Anda di halaman 1dari 9

KURVA PERTUMBUHAN BAKTERI | OD dan CFU

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kehidupan makhluk hidup sangat tergantung pada keadaan
sekitar, terlebih mikroorganisme. Salah satunya yaitu menyesuaikan dengan
lingkungan sekelilingnya.Perubahan faktor lingkungan terhadap pertumbuhan
mikroba seperti pada fungi dapat mengakibatkan terjadinya perubahan sifat
morfologi dan fisiologi. Hal ini dikarenakan, mikroba menyediakan nutrient yang
sesuai untuk kultivasinya, dan untuk menunjang pertumbuhan optimumnya.
Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga
menunjukkan respon yang berbeda-beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe
mikroba khususnya bakteri, tentunya diperlukan suatu kombinasi nutrient serta
faktor lingkungan yang sesuai. Salah satu faktor lingkungan yang yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu faktor suhu, temperatur dan faktor
kimia. Bakteri termasuk jasad renik yang mempunyai kemampuan sangat baik
untuk bertahan hidup. Bakteri merupakan mikroba yang mengalami pertumbuhan
yang cepat ditandai dengan pertumbuhan dengan membentuk semacam
koloni. Waktu generasi pada setiap bakteri tidak sama, ada yang hanya
memerlukan 20 menit bahkan ada yang memerlukan sampai berjam-jam atau
berhari-hari. Pertumbuhan bakteri dalam suatu medium mengalami fase-fase yang
berbeda, yang berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase
stasioner dan fase kematian. Berdasarkan hal tersebut, untuk mengetahui
menambah pengetahuan mengenai bagaimana pertumbuhan bakteri setiap
jammya maka praktikum ini penting untuk dilakukanB. Rumusan
MasalahBerdasarkan latar belakang diatas, maka hal-hal yang dapat dijadikan
rumusan masalah yaitu bagaimana pertumbuhan bakteri dilihat dari pengamatan
nilai absorbansinya dan perhitungan jumlah selnya setiap 1 jam?C. TujuanTujuan
dari praktikum kurva pertumbuhan bakteri yaitu untuk mengetahui bagaimana
bagaimana pertumbuhan bakteri dilihat dari pengamatan nilai absorbansinya dan
perhitungan jumlah selnya setiap 1 jam.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Pertumbuhan mikroba umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor
lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat
morfologi dan fisiologi. Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient
yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang
memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam
persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda-beda. Untuk
berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrien
serta faktor lingkungan yang sesuai. Faktor kimiawi yang mempengaruhi antara lain
senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya. Zat yang dapat membunuh bakteri
disebut desinfektan, germisida atau bakterisida. Untuk menentukan batas-batas
antara kedua pengertian bakteriostatik dan bakterisida itu sangatlah sukar, dan
kedua pengertian itu tidak berlaku bagi spora-spora dan bagi bakteri tahan asam
seperti Mycobacterium tuberculosis. Faktor biotik mencakup adanya asosiasi atau

kehidupan bersama antara mikroorganisme, dapat dalam bentuk simbiose,


sinergisme, antibiose dan sintropisme (Dwidjoseputro, 1994).Pertumbuhan
merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu
organisme, misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah
tinggi, bertambah besar atau bertambah berat. Pada organisme bersel satu
pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni, yaitu pertambahan
jumlah koloni, ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa
mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak, pertumbuhan pada mikroba
diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri. Pertumbuhan
didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur
organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran, diikuti pertambahan jumlah,
pertambahan ukuran sel, pertambahan berat atau massa dan parameter lain.
Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah
sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba. Pertumbuhan mikroba dalam suatu
medium mengalami fase-fase yang berbeda, yang berturut-turut disebut dengan
fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Pada fase kematian
eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri, kecuali
bila kematian dipercepat dengan (Iqbalali, 2008).Nutrisi yang tersedia untuk
kultivasi mikroba harus di dukung oleh kondisi fisik yang menghasilkan
pertumbuhan optimum. Proses pertumbuhan bergantung pada reaksi kimiawi dan
karena laju reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh suhu, maka pola pertumbuhan bakteri
tentunya juga dipengaruhi oleh suhu. Selain itu suhu juga mempengaruhi laju
pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan organisme (Pelczar & Chan,
1986).Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal
yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk
mengendalikan hubungan antara mikroorganisme-makanan-manusia. Beberapa
faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat
gizi, waktu, suhu, air, pH dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985).Kehidupan bakteri
tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, akan tetapi juga
mempengaruhi keadaan lingkungan. Bakteri dapat mengubah pH dari medium
tempat ia hidup, perubahan ini disebut perubahan secara kimia. Adapun faktorfaktor lingkungan dapat dibagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. Di
mana, faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup, yaitu mencakup
adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme, dapat dalam
bentuk simbiose, sinergisme, antibiose dan sintropisme. Sedangkan faktor-faktor
abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu, atmosfer gas, pH, tekanan osmotik,
kelembaban, sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya
senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo, 1993).Medium harus
mempunyai pH yang tepat, yaitu tidak terlalu asam atau basa. Kebanyakan bakteri
tidak tumbuh dalam kondisi terlalu basa, dengan pengecualian basil kolera (Vibrio
cholerae). Pada dasarnya tak satupun yang dapat tumbuh baik pada pH lebih dari 8.
Kebanyakan patogen, tumbuh paling baik pada pH netral (pH 7) atau pH yang
sedikit basa (pH 7,4). Beberapa bakteri tumbuh pada pH 6;tidak jarang dijumpai
organisme yang tumbuh baik pada pH 4 atau 5. Sangat jarang suatu organisme
dapat bertahan dengan baik pada pH 4; bakteri autotrof tertentu merupakan
pengecualian. Karena banyak bakteri menghasilkan produk metabolisme yang

