grounding, serta pengujian dan performa frekuensi

kinerja alat.
Petugas Elektromedis mengisi formulir lembar kerja, Kartu
pemeliharaan dan menyimpulkan hasil pemeliharaan bahwa

kondisi alat baik atau alat tidak baik.


Pengguna alat atau Ka. Unit Pelayanan pengguna alat ESU
menandatangani formulir lembar kerja, sebagai bukti pemeliharaan

alat telah dilaksanakan


2) Kalibrasi alat esu

Kalibrasi alat esu bertujuan untuk membandingkan nilai settingan energy


dengan hasil pembacaan standar pada ESU analyzer.

SOP Kalibrasi ESU :


Pastikan semua peraaltan yang digunakan dalam kondisi yang baik.
Persiapkan peralatan ESU dan pasang seluruh kelengkapannya.
Lakukan pengukuran keselamatan listrik dengan menggunakan

Electrical Safety Analyzer sesuai dengan kelas dan tipe alat.


Persiapkan ESU analyzer. Hubungkan 4 kabel dibagian kiri ESU
Analyzer
o Kabel hijau dengan Grounding ruangan.
o Kabel putih dengan Chassing/Body alat yang terbuat dari

logam.
o Kabel hitam dengan pasien Plate ESU.
o Kabel merah dengan elektroda aktif.
Hidupkan (ON-kan) semua peralatan, tunggu 15 menit.
Perhatikan range dan load impedance dengan ESU yang akan diukur,
kemuadian pindahkan posisi selector output power sesuai range dan

load impedance ESU yang akan diukur.


Posisikan switch selector RF leakage pada pengukuran output power.
Pilih menu cutting pada ESU dan tentukan intensitasnya dari yang

paling kecil ke yang paling tinggi.


Tekan Hand Switch dan lakukan pembacaan pada display ESU

analyzer.
Catat hasil pada lembar kerja masing-masing 6 data untuk tiap-tiap

intensitas menu cutting yang diukur.


Pilih menu coagulating ulangi langkah h sampai k diatas.
Pilih menu Bipolar (bila ada) ulangi langkah h sampai k diatas.
Setelah selesai, matikan semua peralatan.
Catat suhu dan kelembapan akhir ruangan pada lembar kerja.
Lepaskan semua kabel yang digunakan dan rapikan.
Lakukan perhitungan ketidakpastian dan kesimpulan dari kegiatan
kalibrasi.

3) Service
Untuk pelaksanaan service selain kasus atau masalah yang tidak bisa
ditangani teknisi rs maka diusulkan untuk menghubungi pihak produsen
alat tersebut.