Anda di halaman 1dari 23

Terapi Pilihan untuk

Manajemen Hipertensi
Emergensi

PT Astellas Pharma Indonesia


Astellas merupakan perusahaan multinasional berbasis riset yang
berasal dari Jepang
Tahun 2005 , 2 perusahaan besar di Jepang yaitu Yamanouchi
yang berdiri tahun 1923 dan Fujisawa yang berdiri sejak tahun
1894, bergabung dan membentuk Astellas .
Saat ini Astellas menduduki posisi no.2 perusahaan terbesar di
Jepang dan no 19 di dunia dengan produk2 yang tersebar di lebih
dari 100 negara di dunia .
Di Indonesia berdiri sejak tahun 1999 dengan nama Yamanouchi
dan sejak 1 April 2005 menjadi PT Astellas Pharma Indonesia

www.astellas.com/en/corporate/about/history/html
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_pharmaceutical_companies

Akreditasi

PT Astellas Pharma Indonesia

Originator

Terobosan dalam Penanganan


Hipertensi Emergensi

Syarat obat ideal untuk


Hipertensi Emergensi

-Kerja cepat dan stabil


- Pemberian parenteral
- Dapat dititrasi
- Tidak menyebabkan iskemia organ

Golongan Calcium Antagonis / Calcium Channel


Blocker
Obat antihipertensi dalam sediaan injeksi
Bekerja dengan menghambat peningkatan kadar ion
Calcium intrasel pada pembuluh darah
Indikasi :
-Hipertensi Emergensi
-Hipertensi saat pembedahan

KARAKTERISTIK NICARDIPINE

1. VASOSELEKTIFITAS
NICARDIPIN iv bekerja terutama pada otot polos pembuluh
darah, dengan selektifitas 30.000 x lebih kuat, dibandingkan
pada otot jantung
NICARDIPIN iv memiliki sifat vasoselektifitas terkuat jika
dibandingkan dengan golongan Ca Channel Blocker lainya ( 2x
lebih kuat dibandingkan CCB lainnya )
2. TIDAK MEMPENGARUHI SISTEM KONDUKSI PADA OTOT JANTUNG
3. TIDAK MENYEBABKAN MYOCARDIAL DEPRESSION

Farmakokinetik dan Metabolisme


Nicardipine IV secara cepat dan intensif dimetabolisme oleh hepar
Onset of action : 1-5 menit
Waktu paruh : 30 menit 1 jam
Terikat protein (>95%) pada plasma
Kestabilan farmakokinetik Nicardipine hampir sama pada orang
tua maupun dewasa muda.
Sifat water soluble dan menurunkan tahanan perifer
Tidak sensitif terhadap cahaya ,sediaan parenteral (berbeda
dengan nifedipine dan sod.nitroprussid)

Kerins DM. Goodman Gilmans.10th ed.2001:843-70

Efek Durasi yang lebih Lama

Perdipine terbukti menghasilkan efek yang lebih lama


dibandingkan Diltiazem dan Verapamil
Michael D Fugit, et al; Effect of Intracoronary of Nicardipine, Diltiazem and Verapamil on coronary blood flow ; The Journal of Invasive cardiology, 2000

Efek Perdipine dalam menurunkan tekanan darah

***

***

**

***

***

*** p < 0.001


** p < 0.01
*
P < 0.025

Seki et al. Int J GynaecolObstet; 76:135-141,2002

Efek Perdipine dalam menurunkan tekanan darah

Metoda dan Subyek : 50 wanita pre eklampsia (SBP


160 mmHg atau DBP 110 mmHG) dibagi menjadi 3
kelompok berdasarkan durasi pengobatan.
jangka
pendek (7 hari), menengah (8-28 hari), jangka panjang
( 29 hari).
Semua wanita diberikan pengobatan dengan Perdipine
IV (20- 80 mg/day) melalui pompa infus.
Hasil : : Perdipine signifikant menurunkan tekanan darah
(sistolik dan diastolik) dan tidak memiliki efek toksik baik
bagi ibu maupun janin.

Samurai Study

J Hypertens. 2012 Dec;30(12):2357-64.


Kesimpulan: Dari seluruh responden di Jepang,
khususnya dokter-dokter bedah syaraf menurunkan
tek. Darah pasien ICH secara agresif melebihi dari
yang direkomendasikan oleh guideline lokal maupun
dari negara barat . Nicardipine adalah preparat
antihipertensi dengan pilihan terbanyak.

Questionnaires regarding antihypertensive treatment strategies for


Intracerebral hemorrhage in Japan (SAMURAI study):550 hospitals
In conclusion, the present Japanese respondents , especially neurosurgeons, lower BP more
aggressively than recommended in domestic and western guide lines for managing acute ICH
patients. Nicardipine was the most frequent choice of antihypertensive agent.

Samurai-Study Result

Terbukti Perdipine menurunkan Tekanan Darah dengan


Cepat, stabil serta tidak banyak mempengaruhi denyut nadi

EMCRG : Emergency Medicine Cardiac Research and Education


Group

Dosis dan Cara Pemberian

DOSIS

PERDIPINE
DIV
(g/kg/min)

Bolus
(g/kg)

Acute hypertensive crises during surgery

2 - 10

10 30

Hypertensive emergencies

0.5 6

Acute hypertensive crises during surgery

Hypertensive emergencies

0.5

(g/kg/min)

10

Dosis dan Cara Pemberian


Dimulai dengan dosis terendah. Penambahan tetesan
tergantung dari dosis.
Mis 0.5mcg dengan 7.5 cc/jam tetesan monitor, bila dalam
5-15 menit tidak ada perubahan TD naikan tetesan menjadi
10 cc/jam
Pada pemakaian Perdipine harus disertai dengan monitor
tekanan darah & detak jantung
Apabila ada keputusan untuk pindah ke oral, maka 1 jam
sebelum Pd di off obat oral diberikan dahulu Dosis Pd
mulai di turunkan (Tappering Off).

The 1st line treatment of Hypertensive Emergency


Pelarut yang dapat dipakai :
Sodium Chloride / NaCl
( OTSU-NS : 100/250/500 ml )
Dextrose 5%
( OTSU-D5 : 100 / 250 / 500 ml )
Glucose 5%
Potacol R
Ringer Asetat
KN 1A / 1B / 4A

Pelarut yang tidak dapat :


Sodium bicarbonat
Ringer Laktat

Jangan Ambil Resiko untuk


keselamatan pasien dalam memilih
Antihipertensi injeksi.....

JAWABANNYA