bersifat asam atau basa (Volk dan Wheeler,1993).Media adalah suatu bahan yang
terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrien) yang berguna untuk membiakkan
mikroba. Dengan menggunakan bermacam-macam media dapat dilakukan isolasi,
perbanyakan, pengujian sifat fisiologis dan perhitungan sejumlah mikroba. Supaya
mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media, maka medium tersebut harus
memenuhi syarat-syarat, antara lain : harus mengandung semua zat hara yang
mudah digunakan oleh mikroba, harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan
permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan tumbuh,
tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, harus
berada dalam keadaan steril sebelum digunakan, agar mikroba yang ditumbuhkan
dapat tumbuh dengan baik (Sutedjo, 1990).
III. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Kurva Pertumbuhan Bakteri dilaksanakan
pada hari Kamis tanggal 06 Desember 2012, pada pukul 09.00 Sabtu tanggal 08
Desember 2012, pada pukul 17.00WITA dan bertempat di Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas MIPA Universitas Haluoleo, Kendari.B. Alat dan Bahan
Alat-alat yang
digunakan dalam praktikum Kurva Pertumbuhan Bakteri adalah dapat dilihat
pada Tabel 1.Tabel 1. Alat-alat yang digunakan pada Praktikum Kurva
Pertumbuhan Bakteri
N Nama Alat
o.

Fungsi

1.

Laminar air flow

Untuk bekerja secara aseptik

2.

Shaker

Untuk menyeimbangkan pertumbuhan


bakteri pada media

3.

Erlenmeyer

4.

Timbangan analitik

5.

Blue tip + mikropipet

Untuk menyimpan media pertumbuhan


Untuk menimbang berat bahan untuk
pembuatan media
Untuk mengambil media yang sudah
ditumbuhi bakteri
Untuk menyimpan media untuk SPC

6.

Cawan petri

Untuk melihat waktu pengamatan

7.

Jam/stopwacth

Untuk mengukur kurva pertumbuhan

8.

Spektrofotometer

Untuk sterilisasi alat dan bahan

9.

Autoklaf

Untuk memanaskan media

10 Hot plate
.
Botol ampul+penutup
11
.

Untuk menyimpan media yang diambil 1


ml/jam
Untuk menyimpan media+isolat agar
tidak mati

Kulkas
12
.

Bunsen

13
Ose bulat
.
Cuvet

Untuk sterilisasi alat sebelum dan


sesudah digunakan
Untuk mengambil inokulum bakteri
Untuk menyimpan media yang akan
dimasukkan ke spektro
Untuk mencatat apa yang diperlukan
dalam praktikum

14
.
Alat tulis
15
.

16
.
Bahan-bahan yang digunakan dalam Praktikum Kurva
Pertumbuhan Bakteri dapat dilihat pada Tabel 2.Tabel 2. Bahan-bahan yang
digunakan pada praktikum Kurva Pertumbuhan Bakteri
N
o

Nama Bahan

1. Isolat bakteri dari


sampel tanah,
kabuto dan luka
NA (Nutrient Agar)
2.
3.

Aquadest
Alkohol 70%

4.

5.
6.
7.

