Anda di halaman 1dari 2

Jurnal Mata Kuliah Pendidikan HAM

Nama
NIM

: Tri Hadi Santoso


: 130210204060

Pendidikan HAM pada pertemuan tanggal 4 Februari 2014


Pada pertemuan pertama mata kuliah Pendidikan HAM membicarakan
tentang kontrak kuliah. Mahasiswa diwajibkan untuk membuat jurnal 1-2 halaman
dengan format bebas. Jurnal tersebut dikumpulkan setiap 4 pertemuan. Nilai-nilai
Pendidikan HAM tidak hanya berasal dari jurnal tetapi juga dari kegiatan diskusi
kelompok dan juga projek UAS.
Selain membicarakan tentang kontrak kuliah, pada hari itu juga
membicarakan tentang Hak Asasi Wanita. Hak-hak wanita sering diremehkan
karena beberapa faktor, salah satunya pendidikannya yang rendah. Hal ini bisa
terlihat ketika wanita kawin siri. Akibat kawin siri, wanita bisa kehilangan hakhak yang seharusnya mereka dapatkan. Contohnya : ketika dia sudah melahirkan,
ia tidak bisa membuatkan akta kelahiran untuk anaknya. Tidak hanya hal itu,
ketika ia bercerai, ia tidak memiliki hak milik atas harta bersama.
Pendidikan HAM pada pertemuan tanggal 11 Februari 2014
Pada pertemuan kedua mata kuliah Pendidikan HAM membicarakan
tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kewajiban Asasi Manusia (KAM). Asasi
berarti dasar (foundation) / hakiki. Hak yang paling dasar manusia sendiri adalah
hak untuk hidup yang telah dibawa sejak lahir sebagai anugerah Tuhan YME dan
tidak dapat diganggu gugat atau dicabut oleh siapapun termasuk oleh Pemerintah (
Samawi 2007, barber 1995). Seseorang yang HAM-nya dicabut tentunya akan
kehilangan martabatnya (dignity). Every person is entitled to certain fundamental
rights simply the fact of being human.
Selain memiliki HAM, setiap individu tentunya harus memenuhi
kewajibannya (KAM). Contoh sederhananya yaitu : mematuhi peraturan
perundang-undangan dan hukum (obey the ruler and law). Dalam kehidupan
sehari-hari misalnya kita harus mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara
seperti memakai helm, membawa SIM dan STNK. Antara HAM dan KAM
tentunya harus memiliki keseimbangan (balance). Kita tidak boleh hanya
menuntut hak-hak kita tetapi harus dibarengi dengan kewajiban-kewajiban yang
harus kita lakukan agar menjadi masyarakat yang beradab (civilized society).
Pendidikan HAM pada pertemuan tanggal 18 Februari 2014
Pada pertemuan ketiga mata kuliah Pendidikan HAM, kita diskusi
mengenai kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Kasus
pelanggaran HAM dikelompokkan menjadi 2, yaitu HAM berat dan HAM ringan.

Yang termasuk HAM berat diantaranya pembunuhan masal (genosida),


pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan, dan perbudakan
atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis. Sedangkan yang termasuk
kategori HAM ringan diantaranya kasus pemukulan, pencemaran nama baik, dan
menghalangi seseorang yang ingin menyampaikan pendapatnya.contoh dari yang
saya ketahui dari HAM berat yaitu kasus Peristiwa Tri Sakti dan Semanggi yang
terjadi pada tahun 1998. Kala itu penyaji menyajikan 3 kasus pelanggaran HAM
yang terjadi di Indonesia, yaitu:
1. Perusakan Rumah Ibadat Ahmadiyah di Depan Polisi
2. Ratusan Massa FPI Membakar Tempat Hiburan
3. Polres Jember Bongkar Kasus Aborsi Libatkan Dukun Bayi
Pada kasus pertama jelas melanggar HAM tentang hak beragama yang
sudah jelas tertuang dalam sila pertama pancasila. Selain itu juga melanggar hak
milik. Kasus kedua juga merupakan pelanggaran HAM meskipun pada awalnya
bertujuan baik. Seharusnya FPI berpikir dulu sebelum bertindak sehingga tidak
melakukan hal yang terkesan anarki tersebut. Pada kasus ketiga jelas pelaku ( ibu
bayi, dukun bayi dan perantara) telah mencabut hak bayi tersebut untuk lahir ke
dunia.
Pelanggaran HAM sebenarnya dapat diminimalkan apabila sejak kecil
diberikan pendidikan moral, pendidikan agama yang baik dan diajarkan cara
menghargai orang lain.
Pendidikan HAM pada pertemuan tanggal 25 Februari 2014
Pada pertemuan keempat mata kuliah Pendidikan HAM membicarakan
tentang Latar Belakang Berdirinya HAM. HAM muncul setelah maraknya
kolonialisme di berbagai negara seperti yang terjadi di negara-negara Afrika, Asia,
dan Amerika Latin. Selain kolonialisme tersebut, penyebab lain berdirinya HAM
yaitu ketika Perang Dunia II selesai, ada isu-isu tentang Nazy Jerman (Holocoust
- pembantaian terhadap orang-orang dan anak-anak Yahudi).
Kolonialisme hampir terjadi di seluruh di Benua Afrika, kecuali di negara
Ethiopia karena negaranya sangat miskin dan banyak terjadi kelaparan disana.
Orang-orang Afrika banyak dipekerjakan sabagai budak karena tubuhnya yang
kuat. Kolonialisme juga terjadi di nagara-negara Asia, termasuk Indonesia.
Kolonialisme di Indonesia yang dilakukan negara Belanda terjadi karena negara
Indonesia memiliki SDA yang melimpah tetapi SDM masyarakat Indonesia yang
sangat rendah.
HAM sendiri dideklarasikan pada 10 Desember 1948 di Paris, Perancis
oleh PBB yang disebut sebagai The Universal Declaration of Human Rights. Di
Indonesia sendiri HAM memiliki landasan konstitusional yaitu UUD 1945 pasal
27-34 tentang hak-hak dasar manusia yang meliputi :
a) Kebebasan beragama, berbicara, pers.
b) Hak untuk hidup (right of life).
c) Persamaan hak (equality).
d) Hak berkumpul dan bersidang (the right of assembly).