Anda di halaman 1dari 4

Puasa tambah gemuk?

Hindari dengan tips ini


Sudah tidak makan seharian, tapi mengapa angka di timbangan malah terus
naik?

Abdul Qowi Bastian


@@aqbastian
Published 4:13 PM, June 21, 2015
Updated 11:37 PM, July 22, 2015

16
Twitter
Reddit
Email
16

Ilustrasi oleh Shutterstock

Di awal bulan puasa, pasti ada yang memasang target untuk turun berat
badan saat Ramadan berakhir.
Target yang sama dilontarkan tahun demi tahun, tapi setiap akhir Ramadan
pula, kamu hanya bisa melengos ketika melihat angka di timbangan malah
naik?
Sudah tidak makan seharian, sudah lapar siang-siang, kenapa malah tambah
gemuk? Makan juga cuma dua kali sehari, saat sahur dan berbuka.
Menurut pakar gizi Jansen Ongko, semuanya berakar pada pola makan yang
berlebihan ketika berbuka dan sahur.
Karena mereka kalap (saat berbuka). Belum lagi penjaja makanan bervariatif,
ditambah rasa lapar yang tinggi, kata Jansen kepada Rappler baru-baru ini.
Menjelang berbuka, hormon ghrelin di dalam tubuh kita berada dalam
tingkatan yang tinggi karena dipicu keadaan yang sudah lama tidak makan.
Hormon ghrelin digunakan oleh tubuh untuk mengirim sinyal ke otak untuk
meningkatkan nafsu makan pada saat tubuh membutuhkan makanan. Namun
setelah tubuh menyerap nutrisi dari makanan, kadar hormon ghrelin akan
menurun secara berkala.
Hormon itu akan memicu orang untuk makan apa yang ada di hadapan
mereka tanpa mengindahkan kalori yang terkandung, katanya.
Contoh saja, jenis martabak yang baru-baru ini populer. Itu berapa puluh ribu
kalori? ujarnya.
Padahal, kebutuhan kalori laki-laki dewasa hanya sekitar dua ribuan dan
perempuan 1.500an. Setiap kelipatan 7.000 kalori, itu akan menjadi
peningkatan 1 kilogram, kebanyakan dalam bentuk lemak.

Jadi apa solusinya?


Jansen memberikan tips untuk mencegah kenaikan berat badan selama bulan
puasa, yaitu dengan membagi jadwal makan selama Ramadan menjadi tiga
gelombang.

1. Waktu berbuka
Berbukalah dengan yang manis, tapi tidak semua yang manis itu sehat,
katanya.
Tidak baik mengonsumsi minuman bersoda atau es teh manis karena
mengandung kalori dari pemanis. Ia menganjurkan meminum air putih dan
makan kurma 2-3 buah saat berbuka. Hindari makan terlalu banyak.
Jika tak suka kurma, kamu bisa meminum air kelapa muda dan buah potong,
seperti melon, semangka, atau pepaya.
Biasanya, godaan datang jika sedang berbuka puasa di luar rumah atau
kantor. Banyak yang kalap langsung melahap gorengan dan es teh manis.
Selain mengonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi, ditambah lagi
dengan pembakaran yang kurang, alias tidak berolahraga.
Setelah itu, kamu bisa salat maghrib dulu.

2. Makan utama
Beberapa saat setelah makan makanan pembuka, kamu harus seimbangkan
sajian utama dengan komposisi makronutrisi yang lengkap. Asupan
karbohidrat, protein, dan lemak harus seimbang. Tambahkan juga sayursayuran yang kaya mineral, vitamin, dan serat, yang bagus untuk pencernaan.
Karbohidrat (kompleks): nasi merah, nasi coklat, ubi, singkong, roti gandum,
jagung.
Protein: ayam, ikan, udang, cumi, daging, tahu, tempe

Lemak sehat: telur, keju, aneka kacang-kacangan, alpukat, mentega, minyak


zaitun.

3. Sebelum tidur
Masih lapar seusai salat tarawih? Kamu masih boleh makan makanan kecil.
Jangan makan berat sebelum tidur karena tubuh masih mencerna makanan,
bisa mengganggu kualitas tidur, kata Jansen.
Alternatifnya, kamu bisa makan buah potong, yoghurt, atau minum susu.

4. Waktu sahur
Sementara itu, untuk sahur, Jansen menyarankan untuk langsung makan
makanan berat dengan kandungan nutrisi yang lengkap, seperti nasi (kaya
karbohidrat), lauk berupa ayam, ikan, atau daging (tinggi protein), dan sayur
(berserat).
Intinya, komposisi makanan saat sahur diupayakan sama dengan makanan
utama ketika berbuka.
Ia juga menganjurkan untuk menghindari makanan kecil, seperti mie instan
atau makanan kaleng.
Selain itu, hindari pula meminum kopi dan teh karena bersifat diuretik. Apa
sebabnya? Bukannya menambah cairan tubuh seperti air putih, kopi dan teh
menguras kadar air dalam tubuh melalui urin.
Jadi, bagaimana, kamu sudah siap untuk memerangi kenaikan berat badan
selama bulan puasa ini? Dengan kontribusi dari Adelia
Putri/Rappler.com