Sebagai objek yang akan diamati


pertumbuhannya

Sebagai media pertumbuhan bakteri


Sebagai kontrol pada kurva pertumbuhan
Untuk sterilisasi alat yang sudah dan
sebelum digunakan

Kapas

Untuk menutup mulut tabung

Aluminium foil

Untuk membungkus kapas

Kertas label

Untuk menandai

Kertas

Untuk membungkus media yang


dimasukkan dikulkas

8.
Karet
9.

Fungsi

Untuk mengikat botol ampul yang akan


dibungkus

1 Tissue
0.

Untuk membersihakan sisa-sisa air pada


alat yang akan digunakan

C. Prosedur Kerja Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum Kurva


Pertumbuhan Bakteri yaitu:1.
Menyediakan isolat dari sampel tanah besar,
tanah kecil, kabuto I, kabuto II, luka besar, luka sedang, luka kecil dan luka
titik2.
Membuat dan menyediakan media NA yang akan digunakan untuk media
pertumbuhan3.
Memasukkan media NA kedalam erlenmeyer sebanyak 90 ml,
kemudian menutupnya dengan kapas dengan aluminium foil4.
Mensterilisasi
media tersebut di autoklaf5.
Kemudian setalah sterilisasi, media dibawah ke
laminar lalu menanam kedelapan isolat bakteri tersebut ke media PDA dengan
menggunakan ose bulat6.
Menyimpan delapan erlenmeyer yang sudah
diinokulasikan isolat bakteri di shaker selama 1 jam7.
Setelah 1 jam kemudian,
semua erlenmeyer diangkat bersamaan dan dibawah ke laminar.8.
Masingmasing dari isolat diambil 1 ml dengan mikropipet yang dimasukkan kedalam botol
ampul9.
Setelah delapan isolat tersebut dimasukkan kedalam botol ampul, botol
ampul segera diikat dan dibungkus, lalu dimasukkan ke dalam kulkas10. Delapan
erlemmeyer tadi dikembalikan lagi di shaker yang akan diaangkat setelah 1 jam
dengan perlakuan yang sama sebelumnya11. Perlakuan dilakukan setiap 1 jam
selama 24 jam.12. Setelah beberapa kali pengamatan, mengambil inokulum yang
disimpan di kulkas dan membawahnya ke laminar untuk mengukur dan melihat
bagaimana pertumbuhannya tiap jamnya13. Melihat pertumbuhannya dengan
menggunakan spektrofotometer14. Menyiapkan tabung spektro, kemudian
membersihkannya dengan aquadest steril15. Mengisi tabung spektro I dengan
aquadest steril sebagai blanko sebanyak 10 ml dengan menggunakan blue
tip.16. Kemudian mengisi tabung kedua dan seterusnya dengan medium NA dari
botol ampul sebanyak 9 ml medium NB + 1 ml aquadest steril dengan
menggunakan blue tip steril, lalu dimasukkan ke dalam tabung spektro secara
aseptik.17. Setelah terbentuk kurvanya, Mengambil tabung spektro dan mencuci
dengan aquadest steril, lalu mengisi lagi dengan mediam NB + aquadest dari isolat
yang berbeda dan memasukkannya ke spektro dengan aseptik.18. Perlakuan sama
sampai dengan isolat habis.
IV. HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan
dari Praktikum Kurva Pertumbuhan Bakteri yaitu:
v Pengamatan jumlah koloni pada luka besar :1. Pengamatan I
= peng. 5
=2
peng. 6 = 12. Pengamatn III = peng. 5 = 3
peng. 6 =
43. Pengamatn V
= peng. 5 = 5
peng. 6 = -4. Pengamatn VII =
peng. 5 = 232
peng. 6 = 1705. Pengamatn IX = peng. 5 = 2
peng.
6 = 36. Pengamatn XI = peng. 5 = 108
peng. 6 = 52v Tabel nilai
absorbansi (OD)
Nam

Nilai absorbansi (OD)

a
Sam
pel

Luka
besar 0.015255 0.0190510.023317 0.0188130.017255 0.01375

0.084975 0.015793 0.02509

Luka
sedan
g
0.02012

0.087745 0.1242

0.1648

0.009964
8
0.19248

0.07385

0.0375860.085598 0.0443060.12034

0.1127

Luka
kecil

0.012134 0.0146580.018767 0.0143260.020624 0.03745

Luka
titik

0.003242
0.006781
8
0.0065497
0.00406959.621

0.005805
0.008876
5
0.009553 4
0.01382

Kabut
0.006905 0.008240 0.007876
o1
0.010853 0.0178050.024703 0.0148624
2
1
0.013176 0.02926
kabut 0.006490
0.005282 0.008324 0.006037
o2
5
0.0130560.024102 0.0118754
9
4
0.01138

