Anda di halaman 1dari 8

BUKU PANDUAN

PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmatNya Buku Panduan Promosi Kesehatan di Luar Rumah Sakit dapat selesai
disusun.
Buku Panduan ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang memberikan
pelayanan diluar rumah sakit dalam

upaya untuk meningkatkan kemampuan

masyarakat melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat,


agar mereka dapat menolong dirinya sendiri,serta mengembangkan kegiatan yang
bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan
didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
Panduan ini akan dievaluasi kembali dan akan dilakukan perbaikan bila
ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebijakan pelayanan di rumah sakit.
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
Tim Penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam membantu
menyelesaikan penyusunan panduan ini.

Medan,
Januari 2015
Direktur Utama
Dr.dr Yusirwan, Sp.B,Sp.BA (K),MARS
NIP. 19621122 198903 1001

BAB I
DEFENISI
Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1114/Menkes/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di
daerah, promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, agar
mereka dapat menolong diri sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang
bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung
kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
Kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dibagi menjadi 2
kegiatan, yaitu PKRS di dalam rumah sakit dan PKRS di luar rumah sakit. Sebab
sebuah rumah sakit harus mampu mempromosikan kesehatan, dan rumah sakit
juga memiliki fungsi bagi masyarakat bukan hanya yang sakit tetapi juga
masyarakat sehat.
Promosi Kesehatan di luar rumah sakit merupakan upaya untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari-olehuntuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri,serta
mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan
kondisi sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang
berwawasan kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat mampu
berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan,
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku
mengatasi apabila masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di
tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau
pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja, tetapi
juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan perilaku. Dengan demikian
promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk
membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam
organisasi dan lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya, politik dan
sebagainya). Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan
PANDUAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT

diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan saja, tetapi juga
meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka
memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

PANDUAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT

BAB II
RUANG LINGKUP
A. Promosi Kesehatan di Sekolah
Upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
yang optimal dengan meningkatkan kemampuan hidup sehat siswa di
lingkungan hidup yang sehat, sehingga siswa dapat belajar, tumbuh dan
berkembang secara harmonis dengan optimal menjadi sumber daya manusia
yang lebih berkualitas.
Anak usia sekolah merupakan sasaran strategi untuk pelaksanaan program
kesehatan, selain jumlahnya yang besar (30 %) dari jumlah penduduk, mereka
juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena sudah terorganisir
dengan baik. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan
Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat.
Sasaran promkes di sekolah ini adalah Sekolah Dasar (SD), Sekolah
Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK).
B. Promosi Kesehatan untuk Lanjut Usia (lansia)
Lansia merupakan kelompok masyarakat yang butuh perhatian karena
termasuk dalam kelompok usia yang rentan.
Upaya pemerintah dalam rangka mengusahakan masa tua yang berbahagia dan
masa tua yang berguna, sehingga para usia lanjut tidak menjadi beban
masyarakat. Upaya ini mencakup preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Dalam penanganan masalah upaya kesehatan usia lanjut perlu dilakukan
pendekatan yang tepat, team work (koordinasi) dan keterpaduan (diagnosa dan
pengobatan).
Kegiatan Promkes untuk Lansia ini diadakan di Panti Jompo yang masih
dalam cakupan wilayah kerja RSUP H. Adam Malik.

PANDUAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT

BAB III
TATA LAKSANA
A. Promosi Kesehatan di Sekolah
1. Sebelum kegiatan promkes di sekolah diadakan, terlebih dahulu
petugas PKRS melakukan survey sekolah mana yang akan dilakukan
kegiatan dengan beberapa pertimbangan, antara lain : jarak ke sekolah,
jumlah siswa dan materi yang cocok untuk diberikan.
2. Petugas membuat jadwal untuk kegiatan. Jadwal kegiatan di sekolah
adalah per triwulan. Dalam satu bulan dilakukan promkes di 3 sekolah.
3. Petugas PKRS mempersiapkan surat kegiatan yang akan disampaikan
ke sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Instalasi PKRS dan
Direktur Umum dan Operasional. Surat tersebut ditujukan ke sekolah
dengan tembusan Ka. Dinas Kesehatan cq Puskesmas setempat dan
Dinas Pendidikan.
4. Petugas PKRS menyiapkan

surat

permintaan

narasumber

ke

SMF/Instalasi yang terkait.


5. Petugas PKRS membuat surat dan menghubungi petugas kemotoran
untuk sarana transportasi ke lokasi kegiatan.
6. Petugas PKRS mempersiapkan proposal kegiatan, disampaikan kepada
Direktur Umum dan Operasional.
7. Petugas PKRS mempersiapkan peralatan dan sarana yang akan dibawa
ke sekolah, antara lain Laptop dan LCD, TOA, kamera digital, Pointer
8. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
Promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada

siswa di Sekolah Tingkat SD,SLTP dan SLTA.


Pre test dan post test kepada siswa SMP dan SMA
Pemeriksaan kesehatan gigi siswa secara berkala di sekolat tingkat

SD.
Penjaringan kesehatan siswa di sekolah tngkat SMPdan SMA.

B. Promosi Kesehatan untuk Usia Lanjut


Pelaksanaan kegiatannya sama seperti kegiatan di sekolah. Adapun
kegiatan yang dilaksanakan di sekolah adalah :
1. Promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan topik
yang berkaitan dengan usia lanjut seperti kesehatan geriatric, kesehatan
jiwa, jantung dan pembuluh darah, syaraf (neurologi), mata dan THT.
PANDUAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT

2.
3.
4.
5.
6.

Pemeriksaan dan pembinaan kesehatan terhadap usia lanjut


Senam Osteoporosis yang dipandu oleh seorang instruktur senam
Pemeriksaan kadar gula darah dan kepadatan tulang
Fisioterapi
Pemberian makanan sehat berupa snack sehat dan susu untuk lansia.

BAB IV
DOKUMENTASI
Kegiatan promkes di luar rumah sakit ini didokumentasikan dalam bentuk
laporan kegiatan yang ditujukan kepada Direktur Utama. Adapun laporan tersebut
berisi proposal kegiatan, hasil yang dicapai dan foto-foto kegiatan. Selain itu hasil
kegiatan ini juga didokumentasikan dalam bentuk laporan tahunan setiap
tahunnya.

PANDUAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT

Direktur Utama

Dr.dr. Yusirwan, SpB, SpBA(K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

PANDUAN PROMOSI KESEHATAN DI LUAR RUMAH SAKIT