Anda di halaman 1dari 7

DASAR, PEMIKIRAN DAN FOKUS DALAM TEORI KEBIDANAN

MENURUT ELLA JOY LERHMAN


Dosen Pembimbing : Nur Masruroh, M.Keb

Nama anggota kelompok :


1.
2.
3.
4.

Dewi Purwati
Hanum Rosmanawati Kastar
Dyah Kamaliyah Hardyanti
Syahrul Syafitri

(1250014093)
(1250014094)
(1250014116)
(1250014126)

Kelas : 1-C D III Kebidanan


Fakultas Keperawatan dan Kebidanan
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Tahun Akademik 2014-2015

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan
hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Dasar, Pemikiran dan Fokus
dalam Teori Kebidanan menurut Ella Joy Lerhman untuk memenuhi tugas Konsep Dasar Bidan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami yang telah membantu
untuk menyempurnakan makalah kami ini. Dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih
kepada pembaca makalah ini, kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kami
khususnya bagi para pembaca.
Tentu saja dalam penulisan makalah ini, kami masih banyak mengalami kekurangan,untuk
itu kami mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca yang sifatnya membangun guna
memperbaiki makalah-makalah kami yang akan datang.
Akhir kata bagaimana isi dan manfaat dari penulisan ini kami serahkan kepada para
pembaca, sekian terima kasih.

Surabaya, 10 Oktober 2014

TIM PENYUSUN

Daftar Isi

Bab 1
Pendahuluan

Konsep adalah penopang sebuah teori yang menjelaskan tentang suatu teori yang dapat dites
dalam suatu observasi atau penelitian bersifat abstrak yang menggambarkan cirri-ciri umum
sekelompok objek, peristiwa, fenomena. Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan
kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidan dalam memberi pelayanan kepada klien yang
mempunyai kebutuhan masalah kesehatan ibu di masa hamil, persalinan, nifas, seletah lahir,
serta keluarga berencana, Teori adalah ide yang direncanakan dalam pikiran dan dituangkan ke
dalam gambaran berupa
objek tentang suatu kejadiaan atau objek yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan
fenomena sosial yang menarik perhatiannya. Teori berfungsi sebagai jalur logika atau
penalaran yang digunakan oleh peneliti untuk menerangkan hubungan pengaruh antar
fenomena yang dikaji.
Jadi teori kebidanan merupakan seperangkat konsep yang dapat menguraikan secara jelas
tentang disiplin ilmu kebidanan.

Bab II
Pembahasan dan Isi

2.1

Dasar pemikiran
Lehrman melihat semakin luasnya tugas yang dibebankan kepada bidan, sehingga
ia memiliki keinginan agar bidan dapat melihat semua aspek praktek kebidanan dalam
memberikan asuhan pada wanita hamil dan memberikan pertolongan pada persalinan.
Teori ini juga menjelaskan perbedaan antara pengalaman seorang wanita dengan
kemampuan bidan untuk mengaplikasikan konsep kebidanan dalam praktek

2.2 Tujuan penelitian


Tujuan penelitihan adalah untuk mengidentifikasi komponen-komponen yang
saling mempengaruhi dalam praktek kebidanan

2.3 Hasil penelitian Ela-Joy Lehrman


8 komponen dari hasil penelitian Lehrman:

perawatan berkelanjutan

Perawatan yang terpusat pada keluarga

Pendidikan dan konseling menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perawatan

Perawatan tanpa intervensi

Fleksibilitas dalam perawatan

Perawatan yang bersifat partisipatif

Advokasi pada klien

Waktu
8 komponen lehrman ini, diujicobakan oleh morten pada pasien postpartum, dan
morten menambahkan 3 komponen lagi kedalam 8 komponen lehrman. 3
komponen Morten:

Teknik terapeutik
Pemberdayaan (empowerment)
Hubungan dengan sesama (rateral relationship)
2.4 Teknik terapeutik
Proses komunikasi sangat bermanfaat dalam proses perkembangan dan
penyembuhan, misalnya:
Mendengar aktif
Mengkaji
Klarifikasi
Humor
Sikap yang tidak menuduh
Pengakuan
Fasilitasi
Pemberian izin

2.5 Pemberdayaan (empowerment)


Suatu proses memberi kekuasaan dan kekuatan. Bidan dalam penampilan dan
pendekatannya akan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengoreksi, memvalidasi,
menilai dan memberi dukungan.
2.6 Hubungan dengan sesama (Rateral Relationship)
Menjalin hubungan yang baik dengan pasien, bersikap terbuka, sejalan dengan
pasien, sehingga bidan dan pasien terlihat akrab. Misalnya sifat empati dan membagi
pengalaman.