0.01899

Tanah
besar 0.012555 0.01834 0.02352

0.02183

0.005331
0.0103079
0.014314 0.005065 0.01364

Tanah
0.007701
kecil 0.014908 0.0175460.024701 0.01906 8
0.013797 0.027102 0.041321 0.06026
v Tabel kurva pertumbuhan bakteri pada luka besar
No

OD

CFU

0.01526 1 x 106

0.01726 4 x 106

0.02332 5 x 106

0.06509 5,2 x 107

0.02509 3 x 106

v Perhitungan jumlah sel bakteri pada luka besar1.


y = ax + by = 1,36
6
(0,01526) + 0,4y = 0,0207536 + 0,4 = 0,420 X 10 CFU/ml
2.
y = ax + by = 1,36 (0,017255) + 0,4y = 0,0234668 + 0,4 = 0,423 X
106 CFU/ml3.
y = ax + by = 1,36 (0,023317) + 0,4y = 0,03171112 + 0,4 =
6
0,432 X 10 CFU/ml4.
y = ax + by = 1,36 (0,06509) + 0,4y = 0,0885224 +
0,4 = 0,488 X 106 CFU/ml5.
y = ax + by = 1,36 (0,02509) + 0,4y = 0,0341224
6
+ 0,4 = 0,434 X 10 CFU/ml

B. PembahasanPertumbuhan pada organisme uniseluler adalah penambahan


jumlah sel, yang juga berarti pertambahan jumlah organisme yang membentuk
populasi atau suatu biakan.Pertumbuhan pada umumnya tergantung pada
kondisi bahan makanan dan juga lingkungan. Apabila kondisi makanan
dan lingkungan cocok untuk mikroorganisme tersebut, maka
mikroorganisme akan tumbuh dengan waktu yang relative singkat dan
sempurna.Praktikum kinetika pertumbuhan bakteri kali ini yaitu untuk
melihat pertumbuhan bakteri pada beberapa fase dengan menggunakan kurva
pertumbuhan dan jumlah selnya. Selang waktu yang digunakan untuk pangamatan
yaitu 1 jam selama 24 jam. Waktu generasi pada setiap bakteri tidak sama, ada
yang hanya memerlukan 20 menit bahkan ada yang memerlukan sampai berjamjam atau berhari-hari. Waktu generasi adalah waktu yang diperlukan oleh
mikroorganisme untuk meningkatkan jumlah sel menjadi dua kali lipat jumlah
semula. Kurva pertumbuhan mikroorganisme terdiri atas empat fase yaitu fase
penyesuaian (lag phase), fase eksponensial atau fase logaritmik, fase stasioner dan
fase kematian.Fase lag yaitu fase dimana bakteri mulai beradaptasi dengan
lingkungan baru.Lamanya fase adaptasi ini dipengaruhi oleh beberapa
faktor dan lingkungan pertumbuhan yaitu jika medium dan lingkungan
pertumbuhan sama seperti medium dan lingkungan sebelumnya, mungkin
tidak diperlukan waktu adaptasi. Tetapi jika nutrient yang tersedia dan
kondisi lingkungan yang baru berbeda dengan sebelumnya, diperlukan
waktu penyesuaian untuk mensintesa enzim-enzim. Kemudian fase
eksponensial yaitu bakteri mulai melakukan pembelahan atau bereproduksi,
mengalami pertumbuhan yang pesat.Pada fase ini kecepatan pertumbuhan
sangat dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya seperti pH dan
kandungan nutrient, juga kondisi lingkungan termasuk suhu dan
kelembaban udara. Pada fase ini mikroba membutuhkan energi
lebih banyak dari pada fase lainnya. Pada fase ini kultur paling sensitif
terhadap keadaan lingkungan. Akhir fase log, kecepatan pertumbuhan
populasi menurun dikarenakan nutrien di dalam medium sudah berkurang.
Adanya hasil metabolisme yang mungkin beracun atau dapat menghambat
pertumbuhan mikroba. Kemudian fase stationer yaitu fase dimana nutrisi sudah
mulai tidak mencukupi. Pada fase ini jumlah populasi sel tetap karena jumlah
sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang mati. Terakhir yaitu fase
kematian yaitu dimana nutrisi sudah habis sehingga bakteri sudah tidak dapat
hidup lagi dan mengalami kematian. Pada fase ini merupakan akhir dari suatu
kurva dimana jumlah individu secara tajam akan menurun sehingga
grafik tampaknya akan kembali ketitik awal lagi.Praktikum kinetik
pertumbuhan kali ini digunakan bakteri yang diisolasi dari beberapa sampel yaitu
dari tanah (tanah besar dan tanah kecil), , kabuto (kabuto I dan kabuto II), dan
penyakit luka (luka besar, luka sedang, luka kecil dan luka titik). Namun, yang
dihitung SPC dan jumlah selnya hanya sampel luka besar, sampel lain hanya

diketahui nilai absorbansinya saja.Berdasarkan pengamatan pertumbuhan bakteri


pada sampel luka besar setiap selang waktu 1 jam selama 12 jam. Pengamatan
dilakukan hanya 12 jam karena kemungkinan media pertumbuhan akan habis
apabila digunakan sampai 24 jam sehingga memenuhi untuk pertumbuhan bakteri.
Selama 12 jam itu yang ditumbuhkan pada NA untuk perhitungan SPC yaitu
pertumbuhan pada jam I, jam III, jam V, jam VII, jam IX dan jam XI. Untuk
mengetahui jumlah selnya didapatkan dari persamaan y= 1,36x + 0,4, persamaan
ini dihasilkan dari kurva antara nilai absorbansi (OD (Optical Density)) dan
perhitungan SPC. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan persamaan
tersebut didapatkan jumlah sel pada jam I yaitu 0,420 x 10 6, jam III yaitu 0,423 x
106, jam V yaitu 0,432 x 106, jam VII yaitu 0,515 x 106, jam IX yaitu 0,488 x 106, dan
terakhir jam XI yaitu 0,434 x 106. Perhitungan jumlah sel tersebut dapat diartikan
bahwa pada jam I, jam III dan jam V bakteri sudah mulai beradaptasi dengan
lingkungan barunya dan sudah mulai bereproduksi (fase lag), waktu yang
dibutuhkan untuk adaptasi terlihat cukup lama, hal ini disebabkan
kemungkinan nutrient yang tersedia dan kondisi lingkungan yang baru
berbeda dengan sebelumnya sehingga dibutuhkan waktu untuk
mensintesa enzim-enzim terlebih dahulu, kemudian jam VII merupakan
faseeksponensial yaitu tahap dimana kecepatan pembelahan maksimum yang
konstan. Kemudian pada jam IX merupakan fase stationer karena pada jam ini
sudah mengalami penurunan, hal tersebut menandakan bahwa bakteri sudah ada
yang mengalami kematian disebabkan karena nutrisi yang sudah tidak mencukupi.
Kemudian pada pengamatan terakhir sudah terjadi penurunan jumlah sel yang
sangat tinggi, hal tersebut terjadi karena nutrisinya habis.Proses pertumbuhan pada
bakteri, pertumbuhan individu (sel) dapat berubah langsung menjadi pertumbuhan
populasi. Sehingga batas antara pertumbuhan sel sebagai individu serta satu
kesatuan populasi yang kemudian terjadi kadang-kadang karena terlalu cepat
perubahannya, sulit untuk diamati dan dibedakan. Pada pertumbuhan populasi
bakteri misalnya, merupakan penggambaran jumlah sel atau massa sel yang terjadi
pada saat tertentu. Kadang-kadang didapatkan bahwa konsentrasi sel sesuai
dengan jumlah sel perunit volume, sedang kerapatan sel adalah jumlah materi
perunit volume.
V. PENUTUP
A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kurva
pertumbuhan bakteri yaituberdasarkan hasil pengamatan dan dilihat dari kurvanya,
dan perhitungan jumlah selnya, pertumbuhan bakteri pada jam I, jam III, jam V, jam
VII, jam IX dan jam XI sudah mengalami fase penyesuaian (lag phase), fase
eksponensial atau fase logaritmik, fase stasioner dan fase
kamatian.B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada pelaksanaan
praktikum kurva pertumbuhan bakteriyaitu sebaiknya alat-alat praktikum seperti
tabung spektro diperbanyak lagi. Hal ini diharapkan untuk kelancaran praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Buckle, K. A, 1985, Ilmu Pangan, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Dwidjoseputro, 1994, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambaran, Jakarta.
Hadioetomo, R.S., 1993, Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium

Mikrobiologi, Gramedia, Jakarta.


Iqbalali., 2008, Pertumbuhan Bakteri dan Suhu. http://i q b a l a l i . c o m
/Pertumbuhan-Bakteri-dan-Suhu.mht. diakses pada tanggal 20 Desember 2012.
Kendari.
Pelczar, M. J., Chan, E.C.S. 2007. Elements of Microbiology. Mc Graw Hill
Book Company. New York.Sutedja , 1990. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Universitas
Indonesia. Jakarta.Volk &Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar jilid 1. Erlangga. Jakarta.